Keuntungan Memiliki Asuransi Kecelakaan Diri  

Selain asuransi kesehatan dan jiwa, seorang pekerja (apalagi jika dia adalah sumber utama mata pencaharian keluarga) perlu secara spesifik memiliki produk asuransi yang melindungi diri terkait risiko yang dia hadapi khususnya dalam bekerja. Oleh karena itu bagi yang memiliki pekerjaan yang berisiko tinggi, sangat disarankan untuk membuat asuransi kecelakaan, supaya bekerja menjadi lebih aman.

Ada banyak profesi yang rawan terhadap risiko kecelakaan diri tersebut yang perlu diantisipasi terutama sekali bagi pekerja lapangan atau yang bekerja di industri manufaktur. Sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan bahwa setiap proyek atau pekerjaan dalam sebuah industri harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja sehingga baik individu maupun perusahaan harus melindungi karyawannya dengan proteksi asuransi kecelakaan diri. Hal ini sebenarnya juga menguntungkan bagi pekerja maupun perusahaan jika sampai terjadi risiko kecelakaan kerja.

Apa Bedanya Asuransi Kecelakaan Diri dengan Asuransi Lainnya? Apakah BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Tidak Cukup?

asuransi kecelakaan melindungi dari segala risiko kematian
Asuransi Kecelakaan Melindungi dari Segala Bentuk Risiko Kematian

Dilihat fungsi dan tujuan asuransi kecelakaan diri memang sedikit berbeda dengan produk asuransi kesehatan, jiwa atau BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan sendiri. Asuransi jiwa dirancang untuk melindungi Anda dari segala bentuk risiko kematian. BPJS Kesehatan lebih cenderung ke proteksi sakit yang terjadi bukan karena kecelakaan, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan seringkali tidak mencukupi semua biaya kecelakaan pekerja.

Pada umumnya setiap pekerja sudah masuk dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan karena itu memang sudah diamanahkan oleh undang-undang. Namun, pada kenyataannya kebutuhan akan proteksi jaminan sosial tersebut tidaklah sama untuk masing-masing orang sehingga perlu perlindungan diluar jaminan sosial tersebut. Nah, jika Anda membutuhkan proteksi lain diluar jaminan sosial tersebut, proteksi dari perusahaan swasta adalah solusinya. Ada banyak pilihan sesuai dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, produk asuransi kecelakaan diri dimaksudkan untuk melindungi dari risiko kecelakaan kerja, termasuk di dalamnya risiko kematian yang terjadi khusus di dalam jam kerja atau yang berkaitan dengan pekerjaan. Misalnya jika mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju meeting di dalam jam kerja, maka asuransi kecelakaan diri akan memberikan pertanggungan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Asuransi Tambahan yang Bisa Anda Gunakan

Apa Saja Keuntungan dan Manfaat Asuransi Kecelakaan Diri?

manfaat asuransi kecelakaan diri tidak hanya melindungi dari risiko kecelakaan
Manfaat Asuransi Kecelakaan Diri Tidak hanya Melindungi dari Risiko Kecelakaan

Karena khusus di tujukan untuk proteksi karyawan khususnya yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, maka produk ini banyak memiliki keuntungan dibandingkan produk asuransi umum seperti ulasan berikut ini:

1. Memberi Rasa Aman Bagi Tertanggung dan Keluarganya dari Sisi Keuangan

Bekerja dengan nyaman dan merasa terlindungi tentu saja bisa meningkatkan produktivitas kerja. Apalagi yang namanya musibah kecelakaan tidak ada yang tahu. Bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi dan tentu saja dengan biaya yang tak terduga.

Perlindungan kecelakaan diri bersifat menyeluruh mulai dari kecelakaan ringan sampai dengan fatal yang berakibat tertanggung meninggal dunia. Hal ini penting mengingat biasanya pekerja adalah tulang punggung keluarga sehingga setiap risiko yang terjadi mengganggu pendapatan keluarga. Rasa nyaman inilah yang bisa diberikan oleh asuransi kecelakaan diri tersebut.

2. Meringankan Biaya Pengobatan sehingga Anda Tidak Makin Menderita Saat Kena Musibah

Setiap risiko terhadap kesehatan, apalagi untuk kasus kecelakaan diri, biayanya sangatlah mahal. Kita tak pernah bisa prediksi atau membuat anggaran untuk sebuah risiko kecelakaan karena memang tak pernah bisa diduga sebelumnya. Untuk kondisi seperti ini asuransi kecelakaan diri adalah solusi terbaik yang bisa meringankan saat terjadi musibah.

3. Bisa dijadikan Jaminan Hari Tua

Prinsip asuransi jika digunakan jangka panjang layaknya sebuah tabungan atau simpanan. Anda lebih yakin dan nyaman dalam membuat rencana keuangan keluarga untuk masa depan karena asuransi kecelakaan diri menjamin dan bahkan memberikan santunan atas setiap risiko kecelakaan yang terjadi. Kenyamanan seperti ini bisa membuat masa depan dan hari tua lebih terjamin dan terencana dengan baik.

4. Perlindungan Terhadap Keluarga Jika Terjadi Risiko Pada Jiwa Tertanggung

Kecelakaan kerja bisa saja berakibat fatal sampai menimbulkan kematian. Jika ini terjadi otomatis keluarga Anda akan terkena dampaknya akibat terhentinya pendapatan kepala keluarga. Jika memiliki asuransi kecelakaan diri, penghasilan dari tertanggung yang terkena musibah hingga menyebabkan pendapatan terhenti akan diganti oleh pihak asuransi dalam bentuk santunan bulanan dalam waktu tertentu seperti yang dimuat dalam polis.

