Membuat Kartu Kredit: Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Mencari pihak penerbit pada masa kini tidaklah sulit. Hampir tiap bank menyediakan lini khusus yang dapat menerbitkan kartu kredit. Setiap bank pula menawarkan berbagai promosi dan iming-iming menarik agar semakin banyak orang yang membuka kartu kredit di tempatnya. Hal ini tidaklah salah dan sah-sah saja sebab merupakan bagian dari strategi pemasaran. Namun, berbagai kemudahan yang ditawarkan pihak penerbit kartu kredit sering kali membuat Anda pusing harus memilih bank mana untu membuka kartu kredit. Tawaran-tawaran yang diberikan tiap bank memiliki kelebihannya masing-masing dan terkesan semua menyediakan yang terbaik. Andalah yang harus selektif dan kritis menanggapi berbagai promosi tersebut supaya bisa memperoleh kartu kredit terbaik.

Meskipun tawaran-tawaran yang diberikan pihak penerbit begitu menggiurkan, Anda harus tetap bertanya mengenai hal-hal krusial mengenai kartu kredit yang hendak Anda ajukan. Apalagi bagi Anda yang belum pernah memiliki kartu kredit, bertanya dengan sedetail mungkin kepada pihak bank dapat menjadi jawaban guna mencari kartu kredit yang sesuai dengan keinginan Anda.

Pada intinya, Anda tidak boleh terburu-buru mengajukan kartu kredit di suatu bank. Abaikan dulu segala iming-iming yang diberikan dan bertanyalah mengenai berbagai hal dibutuhkan. Ini guna mencegah kesalahpahaman ataupun masalah pada kemudian hari dalam kepemilikan kartu kredit tersebut. Sayangnya, tidak semua paham mengenai komponen penting yang perlu ditanyakan dalam mencari pilihan kartu kredit terbaik untuk Anda. Kebanyakan orang biasanya hanya memperhatikan kemudahan-kemudahan yang bisa diperoleh dari pengajuan aplikasinya, namun lupa hal pokok mengenai biaya dan beban apa saja yang mungkin dilimpahkan kepada mereka. Hasilnya, sebagian orang merasa kaget ketika mendapati tagihan kartu kreditnya yang melebihi bayangan sebab sudah diakumulasikan dengan biaya-biaya tambahan.

Guna mencegah hal tersebut terjadi dan agar Anda benar-benar mendapatkan kartu kredit yang terbaik dari banyak pilihan, komponen-komponen penting di bawah ini perlu Anda tanyakan secara mendetail kepada pihak bank. Jangan sampai dengan tidak bertanya, Anda menjadi sesat di jalan saat menggunakan kartu kredit.

Baca Juga : Manfaat Kartu Kredit Dan Bagaimana Cara Memaksimalkannya?

Berikut cara memilih kartu kredit terbaik untuk Anda :  

1. Biaya Tahunan

Biaya Tahunan

Biaya Tahunan via cache-blog.credit.com

 

Para agen sering kali menarik perhatian calon kreditur dengan iming-iming bebas annual fee atau biaya tahunan. Cara ini cukup hebat karena banyak orang berpikir pihak penerbit sangat dermawan dengan tidak memberikan beban lebih kepada para pemilik kartu kredit. Tanpa mereka sadari, gratisnya biaya tahunan tersebut juga punya jangka waktu. Rata-rata bank memberikan satu tahun masa bebas annual fee bagi setiap orang yang mengajukan aplikasi kartu kredit. Setelah waktu itu berlalu, barulah pemilik kartu kredit akan dibebankan dengan biaya tahunan yang nilainya berbeda-beda tiap bank.

Yang harus Anda tanyakan kepada pihak penerbit kartu kredit mengenai biaya tahunan ini adalah mengenai seberapa lama promosi gratis biaya tahunan yang diberikan. Meskipun rata-rata bank menerapkan masa bebas bayar selama setahun, ada pula bank yang memberika waktu gratis lebih panjang.

Selain itu, Anda juga tidak boleh lupa menanyakan jumlah biaya tahunan yang mesti dibayarkan setelah masa promosi itu habis. Anda harus memiliki patokan sebelumnya mengenai biaya-biaya tahunan tersebut. Pembeda biaya tahunan yang Anda bayarkan kelak biasanya tergantung dua hal, yaitu bank dan jenis kartu kredit yang Anda pilih.

