Lagi Cari Asuransi? Inilah Kriteria Perusahaan Asuransi Berkinerja Baik

Semua perusahaan asuransi rata-rata mengklaim dirinya yang terbaik. Sejumlah keunggulan dikemukakan perusahaan asuransi tersebut untuk menyakinkan banyak orang. Bisa saja apa yang dikemukakannya berbeda dengan pandangan setiap orang.

Sebenarnya, kriteria asuransi berkinerja baik bisa diketahui dari sejumlah tolok ukur yang biasa digunakan untuk membuat peringkat kinerja perusahaan asuransi. Dari situlah tersusun daftar perusahaan-perusahaan asuransi berkinerja baik.

Baca Juga: Daftar Asuransi Mobil Terbaik di Indonesia dan Tips Memilihnya

10 Kriteria Penilaian Perusahaan Asuransi Berkinerja Baik

Perusahaan Asuransi Kinerja Baik

Pilih Asuransi Menurut Kinerja Perusahaan Asuransi via shutterstock.com

 

Menurut penilaian InfoBank dalam Rating 123 Asuransi versi InfoBank, berikut ini adalah 10 kriteria penilaian untuk perusahaan asuransi yang dikategorikan berkinerja baik.

1. RBC: Seberapa Sehat Perusahaan Asuransi?

Risk Based Capital (RBC) digunakan untuk mengukur seberapa aman finansial perusahaan asuransi atau seberapa sehat perusahaan asuransi. Sehat atau sakitnya kondisi finansial perusahaan asuransi tercermin dari besar atau kecilnya rasio RBC. Perusahaan asuransi yang sehat biasanya rasio RBC-nya besar.

2. Bagaimana Rasio Likuiditas Perusahaan Asuransi?

Seberapa mampu perusahaan asuransi untuk mengelola keuangan dengan baik dan seberapa mampu dalam memenuhi kewajiban semisal utang tergantung dari rasio likuiditas. Tingginya rasio likuiditas menandakan kondisi keuangan berada dalam kondisi baik.

3. Seberapa Besar Dana Jaminan untuk Melindungi Nasabah Asuransi?

Dikutip dari OJK, Dana Jaminan merupakan aset perusahaan asuransi yang digunakan sebagai jaminan terakhir dalam rangka melindungi kepentingan para pemegang polis, tertanggung, atau peserta. Mengenai Dana Jaminan ini, sudah ada aturannya: UU No. 40 Tahun 2014 dan Peraturan OJK No. 71/POJK.05//2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

4. Investasi/Cadangan Teknis Plus Utang Klaim

Digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya kepada pemegang polis dalam jangka panjang. Angka 100% menjadi tolok ukur untuk mengetahui investasi/cadangan teknis plus utang klaim. Sama dengan atau lebih dari 100% sudah termasuk kategori terbaik.

5. Aktiva Tetap/Modal Sendiri

Sejauh mana efisiensi perusahaan asuransi bisa diketahui dari aktiva tetap perusahaan asuransi tersebut. Tidak lebih dari 25% merupakan angka terbaik untuk perusahaan asuransi berkinerja baik.

6. Perubahan Premi Bruto

Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan premi, cari tahu bagaimana perubahan premi bruto perusahaan asuransi. Apabila perusahaan asuransi mendapat nilai 33% atau lebih, perusahaan asuransi tersebut dikategorikan sebagai perusahaan asuransi terbaik.

7. Pendapatan Premi Neto terhadap Modal Sendiri

Bagaimana kekuatan modal sendiri terhadap tanggungan sendiri dalam perusahaan asuransi? Kurang atau sama dengan 300% adalah standar dari perusahaan asuransi terbaik.

8. Pendapatan Investasi Neto terhadap Rata-Rata Investasi

Cari tahu apakah pendapatan investasi neto terhadap rata-rata investasi sama atau lebih besar dari rata-rata suku bunga investasi atau tidak. Jika sama atau lebih besar, itu artinya perusahaan asuransi tersebut merupakan salah satu perusahaan asuransi terbaik.

9. Rasio Beban Klaim Neto

Untuk menemukan perusahaan asuransi berkinerja baik, rasio yang satu ini harus sama dengan atau lebih kecil dari 100%.

10. Rasio Laba (Rugi) Sebelum Pajak terhadap Rata-Rata Modal Sendiri

Dipakai untuk mengukur kemampuan modal sendiri dalam mencetak laba, yang standar terbaiknya harus sama dengan atau lebih dari rata-rata suku bunga investasi.

4 Hal Ini Juga Bisa Dijadikan Ukuran

Kriteria Perusahaan Asuransi Terbaik

Ilustrasi Macam-Macam Asuransi via shutterstock.com

 

Kadang kala calon nasabah tidak punya waktu atau pengetahuan yang cukup untuk meneliti data sehingga cepat tergiur dengan berbagai penawaran menarik yang diberikan pihak asuransi. Nah, untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam memilih perusahaan asuransi mobil. Berikut ini adalah 4 kriteria perusahaan asuransi mobil yang baik selain 10 kriteria di atas.

