Mau Berutang? Kenali Risiko dan Keuntungan Utang Jangka Panjang

Baik keuangan pribadi maupun perusahaan, tak asing dengan istilah berutang. Terlebih lagi di dunia usaha, utang seolah sudah menjadi kebutuhan pokok untuk bisa menjalankan dan mengembangkan perusahaan.

Sehingga, hampir sebagian besar perusahaan yang dijalankan dan dikelola dengan menarik utang untuk menambah modalnya. Sebab, minimnya modal kerap menjadi penghambat perputaran keuangan untuk menggerakkan perusahaan.

Utang sendiri terdiri dari utang jangka pendek dan jangka panjang. Namun umumnya utang jangka panjang menjadi pilihan sebagai solusi bagi perusahaan yang membutuhkan dana dalam jumlah besar, untuk membeli mesin-mesin, aset atau pabrik baru, dan lainnya.

Kendati utang jangka panjang ini lebih dijadikan pilihan untuk menarik pinjaman, ada baiknya kenali lebih dulu risiko maupun keuntungannya. Berikut risiko utang jangka panjang:

Baca Juga: Utang Indonesia Membengkak: Bahayakah?

1. Adanya Risiko Penurunan Nilai Saham

Penurunan Saham Perusahaan
Ilustrasi penurunan nilai saham perusahaan 

Risiko penurunan nilai saham ini biasanya akan berlaku bagi perusahaan dalam skala besar yang telah menjual saham mereka di pasar saham. Besaran nilai utang bisa saja memengaruhi nilai jual saham di pasar, di mana jumlah utang yang besar kemungkinan akan membuat nilai saham menjadi turun. Jelas, ini risiko yang sangat besar bagi perusahaan, karena bisa saja membuat perusahaan mengalami kerugian dalam jumlah yang sangat besar.

2. Risiko Pelunasan Utang

Pembayaran Utang
Butuh upaya keras untuk melunasi utang

Kemampuan perusahaan dalam melunasi utang tentu akan sangat tergantung pada kinerjanya. Risiko itu selalu ada dalam perkembangan kinerja perusahaan, walaupun perusahaan telah menerima sejumlah suntikan dana dalam bentuk utang jangka panjang. Tenggat waktu pinjaman yang panjang ini, akan sangat berisiko bagi perusahaan untuk bisa melunasi utangnya bila kinerjanya tidak sebagus seperti yang diharapkan.

3. Bisa Membebani Keuangan

Beban Utang
Ilustrasi utang yang membebani

Semua jenis utang tentunya merupakan beban. Utang jangka panjang ini juga akan membebani keuangan di masa yang akan datang. Bukan hanya pokok utang saja, beban biaya serta bunga juga akan membebani keuangan terutama bila perusahaan tidak menunjukkan kinerja yang baik.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

4. Beban Pengeluaran Bulanan Menjadi Tinggi

  Laporan Keuangan
Ilustrasi laporan keuangan perusahaan

Kendati telah memiliki tenggat waktu yang cukup lama bisa saja besaran cicilan jangka panjang akan membebani pengeluaran setiap bulannya. Jumlah utang yang besar ini akan berbanding lurus dengan jumlah cicilan yang cukup besar dan berlangsung lama.

Pun demikian, sejumlah risiko yang terdapat pada utang jangka panjang ini tetap bisa diatasi dengan baik, terutama jika pihak manajemen perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola utang tersebut.

Baca Juga: Selalu Terbelit Utang? Ini Dia Cara Ampuh Membebaskan Diri dari Utang!

Bila ada yang namanya risiko, maka akan ada sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh dari utang jangka panjang ini. Apa saja?

1. Utang Tidak Memengaruhi Manajemen Perusahaan

Pebisnis
Ilustrasi pebisnis yang sukses mengatur usahanya

Di dalam pengadaan utang jangka panjang, sumber utang atau biasa yang disebut pemegang obligasi (surat utang) tidak akan memiliki hak suara di dalam berlangsungnya perusahaan tersebut. Hal ini sangat baik bagi perusahaan, karena perusahaan tidak perlu melakukan perubahan di dalam manajemen dan operasional perusahaan atas pengadaan utang jangka panjang itu.

2. Bisa Memanfaatkan Bunga yang Lebih Rendah

Bunga Utang
Beban bunga utang

Utang jangka panjang akan diterapkaan sejumlah bunga yang kemudian menjadi beban bagi pihak manajemen perusahaan. Namun hal ini masih ringan dan cukup menguntungkan dibandingkan dengan besaran dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham di dalam perusahaan.

3. Bisa juga Mengurangi Pajak

Pajak
Ilustrasi pengurangan beban pajak

Dengan melakukan utang jangka panjang, maka keuntungan yang bakal diperoleh adalah bisa mengurangi beban pajak yang ada. Sebab jika dividen yang diberikan kepada pemegang saham tidak dibebankan sebagai biaya dan menimbulkan sejumlah beban pajak bagi perusahaan, maka bunga pinjaman justru termasuk dalam beban biaya dan tidak menimbulkan pajak bagi perusahaan.

Perhitungkan dan Rencanakan dengan Matang Bila Ingin Utang Jangka Panjang

Walaupun untuk kebaikan dan perkembangan usaha, pengadaan utang jangka panjang tetap harus dilakukan dengan penuh pentimbangan. Pastikan utang ini akan berdampak posisitf bagi perusahaan, sehingga kelas bisa memiliki kemampuan yang baik untuk melunasinya.

Baca Juga: 9 Strategi Jika Tak Bisa Membayar Utang