Untuk di Indonesia, biaya tahunan ini memiliki rentangnya sendiri berdasarkan jenis kartu kreditnya. Berikut ini adalah penghitungan rata-rata iuran biaya tahunan yang dibebankan kepada pemilik kartu kredit.

Jenis Kartu

Rata-rata Biaya Tahunan

Kartu Kredit Silver

Rp75.000—Rp200.000,-

Kartu Kredit Gold

Rp300.000—Rp400.000,-

Kartu Kredit Platinum

Rp500.000—Rp1.000.000,-

Kartu Kredit Black

Rp1.500.000—Rp3.500.000,-

Biaya iuran tahunan ini tidak tergolong kecil. Jika Anda tidak mengetahuinya sedari awal pengajuan aplikasi kartu kredit, Anda dapat terkaget-kaget saat masa promosi gratis biaya tahunan habis dan biaya tersebut mulai dibebankan kepada Anda. Banyak orang mengajukan protes dan klaim akan hal ini. Namun pada akhirnya, mereka hanya mendapat malu dan mesti tetap membayar biaya tahunan sebab telah Anda di perjanjian awal pengajuan aplikasi kartu kredit. Dengan bertanya, Anda akan siap saat isi tagihan ada tiba-tiba bertambah dengan adanya biaya tahunan yang mulai diterapkan.

2. Minimum Pembayaran Tagihan dan Konsekuensinya

  Minimun Penagihan Dan Resiko

Minimum Pembayaran Tagihan via cache-blog.credit.com

 

Salah satu kemudahan yang diberikan kartu kredit adalah Anda tidak mesti membayar penuh untuk tagihan yang datang tiap bulan. Jika sudah mengalami kondisi keuangan yang tidak terlalu baik, Anda dapat melakukan pembayaran minimum sebelum tenggat pembayaran yang diberikan. Hal ini sudah bisa mengamankan Anda untuk satu bulan ke depan karena tagihan bulan tersebut dianggap beres.

Mengenai masalah pembayaran minimum, Anda harus terang-terangan menanyakannya kepada pihak bank. Meskipun hampir tiap bank memiliki batas minimum pembayaran, Anda harus memastikannya ulang agar tidak bermasalah ketiga tagihan muncul dan Anda ingin membayar biaya minimum saja. Pada umumnya, batas minimum pembayaran kartu kredit adalah 10 persen dari nilai tagihan yang tercantum. Meskipun bisa membayar minimum, ada baiknya kebiasaan ini tidak ada lakukan setiap tagihan  datang. Menyisakan tagihan untuk diakumulasikan bulan depan akan membuat tagihan tersebut semakin berbunga.

Masalah bunga sisa tagihan ini juga perlu Anda perjelas kepada pihak penerbit kartu kredit. Tidak semua orang mengerti cara menghitung bunga sisa tagihan secara benar. Biasanya, kebanyakan orang hanya berpikir bahwa sisa tagihan tersebutlah yang akan dibungakan. Padahal dalam praktiknya, yang dibebankan kepada Anda adalah bunga dari nilai total item tagihan yang belum terbayar. Inilah yang disebut sebagai roll over interest charge. Sebagai contoh, Anda membeli sebuah sepatu olahraga dengan harga Rp 900.000. Anda melakukan pembayaran Rp600.000 untuk transaksi tersebut yang tertuang dalam tagihan dan menyisakan tagihan senilai Rp300.000,- untuk dibebankan ke bulan berikutnya.

Bunga yang diberlakukan kepada Anda bukanlah senilai nominal tersebut. Bunga diberikan kepada nilai total item yang belum lunas, yakni Rp900.000-. Cara hitung inilah yang membuat tagihan Anda pada berikutnya terasa lebih besar daripada bayangan Anda. Karena itu, pembayaran minimum memang dapat dilakukan, namun jangan setiap bulan. Anda tidak boleh membiarkan utang Anda semakin membengkak karena roll over interest charge yang kian bertambah dan menumpuk. Jalan pembayaran yang terbaik adalah melunasi semua tagihan tiap bulannya.

