Kredit dengan Jaminan Akta Jual Beli Properti, Apa Bisa?

Manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas dengan apa yang didapat, selalu ingin lebih dan mendapatkan sesuatu yang baru. Keadaan ini mulai dimanfaatkan oleh orang-orang kreatif dan memiliki jiwa wirausaha tinggi. Para peluang usaha melihat berbagai peluang yang ada dalam masyarakat. Memang Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk memajukan perekonomian bangsa.

Berbagai kendala pun muncul saat orang-orang tersebut ingin memulai atau mengembangkan usaha mereka. Salah satu kendala adalah masalah ketiadaan biaya untuk membuka atau memperluas usaha. Jika mendapat kendala seperti ini biasanya ada dua kemungkinan pemikiran yang terlintas, yaitu tidak jadi usaha atau mencari pinjaman modal untuk usaha.

Saat-saat inilah terlihat para debitur memberikan janji manis untuk memberikan sebuah pinjaman modal dengan berbagai kemudahan dan fasilitas. Baik itu dari rentenir sendiri ataupun juga dari bank-bank konvesional saling melakukan pendekatan kepada para calon kreditur.

Jika para calon pelaku usaha membutuhkan uang cepat dan tidak ingin direpotkan dengan berbagai prosedur maka pilihan yang tercepat adalah siap dikejar debt collector dengan meminjam di rentenir. Tapi apakah itu keputusan terbaik?

Pinjam di Rentenir atau di Bank?

Bank

Pinjam di Bank Saja via wordpress.com

Rentenir yang bisa dikatakan sebagai debt collector atau yang kita sering sebut lintah darat adalah suatu usaha yang dilakukan secara perorangan, dan lembaga tersebut bergerak di bidang pemberian pinjaman dana dengan suku bunga yang ditentukan oleh pemilik dan tidak diatur oleh pemerintah, segala bentuk usahanya.

Rentenir pun bisa menggunakan syarat jaminan AJB (Akta Jual Beli) untuk memberi pinjaman. Segala peraturan pinjaman, ditentukan oleh pemilik usaha. Banyak kasus terjadi, seseorang kehilangan harta benda dan harus bersembunyi karena terlilit utang ke rentenir.

Berbeda jika kita mengambil pinjaman ke bank. Mungkin kita beranggapan bahwa, untuk meminjam ke bank harus menggunakan jaminan besar. Jika tidak menggunakan jaminan itu memang bisa tetapi jumlah pinjaman sedikit, bunga tinggi, dan jatuh tempo pengembalian pendek.

Maka hal itulah yang membuat banyak orang enggan meminjam di bank. Padahal banyak fasilitas yang telah diberikan pihak bank selaku debitur, dengan memberi kemudahan-kemudahan peminjaman dana. Salah satunya dengan peminjaman yang berupa dana dengan jaminan Akta Jual Beli properti yang kita miliki.

Di bank juga terjamin proseduralnya. Kita juga bisa melaporkan jika terdapat tindak kecurangan dari pihak bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau langsung ke pengadilan. Kredit lah dengan jaminan AJB kepada bank resmi. Memang prosesnya rumit tetapi hak dan kewajiban kreditur dapat terpenuhi.

Contoh-contoh bank resmi yang mau menerima jaminan AJB adalah Bank Danamon dan Bank CIMB Niaga. CIMB Niaga pun mau memberi pinjaman dengan jaminan berupa Girik, di mana status atau tingkatan girik berada di bawah AJB.

CIMB memberi kemudahan kepada para kreditur dengan memberi dua pilihan, pastinya dengan jaminan AJB,yaitu :

Mikro Madya Loan

  • Plafon: Rp20-50 juta
  • Tenor: 12-36 bulan

Kredit Mikro Utama

  • Plafon: Rp50-100 juta
  • Tenor: 12-36 bulan

Baca Juga: 6 Biaya Tambahan Untuk Pengambilan KTA dan KMG

Proses Pengajuan

Pengajuan Kredit

Proses Pengajuannya Tidak Terlalu Rumit via nowfinance.com.au

Proses memang sedikit rumit, tetapi tergolong sederhana. Satu hal yang perlu diperhatikan saat kredit dengan jaminan AJB adalah akta fidusia. Akta yang harus dibuat dihadapan notaris dan harus didaftarkan ke kantor pendaftaran fidusia. Akta ini memberi kekebalan hukum terhadap AJB.

Sehingga jika terjadi suatu masalah atau ketidakmampuan kreditur melunasi pinjaman, maka aset yang di jaminankan melalui AJB akan disita. Penyitaan tidak dilakukan secara semena-mena, akan ada sosialisasi terlebih dahulu dan negosiasi terhadap kreditur. Jika memang tidak ada titik temu maka pihak bank akan langsung mengambil aset secara paksa.

Jika tidak ada akta fidusia, walaupun sudah ada peminjaman dana dengan jaminan AJB bank tidak dapat langsung melakukan eksekusi. Maka hal ini harus ditempuh dengan jalur pengadilan.  Hal ini berlaku pada usaha pengkreditan sepeda motor.

Baca Juga: Cara Kerja Analisis Bank Dalam Menilai Permohonan Kredit

Jauhi Rentenir, Lebih Baik Pinjam Uang di Lembaga Keuangan Resmi

Jadi jika kita memang butuh dana untuk memulai atau mengembangkan usaha lebih baik kita meminjam di bank dan jauhi rentenir atau melakukan pinjaman jaminan sertifikat rumah. Karena segala prosedur dalam bank sudah diatur dalam undang-undang. Sedangkan rentenir tidak ada aturan yang jelas dan membuat kita malah semakin sengsara. Itulah yang harus diwaspadai.

Baca Juga: Kredit Multiguna atau Kredit Renovasi Rumah, Mana yang Anda Pilih?