Kredit Mahasiswa, Membantu Mahasiswa Indonesia Lebih Mandiri

Saat ini Indonesia seolah mendapatkan bonus demografi dengan banyaknya generasi muda yang tumbuh sampai dengan tahun 2050 nanti. Salah satu masalah pelik dalam mendidik anak bangsa ini adalah mahalnya biaya pendidikan, terutama buat mereka yang saat ini akan masuk kuliah. Alokasi APBN 20% untuk anggaran pendidikan seolah tak cukup untuk menampung besarnya biaya yang harus ditanggung saat masuk dunia kampus.

Ada sebuah survey yang dilakukan oleh Higher Education Leadership and Management (HELM) pada 2012 lalu. Mereka menyebutkan, sumber pendapatan mayoritas mahasiswa dari orang tua sebesar 88,16 persen dan beasiswa 4,60 persen. Sedangkan untuk menyediakan uang bagi anaknya, maka para orangtua ini harus meminjam dari saudara (32 persen), bank (28 persen), dan pegadaian (13 persen). Hal ini tentu menimbulkan masalah sendiri, manakala biaya kuliah sudah tidak lagi terjangkau atau orang tua terkendala dengan pendapatan yang minim. Akibat yang paling sering kita baca di surat kabar mengenai kisah anak yang tidak dapat mendaftar ke PTN meskipun sudah diterima karena masalah dana keluarga. Tak pelak butuh solusi tepat untuk mengatasi masalah ini, salah satunya melalui pinjaman tanpa bunga atau dengan bunga ringan bagi mahasiswa.

Menghitung Alokasi Kebutuhan Biaya Kuliah

Biaya Kuliah

Biaya Kuliah Tidak Murah via huffpost.com

 

Biaya kuliah pada dasarnya bervariasi tergantung pihak universitasnya sendiri. Untuk kondisi rata-rata Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan status BHMN setidaknya ambil saja perkiraan biaya yang terdiri dari uang masuk sebesar 50 juta rupiah, ditambah SPP 5 juta rupiah per semester selama 8 semester dan biaya hidup sebesar 1 juta rupiah per bulan selama 48 bulan. Sehingga jika ditotal maka biaya kuliah di PTN tersebut adalah sebesar 138 juta rupiah hingga waktu lulus dengan masa kuliah selama 4 tahun.

Jika mahasiswa harus membiayai kulaihnya dengan berutang, maka berapa yang harus dibayarkan? Tanpa bantuan pemerintah, maka mahasiswa harus mengambil utang dengan mengikuti kebijakan bank yang berlaku, misalnya saja perhitungan yang banyak beredar di internet dengan asumsi bunga 10% tanpa uang down payment, maka bunga yang harus dibayarkan adalah sekitar 22 juta. Jadi total pinjaman dari mahasiswa yang terakumulasi ketika mahasiswa lulus adalah 160 juta rupiah (138 juta rupiah ditambah bunga selama empat tahun). Jika perhitungan angsuran dibuat selama 10 tahun, maka uang cicilan yang harus dibayar adalah sekitar 2,2 juta rupiah setiap bulannya.

Baca Juga: 6 Strategi Menyimpan Uang Untuk Pendidikan Anak

Solusi Pinjaman Kredit Mahasiswa dari BRI

Logo Bank BRI

Logo Bank Rakyat Indonesia via blogspot.com

 

Sejauh ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai perbankan yang dikenal dengan produk keuangan yang merakyat tampil di depan dengan mengeluarkan produk pinjaman mahasiswa. Dimulai dari BRI Kantor Wilayah Makasar yang melakukannya melalui MOU dengan sejumlah kampus di kota tersebut. Tak tanggung-tanggung, Bank BRI mematok bunga pinjaman hanya 5%, termasuk didalamnya menyangkut penggunaan aneka fasilitas perbankan untuk berbagai transaksi dalam kampus tersebut, misalnya saja layanan pembayaran SPP online melalui rekening BRI, ATM, mobile banking, kredit pegawai, kredit usaha mahasiswa, hingga layanan CSR mahasiswa dari BRI. Mahasiswa bisa memanfaatkan layanan kredit murah ini untuk membiayai kuliah dan SPP mereka.