3. Biaya Keterlambatan

Biaya Keterlambatan

 

Biaya Keterlambatan via budgetlexicon.files.wordpress.com

 

Masalah yang satu ini memang terdengar klise, namun mengabaikannya bisa saja membuat Anda menjadi tidak enak hati ke depannya. Bank Indonesia (BI) sebenarnya telah menetapkan aturan mengenai biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit dalam Surat Edaran BI Nomor 14/17/DASP. Namun, ada saja beberapa pihak penerbit nakal yang melanggar ketentuan tersebut.  Oleh sebab itulah, Anda harus menanyakan biaya yang mungkin muncul saat Anda terlambat membayar tagihan.  Bandingkan jawaban bank penerbit dengan Surat Edaran BI Nomor 14/17/DASP yang menyebukan, biaya keterlambatan maksimal 3 persen dari total tagihan dan tidak boleh lebih nilainya dari Rp150.000.

Jadi apabila 3 pesen dari total tagihan melebihi nominal Rp150.000, Anda cukup membayar biaya keterlambatan sebesar Rp150.000. Namun jika tagihan Anda sudah mencapai kategori kredit macet, Anda tidak perlu lagi membayar biaya keterlambat. Sebab dalam aturan tersebut dikatakan, beban kredit macet bukanlah pada pemilik kartu kredit lagi. Hanya saja, kartu kredit Anda akan dinonaktifkan secara permanen. Jika pihak penerbit kartu kredit menerapkan biaya keterlambatan dengan persentase yang lebih tinggi dari ketentuan, Anda dapat melapor ke otoritas yang berwenang. Dari situ, Anda juga dapat memutuskan untuk tidak mengajukan aplikasi kartu kredit di bank tersebut.

4. Biaya Tarik Tunai

Biaya tarik tunai

 Biaya tarik tunai via blogcdn.com

 

Pada masa sekarang, kartu kredit juga sering difungsikan sebagai penyedia dana tunai bagi pemiliknya. Keunggulan ini memang sudah ada di banyak kartu kredit. Anda bisa melakukan tarik tunai uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari kartu kredit.

Keunggulan ini pula yang kerap digaungkan oleh para agen kartu kredit guna menarik minat banyak orang. Akan tetapi, Anda tidak boleh terlena dengan kemudahan ini sebab ada biaya di balik penarikan tunai tersebut. Hal inilah yang harus Anda tanyakan kepada bank yang menerbitkan kartu kredit, yakni mengenai besaran biaya yang mungkin timbul saat Anda menarik tunai di ATM.

Rata-rata bank memberikan biaya 4 persen dari nominal penarikan tunai yang diambil melalui ATM. Jadi saat Anda mengambil uang senilai Rp500.000,- di ATM dari kartu kredit Anda, biaya yang mungkin dibebankan dari transaksi tersebut sebesar Rp20.000,-. Namun untuk lebih memastikannya, Anda harus menanyakan hal ini langsung kepada bank penerbit kartu kredit. Karena bisa saja, bank tersebut menerapkan aturan yang berbeda. Tanyakan pula mengenai batas penarikan dan batas biaya tarik tunai yang dibebankan kepada pemilik kartu kredit. Kedua batasan tersebut biasanya dihitung berdasarkan limit kartu yang Anda punyai.

5. Transaksi di Luar Negeri

Transaksi luar negeri

Transaksi Luar Negeri via blogcdn.com

 

Akses kartu kredit yang dapat dipakai di mana saja, bahkan hingga ke luar negeri, menjadi nilai tambah kartu kredit tersebut. Namun, tidak semua kartu kredit dapat dipergunakan di luar negeri. Semakin bonafit bank penerbit yang Anda pilih, biasanya akses daerah tempat kartu kredit tersebut bisa dipergunakan akan semakin luas. Kartu kredit dapat mempermudah Anda melakukan transaksi di luar negeri tanpa harus menukar uang tunai dengan mata uang yang terpakai di sana. Karena itu, hal ini juga penting ditanyakan kepada pihak bank agar jika suatu hari Anda pergi ke luar negeri, transaksi Anda menggunakan kartu kredit tidak terkendala dan menimbulkan rasa kecewa.

Hal yang perlu Anda tanyakan mengenai transaksi di luar negeri dengan kartu kredit adalah negara mana saja yang dapat menerima transaksi tersebut dan biaya yang mungkin dibebankan kepada pemilik kartu kredit saat bertransaksi di luar negeri. Tiap bank punya aturan berbeda mengenai biaya transaksi tersebut. Namun, rata-rata menetapkan persentase 1-3 persen dari nominal transaksi yang dilakukan.

