Kista Saat Hamil: Pahami Gejala dan Cara Penanganannya

Kista adalah sebuah penyakit yang muncul karena adanya cairan, cenderung padat, maupun gas yang muncul di bagian tubuh manapun. Cairan ini akan menyebabkan benjolan pada bagian tubuh seperti kulit, dan organ di dalam tubuh. Bagi wanita, kista dapat muncul pada bagian rahim dan ovarium. Tidak jarang juga kista akan menyerang ibu yang tengah hamil dan kemungkinan besar akan berpengaruh pada perkembangan janin.

Meski jarang memberi pengaruh buruk pada janin, pastinya setiap ibu hamil merasa khawatir dengan kandungannya. Untuk itu, ibu hamil harus mendapatkan penanganan yang tepat agar kondisi janin tetap dalam keadaan sehat dan tidak terganggu dengan adanya kista tersebut.

Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk mengetahui gejala penyakit kista pada ibu hamil dan  bagaimana cara penanganan yang tepat? 

Ibu hamil tetaplah tenang, jangan sampai stres yang dapat mengganggu kondisi janin. Berikut ulasan yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber mengenai seluk beluk penyakit kista agar ibu hamil dan calon buah hati terhindar dari risiko yang mengancam.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Kenali Gejala Kista Pada Ibu Hamil 

kista
Kenali gejala kista pada ibu hamil

Gejala yang timbul pada ibu hamil yang menderita kista seringkali sulit untuk dilihat secara fisik. Penyakit kista pada ovarium menunjukkan gejala yang mirip dengan gejala pada saat sedang menstruasi. Bahkan ibu hamil tidak merasakan gejala apapun saat mengalami kista.

Gejala penyakit kista mulai nampak ketika kista sudah tumbuh membesar. Gejala yang muncul pada umumnya seperti, nyeri pada perut dan panggul, mudah kenyang dan kembung, dan pendarahan di kelamin wanita. 

Kista di ovarium akan lebih tinggi kemungkinan untuk terjadi pada wanita yang memiliki polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS adalah sebuah sindrom yang terjadi karena tubuh tidak cukup memproduksi hormon di ovarium untuk folikel melepaskan sel telur. Sindrom ini seringkali menyebabkan timbulnya benjolan atau kista folikel dalam rahim.

Jenis gejala penyakit kista umumnya mirip dengan yang dirasakan oleh ibu hamil secara alami. Tak jarang penderita kista ovarium mengabaikan gejala tersebut dengan berpikir gejala tersebut adalah gejala umum yang dialami ibu hamil.

Gejala penyakit kista tersebut juga sering dialami oleh wanita yang kehamilannya terjadi di luar rahim. Kemiripan gejala ini membuat ibu hamil merasa bingung tentang kondisi si buah hati. Oleh karena itu, jika dirasa ada perubahan yang patut dicurigai, ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada dokter ahli atau kandungan.

Baca Juga: Agar Bayi Lahir Sehat Walafiat, Ini 7 Tips yang Harus Dipraktikan Ibu Hamil

Pahami Efek Kista Pada Ibu dan Janin

Pada kebanyakan kasus penyakit kista ovarium, ibu hamil dan calon buah hati tidak akan mendapatkan pengaruh yang berarti jika ukuran dari kista tidak lebih dari 5 sentimeter. Namun, selama di dalam tubuh, kista dapat tumbuh membesar ataupun mengecil. 

Ukuran kista yang kian mengecil dapat hilang dengan sendirinya dan ibu hamil dinyatakan sembuh. Namun, kista juga dapat kian tumbuh membesar hingga ukurannya lebih dari 5 sentimeter, bahkan kista tersebut bisa pecah. Selain mengakibatkan rasa sakit, pada sedikit kasus, letupan juga dapat mengakibatkan pendarahan pada ovarium yang mungkin akan mengganggu kehamilan. 

Jika ibu hamil terindikasi memiliki kista di bagian indung telur, penanganan yang akan dilakukan oleh dokter adalah memeriksa secara rutin perkembangan kista. Dengan melakukan penanganan rutin, dokter dapat menentukan apakah perlu dilakukan tindakan lebih lanjut pada ibu hamil terhadap perkembangan kista.

Baca Juga: Waspada, Ibu Hamil Memiliki Risiko Tinggi Terkena Stroke! Ini Penjelasannya

Penanganan Terbaik Penderita Kista Saat Hamil

hamil
Penanganan terbaik pada penderita kista saat hamil

Penanganan untuk penderita kista umumnya akan disesuaikan penampakan kista dengan menggunakan USG. Hal yang perlu dipertimbangkan saat menentukan penanganan pada ibu hamil penderita kista adalah penyebab dan ukuran kista. Dokter juga akan mempertimbangkan usia kehamilan untuk mengurangi efek buruk yang mungkin terjadi pada janin.

Untuk tahap awal, penanganan penderita kista hanyalah melakukan pemeriksaan rutin terhadap perkembangan kista di dalam ovarium. Jika dirasa perkembangan kista kian mengecil, maka dokter tidak perlu melakukan tindakan lebih lanjut karena kista akan hilang dengan sendirinya.

Namun, jika perkembangan kista kian membesar dan membahayakan ibu dan calon buah hati, maka dokter akan melakukan tindakan lebih lanjut. Prosedur yang disarankan oleh dokter adalah operasi pengangkatan kista dengan catatan kehamilan menginjak usia 16 minggu. 

Apakah tindakan operasi kista ini akan berbahaya untuk kondisi janin? Ibu hamil tidak perlu cemas, sebab tindakan pengangkatan kista ini tentu dilakukan dengan waspada agar tidak mengganggu perkembangan janin dalam rahim. 

Periksakan Kehamilan secara Rutin

Meskipun kista pada ovarium cenderung jinak dan umumnya tidak membahayakan kehamilan, ibu hamil tetap harus mengecek kondisi kandungannya dengan rutin ke bidan atau dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, dapat menurunkan risiko buruk yang mungkin terjadi pada kehamilan jika kista tidak terkontrol.

Baca Juga: Ibu Hamil Menderita Nyeri Ulu Hati, Kenapa Sih?