Korban Banjir Jakarta Bisa Gugat Minta Ganti Rugi ke Anies Baswedan, Begini Caranya

Banjir
Banjir melanda beberapa wilayah di Indonesia

Cermati.com, Jakarta – Awal tahun 2020, masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta mendapat ‘kado’ banjir besar. Banjir 5 tahunan yang meninggalkan kisah pilu bagi para korban bencana tersebut.

Keceriaan di malam pergantian tahun mendadak sirna ketika air bah datang. Dini hari, saat orang-orang sedang terbuai di alam mimpi, air mulai menggenangi rumah. Perlahan, debit air naik dan terus tinggi, tepat 1 Januari 2020.

Warga mulai panik. Sibuk menyelamatkan harta benda, seperti surat atau dokumen berharga, peralatan elektronik, kendaraan hingga pakaian. Ada yang memindahkannya ke lantai 2 rumah mereka, menumpang di rumah tetangga, atau mengakalinya dengan menaikkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.

Semua terasa aman. Berpikir bisa tidur nyenyak seraya berharap banjir lekas surut. Tapi sayang, itu hanya sementara. Hujan deras kembali melanda, dan tak kunjung reda semalaman suntuk. Begitu ditengok, banjir sudah seleher orang dewasa.

Saat mengontrol keadaan rumah, barang sudah ludes terendam air. Kasur, lemari baju, kulkas, TV, mesin cuci bergelimpangan. Melihat kondisi tersebut, warga hanya bisa pasrah.

“Mau bagaimana lagi. Sudah ditaruh di tempat agak tinggi, tetap saja air mengejar. Habis semua barang-barang saya, gak ada yang tersisa,” keluh Safitri, warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat saat berbincang dengan Cermati.com.

Beruntung ia dan suami, beserta 2 anaknya yang masih balita selamat dari banjir. Mengungsi di rumah tetangga. “Tidur dan makan numpang di rumah tetangga. Bersyukur masih ada yang berbaik hati menampung,” kata Wanita berkulit sawo matang itu.

Cerita Safitri akibat banjir Jakarta adalah satu dari sekian banyak kisah pilu korban banjir lainnya. Mungkin saja ada yang lebih parah. Kehilangan harta benda, bahkan nyawa keluarga atau saudara tercinta.

Baca Juga: Menguak Catatan Sejarah Banjir Jakarta dari Zaman Belanda dan Penyebabnya

Bingung cari asuransi mobil terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Beli Asuransi Mobil Terbaik Sekarang!  

Cara Mengajukan Gugatan Banjir Jakarta ke Anies Baswedan

Anies Baswedan
Cara mengajukan gugatan banjir minta ganti rugi (Foto: Anies Baswedan via Instagramnya)

Kerugian secara material dan immaterial dari para korban banjir inilah yang membuat Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 bergerak. Mengajak warga Jakarta untuk menggugat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang dilayangkan ke Gubernur Anies Baswedan akibat banjir.

Gugatan Class Action

  • Langkah hukum tersebut dinamakan gugatan perdata class action. Tuntutannya berupa ganti rugi untuk para korban banjir di wilayah Ibu Kota.
  • Jangan takut! Warga Jakarta yang mau menggugat Anies Baswedan secara perdata akan didampingi 6 orang kuasa hukum alias pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020.
  • Mereka adalah Alvon K. Palma, Diarson Lubis, Ridwan Darmawan, Pitri Indrianingtyas, Azas Tigor Nainggolan, dan Noni T. Purwaningsih.

Sekadar informasi, class action adalah prosedur beracara dalam perkara perdata yang memberikan hak prosedural terhadap satu atau sejumlah orang (jumlah tidak banyak), bertindak sebagai penggugat untuk memperjuangkan kepentingan para penggugat berjumlah ratusan, ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan orang lainnya yang mengalami kesamaan penderitaan atau kerugian. Tuntutan class action biasanya ganti rugi secara individual ataupun komunal.

Cara Daftar Gugatan Banjir Jakarta

Nah, kalau Anda bernasib sama dengan Safitri, menjadi korban banjir Jakarta, menderita rugi karena barang-barang berharga rusak parah, dan ingin minta ganti rugi, daftarkan saja diri Anda ke:

  • Email: banjirdki2020@gmail.com
  • Pesan WhatsApp ke nomor 0812-9081-9761
  • Datang langsung ke Posko Pengaduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) beralamat:

    Kantor LBH Jakarta

    Jalan Pangeran Diponegoro No. 74, RT 9/RW 2

    Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat

    Jam layanan: Senin-Kamis pukul 09.00-15.00.

