Mau Jual Rumah yang Masih KPR? Cobalah Cara Ini

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering kali dijadikan sebagai solusi untuk bisa membeli dan memiliki rumah. Anda tentu paham bahwa harga rumah begitu mahal dengan harga mencapai ratusan atau bahkan miliaran rupiah. Karena itu, KPR begitu diminati banyak orang yang ingin memiliki rumah tanpa harus menunggu lama.

Dalam proses pengajuan KPR, Anda selaku pemohon akan menjadi nasabah dari bank pemberi KPR. Artinya, Anda akan memiliki rumah yang telah dibayarkan/dilunasi pihak bank (pemberi kredit) dan Anda dianggap berutang pada bank. Besaran cicilan ini akan dilihat dari kemampuan bayar yang menyesuaikannya dengan pendapatan setiap bulan.

Lalu, bisakah rumah yang masih menggunakan fasilitas KPR ini dijual?

Baca Juga: Serba-Serbi KPR Yang Perlu Diketahui

Menjual Rumah yang Masih KPR

Pada dasarnya, rumah yang Anda beli dengan menggunakan fasilitas KPR telah menjadi milik Anda selaku pemohon KPR. Namun, karena proses pembelian ini dilakukan dengan menggunakan pinjaman yang didanai bank dalam bentuk KPR maka Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah masih dipegang bank sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan.

Dalam hal ini, jelas terlihat bahwa untuk mendapatkan sertifikat tersebut Anda harus terlebih dahulu melakukan pelunasan atas utang Anda kepada bank. Jika ternyata dalam masa cicilan tersebut Anda lalai atau gagal bayar, pihak bank selaku pemberi kredit berhak untuk melakukan penyitaan atas rumah tersebut.

Meskipun begitu, Anda selaku pemilik rumah tersebut bisa saja melakukan penjualan atas rumah yang masih dalam fasilitas KPR tersebut. Selama hal tersebut dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut ini adalah cara menjual rumah masih KPR yang dapat Anda coba.

1. Melakukan Pelunasan Terlebih Dahulu (Lebih Awal)

Jual Rumah KPR

Melunasi Rumah KPR via shutterstock.com 

Ini adalah cara paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjual rumah. Anda melakukan pelunasan awal terhadap sisa utang KPR tersebut agar mendapatkan SHM dan bisa menjual rumah tersebut kepada pihak lain.

Dalam hal ini, Anda akan dikenakan sejumlah denda/penalti akibat pelunasan sebelum tenor yang telah disepakati sejak awal. Pada umumnya, jumlah denda ini akan lebih kecil daripada sisa bunga pinjaman yang masih harus dilunasi dalam waktu cicilan normal (sesuai tenor awal). Sebab biasanya denda ini akan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari sisa jumlah pokok utang yang Anda miliki.

2. Menjual Rumah dan Kemudian Melakukan Pelunasan

Rumah KPR

Jual Beli Rumah KPR via shutterstock.com 

Dalam kondisi tertentu, bisa saja Anda menjual rumah tersebut kepada orang lain meskipun masih KPR. Setelahnya, Anda melakukan pelunasan agar SHM-nya bisa diambil dari pihak bank untuk diserahkan kepada pihak pembeli.

Namun, Anda mesti memberitahu situasi dan rencana Anda kepada pembeli sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Setidaknya, ada beberapa pilihan cara yang bisa Anda pertimbangkan, antara lain:

  • Pembeli melakukan pelunasan kepada pihak bank sehingga SHM rumah tersebut bisa diambil dan status rumah akan berubah secara otomatis menjadi bukan jaminan lagi.
  • Pembeli membayarkan sejumlah dana kepada Anda selaku penjual. Sebagian dari dana tersebut akan dibayarkan untuk melunasi KPR sehingga SHM bisa diambil dan diserahkan kepada pembeli. Sementara sisa dana tersebut akan menjadi hak Anda selaku penjual.

Setelah proses pelunasan KPR kepada pihak bank dan juga pembayaran sejumlah dana yang disepakati untuk Anda selaku penjual, Anda dan pihak pembeli harus menyelesaikan akad jual beli di hadapan notaris.

3. Melakukan Over Kredit KPR

Over Kredit Rumah

Ilustrasi Over Kredit Rumah via shutterstock.com 

Anda juga bisa melakukan penjualan rumah dengan cara melakukan over kredit KPR ke pihak pembeli. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan:

  • Mengambil alih KPR di bank yang sama di mana pembeli akan melanjutkan pinjaman di bank yang sama.
  • Menggunakan KPR  Takeover dan pembeli melanjutkan pinjaman di bank yang berbeda dari sebelumnya.

Proses ini akan membutuhkan sejumlah biaya di dalam pelaksanaannya sehingga penting bagi Anda untuk memahami dan memperhitungkannya dengan baik sejak awal.

4. Kalau Masih Bingung, Lakukan dengan Lima Tips Ini

Tips Jual Rumah

Ikuti Tips-Tips yang Membantu via shutterstock.com 

Hindari menjual rumah yang masih KPR tanpa perhitungan yang cermat. Sebab bisa mengakibatkan banyak kerugian nantinya. Beberapa tips di bawah ini dapat membantu kelancaran penjualan rumah KPR Anda.

  • Hitung sisa cicilan KPR Anda dengan cermat.
  • Lakukan penilaian ulang (appraisal) atas nilai rumah untuk menentukan harga jual yang pantas untuk rumah Anda.
  • Jelaskan kepada calon pembeli dengan detail sejak awal mengenai status rumah Anda yang masih KPR sehingga pembeli tahu konsekuensi dan risiko yang akan ditanggungnya atas pembelian tersebut.
  • Kalau berniat menjual secara over kredit, pertimbangkan, apakah mau di bank yang sama atau bank lain? Melakukannya di bank yang sama tidak selalu mudah. Namun, dilakukan di bank yang berbeda akan memerlukan biaya yang cukup besar.

Baca Juga: Cermati Keuntungan dan Kerugian KPR Tenor Panjang

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Jual secara Terencana dan Pertimbangkan dengan Matang

Rumah merupakan aset berharga yang nilainya cukup besar sekalipun Anda membelinya dengan cara kredit (KPR). Untuk itu, ketika Anda berniat menjualnya, sangat penting untuk mempertimbangkan berbagai biaya dan konsekuensinya. Menjual rumah yang masih KPR terbilang cukup rumit sehingga penting bagi Anda untuk melakukannya secara terencana dan pertimbangkan dengan matang.

Baca Juga: Ragam Biaya Tambahan KPR yang Sering Terabaikan