Klarifikasi Bank Amar Terkait Pembatalan Tanda Terdaftar Penyelengara Fintech Tunaiku oleh OJK

tunaiku

Pada akhir Agustus lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2018, beredar edaran berita dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Pembatalan Tanda Bukti Terdaftar Lima Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech). Salah satu dari kelima nama perusahaan tersebut adalah PT Tunaiku Fintech Indonesia dengan platform Tunaiku (http://tunaiku.com).   

Menanggapi berita tersebut, melalui keterangan resmi yang diterima Cermati.com, Managing Director PT Bank Amar Indonesia Vishal Tulsian menjelaskan bahwa Tunaiku tetap beroperasi dan tetap berada di bawah pengawasan Bank Amar dan OJK.

Berdasarkan Peraturan OJK No. 77 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi pada bulan Desember 2016, Bank Amar mengikuti peraturan yang berlaku dan membentuk sebuah perusahaan baru yaitu PT Tunaiku Fintech Indonesia pada Februari 2018, dengan mengajukan pendaftaran untuk lisensi Peer-to-peer Lending ke Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech (DP3F) OJK.

Dalam prosesnya, lanjut Vishal, Bank  Amar mendapatkan status terdaftar sebagai penyelenggara fintech peer-to-peer lending Tunaiku. Sementara itu, Tunaiku terus beroperasi di bawah Bank Amar dan telah berhasil memberikan pinjaman lebih dari Rp 1 triliun terhitung sejak 2014 dan menjangkau lebih dari 100.000 nasabah di awal semester 2 tahun 2018.

“Melihat pencapaian yang diraih oleh Tunaiku dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, Pengawas Perbankan OJK mendorong Bank Amar untuk tetap mengoperasikan Tunaiku sebagaimana yang sudah dilakukan, yaitu tetap berada di bawah pengawasan dan naungan Bank Amar,” ujar Vishal.     

Lebih lanjut, pada Agustus 2018, Bank Amar menyampaikan permohonan pembatalan tanda terdaftar sebagai penyelenggara fintech peer-to-peer lending Tunaiku kepada DP3F-OJK dan juga telah disetujui dengan mempertimbangkan alasan operasional agar tetap meningkatkan peran Tunaiku sebagai produk perbankan yang memberikan akses pinjaman bagi terwujudnya keuangan inklusif dan perbankan digital yang berkelanjutan di Indonesia.

"Bank Amar mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan oleh regulator, khususnya OJK dalam mencapai tujuan yang sama, yaitu mendukung strategi nasional keuangan inklusif tanah air serta perlindungan konsumen yang menjadi prioritas," imbuhnya.

Dengan demikian, Tunaiku tetap beroperasi dan tetap berada di bawah pengawasan Bank Amar dan OJK. Bank Amar optimis bahwa sinergi dan kerjasama yang baik antara OJK, BI, perbankan, penyelenggara peer-to-peer lending, dan penyelenggara payment gateway dapat mewujudkan indeks inklusi keuangan Indonesia di angka 75% di tahun 2019.

Tunaiku Sepenuhnya Diawasi OJK

Hendrikus Passagi, Direktur Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech (DP3F) OJK turut menjelaskan, dalam perjalanannya sistem elektronik Tunaiku juga dikelompokkan oleh pengawas perbankan OJK sebagai produk Bank Amar yang telah beroperasi sejak Juni 2014.

Sejauh ini, kami mengapresiasi kinerja sistem elektronik Tunaiku yang telah ikut memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Dengan pertimbangan operasional dan untuk menjaga reputasi serta semakin meningkatkan peran platform Tunaiku dalam inklusi keuangan di Indonesia, PT Tunaiku Fintech Indonesia telah menyampaikan permohonan pembatalan tanda terdaftar sebagai penyelenggara fintech peer-to-peer lending ke DP3F-OJK.

Hal ini dimaksudkan agar Bank Amar dapat lebih fokus dan platform Tunaiku sepenuhnya dapat diawasi dengan baik sebagai salah satu produk perbankan. Atas permohonan tersebut, DP3F-OJK telah memberikan persetujuan dan membatalkan tanda terdaftar PT Tunaiku Fintech Indonesia sebagai penyelenggara fintech peer-to-peer lending Tunaiku.

Dengan semakin terarahnya pengawasan Tunaiku sebagai salah satu produk perbankan di Bank Amar, diharapkan Tunaiku dapat semakin meningkatkan perannya secara maksimal dalam mendukung strategi nasional keuangan inklusif di tanah air.