Masih Ragu Transaksi Online? IPOTPAY Solusinya

IPOTPAY
IPOTPAY, Lebih Aman dan Lebih Nyaman untuk Transaksi Online

Kemajuan teknologi internet menjadi berkah yang luar biasa bagi kehidupan kita. Tak hanya sebagai gudang informasi dan berita, internet juga mempermudah kita melakukan transaksi keuangan secara online. Semua transaksi berbasis online mulai dari bayar, beli, transfer dana hingga pengaturan keuangan bisa dilakukan dengan cepat, real time, dan dari mana saja.

Praktis, hal ini membuat lembaga keuangan dan perusahaan jasa keuangan berlomba-lomba menghadirkan inovasi transaksi online berbasis aplikasi yang bisa di unduh dan digunakan langsung dari ponsel pintar hingga tablet. Hanya saja di balik semua kepraktisan dan kenyamanan bertransaksi online ini tentunya ada risiko kejahatan siber yang harus diwaspadai.

Sekarang ini kejahatan siber kian canggih. Hacker tak hanya menyasar transaksi melalui sarana komputer, tetapi juga membidik transaksi keuangan berbasis aplikasi di ponsel pintar. Demi mencuri uang, hacker menghalalkan 1001 cara untuk membobol situs dan aplikasi keuangan di komputer maupun ponsel. Teranyar, pada April 2017 tertangkapnya hacker asal Indonesia Sultan Haikal M. Aziansyah alias Emre alias Sultan Haika alias Sultan Ekel yang sukses membobol 4.000 lebih situs, termasuk tiket.com, situs Pemerintah, hingga media online.

Asal diketahui, pencurian di dunia maya itu bisa menyerang siapa pun, tak terkecuali lembaga dan perusahaan jasa keuangan. Hasil penelitian PricewaterhouseCoopers (PwC) mengungkapkan fakta yang mengejutkan terkait masifnya serangan hacker. PwC mendeteksi dalam satu hari diperkirakan ada lebih dari 160 ribu serangan siber, yang umumnya menyasar transaksi keuangan. Hal ini jelas menjadi ancaman serius bagi lembaga keuangan, perusahaan keuangan dan masyarakat yang mulai merasakan beragam kepraktisan menggunakan layanan keuangan digital.

Kenali Jenis Serangan Siber pada Layanan Transaksi Digital

Transaksi keuangan digital memang praktis dan aman, tetapi bukan berarti tak berisiko sama sekali. Sebagai masyarakat yang melek informasi, kita haruslah mengenali ragam informasi serangan siber pada layanan keuangan digital agar terhindar dari hal yang merugikan. Serangan siber semakin canggih dan bervariasi. Ada tiga jenis serangan cyber yang marak terjadi dan wajib untuk dikenali, yakni DdoS, Phishing dan penyebaran Malware atau Ransomware.

1. DdoS

Serangan DDoS (Distributed Denial of Services) adalah jenis serangan yang masif dilakukan hacker dengan cara membanjiri lalu lintas jaringan suatu komputer/server dengan banyak data dari pengguna lainnya hingga layanan online di dalam sistem server tersebut terhenti dan tak lagi berfungsi. Umumnya, serangan jenis DDoS dengan Botnets memakai “Zombie Computer” untuk menyerang server dan sistem peer-to-peer dengan menyisipkan malware untuk aksi selanjutnya.

2. Phishing

Serangan phishing yakni upaya pencurian data informasi pengguna layanan keuangan digital. Scam atau pencurian data muncul dengan berbagai variasi mulai dari teknis situs (website) layanan keuangan palsu hingga phishing bermodus informasi yang dikirimkan melalui email, SMS hingga menelepon calon korban.

Phishing melalui situs palsu menargetkan data-data penting seperti: Username, Password, Nama Rekening, Nomor Rekening, dan data-data pribadi lainnya. Target phishing adalah mencuri data login dan melakukan aktivitas seperti layaknya apa yang dapat dilakukan nasabah.

3. Malware atau Ransomware

Selanjutnya, serangan siber yang kerap dilakukan hacker professional, yaitu serangan Malware atau Ransomware. Tekniknya, hacker menyebarkan ransomware/malware yang bisa mengunci data base dan sistem lalu meminta uang tebusan yang jumlahnya besar kepada korban.

