Kisah Inspirasi Nadine Chandrawinata! Dari Puteri Kecantikan, Kini Sukses Berbisnis

Mendengar nama Nadine Chandrawinata, kebanyakan orang akan langsung mengasosiasikannya dengan kembaran Mischa dan Marcel Chandrawinata. Ketiganya memang bersaudara yang sering menghabiskan waktu bersamaan dan populer di dunia entertainment. Nadine, sang kakak, dikenal sebagai public figure yang membintangi belasan film, jadi puteri kecantikan, model, presenter acara TV hingga penulis dari tiga buah buku. 

Namun tak banyak yang tahu bahwa selebritas kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984 ini juga melebarkan sayapnya dengan berbisnis. Sebelumnya, Nadine juga dipercaya untuk menjadi duta atau perwakilan diplomatic menyoal lingkungan hidup dan alam. Sehingga tak berlebihan jika istri dari Dimas Anggara ini diberi predikat cantik, cerdas, berwawasan luas dengan skill berbisnis dan kepribadian yang menarik. 

Penasaran dengan sosoknya? Berikut Cermati.com sajikan ulasan informasi dan fakta mengenai Nadine Chandrawinata yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Kiprah di Kontes Kecantikan

View this post on Instagram

A post shared by Nadine Chandrawinata (@nadinelist) on

Nama Nadine semakin meroket setelah memenangkan kompetisi kecantikan bergengsi tahun 2005 silam. Mewakili DKI Jakarta, Nadine yang anggun berhasil keluar sebagai pemenang Putri Indonesia

Kemenangan itu lantas membawanya ke ajang Miss Universe 2006 (Amerika Serikat) sebagai perwakilan Indonesia. Di ajang bergengsi taraf dunia tersebut, Nadine menorehkan prestasi sebagai Putri Persahabatan dan menjadi juara kedua untuk Budaya Nasional Terbaik.

Dipercaya Menjadi Ambassador

Mulai dari mengikuti kontes kecantikan tersebut, Nadine mulai menunjukan kecerdasannya dalam berbagai hal. Hingga pada akhirnya ia menggaet sederetan prestasi, antara lain:

1. Duta Autisme 2009

Berjiwa environmentalist, Nadine merupakan sosok yang memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap lingkungan hidup, alam semesta dan kesehatan. Kecintaan inilah yang lantas mengantarkannya menjadi Duta Autisme di tahun 2009. Nadine lantas melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal autisme dengan pengadaan berbagai pelatihan bersama London School of Public Relation (LSPR).

2. Duta Gajah Sumatera 2009

Masih di tahun yang sama, Nadine juga menjadi Duta Gajah Sumatera bersama Maia Estianty. Penobatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kartini 2009 tersebut bertujuan untuk melestarikan populasi gajah Sumatera. Pasalnya, populasi gajah Sumatera kian menurun sehingga kini tergolong sebagai satwa langka endemik Indonesia.

3. Duta Aku Cinta Indonesia (ACI) 2010

Memasuki tahun 2010, Nadine menjadi Duta Aku Cinta Indonesia (ACI) bersama Nicholas Saputra. Program yang dicanangkan oleh salah satu portal berita nasional terbesar dalam negeri ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan lokal agar berkunjung ke berbagai objek wisata dalam negeri. 

Dengan meningkatkan minat masyarakat terhadap wilayah Nusantara, maka diharapkan kedatangan turis lokal bisa membantu memajukan sektor Pariwisata Indonesia. Terutamanya, misi ini menitikberatkan pada pengembangan wisata bahari dalam negeri.

4. Duta Hak Asasi Manusia 2015

Dengan sejarah panjang sebagai pegiat lingkungan hidup, tak heran jika wanita berdarah blasteran Tionghoa-Indonesia dan Jerman ini dinobatkan menjadi Duta Hak Asasi Manusia bidang Lingkungan. Saat itu, Komnas HAM tengah concern terhadap isu lingkungan hidup yang kian mengkhawatirkan. Nadine pun digaet untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup dan mulai melakukan perubahan yang ramah lingkungan. 

Mengenai kepeduliannya yang tinggi terhadap lingkungan, Nadine mengutip perkataan Mahatma Gandhi. Bahwa negara yang sukses sejatinya merupakan negara yang punya kepedulian tinggi terhadap binatang dan tanaman.

5. Duta Wisata Bahari 2017

Karena rasa pedulinya yang tinggi terhadap kondisi maritim dan terumbu karang Nusantara, Nadine pun ditunjuk menjadi Duta Wisata Bahari di tahun 2017. Nadine lantas diamanahkan untuk melakukan sosialisasi masyarakat terkait pentingnya pelestarian laut Indonesia. Masyarakat perlu panutan dalam meneladani pentingnya menjaga kondisi lingkungan kelautan agar tetap lestari.