Skema lain dari asuransi kecelakaan diri adalah dalam bentuk uang pertanggungan (UP) yang nominalnya juga besar. UP ini bisa dijadikan modal usaha untuk menyambung kehidupan keluarga yang ditinggalkan tertanggung.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Kapan Asuransi Kecelakaan Diri Dibutuhkan?

medaftar asuransi
Ilustrasi Mendaftar Asuransi

Bagi pekerja yang punya profesi berisiko seperti ulasan di atas, perlindungan asuransi kecelakaan diri dibutuhkan saat awal mulai bekerja. Perusahaan yang bonafit biasanya sudah otomatis mengikutkan pekerjaanya dengan program asuransi tersebut. Jika belum, maka ada baiknya Anda ikut sendiri program asuransi tersebut. Biaya premi tidak seberapa dibandingkan dengan risiko yang Anda hadapi nantinya, baik status masih lajang apalagi jika sudah berkeluarga.

Risiko yang Dijamin Asuransi Kecelakaan Diri

Sejumlah risiko yang bisa saja menimpa pekerja/karyawan saat sedang menjalani profesinya. Inilah kenapa asuransi kecelakaan diri itu ada. Agar lebih jelas mengenai asuransi kecelakaan diri, ada sejumlah risiko yang perlu diketahui pekerja/karyawan yang hendak mengambil asuransi kecelakaan diri.

Sejumlah risiko berikut dijamin asuransi kecelakaan diri dan tercantum dalam polis asuransi.

  1. Risiko kematian ataupun cacat tetap yang disebabkan kecelakaan, termasuk keracunan karena menghirup gas atau uap beracun, terkena virus atau kuman penyakit, dan mati lemas atau tenggelam.
  2. Risiko kematain ataupun cacat tetap yang disebabkan masuknya virus atau kuman penyakit ke dalam luka tertanggung dan komplikasi atau bertambah parahnya penyakit yang diakibatkan kecelakaan yang dijamin polis.

Bagaimana Pemberian Santunan ke Peserta Asuransi Kecelakaan?

Mengutip Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia versi Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), uang pertanggungan (UP) atau santunan yang diterima tertanggung atau peserta asuransi kecelakaan bervariasi, tergantung dari risiko yang dialami peserta asuransi. Untuk risiko kematian, peserta asuransi atau ahli waris yang namannya tercantum akan menerima 100% nilai pertanggungan.

Sementara untuk risiko cacat tetap keseluruhan, peserta asuransi akan menerima 100% nilai pertanggungan. Untuk risiko cacat tetap sebagian, peserta asuransi akan menerima dengan persentasi berbeda-beda dilihat dari cacat yang dialami.

  1. Lengan kanan mulai dari sendi bahu akan menerima 60%.
  2. Lengan kiri mulai dari sendi bahu akan menerima 50%.
  3. Lengan kanan mulai dari atasnya sendi siku akan menerima 50%.
  4. Lengan kiri mulai dari atasnya sendi siku akan menerima 40%.
  5. Tangan kanan mulai dari atasnya pergelangan tangan akan menerima 40%.
  6. Tangan kiri mulai dari atasnya pergelangan tangan akan menerima 30%.
  7. Satu kaki mulai dari lutut sampai pangkal paha akan menerima 50%.
  8. Satu kaki mulai dari mata kaki sampai lutut akan menerima 25%.
  9. Ibu jari tangan kanan akan menerima 15%.
  10. Ibu jari tangan kiri akan menerima 10%.
  11. Jari telunjuk tangan kanan akan menerima 10%.
  12. Jari telunjuk tangan kiri akan menerima 8%.
  13. Jari kelingking tangan kanan akan menerima 8%.
  14. Jari kelingking tangan kiri akan menerima 6%.
  15. Jari tengah atau manis tangan kanan akan menerima 5%.
  16. Jari tengah atau manis tangan kiri akan menerima 4%.
  17. Satu ibu jari kaki akan menerima 8%.
  18. Satu jari kaki lainnya akan menerima 5%.
  19. Sebelah mata akan menerima 50%.
  20. Pendengaran pada kedua belah telinga akan menerima 50%.
  21. Pendengaran pada sebelah telinga akan menerima 25%.
  22. Sebelah daun telinga secara keseluruhan akan menerima 5%.

Baca Juga: Hal yang Perlu Diketahui sebelum Memilih Asuransi untuk Keluarga

Segera Miliki Asuransi Kecelakaan karena Musibah Kecelakaan Tidak Bisa Diprediksi 

Musibah akibat sakit biasanya masih bisa dihadapi dengan dana cadangan atau produk asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan karena biasanya biayanya tidak terlalu besar dan tidak mendesak harus ada dalam jumlah besar dan seketika. Hal ini berbeda dengan musibah kecelakaan yang hampir selalu masuk kategori gawat darurat, biaya besar dan harus tersedia secepatnya karena menyangkut jiwa penderita.

Risiko ini sebenarnya bisa diantisipasi apalagi jika profesi Anda masuk kategori pekerja dengan risiko kecelakaan yang besar. Selain bekerja sesuai standar keamanan perusahaan, proteksi asuransi kecelakaan diri juga penting untuk dilakukan agar terhindar dari risiko finansial yang besar dan mendapatkan segudang manfaat seperti ulasan di atas.

Baca Juga: Prosedur Klaim Asuransi Mobil dan Biaya yang Dibutuhkan