Lebih Aman dan Nyaman Bertransaksi Online dengan Tips Berikut Ini

Hal terpenting dalam menggunakan layanan transaksi online adalah keamanan. Keamanan akan membuat kita semakin nyaman melakukan transaksi online mulai dari bayar, beli hingga transfer dana. Berikut tips lebih aman bertrasaksi online yang bisa Anda terapkan:

1. Jaga Data Privat di Aplikasi Keuangan

Langkah sederhana untuk lebih aman dalam bertransaksi via aplikasi keuangan online yaitu jangan pernah memberikan data-data aplikasi keuangan seperti username dan password kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku-ngaku dari lembaga atau perusahaan keuangan. Sadari bahwa berupa data keuangan Anda bersifat privat dan hanya Anda saja yang boleh tahu.

2. Variasi dan Rutin Ganti Password

Menggunakan variasi password seperti halnya menerapkan kombinasi angka dan huruf menjadi solusi aman untuk akun layanan keuangan digital Anda. Hindari penggunaan password yang mudah di tebak, misalnya tanggal lahir dan tahun kelahiran, nama lengkap, maupun nama orang tua. Upayakan merubah password minimal setiap 3-6 bulan sekali. Usahakan untuk tidak memakai password yang sama untuk banyak akun online Anda.

3. Pilih yang Lebih Aman

Semua aplikasi berbasis transaksi keuangan online haruslah memiliki sistem yang aman sehingga masyarakat bisa menggunakannya tanpa perlu khawatir suatu hal apa pun. Untuk itu, diperlukan inovasi dan pembaharuan sistem keamanan aplikasi keuangan agar senantiasa ter-update sehingga akun tidak mudah diretas hacker

Terobosan inovasi keamanan layanan keuangan digital dilakukan IndoPremier dalam produk terbarunya, yaitu IPOTPAY. Sistem keamanan di IPOTPAY tergolong unik dan selangkah lebih maju dari sistem keamanan dunia perbankan. Apabila di dunia perbankan dikenal sistem keamanan 2 Factor Authentication (2FA), yaitu level password dan level OTP. Maka, IPOTPAY menggunakan 3 Factor Authentication (3FA) atau three layer security yaitu level password, randomized numerical PIN, dan OTP (One Time Password).

Level password terdiri atas kombinasi (minimum) 8 digit angka, huruf dan spesial karakter. Level randomized numerical PIN adalah sistem pengacakan 10 digit nomor yang hanya bisa dipilih melalui klik atau layar sentuh hasil kreasi tim IT IndoPremier. Lapis keamanan ini mampu mengantisipasi malware seperti key-logger. Sementara itu, level OTP sendiri berupa password acak dan unik.

Fintech platform ini diproteksi dengan sistem keamanan SSL 256 bit. Dengan sistem keamanan lapis tiga di atas, data pribadi nasabah aman dan terlindungi dari ancaman hacker yang mencoba membobol akun. Pengguna IPOTPAY pun makin nyaman karena rekening di bank aman karena dibuat atas nama nasabah sendiri. Makin aman lagi, IPOTPAY telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat bertransaksi online di mana saja dengan IPOTPAY.

Pilih yang Lebih Aman dan Menguntungkan

Jaminan sistem keamanan berlapis-lapis di IPOTPAY dirancang khusus guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat di tengah ancaman serangan siber. Selain itu, IPOTPAY memberikan banyak keuntungan yang bisa Anda nikmati. IPOTPAY melayani semua transaksi pembayaran, mulai dari bayar kartu kredit, BPJS Kesehatan hingga listrik/PLN, dan masih banyak lagi. Istilahnya, mau bayar kartu kredit tinggal pencet, bayar listrik pun tinggal pencet. Semuanya dapat dilakukan dengan satu sentuhan di tangan Anda.

Fitur pembelian pun lengkap dengan kanal pembelian voucher pulsa, token PLN hingga top up e-wallet. Buka akun di IPOTPAY sangat simpel dan user-friendly. Cukup buka situs di www.ipotpay.com atau unduh langsung apps IPOTPAY di Play Store atau App Store. Saatnya Anda menentukan dan merasakan sendiri manfaat lebih aman dan makin untung dari IPOTPAY.

(Adv)