Logam Emas Putih: Menguntungkan untuk Investasi?

Selain untuk perhiasan, investasi di logam mulia memang bukan hal yang asing lagi. Namun logam mulia yang kerap digunakan sebagai investasi adalah emas kuning. Lalu bagaimana dengan logam mulia atau emas putih?

Emas putih, tidak berbeda dengan emas kuning pada umumnya. Sama-sama dijadikan sebagai perhiasan. Akan tetapi, untuk nilai dari emas putih dibanding emas kuning ini cukup berbeda.

Nah, sebelum membahas mengenai prospek investasi di emas putih, baiknya simak terlebih dahulu seluk-beluk logam mulia yang satu ini.

Baca Juga: Mau Investasi Logam Mulia? Ini Dia Jenis-Jenis Pajak Emas yang Harus Diketahui

Beda Emas Putih, Apa saja?

Perhiasan Emas Putih
Ilustrasi cincin perhiasan emas putih dan emas kuning

Dahulu kala, nikel merupakan jenis logam yang banyak digunakan dalam pembuatan emas putih. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, nikel mulai jarang digunakan bahkan ditinggalkan sebagai bagian dari bahan pembuatan perhiasan emas putih karena mengakibatkan reaksi alergi bagi sebagian orang.

Lalu, sebagai gantinya maka mulai dilakukan pencampuran antara platinum dan perak.

Emas putih merupakan logam hasil perpaduan antara emas kuning dan campuran beberapa logam lainnya yang berwarna putih, seperti perak dan palladium. Kandungn emas di dalam emas putih sendiri biasanya hanya sekitar 18 karat, 14 karat, dan lainnya.

Berikut contoh komposisi campuran emas putih dan emas kuning, yang umumnya ada di pasaran:

  • Emas Putih

Pembuatan emas putih biasanya menggunakan campuran sekitar 75% emas, yang dicampur dengan 25% perak dan platinum.

  • Emas Kuning

Sedangkan untuk pembuatan emas kuning, biasanya menggunakan campuran 75% emas, yang dicampur dengan 25% tembaga dan seng.

Saat kondisi masih baru, emas putih dilapisi dengan bahan logam berwarna putih lain, seperti Rodium. Ini dilakukan untuk membuat warna dari emas putih semakin berkilau dan cantik. Rodium merupakan bahan logam yang mempunyai sifat mirip dengan platinum, termasuk warna putihnya. Inilah yang sering membuat orang salah paham.

Warna emas putih tanpa lapisan rodium akan tampak lebih kusam. Sedangkan rupa emas putih yang telah dipoles rodium akan sangat mirip atau malah lebih cemerlang dibanding platinum. Pun demikian, lapisan rodium ini lama kelamaan juga akan pudar. Untuk itu, emas putih perlu dipoles ulang setiap 12-18 bulan.

Untuk platinum, ini merupakan logam berwarna putih yang apabila digunakan untuk membuat perhiasan, maka tidak perlu campuran yang lain. Ini berbeda dengan logam emas yang lunak, platinum memiliki sifat yang lebih padat dan berat, sehingga jika cincin platinum dipakai, misalnya, maka akan terasa lebih berat ketimbang cincin emas 18 karat.

Berbeda dengan emas putih yang dilapisi rodium, platinum sendiri sudah bisa memberikan kesan berkilau. Oleh karena itu, harga platinum jauh lebih mahal, bahkan untuk sebuah cincin platinum saja bisa dihargai hingga 2 kali lipat dari emas putih 18 karat.

Karena mahalnya harga platinum, maka di kalangan investor kerap dijuluki “emas putih”. Tetapi maksud yang sebenarnya dari emas putih ini berbeda dengan emas putih yang seperti yang sudah disebut di atas.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Harga Emas Putih Dibanding Emas Kuning

Harga Emas Putih  
Ilustrasi membeli perhiasan

Tidak ada harga yang pasti mana yang lebih mahal jika kita ingin mengetahui perbandingan antara harga emas biasa (emas kuning) dengan harga emas putih.

Sebab sejatinya emas putih sama saja dengan emas biasa, namun yang membedakan adalah keduanya hanyalah campuran yang menghasilkan warna berbeda dari kedua jenis emas tersebut.

Karena emas merupakan logam mulia yang lunak, maka tak jarang ditemukan emas murni 24 karat. Maka dari itulah emas perhiasan merupakan hasil perpaduan logam mulia dengan bahan lain, baik itu emas putih maupun emas kuning.