Proses pengajuan kredit mahasiswa murah dari BRI ini tidaklah rumit. Syarat umum dalam pengajuan kredit tentu saja disesuaikan dengan posisi mereka sebagai mahasiswa dengan pengembalia yang dapat dicicil hingga si mahasiswa selesai kuliah, bahkan hingga bekerja.  Karena masih berstatus mahasiswa, maka jaminan yang bisa digunakan adalah ijazah mereka.

Potensi Pasar Kredit Mahasiswa

Potensi Besar

Pasar Kredit Mahasiswa Cukup Menggiurkan via hrhero.com

 

Sebenarnya produk pinjaman mahasiswa di masa lalu, sudah ada yang namanya Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Sayangnya paket kredit ini bubar karena banyak mahasiswa yang menunggak utang dan tidak mampu membayar. Kondisi ini tentu membuat kita prihatin. Generasi muda harapan bangsapun ternyata justru menjadi salah satu masalah munculnya kredit macet. Belajar dari situ, BRI tentu lebih berpengalaman dalam mengelola portofolio kredit mahasiswa.

BRI memulai dari makasar karena melihat potensi kota tersebut relatif bisa dijadikan pilot project. Salah satu kampus ternama di sana, yaitu Universitas Satria Makassar memiliki 3.750 mahasiswa, ditambah 800 lebih mahasiswa pasca sarjana serta lebih 100 dosen yang otomatis bisa menjadi nasabah BRI. Jika dihitung secara kasar, BRI bisa mengumpulkan setidaknya 5,2 milliar rupiah dana mahasiswa dari kampus tersebut setiap semester dengan melihat data statistik di atas. Untuk mempermudah proses maka pihak Bank BRI menjalin kerjasama serupa dengan kampus Universitas Muslim Indonesia yang merupakan salah satu universitas terbesar di Indonesia Timur. Hal ini bertujuan agar percepatan penyaluran kredit di kalangan mahasiswa bisa segera tercapai. Hal ini merupakan salah satu strategi BRI wilayah Makassar untuk mengejar target penyaluran dana yang direncanakan mencapai 27 triliun rupiah di akhir tahun 2015 ini.

Baca Juga: Asuransi Pendidikan Tidak Tepat Digunakan? Ini Dia Jawabannya

Kredit Mahasiswa, cara membuat Mahasiswa Menjadi Mandiri

Mahasiswa Mandiri

Buat Mahasiswa Menjadi Mandiri via wordpress.com

 

Mahalnya biaya kuliah tentu menggelisahkan sebagian besar calon mahasiswa. Sebenarnya banyak di antara mereka yang ingin mandiri namun tak tahu caranya. Sudah banyak cara yang dilakukan oleh negara untuk membantu mahasiswa kuliah, salah satunya melalui program KMI yang sempat gagal karena banyak kredit yang macet tersebut. Hak-hak mahasiswa untuk mendapatkan pinjaman malah dipertegas dalam UU Pendidikan Tinggi No 12/2012. Dalam Undang-Undang itu, Pasal 76 mengamanatkan pemenuhan hak mahasiswa dilakukan dengan tiga cara yaitu pemberian beasiswa, pembebasan biaya pendidikan, dan pinjaman dana tanpa bunga. Nah, pinjaman tersebut wajib dilunasi setelah lulus dan atau memperoleh pekerjaan.

Sebenarnya pihak perbankan sendiri menyatakan kesediaan kredit pendidikan pada mahasiswa dengan syarat harus ada payung hukum bersama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dan Perbankan. Jika solusi bisa terealisasi, maka mahasiswa bisa mencoba skema pinjaman BRI seperti uraian di atas.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

Cari Pekerjaan Sampingan

Mahasiswa sebenarnya punya banyak waktu luang untuk menambah penghasilan serta untuk membayar kredit mahasiswa ini jika memang mengambilnya. Jika mau kreatif ada cara lainnya yang bisa dicoba yaitu dengan mencari sumber penghasilan sendiri lewat bekerja sampingan tanpa perlu tergantung sama orangtua atau utang. Beberapa usah yang bisa dicoba adalah dengan membuka usaha online salah satunya dengan menjadi penulis artikel atau menjadi penerjemah.

Walau kuliah itu besar biayanya, tak ada salahnya mahasiswa untuk kreatif dan terus berupaya mandiri dengan memaksimalkan potensi yang ada untuk bisa menyelesaikan kuliahnya dengan biaya sendiri.

Baca Juga: Pilih Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan? Ini Jawabannya