Mau Investasi Saham? Ini Sektor yang Menguntungkan di 2019

Pat, pat, berlipat, siap hoki gede di tahun shio Babi Tanah? Yuk, jadi investor pasar modal. Investasi saham khususnya merupakan salah satu cara terbaik untuk menggandakan uang. Ingin tahu sektor saham apa saja yang diprediksi bakal untung dan buntung di 2019? Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: 8 Artis Ini Makin Tajir Berkat Investasi Saham

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Sekilas Investasi Saham

Sekilas Investasi Saham
Sekilas Investasi Saham

Pengertian investasi saham adalah kegiatan penanaman modal berupa pembelian saham (surat berharga) perusahaan. Jadi dengan membeli saham perusahaan, Anda menjadi pemilik perusahaan tersebut. Nah perusahaan yang sahamnya dibeli melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah perusahaan tercatat atau istilah kerennya emiten (perusahaan yang menjual sahamnya ke publik). Setiap emiten punya kode saham masing-masing. Selalu terdiri dari empat huruf.

BEI fungsinya seperti mal yang menyediakan tempat bagi para pelaku saham untuk bertransaksi, jual beli setiap saham atau efek yang mereka miliki. Saham merupakan salah satu produk pasar modal dan instrumen investasi jangka panjang. Jumlah minimal pembelian saham dari suatu emiten sebanyak 1 lot = 100 lembar.

Keuntungan Investasi Saham:

1. Mendapatkan capital gain atau keuntungan dari kenaikan harga saham

2. Mendapatkan dividen atau pembagian keuntungan perusahaan

3. Berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar perusahaan secara berkala.

Risiko Investasi Saham:

1. Adanya capital loss atau kerugian atas penurunan harga saham

2. Risiko likuidasi apabila perusahaan tersebut bangkrut

3. Tidak mendapatkan dividen.

Berapa Imbal Hasil Investasi Saham?

Saham merupakan investasi yang tergolong high risk high return (risiko tinggi, imbal hasil tinggi). Berdasarkan data BEI, sepanjang Januari sampai 19 Desember 2018 (year to date), IHSG tercatat melemah 4,31%, dan indeks LQ45 (daftar 45 saham pilihan dengan kapitalisasi pasar tinggi) merosot lebih jauh 10,07%.

Di tengah pelemahan tersebut, ada sejumlah saham penghuni indeks LQ45 yang mencetak kenaikan harga saham tertinggi (ytd) dikutip dari rti.co.id, di antaranya:

  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) 122,22%
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 72,36%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 21,6%
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 19,06%
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 18,86%.

Proyeksi IHSG di Tahun Politik

Proyeksi IHSG di Tahun Politik
Proyeksi IHSG di Tahun Politik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan akan menanjak ke level 6.700 sepanjang Januari-April 2019. Proyeksi tersebut ditopang berbagai sentimen domestik, salah satunya pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2019-2023. Tepatnya pada 17 April 2019.

“IHSG berpeluang menuju level 6.700 atau tepatnya 6.723 dari Januari sampai April 2019. Itu ditopang euforia window dressing (praktik rekayasa akuntansi untuk mempercantik laporan keuangan), January Effect, dan pemilu. Saya optimistis,” kata Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Edwin Sebayang saat berbincang dengan Cermati.com, baru-baru ini.

Diakui Edwin, perkiraan laju IHSG ini berkaca pada pengalaman pemilu sebelumnya. Di mana 6 bulan sebelum pemilu, IHSG akan meroket. Setelah itu, sambungnya, pasar akan menyesuaikan diri atau adjusment dengan melakukan aksi jual.

“Yang perlu dicermati setelah pilpres, market akan melakukan adjustment terkena tekanan jual karena sudah mulai kelihatan dampak dari kenaikan suku bunga yang terkait dengan melambatnya perekonomian dan penurunan kinerja atau laba bersih emiten,” Edwin menjelaskan.

Untuk diketahui, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves telah mengerek suku bunga acuan sebanyak empat kali sepanjang 2018 menjadi 2,25%-2,5%. Kebijakan tersebut ikut mendongkrak BI 7 Day Repo Rate ke level 6% dengan kenaikan sebanyak 6 kali pada tahun 2018.

