Membeli Rumah dengan Subsidi dari BPJS Ketenagakerjaan

Bagi semua orang, terutama yang sudah berkeluarga, tentu mengidamkan memiliki tempat tinggal sendiri. Namun dengan harga tanah dan properti yang semakin naik, harapan untuk mempunyai rumah sendiri seakan hanya menjadi angan-angan bagi yang penghasilannya pas-pasan. Membeli lunas atau cash menjadi sangat berat untuk dilakukan karena tiap tahun harga properti terus melambung, sedangkan kalau mengumpulkan uang di tabungan biasa bunganya paling hanya 0,5%-2% per tahun. Ada lagi pilihan untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) yang angsurannya dirasa bisa dijangkau dengan pendapatan yang tidak seberapa. Namun ketika melihat uang muka atau DP (down payment) yang mesti dibayarkan, mungkin Anda akan langsung mundur dan tidak jadi mengkredit rumah idaman.

Sebuah rumah sederhana berukuran 36 meter persegi sanggup memberi kebahagiaan bagi para pekerja, mungkin termasuk juga Anda. Akan tetapi, rumah seukuran demikian saja harganya kini sudah 'setinggi langit', mencapai ratusan juta. Meskipun ada KPR yang bisa dijadikan sebagai alternatif pembayaran, DP-nya yang 30 persen dari harga rumah bisa membuat nyali langsung menciut. Bayangkan saja ketika Anda menemukan rumah sederhana dengan harga sekitar Rp150 juta, DP yang mesti dibayarkan untuk dapat mengkredit hunian tersebut dapat mencapai Rp45 juta. Bagi para pekerja yang gajinya pas-pasan, nominal tersebut tentu memberatkan sebab selain untuk menabung, tentu ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi setiap bulannya.

Kalau Anda merasakan hal serupa, mungkin sudah saatnya kini melirik fasilitas yang disediakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan ketika membeli rumah. Fasilitas yang dimaksud adalah pinjaman ringan untuk pembayaran DP KPR bagi para pekerja yang hendak membeli hunian. Saking ringannya, Anda bahkan bisa merasa tidak perlu membayar DP untuk KPR yang diajukan. Fasilitas tersebut ada dalam program Pemberian Uang Muka Perumahan (PUMP) yang memang ditujukan untuk mempermudah para anggota BPJS guna memiliki rumah melalui jalur KPR. Apabila dibandingkan dengan meminjam uang ke bank guna memenuhi DP dari kredit perumahan yang hendak diajukan, bunga pinjaman PUMP tergolong sangat murah. Menerapkan bunga tiga persen dengan penghitungan secara flat dengan tenor maksimal untuk PUMP selama lima tahun.

Dengan bunga yang sedemikian rendah, program yang satu ini dapat menjadi unggulan bagi Anda yang memerlukan dana untuk melakukan DP hunian. Akan tetapi, yang mesti diperhatikan adalah rumah yang akan diambil haruslah bertipe sederhana dengan luas tidak lebih dari 36 meter persegi. Jika luasnya melebihi ketentuan, Anda harus siap-siap kecewa karena pengajuan PUMP tidak akan diterima. Memanfaatkan program PUMP bukan berarti tanpa syarat. Ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dan penuhi sebelum akhirnya bisa memanfaatkan fasilitas dari BPJS Ketenagakerjaan ini. Berikut adalah hal-hal yang mesti terpenuhi agar PUMP Anda dapat keluar tanpa masalah.

Baca Juga: Serba-Serbi KPR Yang Perlu Diketahui

1. Besarnya Penghasilan

Hitung Penghasilan Bersih Anda

Hitung Penghasilan Bersih Anda via 1mhowto.com

 

Nilai pinjaman yang bisa diperoleh dari PUMP BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa seenaknya ditentukan. Ada batasan-batasan besaran uang pinjaman yang dapat diberikan pihak BPJS untuk program ini. Angkanya bergantung dengan gaji yang diterima tiap bulannya. Ada tiga jenis besaran PUMP yang bisa diperoleh oleh pekerja. Besaran pertama senilai Rp20 juta yang dikhususkan kepada para pekerja dengan gaji tidak melebihi Rp5 juta. Besaran PUMP kedua mencapai Rp35 juta. Angka tersebut dapat diajukan oleh para pekerja yang pendapatannya berkisar Rp5 juta sampai Rp10 juta. Sementara itu, jenis besaran terakhir mencapai Rp50 juta. Pinjaman ini baru bisa diberikan kepada pekerja yang penghasilan per bulannya telah lebih dari nominal Rp10 juta.

Dengan mengetahui besaran dana yang bisa diperoleh dari program PUMP, Anda dapat menyesuaikan harga rumah dan DP maksimal. Sebaiknya Anda tidak memilih rumah dengan DP yang melebihi batas dana pribadi dan PUMP karena itu hanya akan membuat Anda mencari hutang tambahan ke pihak lain. Padahal, masih ada angsuran PUMP dan cicilan KPR untuk dilunasi. Menambah hutang ke tempat lain hanya akan membuat kondisi keuangan semakin tidak sehat.

Yang mesti diingat lagi, jika Anda memilih untuk mengambil KPR bersubsidi yang banderol harganya lebih murah, gaji Anda tidak boleh melebihi Rp4,5 juta. Jika melebihi itu, lebih baik mencari KPR nonsubsidi. Untuk masalah PUMP, para pekerja bisa mengajukannya tanpa memandang KPR yang hendak dibeli bersubsidi atau tidak.