1. Sudah Berapa Lama Perusahaan Asuransi Berdiri?

Lamanya berdiri perusahaan asuransi bisa jadi indikator mudah untuk meneliti kinerja perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi mobil yang baru berdiri kurang dari satu tahun atau baru satu tahun belum bisa dipastikan ke depannya nanti. Sebab bisnis asuransi adalah bisnis risiko. Jika belum berpengalaman, bisa saja perusahaan mengalami kebangkrutan.

2. Punya Reputasi yang Baik

Reputasi tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Perusahaan asuransi dengan reputasi baik secara berkelanjutan perlu menjaga dan meningkatkan kinerjanya. Untuk mendapatkan perusahaan asuransi mobil yang memiliki reputasi bagus, Anda dapat mencari informasi dari berbagai sumber baik itu dari media sosial atau dari orang-orang disekitar Anda.

3. Punya Banyak Bengkel Rekanan

Bengkel rekanan merupakan ujung tombak layanan asuransi mobil.  Makin banyak bengkel rekanan, makin bagus layanannya karena semakin mudah dijangkau pemilik kendaraan. Nasabah akan merasa nyaman tanpa takut ketika hendak bepergian.

Dengan banyaknya bengkel rekanan yang tersedia, jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap mobil Anda di jalan, Anda tinggal menelepon pihak terkait dan menunggu sampai perbaikan mobil selesai.

4. Premi Terjangkau

Program asuransi yang baik tidak harus mahal. Kinerja perusahaan asuransi mobil yang baik bisa juga dilihat dari premi yang ditawarkan. Jika Anda cermat, perusahaan asuransi mobil yang bagus bisa menawarkan premi yang terjangkau dan berkualitas bagus.

Setiap perusahaan menawarkan harga premi yang berbeda-beda. Sesuaikan premi yang ditawarkan dengan anggaran yang Anda miliki. Perusahaan asuransi mobil yang baik tentunya akan membantu Anda mendapatkan premi yang cocok.

Baca Juga: Premi Asuransi Mobil Sudah Naik, Berapa Besar Kenaikannya?

Pertimbangkan Hal Berikut Ini Sebelum Membeli Asuransi Mobil

Kriteria Perusahaan Asuransi Terbaik

Ilustrasi Pertimbangan Membeli Asuransi via shutterstock.com

 

Sebelum Anda membeli produk asuransi mobil, perhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Sesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, jenis asuransi All Risk dibutuhkan jika risiko mobil sangat tinggi. Di luar itu, jenis TLO bisa dipertimbangkan.
  • Sesuaikan dengan kemampuan ketika ingin memilih asuransi. Idealnya, besaran premi asuransi berkisar antara 10-15% dari pendapatan. Pembayarannya bisa dilakukan tahunan, semester, triwulan, ataupun bulanan.
  • Belilah produk asuransi dari perusahaan asuransi yang sudah jelas terdaftar di OJK dan dilakukan tenaga pemasar yang berlisensi.
  • Pelajari semua manfaat produk yang dibeli dan prosedur klaimnya dengan jelas supaya mudah dalam proses administrasi ke depannya.
  • Jangan tergoda dengan omongan tenaga pemasar. Kalau perlu, minta contoh salinan polis produk yang ingin dibeli untuk dipelajari sebelum memutuskan untuk membeli.
  • Selalu bersikap terbuka dan terus terang kepada tenaga pemasar dalam memberikan informasi yang mereka butuhkan guna menghindari penolakan pada saat pengajuan klaim.
  • Pastikan membaca ulang ketentuan polis pada saat polis sudah jadi. Apakah sudah sesuai dengan kesepakatan pada saat proses pembelian asuransi atau tidak.

Selain hal di atas, Anda juga jangan mudah terjebak pada jebakan asuransi mobil berikut ini.

  • Jangan mudah tergoda dengan bahasa pemasaran.
  • Jangan tergoda permainan harga.

Lihat Juga Kinerja Keuangan dan Jaringan Pelayanannya

Beberapa kriteria di atas bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih produk asuransi yang tepat. Melihat kinerja perusahaan asuransi bisa dari dua sisi, yaitu kinerja keuangan dan layanan serta jaringan yang dimiliki.  

Sebelum memilih, sebaiknya pertimbangkan baik-baik agar hasilnya baik dan sesuai dengan keinginan. Setelah mendapatkan perusahaan asuransi terbaik, pastikan produk yang ingin diambil sesuai dengan kebutuhan dan Anda memahami administrasi yang ditetapkan perusahaan asuransi tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Kredit Mobil Bekas dan Kredit Mobil Baru