Biaya yang sama pula dikenakan tidak hanya saat Anda bertransaksi di luar negeri, melainkan juga ketika melakukan pembayaran dengan kurs mata uang yang berbeda. Contohnya ketika Anda membayar belanjaan Anda yang dibeli dari eBay.com. Persentasenya biayanya sama dengan biaya saat Anda melakukan transaksi langsung di luar negeri.

6. Limit Kartu Kredit

  Limit kartu kredit

Limit Kartu Kredit via c2.staticflickr.com

 

Kartu kredit bukanlah barang ajaib yang bisa Anda pakai untuk membayar berbagai transaksi dengan nilai nominal yang tidak terbatas. Setiap kartu kredit memiliki limit yang disesuaikan dengan berbagai faktor dari diri pemiliknya, mulai gaji, rumah, hingga jenis utang yang lain. Inilah yang perlu diketahui oleh Anda saat mengajukan aplikasi kartu kredit kepada pihak bank.

Tanyakan berapa limit dari kartu kredit yang bisa Anda dapatkan. Dengan mengetahuinya, Anda dapat membuat perencanaan penggunaan kartu dan tidak sembarangan melakukan transaksi yang tidak terlalu penting. Hal yang tidak diharapkan adalah ketika ada sesuatu mendesak, namun limit kartu kredit Anda tidak mencukupi. Saat itu terjadi, Anda memang masih bisa melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit. Namun, karena telah melebihi limit atau batas uang yang bisa digunakan, kartu kredit Anda akan dikategorikan overlimit. Kondisi ini akan membebankan biaya tambahan dalam total tagihan yang nantinya mesti Anda bayar.

Jika lebih sering mengalami overlimit, lebih baik ada penambahan limit pada kartu kredit Anda. Masalah ini dapat Anda tanyakan pada awal pengajuan aplikasi, yakni bagaimana caranya menambahkan limit kartu kredit agar tidak terkena overlimit terus-menerus.

7. Saat Kartu Kredit Hilang

Kartu Kredit Hilang

Kartu Kredit Hilang via d2z178pveyogmv.cloudfront.net

 

Perkara ini bisa hadir bagi siapa saja tanpa terduga. Memang tidak ada yang menginginkan kartu kreditnya hilang, namun bisa saja karena terjatuh ataupun diambil orang yang tidak bertanggung jawab, Anda mau tidak mau harus mengurus masalah hilangnya kartu kredit tersebut. Seperti peribahasa yang mengatakan sedia payung sebelum hujan, ada baiknya mengetahui cara pengurusan kartu kredit yang hilang sejak awal Anda mengajukan aplikasi kartu itu.

Anda dapat bertanya kepada pihak bank mengenai langkah-langkah yang mesti dilakukan saat kartu kredit Anda hilang. Tentu hal pertama yang mesti Anda lakukan adalah melakukan pemblokiran. Ini guna mencegah adanya pihak bertanggung jawab yang memakai kartu kredit tersebut dengan seenaknya. Aturan umumnya, selama Anda belum melakukan pemblokiran, semua transaksi yang timbul dari kartu kredit yang hilang tetap dibebankan kepada pemilik. Karena itu, semakin cepat Anda melakukan blokir, semakin terbatas pula kemungkinan penyalahgunaan dari kartu kredit yang hilang tersebut.

Pastinya setelah memblokiran, Anda membutuhkan kartu baru. Anda dapat menanyakan sedari awal kepada bank mengenai segala syarat yang dibutuhkan saat hendak mengganti kartu kredit yang hilang dengan yang baru. Dengan demikian, jika kondisi tersebut menimpa Anda pada suatu waktu, Anda tidak perlu cemas dan bisa bertindak cepat.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Kartu Kredit Bagi Pemula

Pastikan Anda Benar-Benar Membutuhkannya 

Terburu-buru mengajukan aplikasi kartu kredit karena tergiur promosi dari agen atau bank tertentu hanya akan membuat Anda tidak mengerti banyak hal. Pahamilah segala masalah yang mungkin timbul dari kepemilikan kartu kredit Anda. Untuk mengerti hal tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengenai komponen penting menjadi krusial sehingga Anda dapat memilih kartu kredit yang paling tepat dan sesuai keinginan

Baca Juga : Enam Alasan Kenapa Gunakan Kartu Kredit Menguntungkan