Memahami Istilah dan Ketentuan di Dalam Kartu Kredit Syariah

Tingginya penggunaan kartu kredit di Indonesia merupakan salah satu bukti bahwa dunia perbankan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Saat ini, kartu kredit bukanlah sebuah hal yang sulit untuk didapatkan lagi. Hal ini terjadi karena bank memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses produk unggulan mereka tersebut. Secara bisnis, kartu kredit merupakan salah satu jenis produk perbankan yang bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi pihak bank selaku penerbit. Karena ini jugalah alasan mengapa bank selalu berusaha untuk mengembangkan produk kartu kredit itu sendiri. Berbagai fitur dan juga penawaran yang menarik selalu dibuat untuk mendatangkan angka penjualan dari kartu kredit tersebut.

Seolah berbanding lurus dengan keinginan bank untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan kartu kredit, para nasabah juga begitu menikmati segala kemudahan dan juga layanan yang terdapat di dalam benda plastik tipis tersebut. Bahkan ada banyak orang yang seolah tak lagi bisa meninggalkan dan berhenti menggunakan kartu kredit dalam kehidupannya karena terbiasa dengan kenyamanan yang diberikan. Itulah istilah yang mereka gunakan untuk menggambarkannya.

Baca Juga: Fungsi Utama Kartu Kredit dan Cara Bijak Menggunakannya

Kartu Kredit Syariah dan Ketentuannya

Ketentuan Kartu Kredit Syariah

Ketentuan Kartu Kredit Syariah via teropongbisnis.com

 

Bukan hanya bank konvensional saja, namun bank syariah juga melihat perkembangan kartu kredit sebagai hal yang patut untuk dipertimbangkan. Selama beberapa tahun terakhir ini, terdapat beberapa produk kartu kredit syariah yang dikeluarkan oleh bank syariah. Hal ini tentu dilakukan sebagai wujud kepedulian mereka kepada para nasabahnya, di mana bank syariah berusaha untuk memberikan sebuah layanan kartu kredit yang memenuhi kaidah syariah dalam Islam. Bank syariah tidak sekedar mengeluarkan kartu kredit tanpa mempertimbangkannya secara matang, seluruh ketentuan dan juga prinsip yang diterapkan di dalam kartu kredit syariah di ambil berdasarkan fatwa dari badan yang berwenang melakukannya, dalam hal ini dilakukan oleh Lembaga Syariah Nasional.

Kartu kredit syariah atau yang lazim disebut dengan bithaqah al-l’timan adalah adalah kartu kredit yang pada dasarnya berfungsi sebagaimana kartu kredit lainnya serta terikat dengan peraturan yang berlaku dan dijalankan dengan prinsip serta kebijakan yang bersifat syariah. Hal ini diatur dalam ketentuan Umum fatwa Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 54/DSN-MUI/X/2006, tentang kartu kredit syariah.

Sebagimana kartu kredit konvensional, di dalam kartu kredit syariah juga terdapat beberapa jenis kartu yang dibedakan berdasarkan limit/plafon kreditnya, antara lain: kartu hijau, kartu emas, dan juga kartu platinum. Di dalam kartu kredit syariah juga diterapkan sejumlah iuran tahunan yang wajib dibayarkan nasabah sebagai pembayaran atas jasa/layanan yang diberikan oleh bank penerbit kartu kredit syariah. Sebagaimana kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga menggunakan layanan perusahaan kartu kredit MasterCard yang akan menjamin kelancaran dan juga kemudahan pemegang kartu tersebut untuk melakukan berbagai macam transaksi keuangan, baik itu di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Kartu kredit syariah merupakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank syariah atau oleh perusahaan pengelola kartu kredit, di mana kartu tersebut diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi segala persyaratan dan juga ketentuan yang diterapkan oleh bank. Sebagaimana kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan seperti: pembelajaan (baik itu secara online ataupun offline) dan juga penarikan tunai. Namun di dalam kartu kredit syariah terdapat beberapa ketentuan dan juga kebijakan yang diterapkan oleh Badan Syariah Nasional. Hal inilah yang kemudian menjadikan kartu kredit syariah menjadi istimewa karena pada dasarnya sistem syariah dijalankan dengan menggunakan akad.

Akad tersebut tentu saja dimaksudkan untuk mengatur dan juga menjalankan prosedur (sistem) yang diterapkan dalam kartu kredit syariah. Di dalam kartu kredit syariah, bank penerbit kartu kredit tersebut tidak menerima sejumlah bunga dari nasabahnya karena mereka hanya bertindak sebagai penjamin dalam transaksi pembelanjaan yang dilakukan nasabah dengan menggunakan kartu kredit syariah. Atas tindakan tersebut, maka pihak bank penerbit kartu kredit syariah akan menerima sejumlah uang atas jasa penjaminan yang diberikannya. Di dalam kartu kredit syariah, terdapat beberapa akad yang dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kartu kredit tersebut antara lain:

  • Akad Kafalah
    Di dalam akad kafalah, bank yang bertindak selaku penerbit kartu kredit syariah akan menjadi penjamin di dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh seorang nasabah/pemegang kartu, baik itu transaksi pembelanjaan di berbagai merchant ataupun transaksi penarikan tunai yang dilakukan di mesin ATM di luar milik bank penerbit tersebut. Dalam hal ini jelas dikatakan bahwa, bank memberikan jaminan kepada pihak merchant dan juga pihak bank di luar bank penerbit atas semua tindakan (pembelanjaan dan penarikan tunai) yang dilakukan oleh nasabahnya/pemegang kartu syariah. Atas jaminan yang diberikan oleh bank penerbit kartu kredit syariah tersebut, bank akan menerima sejumlah fee dari nasabah/pemegang kartu kredit yang bersangkutan.
  • Akad Qardh
    Akad qardh merupakan tindakan pemberian pinjaman yang dilakukan oleh pihak bank penerbit atas transaksi penarikan tunai yang dilakukan oleh nasabah/pemegang kartu kredit syariah. Hal ini terkait dengan penarikan tunai yang dilakukan oleh nasabah tersebut di mesin ATM milik bank penerbit. Sedangkan jika transaksi penarikan tunai dilakukan di mesin ATM milik bank lain (di luar bank penerbit), maka akad yang digunakan adalah akad kafalah.
  • Akad Ijarah
    Akad ijarah merupakan sejumlah biaya keanggotaan (iuran tahunan) yang dipungut oleh bank penerbit kepada nasabah pengguna kartu kredit syariah. Dalam hal ini, biaya yang diberikan oleh nasabah adalah bentuk pembayaran atas jasa dan layanan yang diberikan oleh bank penerbit tersebut. Hal ini juga lazim disebut sebagai member fee. Kartu kredit syariah menerapkan sejumlah member fee yang bersifat tetap dan juga dijelaskan secara detail sejak awal di dalam aplikasi kartu kredit tersebut.

Baca Juga: Cara Mengatur Cash Flow dengan Kartu Kredit

Istilah yang Terdapat di Dalam Kartu Kredit Syariah

  Istilah-Istilah dalam Kartu Kredit Syariah

 Istilah-Istilah dalam Kartu Kredit Syariah via cermati.com

 

Sebagaimana kita tahu, kartu kredit syariah dijalankan dengan menggunakan prinsip khusus dan hal ini juga membuat kartu kredit ini memiliki aturan serta ketentuan yang berbeda dari kartu kredit konvensional. Meski menggunakan aturan hukum kartu kredit yang berlaku secara umum, namun penggunaan akad di dalam kartu kredit syariah menjadikan kartu kredit ini istimewa. Berikut ini adalah beberapa istilah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional dan digunakan di dalam kartu kredit syariah:

  • Kafalah, ini adalah pihak yang bertindak sebagai penjamin transaksi, dalam hal ini yang dimaksud adalah pihak bank penerbit kartu kredit syariah.
  • Ujrah, ini merupakan sejumlah fee/pendapatan yang diterima atas jasa pemberian jaminan yang dilakukan oleh pihak bank penerbit.
  • Qardh, merupakan pinjaman yang diberikan dalam bentuk tunai melalui mesin ATM kepada pemegang kartu kredit (dana tarik tunai).
  • Ijarah, memiliki arti yang sama dengan iuran tahunan dalam kartu kredit konvensional.
  • Rusum sahb al-nuqud, merupakan biaya tarik tunai yang dikenakan akibat adanya transaksi penarikan tunai di mesin ATM.
  • Merchant fee, ini adalah sejumlah fee yang dibayarkan oleh pihak merchant kepada bank penerbit kartu kredit karena adanya transaksi yang dilakukan oleh nasabah.
  • Ta’widh, ini merupakan sejumlah ganti rugi yang harus dibayarkan oleh nasabah/pemegang kartu terhadap bank penerbit, yakni berupa biaya-biaya yang dikeluarkan oleh penerbit kartu akibat keterlambatan pembayaran tagihan. Denda keterlambatan pembayaran di dalam kartu kredit syariah, seluruhnya akan digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan tidak termasuk ke dalam pendapatan bank penerbit.

Beberapa istilah di atas tentu tidak akan menjelaskan secara detail mengenai kartu kredit syariah, untuk lebih jelasnya akan sangat baik jika kita mendatangi bank secara langsung dan mendapatkan penjelasan tersebut dari mereka.

Tidak Ada Bunga dalam Kartu Kredit Syariah

Pada dasarnya, pola yang diterapkan di dalam kartu kredit syariah hampir sama dengan yang terdapat di dalam kartu kredit konvensional. Hal ini bisa dilihat dari adanya sejumlah biaya di dalam kartu kredit tersebut. Namun penerapan akad di dalam kartu kredit syariah membuatnya sedikit berbeda, terutama karena kartu kredit ini tidak menerapkan sistem bunga di dalamnya.

Baca Juga: Kelebihan Kartu Kredit Syariah & Perhitungan Tagihannya