Mau Sukses Kerja Tim? Tiru Teamwork ala Avengers: Endgame

Mungkin kita tak bisa menyelamatkan alam semesta dari kekuatan jentikan jari Thanos. Kita bukanlah para super hero di Avengers: Endgame yang punya kekuatan super. Tapi kita bisa selamatkan tim dalam sebuah ‘kapal kecil’ untuk mencapai tujuan bersama.

Bagaimana caranya? Kita bisa belajar dan meniru kerja tim ala Avengers: Endgame ini untuk menyelamatkan karier bersama dalam sebuah ‘kapal’ tempat berkarya dan mencari nafkah.

Ingat pepatah ‘bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’? Atau slogan kekinian yang cukup akrab di telinga, ‘bersama kita bisa’?

Ya, kedua kalimat wejangan itu memang terlihat sederhana tapi begitu kuat merasuki jiwa agar tanpa henti mewujudkan tujuan, dibalut kebersamaan guna memberikan kekuatan dalam menggapai asa.

Itulah yang bisa kita petik dari salah satu pesan moral dalam film besutan Marvel Studio ini. Bersatu dari berbagai latar belakang berbeda tapi dengan visi yang sama.

Namanya juga kerja tim, jadi bekerja dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin mengeluarkan potensi diri masing-masing dalam harmoni di tengah perbedaan untuk mencapai harapan bersama.

Sebagai pecinta tokoh Marvel atau sekadar penikmat film aksi fantasi, tak ada salahnya mengambil nilai-nilai positif dari film ini untuk kesuksesan berkarier maupun berbisnis. 

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Avengers Selamatkan Dunia: Contoh Raih Sukses dengan Kerja Tim!

Avengers: Endgame
Para super hero dalam Avengers: Endgame

Tak terbayangkan jika para super hero dalam Avengers: Endgame itu tak mau bekerja sama dan memilih mementingkan ego masing-masing.

Kekuatan Thanos yang sudah berhasil mengumpulkan keenam infinity stones (batu abadi) itu benar-benar sukses melenyapkan sebagian alam semesta dan menghilangkan separuh penduduk bumi.

Batu abadi dikenal sebagai sumber kekuatan alam semesta yang terdiri dari jiwa, pikiran, realitas, kekuatan, ruang dan waktu itu banyak diburu. Di tangan yang salah, batu abadi menghasilkan petaka, begitu juga sebaliknya.

'Nasi sudah menjadi bubur'. Thanos berhasil mendapatkan batu abadi tersebut.

Setelah Thanos sempat melenyapkan separuh penduduk bumi, di tengah keputusasaan dan kelelahan jiwa-raga, para super hero Avengers pun bangkit dan sepakat berusaha memperbaiki keadaan.

Meski tak mudah meyakinkan para anggotanya, tapi dengan kesadaran pentingnya bergerak dan bekerja sama dengan kemampuan serta kelebihan masing-masing, upaya untuk menggapai tujuan bersama pun bukan hanya sekadar angan.

Namun, di saat para super hero ini berhasil mengambil batu abadi dari masa lalu melalui mesin waktu, kemudian berhasil mengembalikan miliaran orang yang hilang, Thanos ternyata mencium aksi tersebut dan kembali menyerbu Avengers.

Di tengah gempuran Thanos yang memporak-porandakan jagad, dengan sisa kekuatan yang ada, Avengers dan para super hero lainnya yang datang dari masa lalu, berusaha menyelamatkan batu abadi dari kejaran Thanos dan pasukannya.

Melalui upaya perebutan kembali batu abadi yang berhasil berpindah ke tangan Thanos, dengan heroik Iron Man berhasil merebut kembali infinity stones dan segera menjentikkan jarinya hingga membuat Thanos dan pasukannya lebur jadi debu.

Begitu juga di dunia kerja, dengan tim yang solid, berbagai target pekerjaan pun bisa dicapai dengan mudah. Caranya?

Berkaca dari sekuel semesta sinematik Marvel ini, kita bisa belajar bagaimana bekerja dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama (teamwork goals).

Tak mudah memang, tapi didasari selalu ingat tujuan bersama, profesionalisme, dan kesadaran akan pentingnya mengutamakan kepentingan bersama serta menghargai perbedaan, maka mewujudkan sesuatu ide yang brilian bukan lagi keniscayaan.

Baca Juga: Tips Membangun Karier Cemerlang Berdasarkan Tipe Kepribadian

Tips Kerja Tim: Saling Melengkapi dan Maksimalkan Kelebihan Masing-Masing   

Kerja Tim
Kerja tim yang baik untuk hasil maksimal

Dalam kerja tim, setiap orang melakukan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing sesuai kemampuan serta kapasitasnya. Sehingga segala sesuatunya gampang diraih.

Sebab setiap orang punya kelebihannya sendiri-sendiri. Ketika digabungkan, akan menjadi roda yang berputar dalam harmoni.