“Perlu diingat, suku bunga acuan (The Fed) paling sedikit akan naik lagi 2 kali di 2019, sehingga dampaknya akan berlanjut hingga tahun 2020,” tutur Edwin.

Baca Juga: Saham Blue Chips: Saham Incaran yang Menguntungkan

Sektor Saham yang Menjanjikan

Sektor Saham yang Menjanjikan
Sektor Saham yang Menjanjikan

Melihat peluang IHSG yang akan menyentuh level 6.700, Edwin menyarankan agar pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk memaksimalkan investasi di pasar modal, termasuk pasar saham sedari sekarang.

“Untuk investasi saya sarankan digenjot mulai dari sekarang sampai April. Setelah April, akan terlihat penurunan kinerja emiten dan investor pasti akan menyesuaikan diri melakukan aksi jual. Jadi jangan sampai terperangkap di level atas. Itu strateginya,” Edwin mengungkapkan.

Ia merekomendasikan kepada investor untuk memburu saham di beberapa sektor yang akan bersinar di tahun Babi Tanah. Apa saja itu?

1. Sektor Konsumer

Adapun saham-saham pilihan di sektor konsumer atau barang konsumsi dengan kapitalisasi pasar besar, di antaranya:

  • PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
  • PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
  • PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  • PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP)
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  • dan masih banyak lainnya.

2. Sektor Telekomunikasi

Saham-saham pilihan di sektor telekomunikasi, antara lain:

  • PT Telkom Tbk (TLKM)
  • PT Indosat Tbk (ISAT)
  • PT XL Axiata (EXCL)
  • PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

3. Sektor Logam

Saham-saham pilihan di sektor logam, di antaranya:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Vale Indonesia (INCO)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • PT Timah Tbk (TINS)
  • dan lainnya.

Sementara sektor saham yang diprediksi masih lesu di 2019, antara lain:

1. Sektor Perkebunan

Saham-saham yang masuk sektor perkebunan, di antaranya:

  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT SMART Tbk (SMAR)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
  • dan lainnya.

2. Sektor Semen

Saham-saham yang berada di kategori sub sektor semen, di antaranya:

  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
  • PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
  • PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
  • dan lainnya.

“Sektor CPO (crude palm oil) dan perkebunan masih berat. Sedangkan semen masih turunan sektor properti dan konstruksi hampir sama kondisinya. Sektor properti kena dampak kenaikan suku bunga, dan masih akan berlanjut di 2019,” terang Edwin.

Bayang-bayang Kenaikan Suku Bunga sampai Harga BBM

Menurut Edwin, kondisi ekonomi dunia belum akan membaik pada tahun 2019. Penyebabnya apalagi kalau bukan rencana kenaikan suku bunga The Fed. Kebijakan tersebut pasti akan berpengaruh ke pasar modal maupun ekonomi Indonesia.

“Saya rasa kondisinya masih belum baik karena kenaikan suku bunga belum selesai, likuiditas masih ketat. Kalaupun investor asing masuk ke sini lebih karena memanfaatkan momentum Pilpres dan Pileg lantaran banyak kepentingan ke arah sana serta belum melihat dampak kenaikan suku bunga,” jelasnya.

“Tapi begitu masuk semester II-2019, melihat laporan keuangan emiten, mereka (investor) akan relize karena dampaknya akan cukup besar,” Edwin menambahkan.

Sementara dari dalam negeri, ia meramalkan ekonomi Indonesia akan tumbuh moderat sekitar 5%. Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dibanding perkiraan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s sebesar 4,8% di 2019 dan 4,7% pada 2020.

“Siapapun Presidennya nanti harus naikkan harga bahan bakar minyak (BBM) minimal Rp500 per liter supaya defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tidak makin besar,” tegas Edwin.

Mulai Investasi Sekarang

Setelah membaca gambaran laju IHSG dan sektor saham yang menguntungkan di 2019, tunggu apa lagi investasi saham sekarang juga. Jangan sampai masa depan nelangsa lantaran tak mampu mengelola keuangan dengan baik. Untuk mengetahui cara investasi saham, Anda bisa memperoleh informasinya di http://yuknabungsaham.idx.co.id/mulai-investasi.

Baca Juga: Mau Bermain Saham? Investor Pemula Wajib Tahu ini