Lebih dari e-Wallet, IPOTPAY: Saldo Anda Tak Membeku

IPOTPAY
IPOTPAY, Bukan Sekadar E-Wallet

Transaksi non tunai kian berkembang pesat dan diminati, salah satunya adalah sistem pembayaran e-wallet yang digandrungi masyarakat Indonesia dalam dua tahun terakhir ini. Sistem pembayaran ini populer karena hadir sebagai alternatif dari pembayaran tunai yang sukses mengikis sistem barter (tukar menukar barang dengan barang) dari era sebelumnya.

Tak cuma mengubah uang kartal menjadi “kartu”, teknologi e-wallet mampu mengubah dompet kulit menjadi dompet digital yang dibenamkan di sebuah ponsel pintar. Tak mengherankan, karena fungsinya yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan, e-wallet ini kerap diasosiasikan dengan kantong pintar milik tokoh kartun dari Jepang bernama Doraemon.

Memang, e-wallet memberi sejumlah kemudahan dan kenyamanan kepada pengguna pada zamannya. Pembayaran menjadi lebih efisien karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Kita tidak perlu repot membawa uang dalam jumlah banyak. Semua transaksi menjadi simpel, gampang dan efisien.

Berkat e-wallet sistem pengembalian dengan permen sudah tidak ada lagi. Pembayaran non tunai ini mampu mengatasi berbagai jenis pembayaran kendati hanya untuk pembayaran dalam jumlah kecil, seperti bayar parkir, bayar tol, belanja online, bayar tagihan bulanan dan lain sebagainya.

Sistem pembayaran terus berevolusi seiring dengan evolusi teknologi. Ternyata, di balik sejumlah kemudahan e-wallet tersebut, terselip sejumlah keterbatasan dalam bertransaksi yang perlu kita temui.

E-Wallet Tak Menarik Lagi

Seiring dengan menjamurnya e-wallet, orang menjadi repot karena tak satu pun e-wallet yang multiguna alias bisa untuk beragam transaksi. Layanan e-wallet sangat terbatas, akibatnya orang enggan memiliki banyak aplikasi e-wallet di ponsel pintarnya.

Orang modern tak ingin ribet. Belum lagi, e-wallet hanya bisa digunakan di merchant tertentu yang sudah bekerjasama. Jika ingin berbelanja di merchant yang notabene tidak ada ikatan kerjasama, pengguna harus mengeluarkan dompet kulitnya dan melakukan pembayaran tunai. Repot!

Selain itu, karena dompet digital ini hanya menjadi sarana menyimpan layaknya dompet kulit, uang yang disimpan di dalamnya hanya bisa digunakan untuk belanja dan bayar tagihan. Uang hanya akan berkurang, jika digunakan untuk berbelanja atau bayar tagihan. Jika diendapkan begitu saja, nilai uang memang tidak berkurang karena tidak ada biaya administrasi, tapi uang di dompet digital Anda tidak akan bertambah. Sebab, E-wallet tidak menawarkan bunga atau imbal hasil (return).

Keterbatasan e-wallet lainnya yaitu fakta bahwa uang yang disimpan di e-wallet tidak bisa dicairkan. Uang di sejumlah e-wallet hanya bisa untuk transaksi payment. Tragisnya lagi, kalau tidak digunakan, tentu saja uang akan tetap berada di dalamnya. Selamanya uang tersebut “tidak berkembang”.  Yang ada nilai uang justru akan merosot tergerus inflasi.

Memang seiring dengan perkembangan waktu, muncul e-wallet yang mengiming-imingi  pengguna dengan fasilitas pencairan atau transfer. Namun, pencairan pun terbatas dan meski uang di dalam dompet elektronik ini bisa ditransfer, faktanya hanya bisa ditransfer ke sesama pemilik aplikasi yang sama. Transaksi transfer e-wallet pun sangat terbatas. Ini semua terjadi karena keterbatasan e-wallet yang menerapkan batas maksimum saldo. E-wallet hanya dapat menampung saldo sampai dengan 10 juta rupiah.

