Kondisi Keuangan Anda Sehat? Begini Cara Mengetahuinya

Melakukan evaluasi keuangan pribadi merupakan hal yang harus dilakukan demi memiliki kondisi finansial yang stabil. Anda harus mengetahui berapa pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Lebih baik lagi jika mengetahui secara detail, berapa pendapatan yang masuk dan dari mana saja. Kemudian pengeluaran dihabiskan untuk apa saja, misalnya untuk makan, membayar sewa kost, transportasi, makan di luar, belanja, dan lainnya. Hal ini nantinya juga akan berguna sebagai evaluasi ketika Anda kehabisan uang di tengah bulan. Selain itu, mengevaluasi keuangan juga bisa berguna untuk membuat rencana anggaran di masa mendatang.

Melakukan Penghitungan yang Tepat

Lakukan Penghitungan dengan Tepat

Lakukan Penghitungan dengan Tepat via readyfundgo.com

 

Untuk mengevaluasi keuangan pribadi, Anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa penghasilan dan pengeluaran setiap bulannya. Anda akan lebih mudah menghitung penghasilan karena umumnya penghasilan masuk secara teratur tiap bulan, terutama untuk karyawan. Namun berbeda dengan wiraswasta yang akan sedikit kerepotan untuk mencatat besarnya pendapatan tersebut karena penghasilannya yang belum pasti. Terlebih lagi jika wiraswasta tersebut menerapkan sistem keuangan di luar kepala, alias tidak memiliki pembukuan atas keluar masuknya sebuah barang, jasa, dan uang. Baik sebagai pegawai maupun wiraswasta, Anda bisa menghitung pendapatan bersih dengan cara berikut ini.

1. Bagi Karyawan
Pendapatan bersih = gaji bersih + (komisi/bonus)* + penghasilan lain-lain*
(*= jika ada)

2. Bagi Wiraswasta
Pendapatan bersih = total penjualan/pendapatan – total biaya/pengeluaran

Sedangkan pengeluaran di sini dapat diartikan sebagai pengeluaran-pengeluaran seorang individu, bukan sebuah badan usaha atau bisnis. Pengeluaran tersebut dibayarkan dengan uang sendiri, baik secara tujuan maupun non tunai. Lalu bagaimana cara untuk mengevaluasi keuangan pribadi Anda? Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini:

  1. Menyiapkan media yang akan digunakan untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran setiap harinya. Anda bisa memakai aplikasi di smartphone, PC, laptop, maupun secara manual dengan notes atau buku kecil agar mudah dibawa ke mana saja.

  2. Catat setiap pendapatan yang masuk, baik pendapatan bulanan maupun harian.

  3. Mencatat jenis-jenis pengeluaran yang telah dikeluarkan setiap harinya (Anda bisa menentukan periode waktunya sendiri). Selain itu, kita juga bisa mendapat gambaran bagaimana pola hidup yang kita jalankan selama ini, apakah sudah sesuai atau sebaliknya.

  4. Tentukan tanggal berapa buku tersebut akan ditutup. Anda bisa memakai tanggal terakhir setiap bulannya, antara tanggal 30 atau 31.

  5. Jumlahkan seluruh pengeluaran harian yang telah dicatat

  6. Setelah mendapatkan jumlah total, Anda harus menghitung persentase setiap kategori yang telah dibuat terhadap total pengeluaran menggunakan rumus berikut ini: (Total kategori A/Total pengeluaran) x 100%
  1. Analisa pola pengeluaran Anda pada bulan tersebut

Baca Juga: Ingin Cepat Kaya? Simak 10 Tips dari Miliarder Berikut Ini!

Contoh Perhitungan Keuangan Pribadi

Contoh Kasus untuk Mengetahui Kondisi Keuangan

Contoh Kasus untuk Mengetahui Kondisi Keuangan via trabiancdn.com

 

Berikut ini merupakan contoh kasus yang bisa dijadikan pedoman dalam mengevaluasi keuangan pribadi Anda.

Rina adalah seorang karyawan swasta di perusahaan IT dengan gaji sebesar Rp4.000.000 setiap bulannya. Ia membuat catatan pengeluarannya pada bulan Januari 2016 (Mulai tanggal 01 Januari 2016 – 31 Januari 2016).

No.

Tanggal

Keterangan

Pendapatan

Pengeluaran

1.

01 Januari 2016

Gaji

Rp4.000.000

-

2.

01 Januari 2016

Sewa kost

-

Rp700.000

3.

01 Januari 2016 – 31 Januari 2016

Makanan dan keperluan dapur (Beras, lauk pauk, minyak goreng, dan bumbu dapur)

-

Rp1.000.000

4.

01 Januari 2016 – 31 Januari 2016

Bensin

-

Rp200.000

5.

02 Januari 2016

Pulsa dan air

-

Rp150.000

6.

01 Januari 2016 – 31 Januari 2016

Makan di luar bersama teman-teman dan hiburan

-

Rp250.000

7.

01 Januari 2016

Kebutuhan lain-lain

-

Rp300.000

8.

05 Januari 2016

Perpuluhan di gereja

-

Rp400.000

Total

Rp4.000.000

Rp3.000.000

Surplus/defisit Rp1.000.000

Setelah mengetahui daftar pendapatan dan pengeluaran, Rina membuat persentase dari setiap pengeluaran terhadap total pengeluaran dengan menggunakan rumus (total kategori/total pengeluaran) x 100%

No.

Pengeluaran

Total

Persentase

1.

Sewa kost

Rp700.000

23%

2.