Tentu saja dengan menyertakan data-data pribadi berikut ini:

  • Identitas diri (nama, alamat, nomor ponsel)
  • KTP DKI
  • Rincian dan perkiraan jumlah kerugian
  • Foto-foto bukti kerugian
  • Waktu kejadian atau peristiwa saat banjir terjadi, yakni 1 Januari 2020.

Contoh:

Nama: Safitri

Alamat: Jalan Suka Menanti, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat

Nomor Telepon: 0813-4567-8901

Rincian dan Perkiraan Jumlah Kerugian:

1. Kulkas Merek LG 2 Pintu senilai Rp4 juta (buktikan dengan foto)

2. TV LED Merek Samsung 40 Inch senilai Rp3,5 juta (buktikan dengan foto

3. Mesin Cuci Merek Sharp 2 Tabung senilai Rp1,8 juta (buktikan dengan foto).

Total kerugian sebesar Rp9,3 juta.

Hingga posisi kemarin siang (7/1), Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020 telah menerima laporan gugatan dari 300 orang. Dari laporan tersebut, baru 100 orang yang sudah mengirimkan data-data secara lengkap.

Penggugat tersebar dari berbagai wilayah di Jakarta, seperti Kebayoran Lama (Jaksel), Duri Kosambi (Jakbar), Pulo Gadung (Jaktim), Benhil (Jakpus), Penjaringan (Jakut), dan masih banyak daerah lainnya.

Baca Juga: Mudah, Cara Perbaiki Dokumen Kena Banjir ke ANRI

Berawal dari Cuitan Pengacara Hotman Paris di Instagram

View this post on Instagram

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

Gugatan perdata class action yang dicanangkan Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020, dan posko pengaduan LBH muncul karena ajakan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Di akun Instagramnya @hotmanparisofficial yang sudah punya 4,5 juta pengikut ini, Hotman mendorong LBH di Indonesia, khususnya Jakarta untuk menempuh jalur hukum. Mengajukan gugatan class action atas dampak besar yang ditimbulkan dari banjir Jakarta.

“Kepada seluruh LBH, Lembaga Bantuan Hukum di Indonesia. Kalo benar Anda LBH, cepat ajukan gugatan class action. Kejadian banjir di Jakarta sudah mirip dengan gugatan-gugatan class action yang diajukan oleh masyarakat-masyarakat di negara Barat,” kata pengacara nyentrik itu dalam unggahan videonya.

“Halo LBH-LBH, jangan ngaku dirimu selalu LBH. Ayo segera bikin class action. Class action gugat ganti rugi atas seluruh kerugian masyarakat Jakarta. Class action gugat ganti rugi triliunan rupiah. Saya melihat telah memenuhi syarat semuanya untuk gugat class action. Salam Hotman Paris.”

Video tersebut sudah dilihat sebanyak 125.493 views dan mendapat 656 komentar dari Netizen. Ada yang mendukung, ada pula menanggapinya dari sudut pandang berbeda. Seperti akun @lilisnuriyayani: Mantul, masyarakat jadi melek hukum berkat bang Hotman.

Sedangkan akun @rezasm18: ini musibah. Yang kena bukan Jakarta doang. Saya di Bekasi lebih parah. Dan kata BMKG ini curah hujan tertinggi sejak 40 tahun lalu. Pure musibah untuk Jabodetabek. Mari kita perbaiki diri, masih kah buang sampai di kali?

Lindungi Diri dan Harta Benda dengan Asuransi

Selain curah hujan yang tinggi, biang kerok banjir Jakarta dan wilayah lainnya di Indonesia karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Terlepas dari itu, ada baiknya kita semua introspeksi diri. Ingat, bencana alam terjadi akibat ulah manusia.

Demi menghindarkan diri dari berbagai risiko bencana, seperti banjir, Anda perlu memiliki produk asuransi. Apakah itu asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Begitupun dengan harta benda Anda, seperti mobil, lindungi dengan asuransi mobil yang memberikan manfaat atas kerugian atas risiko ketidakpastian.

Baca Juga: Pilih Jenis Asuransi ini biar Mobil Kena Banjir Ditanggung Asuransi