 

2. Persyaratan PUMP

Penuhi Beberapa Syarat yang Diminta

Penuhi Beberapa Syarat yang Diminta via discoverirelandprizes.com

 

Ketika hendak mengajukan pinjaman ke pihak mana pun, pasti ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi. Prinsip ini juga berlaku ketika Anda mencoba mengikuti program PUMP. Meskipun terkesan ribet karena banyaknya persyaratan, Anda tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam program ini sebab status Anda dalam BPJS Ketenagakerjaan adalah anggota. Jika tidak ada masalah krusial, dana PUMP Anda bisa cair dengan cepat.

Berikut berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi ketika mengajukan PUMP. Berbagai rincian syarat ini mesti menjadi bagian yang diperhatikan agar hunian impian bisa segera ditempati.

  • Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan belum memiliki rumah
  • Sudah aktif minimal selama setahun menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan
  • Perusahaan tempat bekerja mau menjadi penanggung jawab pengurusan PUMP dan memberikan rekomendasi untuk pekerja yang bersangkutan kepada BPJS Ketenagakerjaan
  • Upah maksimal Rp4,5 juta bagi pekerja yang ingin mengambil KPR bersubsidi
  • Menyetujui dan menyepakati pembelian rumah yang ditawarkan pengembang, mulai dari lokasi, harga, tipe rumah, besaran DP KPR, suku bunga KPR, hingga tenor atau jangka waktu pinjaman
  • Memiliki Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) dari bank pemberi KPR sebagai bukti lulus seleksi KPR
  • Pembayaran angsuran dilakukan kolektif dari perusahaan yang menjadi penanggung jawab pekerja

 

3. Mekanisme Program

Ikuti Mekanisme Pengajuannya

Ikuti Mekanisme Pengajuannya via wonderfulengineering.com

 

Setelah mengetahui besaran pinjaman yang bisa didapatkan dan segala jenis persyaratan yang dibutuhkan agar dapat mengikuti program PUMP, langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah mengajukan diri dalam program tersebut. Dalam pengajuan tersebut, ada mekanisme yang harus dilalui.

Pertama, pekerja meminta surat rekomendasi kepada perusahaan tempat bekerja untuk dapat memenuhi salah satu syarat yang mesti ada dalam program PUMP. Setelah mendapatkan rekomendasi, Anda bisa langsung melirik KPR yang diincar. Ajukan KPR kepada pihak terkait tersebut untuk pada akhirnya bisa mendapatkan SP3K. Barulah setelah memiliki rekomendasi dari perusahaan dan SP3K dari pemberi KPR, pekerja dapat ke kantor BPJS untuk melakukan permohonan ikut program PUMP. Jangan lupa membawa persyaratan yang dibutuhkan. Setelah mendapat persetujuan PUMP dari pihak BPJS, barulah pekerja kembali ke pemberi KPR untuk masalah pembayaran DP.

Baca Juga: Sudah Siapkah Anda Membeli Rumah?

Kerjasama dengan Bank

Kerjasama BPJS dan BTN

Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN via cermati.com

 

Menyadari betapa pentingnya sebuah hunian untuk para pekerja yang berpenghasilan tidak seberapa, saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah menggabungkan program PUMP ini dengan KPR Bersubsidi FLPP Sejahtera yang digagas pemerintah. Salah satu bank yang bekerja sama langsung dengan program PUMP untuk FLPP Sejahtera adalah Bank Tabungan Negara (BTN).

Kerjasama ini menghasilkan sebuah program unggulan yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Selain dimudahkan dengan bunga PUMP yang dihitung secara flat selama tiga tahun, suku bunga KPR BTN Sejahtera FLPP pun sangat kompetitif, yaitu bunga tetap sebesar enam persen. Jadi, dari awal sampai akhir pinjaman, angsuran yang ditetapkan besarannya tidak akan berubah. Jangka waktu pinjaman sendiri tidak lebih dari 15 tahun.

Untuk dapat mengajukan KPR Bersubsidi FLPP Sejahtera dari BTN, ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi. Berikut adalah berbagai syarat tersebut.

  • Minimal usia pengaju kredit adalah 21 tahun
  • Sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal selama setahun
  • Usia maksimal pengaju kredit hingga batas pelunasan KPR tidak lebih dari 65 tahun
  • Belum pernah mendapat fasilitas pinjaman dari BPJS Ketenagakerjaan
  • Memenuhi ketentuan KPR Bersubsidi FLPP Sejahtera dari BTN
  • Pelaksanaan akad PUMP dilakukan bersamaan dengan KPR di BTN
  • Menyertakan kelengkapan dokumen asli rekomendasi PUMP dari BPJS Ketenagakerjaan dan fotokopi kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Sangat Membantu

Kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BTN ini membuat Anda tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya DP KPR yang angkanya mencapai puluhan juta rupiah. Banyak yang menyebutkan bahwa Anda bisa DP KPR dengan gratis. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Dalam membeli rumah dengan subsidi BPJS Ketenagakerjaan, Anda tidak perlu secara aktif membayar cicilan DP langsung kepada pihak pemberi KPR, karena BPJS Ketenagakerjaan dengan otomatis akan memotong uang tabungan Anda tiap bulan yang diperoleh dari PUMP.

Baca Juga: Konsekuensi Berbohong pada Bank Saat Pengajuan KPR

Ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah? Temukan produk Kredit Pemilikan Rumah Terbaik di Indonesia hanya di cermati.com