Pada umumnya, campuran tembaga atau perak akan menghasilkan emas kuning. Sedangkan campuran nikel atau palladium yang lebih besar, maka akan menghasilkan emas putih. Selain itu, perbedaan lainnya antara emas kuning dan emas putih adalah lapisan rodium yang disebutkan di atas tadi.

Nah, yang perlu digarisbawahi adalah rodium merupakan logam mulia yang termasuk mahal harganya. Jika dibanding dengan emas, harga rodium bisa 10 kali lipat daripada harga emas.

Rodium juga termasuk logam yang sulit diolah. Oleh karena itu, sangat jarang digunakan sebagai bahan pembuatan perhiasan. Namun karena kilaunya, maka logam ini merupakan yang terbaik untuk melapisi emas putih.

Hal ini menyebabkan harga perhiasan dengan emas putih menjadi lebih tidak menentu dibandingkan emas biasa (emas kuning).

Baca Juga: Keuntungan Investasi Emas yang Harus Kamu Ketahui

Potensi Investasi Emas Putih

Emas Putih Batangan
Emas putih dan emas kuning batangan paling tepat untuk investasi

Jika selama ini banyak masyarakat yang menyukai investasi emas dalam bentuk perhiasan, maka sebenarnya bentuk investasi seperti ini tidak terlalu tepat. Mengapa?

Sebab biaya proses membentuk perhiasan membuat investasi dalam bentuk perhiasan ini tidak bisa memberikan imbal balik yang maksimal. Di sisi lain, laju inflasi seringkali jadi penggerus nilai investasi Anda.

Misal, Anda membeli seperangkat perhiasan emas sebagai mas kawin pada saat pernikahan. Maka dalam waktu 5 hingga 10 tahun kemudian, emas tersebut dijual untuk menutup berbagai kebutuhan. Nah, harga jual yang akan Anda terima seolah memang lebih tinggi. Padahal jika dibandingkan dengan inflasi, maka sebenarnya akan sama saja dengan harga beli pada saat ini.

Untuk itu, memiliki emas dalam bentuk perhiasan memang bisa menjadi pelindung nilai kekayaan, tapi bukan merupakan aset investasi yang bisa berkembang pesat dalam jangka waktu singkat.

Lalu, bagaimana potensi investasi pada emas putih?

Sesuai dengan uraian di atas, maka emas putih merupakan campuran emas kuning dengan logam lainnya yang dibentuk menjadi perhiasan. Maka, sebenarnya emas putih bukanlah jenis investasi yang bagus.

Sebab harga jual emas putih bisa saja jatuh apabila dibandingkan dengan harga belinya. Terlebih lagi bila emas putih yang dibuat dengan bahan campuran rodium, di mana logam rodium membutuhkan perawatan berkala. Sehingga tentu risiko emas putih harganya turun karena bisa saja kilaunya memudar.

Emas putih, akan lebih cocok apabila Anda gunakan sebagai harta warisan kepada anak cucu di kemudian hari sebagai lambang kasih sayang abadi.

Namun jika tujuan Anda adalah investasi, yang mengharapkan bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, maka perhiasan emas putih maupun emas kuning bukanlah jenis investasi yang tepat seperti harapan Anda.

Namun, jika Anda benar-benar ingin berinvestasi di emas, maka jawabannya adalah emas batangan. Sebab emas batangan ini merupakan logam mulia yang masih murni, tidak ada pencampuran bahan-bahan logam lainnya seperti yang terjadi pada emas perhiasan.

Tapi, yang menarik adalah bila emas putih itu sebagai komoditas platinum. Setiap tahunnya selalu cenderung naik harganya. Bahkan dunia medis dan elektronik sangat memerlukan logam platinum ini.

Untuk itu, logam platinum bisa menjadi salah satu instrument investasi yang akan memberikan imbal balik besar dan lebih menarik daripada membeli emas perhiasan. Tentunya, investasi terbaik untuk logam platinum adalah dalam bentuk batangan, bukan berupa perhiasan.

Pilih Emas Batangan untuk Investasi, Bukan Emas Perhiasan

Emas seringkali dijadikan pilihan untuk berinvestasi. Jika ini pilihan Anda, maka investasi dalam bentuk emas batangan adalah pilihan yang tepat, ketimbang emas perhiasan. Jika Anda hanya menginginkan emas kuning atau emas putih untuk digunakan sehari-hari saja, tak ada salah juga untuk mempercantik diri dengan produk logam tersebut.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Cara Investasi Emas Di Pegadaian