Selain itu, putri dari Andy Chandrawinata dan Elfriede Fortmann ini juga ditugaskan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai World Tourism Park (WTP) atau Taman Wisata Dunia kala itu.

Terjun ke Bisnis Perhotelan, Sempat Rugi di Awal

View this post on Instagram

A post shared by rajaampatdiveresort (@rajaampatdiveresort) on

Kecintaan Nadine terhadap lingkungan hidup dan travelling memang sudah tak perlu diragukan lagi. Terinspirasi dari kecintaannya tersebut, pada tahun 2012 ia membangun Raja Ampat Dive Resort yang berkonsep mengandalkan alam dan minimalis. Penginapan ini diketahui berlokasi di tepian pantai, tepatnya di Jl. Raya Waisa, Waigo, Tapokreng, Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia. 

Hotel dan resort yang range harganya berada di kisaran Rp4 jutaan tersebut menyediakan akomodasi berlibur di tepi laut yang memukau. Belum lagi dengan ketersediaan layanan perlengkapan menyelam, ketersediaan restoran hingga akses Wi-Fi yang gratis di area umum sekitar penginapan.

Wisatawan yang menginap di hotel keren ini dapat menikmati momen santai di terasnya yang langsung menghadap ke laut dan sangat cocok untuk menikmati sunset. Selain itu, tersedia juga perpustakaan dengan view keasrian taman tropis yang memikat dan menyenangkan.

Pengakuan Nadine, menjadi pengusaha di bidang perhotelan seperti sekarang tentu tak bisa dibilang mudah. Ada banyak lika-liku yang dihadapinya, termasuk harus rela banyak merugi di awal perjalanan bisnisnya. Namun justru kerugian itulah yang memberikan pembelajaran tersendiri baginya.

Bahkan, hal itu malah membuat Nadine semakin berkomitmen untuk terus maju dan tidak patah semangat. Ia lalu mengajak para generasi muda untuk senantiasa berkiprah di dunia wirausaha demi meningkatkan perekonomian negara Republik Indonesia. 

Nadine mengatakan, tak masalah memulai bisnis dengan modal kecil demi menjaga kebijakan makroprudensial yang ada di Indonesia. Terpenting, ia berharap bisnisnya ini dapat membantu memperkenalkan pariwisata Indonesia ke wisatawan mancanegara, menjaga kelestarian alam Nusantara, serta memajukan kehidupan penduduk setempat.

Buka Butik Bergaya Monokrom dan Minimalis

View this post on Instagram

A post shared by Nadine Chandrawinata (@nadinelist) on

Nadine juga menggarap bisnis di dunia fashion Hal ini tentu tak mengherankan karena ia juga berprofesi sebagai model. Di bisnis clothing dan butik ini, Nadine menggaet kerjasama kolaboratif dengan dua orang rekannya. Nama Gamma sendiri diambil dari filosofi unsur ketiga bermakna “cahaya”, yang mengikat dua unsur terkuat Alpha dan Omega. Dari sinilah fashion brand bernama Gamma dilahirkan. 

Gamma sengaja berfokus pada konsep monokrom bernuansa warna putih dan hitam. Hal ini juga dipilih bukan tanpa alasan. Warna netral seperti hitam dan putih membuat produk Gamma yang dijual limited edition ini tidak terpaku pada gender

Sehingga brand yang berpusat di Jl. Cipete No. 6 Jakarta, Indonesia, 12410 ini dapat dikenakan baik untuk pria maupun wanita (unisex). Menariknya, ia menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam berbisnis dan sebisa mungkin tidak menggunakan plastik. 

Bahan dan kain yang eco friendly dipilihnya untuk mendesain pakaian bagi Gamma. Hal ini menjadikan Gamma punya daya tarik tersendiri di mata konsumen. Untuk range harga, produk-produk Gamma dibanderol dengan harga yang sangat affordable untuk generasi kekinian, yakni di kisaran Rp 100 – 300 ribu saja.

Baca Juga: Taylor Swift Makin Tajir, Intip Kisah Suksesnya Jadi Seleb Bayaran Termahal versi Forbes

Punya Clothing Nadiwear

View this post on Instagram

A post shared by Nadine Chandrawinata (@nadinelist) on

Selain kedua bisnis tersebut, Nadine juga mengelola clothing atau brand yang memproduksi neoprene wetsuits, rashguards dan accessories. Berpusat di Sanur, Bali, apparel SeaGods Wetsuit ini dikhususkan untuk mengakomodasi para petualang dan pecinta kegiatan snorkeling, renang, surfing dan menyelam. Yang bikin menarik, konsumen dapat customized sendiri baik untuk ukuran maupun model dari pesanannya.