Hasilnya, pekerjaan dan tugas tim pasti tuntas dengan hasil cemerlang. Oleh karena itu, kenali dan maksimalkan kelebihan masing-masing dalam membangun kerja tim.

Tak sulit, berikut Cermati.com ulas tips yang dibutuhkan dalam sebuah kerja tim dari beberapa para tokoh super hero di film Avengers: Endgame ini.

1. Butuh Sosok Pemimpin seperti 'Captain America'

Captain America
Captain America via brilio.net

Setiap kapal pasti butuh nakhoda. Begitu juga di dunia kerja, setiap tim tentu perlu pemimpin sebagai penggeraknya.

Agar sebuah tim itu bisa berjalan dengan baik, kita bisa meniru sosok karakter Captain America. Sebagai pemimpin, dia mampu memosisikan diri dengan tepat, berinisiatif, tegas, cekatan dalam mengambil keputusan, menyemangati dan bisa menggerakkan komponen yang ada dalam tim.

Sehingga para anggota tim tahu apa yang harus dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan begitu, setiap orang dalam tim paham target masing-masing yang harus dicapai.

2. Butuh Sosok Jenius Bidang Ilmu Pengetahuan seperti 'Iron Man'

Iron Man
Sosok Iron Man via grid.id

Guna menciptakan sesuatu yang baru, butuh sebuah ide. Tapi terkadang sebuah ide tidak selalu datang dari orang yang jenius.

Namun, guna mewujudkan ide itulah dibutuhkan sosok yang ‘berotak besar’ seperti Iron Man. Dengan kecerdasan intelektualnya, ia mampu merealisasikan sebuah ide seolah mustahil untuk dilakukan.

Iron Man bisa membuat mesin waktu karya Professor Hulk berfungsi melalui mekanika kuantum yang diciptakannya, sehingga para Avengers bisa masuk ke masa lalu dan masa depan untuk memperbaiki keadaan. Jadi, Iron Man inilah yang membuat perangkat lunak (software) dari mesin waktu.

Begitu juga dalam sebuah perusahaan, butuh orang jenius atau ahli di bidangnya untuk membuat sebuah ide bisa dijalankan dan menjadi nyata melalui kerja tim.

3. Butuh Sosok Ahli di Bidang Mekanik seperti 'Professor Hulk'

Professor Hulk Avengers Endgame
Professor Hulk di Avengers: Endgame via animatedtime.com

Ada dua identitas dalam tubuh Hulk yang telah membawanya menjadi sosok kuat secara fisik sekaligus juga cerdas. Tak heran bila penampakan Dr. Bruce Banner dalam sekuel Avengers: Endgame ini dia bergelar Professor Hulk.

Sebab dirinya mampu menciptakan sebuah perangkat keras (hardware) mesin waktu sebagai wadah untuk para tim menjelajah atau mencuri waktu guna mengambil batu abadi, sebelum masa Thanos yang mengambilnya.

Begitu pula dalam sebuah tim kerja di perusahaan, butuh orang yang ahli mekanik guna menciptakan suatu alat untuk membuat perangkat lunak itu berfungsi sebagaimana mestinya.

4. Butuh Sosok Pencetus Ide Brilian seperti 'Ant Man'

Ant Man Avengers: Endgame
Sosok Ant Man di Avengers: Endgame via glamourfame.com

Biarpun bertubuh kecil, tapi Ant Man punya otak encer untuk menganalisa dan menelurkan sebuah ide. Istilah yang kita kenal selama ini adalah ‘kecil-kecil cabe rawit, biar kecil tapi ampuh!’

Tentu saja, perjalanan dalam mesin waktu itu tak lain dan tak bukan bermula dari ide Ant Man, tapi dia tak tahu apa yang harus dia lakukan untuk mewujudkannya. Oleh sebab itulah ia menyampaikannya pada anggota Avengers lain untuk menerjemahkan yang dia maksud.

Jadi, dalam sebuah tim, dibutuhkan orang-orang mampu menemukan sebuah ide brilian. Kemudian didukung oleh anggota tim lainnya untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Kenali Potensi Diri Anda dengan 7 Cara Berikut Ini

5. Butuh Sosok yang Berhati Nurani dan Profesional seperti 'Nebula' dan 'Gamora'

Nebula dan Gamora Avengers Endgame
Sosok Nebula dan Gamora dalam Avengers: Endgame via hdqwalls.com

Pintar saja tidak cukup, untuk bisa bekerja secara profesional dan demi berlangsungnya sebuah perusahaan tempat bekerja, dibutuhkan orang yang punya hati nurani seperti sosok Nebula dan Gamora.

Kenapa Nebula dan Gamora? Ya, sebab Nebula, serta Gamora yang datang dari masa lalu adalah anak angkat dari sang pemusnah, Thanos.

Tapi dia lebih memilih menggunakan hati nuraninya dan menentang kejahatan yang dilakukan sang ayah, lalu memihak tim Avengers.

Tak ubahnya dengan sikap Nebula dan Gamora, dalam berperilaku profesional di dunia kerja itu sangat penting. Tidak membohongi hati nurani dan mengabaikan kebenaran yang ada menjadi pelengkap kesuksesan kerja tim.