Goodbye “Kantong Doraemon”

Era “Kantong Doraemon” atau e-wallet diproyeksikan akan segera berlalu karena bermacam-macam keterbatasan di atas. Masyarakat mengidam-idamkan platform modern yang lebih dari e-wallet. Sudah sewajarnya masyarakat mendapatkan yang lebih dari sekadar “Kantong Doraemon” yang tidak memaksimalkan saldo dengan melirik dan menikmati layanan platform fintech modern yang bernama IPOTPAY.

Berbeda dengan e-wallet atau platform lainnya, IPOTPAY mampu memaksimalkan hasil saldo, tidak memiliki batas maksimum saldo dan bisa top up e-wallet tanpa limit transaksi dan tanpa batas transfer. Kalau e-wallet hanya dapat menampung dana sampai dengan 10 juta rupiah, IPOTPAY tidak memiliki batas maksimum penampungan dana.

Praktis, Mudah dan Aman Transaksi di IPOTPAY

Cara mudah menggunakan IPOTPAY, cukup dengan melakukan registrasi di IPOTPAY.com atau menginstall terlebih dahulu aplikasi IPOTPAY di Play Store atau App Store. Setelah itu pengguna tak hanya menikmati beragam fasilitas pembayaran, pembelian dan transfer, tetapi sekaligus bisa memaksimalkan pengelolaan saldo karena uang di IPOTPAY akan dikelola secara otomatis di reksadana pasar uang dengan hasil setahun terakhir di kisaran 7-9% per tahun (gross). Alhasil, saldo Anda tak akan membeku.

Saldo di IPOTPAY akan terus bertambah karena IPOTPAY juga bebas biaya bulanan. Wajar kalau ada yang berkata IPOTPAY menjadi alternatif cerdas untuk pemaksimalan saldo dibanding e-wallet atau platform lainnya. 

IPOTPAY hadir dengan layanan BBT (Bayar, Beli dan Transfer). Tagihan yang bisa dibayar dengan IPOTPAY juga beragam mulai dari tagihan listrik, BPJS Kesehatan hingga kartu kredit. Sementara itu, fitur pembelian melayani pembelian voucher pulsa, token PLN hingga top up e-wallet. Dengan menggunakan IPOTPAY, diskon atau potongan harga seperti yang ditawarkan oleh e-wallet tetap bisa diperoleh hanya dengan top up e-wallet dari aplikasi IPOTPAY.

Tak hanya itu saja, saat membutuhkan uang tunai, kita tinggal melakukan penarikan tunai melalui fitur Penarikan Via ATM di IPOTPAY. Fitur ini memudahkan Anda untuk menarik uang pada hari yang sama. Sesudah menyelesaikan transaksi di fitur Penarikan Via ATM, Anda tinggal melenggang ke mesin ATM, memasukkan kartu ATM BCA dan menarik dananya. Semua kelebihan ini, tidak dapat diperoleh apabila Anda hanya menaruh dana di e-wallet.

Fitur termutakhir di IPOTPAY juga menawarkan pembayaran tagihan rutin dengan bantuan fitur penjadwalan. Dengan fitur ini Anda bisa membayar tagihan rutin secara otomatis sehingga terhindar dari denda atau penalti karena lupa membayar tagihan.

Jadi, sudah saatnya kita tinggalkan cara bertransaksi secara virtual dari e-wallet atau “Kantong Doraemon” ke aplikasi keuangan seperti IPOTPAY. Berbeda dengan e-wallet yang hanya menggunakan virtual account untuk menampung dana kita. IPOTPAY menggunakan rekening bank yang dibuat atas nama kita sendiri, sehingga dana kita menjadi lebih aman dibandingkan kalau hanya ditaruh di e-wallet. Keamanan IPOTPAY makin lengkap karena terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan diproteksi dengan sistem keamanan SSL 256 bit dan three layer security (password, secure PIN, dan kode OTP). IPOTPAY, lebih dari e-wallet.

(adv)