Bisnis clothing lainnya ialah Nadiwear yang ditekuni bersama sang suami. Bertema casual, cool and catchy, Nadine menampilkan outfit untuk anak muda berjiwa petualang penyuka travelling yang simple dan praktis.

Pencetus Sea Soldier Foundation

View this post on Instagram

A post shared by Nadine Chandrawinata (@nadinelist) on

Kecintaan Nadine terhadap bahari Indonesia juga tercermin dari aksinya yang mengusung “Komitmen diri si pembawa misi” untuk berani menyebar virus ramah lingkungan. Organisasi non-governmental ini menitikberatkan kepada setiap individu untuk menjadi patriot dari gerakan pelestarian laut. 

Caranya pun sederhana dan dapat dimulai dari diri sendiri, antaranya dengan belajar memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (seperti sedotan dan lainnya). Menggaungkan moto “Be the solution, not the pollution”, organisasi ini juga kerap mengadakan acara beach clean up bersama-sama serta penanaman mangrove untuk membantu penghijauan di berbagai pesisir pantai.

Sejumlah talkshow edukasi dan sharing seputar pelestarian bahari juga kerap diselenggarakan oleh organisasi ini di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu aksi pergerakan sukarela yang pernah dilaksanakan mereka ialah pawai bebas plastik. Sebagai gerakan peduli bumi, aksi ini terdiri dari menolak kantong kresek sekali pakai, sedotan plastik dan air minum dalam kemasan plastik.

Bekerja sama dengan seluruh instansi dan setiap komunitas yang mencintai bumi, aksi ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk memilah sampah di rumah dan membersihkan sampah plastik layak daur ulang sebelum membuangnya.

Baca Juga: Dulu Penyanyi Cilik, Kini Berkarier di Politik. Intip Kisah Sukses Tina Toon yang Menginspirasi

Menuangkan Pengalaman dalam Tulisan

Pemikiran seorang Nadine yang cerdas juga tertuang dalam ketiga buku yang telah ditulisnya. Buku pertama yang bertajuk Diary of Nadine Chandrawinata: Pantaskah Aku Mengeluh dicetak pada tahun 2007. Buku ini mengutamakan diri Nadine yang sesungguhnya, sang petualang—yang bukan hanya sekedar mantan putri kontes kecantikan belaka.

Melalui buku tersebut, Nadine ingin membagikan pemikiran dan pengalamannya melalui introspeksi, perbaikan diri hingga melawan keputusasaan dalam pencarian akan keinginan sejatinya dalam hidup.

Menyusul pada tahun 2008, buku kedua Nadine yang bertajuk Nadine: Labour of Love berhasil dirilis ke pasaran. Karena kekagumannya pada keindahan bawah laut Indonesia, Nadine senantiasa menekuni hobi menyelamnya. Bahkan, dia sudah mengantongi sertifikat untuk kegemarannya itu.

Selain mengulas hobi menyelamnya, Nadine juga membahas kecintaannya terhadap terumbu karang, berbagai ikan yang unik, serta pariwisata Indonesia yang harus terus dikembangkan untuk ke depannya.

Ada pun buku ketiga Nadine rampung di tahun 2012 dengan judul Nadrenaline. Buku ini merupakan rekaman dari perjalanan Nadine sebagai globetrotter yang berkeliling Indonesia serta negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Kualitas Nadine dalam beauty, brain and behavior semakin lengkap terasa dalam buku ini.

Melahirkan Karya Bermanfaat dari Hal yang Dicintai

Karya bermanfaat Nadine di berbagai prestasi hingga bisnisnya merupakan buah inspirasi dari kecintaannya terhadap lingkungan hidup. Aksi sukarelanya untuk membantu melestarikan dan menjaga bumi dan pantai juga diawali dari jiwanya yang suka berpetualang. Meski menjumpai banyak tantangan, ujian yang ada malah membuatnya semakin bersemangat untuk terus berkarya.

Ini tentunya bisa dijadikan inspirasi buat para milenial yang sedang meniti karier, bahwa menjalani karier dari nol baik di perusahaan atau dari berbisnis akan lebih mudah terarah jika berdasarkan kesukaan atau passion. Meski banyaknya cobaan dan rintangan yang datang, kamu akan bisa terima dengan lapang dan justru akan dijadikan cambukan untuk terus bangkit dan memperbaiki kesalahan terdahulu hingga berjalan di jalur yang benar.

Baca Juga: Kisah Sukses Raline Shah, Wanita Cerdas yang Tak Mengandalkan Kekayaan Keluarganya