Makanan dan keperluan dapur (Beras, lauk pauk, minyak goreng, dan bumbu dapur)

Rp1.000.000

34%

3.

Bensin

Rp200.000

7%

4.

Pulsa dan air

Rp150.000

5%

5.

Makan di luar bersama teman-teman dan hiburan

Rp250.000

8%

6.

Kebutuhan lain-lain

Rp300.000

10%

7.

Perpuluhan di gereja

Rp400.000

13%

 

Total

Rp3.000.000

100%

Surplus/defisit Rp1.000.000

Setelah Rina selesai menuliskan seluruh daftar pengeluarannya selama bulan Januari 2016 beserta persentasenya, ia harus membuat sebuah analisa apakah keuangannya selama ini sehat atau tidak. Analisa yang dilakukan oleh Rina meliputi:

1. Rina memiliki 2 pengeluaran terbesar
Dua pengeluaran terbesar yang harus dikeluarkan oleh Rina adalah biaya sewa kost serta makanan dan kebutuhan dapur. Persentasenya sekitar 57% dari keseluruhan. Dua keperluan ini tergolong kebutuhan primer, yaitu pangan dan papan. Sehingga dapat dikatakan bahwa pola hidup Rina masih tergolong baik.

2. Ada surplus
Dari total jumlah pendapatan Rina, ia masih memiliki surplus pada akhir bulan sebesar Rp1.000.000. Uang tersebut bisa ia simpan di tabungan. Jumlah ini tergolong besar, yaitu sebesar 25% dari total pendapatan Rina yang sebesar Rp4.000.000.

3. Rina menyisihkan untuk persembahan
Rina tetap disiplin dengan membayarkan uang perpuluhan sebesar 10% dari total pendapatannya, yaitu Rp400.000. Uang tersebut ia salurkan untuk kebutuhan gereja. Hal ini menandakan bahwa Rina masih ingat akan kewajibannya sebagai umat Kristen.

Dalam evaluasi ini, Rina memang tidak memiliki tagihan atau cicilan yang harus dikeluarkan. Jika Anda memiliki, sebaiknya prioritaskan dengan mencatat di pengeluaran bagian atas. Ingat, jumlah tagihan atau cicilan Anda tidak boleh memiliki persentase sebesar 30% dari total pendapatan. Rina juga menuliskan pengeluaran langsung pada jumlah (rata-rata rentang antara tanggal 01 Januari – 31 Januari 2016). Anda bisa menuliskan secara rinci dengan menuliskan pengeluaran setiap harinya. Kemudian Anda juga bisa membuat evaluasi serupa, namun untuk jangka waktu tahunan bukan bulanan.

Apabila merasa kesulitan, Anda bisa menggunakan buku besar atau bantuan Microsoft Excel. Namun apabila dibutuhkan, ada juga beberapa software yang dapat membantu pencatatan pengeluaran harian, yaitu AceMoney, Quicken, iXpenseIt, dan masih banyak lainnya. Lalu jika ada pengeluaran yang memakai kartu kredit, sebaiknya Anda tetap mencatat transaksi tersebut agar tidak kebingungan di kemudian hari, walaupun memang baru akan ditagihkan pada bulan berikutnya, serta beri tanda khusus pada catatan tersebut. Di samping itu, Anda juga harus melihat lagi tagihan kartu kredit tersebut saat membuat rangkuman bulanan. Tujuannya untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran rutin yang langsung ditagihkan pada kartu kredit Anda.

Baca Juga: 14 Strategi Belanja Bulanan Hemat di Supermaket

Bangun Keuangan Sehat Anda

Mengevaluasi keuangan pribadi dengan menggunakan cara di atas memang sangat memberikan dampak baik bagi keadaan finansial Anda, entah Anda masih single atau sudah menikah. Secara tidak langsung, evaluasi ini dapat mengontrol Anda pada pengeluaran-pengeluaran yang dirasa kurang penting. Cara berpikir Anda dalam menggunakan uang juga seharusnya berubah setelah melakukan evaluasi ini. Pada dasarnya, mengevaluasi keuangan secara berkala memang dibutuhkan untuk mendeteksi keuangan Anda apakah ada masalah atau tidak.

Apabila ada, penyebab masalah tersebut bisa terdeteksi dengan cepat. Sehingga pencegahannya pun bisa segera dilakukan. Selain itu, evaluasi ini juga berguna untuk mengakomodasi setiap perubahan agar Anda tetap berada di jalur tujuan keuangan yang telah direncanakan. Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan juga akan terus berubah, baik berkurang atau semakin banyak. Sehingga Anda juga memerlukan sebuah komitmen serta konsistensi dalam mengevaluasi serta memonitor keuangan secara berkala agar rencana keuangan tetap dapat tercapai sesuai dengan harapan.

Selain cara di atas, Anda juga bisa mengatur keuangan dengan melakukan beberapa cara seperti menetapkan tujuan keuangan secara jelas, mengutamakan hutang atau cicilan yang mendesak harus segera dibayarkan, membuat prioritas pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan yang memang sangat dibutuhkan, meredam keperluan yang dirasa kurang perlu, menghindari utang baru, mengurangi kunjungan ke online shop agar tidak tergiur untuk terus belanja, melakukan investasi, hingga mencoba mencari penghasilan tambahan dengan berbisnis atau melakukan pekerjaan lain seperti freelance. Jadi, sudah siapkah membuat evaluasi dari keuangan pribadi Anda? Anggap saja Anda sedang membuat evaluasi untuk sebuah kantor atau perusahaan.

Baca Juga: 5 Cara Jitu Mengatur Gaji Bulanan