6. Butuh Sosok yang Loyal dan Tulus seperti 'Black Widow'

Black Widow Avengers Endgame
Sosok Black Widow dalam Avengers Endgame via cinemablend.com

Dalam sebuah perusahaan, dibutuhkan orang-orang yang loyal agar kinerja suatu usaha bisa maksimal. Tentu saja, dengan karyawan yang loyal dan mumpuni, perusahaan tak perlu bongkar-pasang tim dan bisa lebih berfokus pada pengembangan perusahaan.

Oleh karena itu, dalam sebuah tim dibutuhkan sosok loyal seperti Black Widow. Tentu masih segar diingatan bagaimana wanita bersahaja ini rela mempertaruhkan hidupnya demi batu jiwa, satu dari enam batu abadi.

Meski sebenarnya dia bisa saja berbuat egois agar tetap bertahan hidup, tapi dia memilih berkorban demi sahabatnya, Hawkeye (Clint Barton), agar tetap hidup dan bisa membawa pulang batu jiwa.

7. Butuh Sosok yang Setia Kawan dan Rendah Hati seperti 'Thor'

Thor Avengers Endgame
Sosok Thor dalam Avengers: Endgame via hindustantimes.com

Salah satu syarat yang harus ada dalam sebuah tim adalah rasa setia kawan. Tanpa kesetiakawanan dan rasa rendah hati, sulit untuk bisa mengenal satu sama lain serta kompak dalam menjaga tim supaya tetap bersama-sama bekerja dan berkarya.

Dengan kemampuan alamiahnya mengendalikan cuaca dan petir serta membawa palu besar karena berdarah dewa, ia tetap rendah hati dan setia kawan untuk membantu 'gengnya' melawan kejahatan. Dia memilih jadi manusia biasa meski berhak menjadi raja di kerajaan Asgard.

8. Butuh Sosok Cekatan dan ‘Positive Thinking’ seperti Spider-Man (Peter Parker)

Peter Parker Spider Man Avengers Endgame
Sosok Peter Parker (Spide-Man) di Avengers: Endgame via elitedaily.com

Meski dia datang dari masa lalu karena tim kecil dalam Avengers: Endgame telah berhasil menyatukan keenam infinity stones dan membuat semua yang hilang muncul kembali, sebagai generasi muda Spider-Man, Peter Parker punya karakter unik.

Ia sangat trengginas dan penuh semangat serta selalu berpikir positif. Tak hanya itu, tingkahnya yang kekanak-kanakan dan selalu mengidolakan para super hero legendaris seolah mampu mencairkan suasana.

Begitu juga dalam sebuah tim, perlu ada sosok yang cekatan dan selalu bersemangat serta berpikir positif dalam menghadapi berbagai hal. Sehingga tim kerja bisa berjalan dengan baik dan saling melengkapi.

Butuh Bala Bantuan dari Tim Skala Besar

Thanos Avengers: Endgame
Sosok Thanos dalam Avengers: Endgame yang jadi musuh bersama via hothardware.com

Tentu saja, ‘kapal besar’ tidak cukup digerakkan oleh satu tim kerja kecil saja. Butuh dukungan dari banyak tim dalam skala besar.

Artinya, untuk menggerakkan suatu perusahaan agar meroket, dibutuhkan seluruh elemen-elemen tim kerja yang ada guna melecut kinerja perusahaan. Dan dari tim-tim inilah hal itu sangat mungkin diwujudkan.

Jadi, tim kerja kecil saja tidaklah cukup untuk memenangkan suatu pertarungan seperti yang ada di Avengers: Endgame ini. Tak heran bila di akhir alur cerita film ini, bermunculan berbagai tokoh super hero legendaris dari seluruh penjuru dunia dan dari masa lalu yang datang membantu.

Super hero legendaris dengan pasukannya yang datang membantu peperangan Avengers: Endgame itu di antaranya, Korg, Wong, Black Panther, Hope van Dyne, Scarlet Witch, Falcon, Winter Soldier, Drax, Groot, Spider-Man, Dr. Strage, Star-Lord, Captain Marvel, dan lainnya.

Wujudkan Tim Kerja yang Sehat

Saling menjaga dan tolong menolong adalah kunci. Oleh karena itu, wujudkan tim kerja yang sehat dengan visi misi senada di antara masing-masing anggota tim. Punya jiwa sama-sama bisa mengandalkan diri sendiri dan tidak hanya menggantungkan yang lain untuk menyelesaikan tanggung jawab sendiri adalah suatu keharusan.

Sehingga tujuan bersama untuk membuat layar kapal membentang dan siap mengarungi samudera dunia bisnis dari perusahaan tempat para tim-tim bekerja bukan isapan jempol semata. Kesuksesan perusahaan adalah kesuksesan pekerjanya.

Baca Juga: Kata-kata Inspirasi Sukses dari 3 Wanita Berpengaruh Dunia