Mengaplikasikan Sistem Demokrasi dalam Sistem Keuangan Keluarga

edukasi keuangan keluarga

Momen pemilihan umum calon presiden dan anggota dewan baru saja selesai digelar. Setelah berbulan-bulan masa kampanye dilakukan, seluruh rakyat Indonesia tengah menunggu hasil pemilu tentang siapa yang layak menjadi pemimpin tanah air selama 5 tahun ke depan.

Setelah merayakan momen demokrasi tersebut, ada beberapa hal yang bisa dicontoh dari praktek sistem pemerintahan tersebut dalam kehidupan Anda. Salah satunya adalah dengan mengamalkan ciri demokrasi dalam cara pengelolaan keuangan keluarga Anda.  

Meski terdengar mengganjal, mengaplikasikan sistem demokrasi dalam sistem keuangan keluarga bisa menghasilkan hal yang positif. Karena seluruh anggota dapat menjadi ‘alat penggerak’ dalam menjaga kondisi keuangan, pencarian jalan keluar saat ada masalah tentu menjadi lebih mudah dilakukan.

Risiko terjadi perdebatan juga lebih jarang terjadi karena masing-masing anggota memiliki tugasnya sendiri. Agar memahaminya lebih jelas, simak 3 pengaplikasian sistem demokrasi dalam keuangan keluarga oleh cermati.com berikut ini:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Hak serta Kewajiban yang Berimbang

Agar saling menjaga kondisi keuangan keluarga, Anda bersama pasangan hendaknya memiliki porsi tanggung jawab yang sama. Atur hak serta kewajiban Anda bersama pasangan agar berimbang dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran maupun kebutuhan tabungan keluarga.

Memiliki peran yang setara dalam pengambilan keputusan keuangan juga dapat berimbas pada hasil yang tidak memberatkan salah satu pihak. Dengan begitu, risiko munculnya perdebatan saat keputusan yang diambil dirasa kurang tepat bisa menjadi lebih kecil. 

Penyelesaian masalah keuangan yang juga dipikirkan bersama akan membuat beban pikiran menjadi lebih ringan. Saat saling bertukar pikiran dalam mencari solusi keuangan, mencari kebutuhan yang bisa dihilangkan dari masing-masing pihak juga akan menjadi lebih jelas terlihat sehingga pengeluaran dapat terminimalisir dengan segera. 

Namun, pastikan bahwa Anda dan pasangan dapat menghargai kebutuhan-kebutuhan apa saja yang tidak dapat dihilangkan. Bisa jadi kebutuhan yang Anda pikir tidak penting malah berarti banyak bagi pasangan Anda. Jadi, usahakan untuk bisa mengerti kebutuhan pasangan dan tidak memaksakan kehendak.

Bila perlu, membuat rekening keuangan keluarga bisa Anda usulkan. Tujuannya tentu agar seluruh pemasukan dan pengeluaran Anda bersama pasangan dapat terkontrol dengan baik dan dapat diketahui oleh semua pihak. Dengan begitu, cara pengawasan kondisi keuangan keluarga menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Tips Mengatasi Masalah Finansial Sebelum Menikah

 

2. Kebebasan Berpendapat

Menjaga kondisi keuangan bersama agar tetap terkontrol tentu membutuhkan kerjasama yang baik antara Anda dan pasangan. Pengelolaan arus finansial tentu juga akan menjadi lebih mudah saat Anda dan pasangan dapat dengan bebas berpendapat tentang keperluan apa saja yang harus dipenuhi maupun yang tidak.

Dengan begitu, menekan jumlah pengeluaran keluarga bukan tak mungkin Anda lakukan. Selain itu, kemungkinan untuk membeli produk yang kurang diperlukan juga lebih jarang terjadi.

Apabila telah memiliki anak di usia yang cukup dewasa, ada baiknya Anda dan pasangan meminta pendapat mereka saat akan membeli kebutuhan yang dipakai bersama dan sifatnya tidak terlalu krusial. Sebagai contoh, saat akan membeli mobil pribadi, diskusikan dengan seluruh anggota keluarga mengenai jenis mobil yang diinginkan. 

Pastikan juga untuk menyurvei harga kendaraan terlebih dahulu dan memberikan infromasi mengenai budget yang tersedia. Dengan begitu, pemilihan jenis mobil akan menjadi lebih mudah dan dapat memuaskan semua pihak.

Memberikan kesempatan pada anak Anda dalam mengemukakan pendapat juga dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan diri mereka. Mereka pun juga akan merasa lebih dihargai dan dapat belajar mengenai kondisi keuangan keluarga.

3. Sistem Pengelolaan Keuangan yang Lebih Terbuka

Dengan mengaplikasikan sistem demokrasi dalam pengelolaan keuangan keluarga, Anda tentu dapat membuat kondisi keuangan menjadi transparan. Saat Anda dan juga pasangan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kondisi keuangan, semua pengeluaran dan pemasukan yang didapat bisa diketahui oleh kedua belah pihak.

Agar sistem keuangan yang transparan dapat terwujud, Anda dan pasangan harus bisa bersikap jujur dan terbuka satu sama lain. Tak hanya soal pengeluaran, hal-hal seperti mengajukan kredit atau berbelanja, pendapatan tambahan seperti kenaikan gaji maupun bonus juga harus diberitahukan kepada pasangan.

Memiliki kondisi keuangan yang terbuka juga dapat memudahkan Anda untuk mengetahui jika ada masalah finansial yang tengah dihadapi pasangan. Dengan begitu, pencarian jalan keluar untuk masalah tersebut dapat selesai dengan lebih cepat dan tepat karena dilakukan secara bersama-sama.

Jika dilakukan, hal tersebut tentu dapat menstabilkan kondisi keuangan serta hubungan keluarga Anda. Jadi, terbuka mengenai kondisi finansial keluarga tentunya dapat membuat penyelesaian masalah keuangan dari kedua belah pihak menjadi lebih mudah terselesaikan dengan cermat.

Baca Juga: 7 Resolusi Keuangan untuk Rumah Tangga di Tahun Baru

 

Ikut Sertakan Seluruh Anggota Keluarga dalam Mengatur Keuangan

Mengaplikasikan sistem demokrasi dalam sistem keuangan keluarga dapat memberikan banyak keuntungan. Dengan mengikutsertakan seluruh anggota keluarga, kondisi keuangan akan menjadi lebih terbuka dan lebih mudah untuk dijaga.

Saat semua pihak mengetahui kondisi keuangan, risiko untuk menuntut kebutuhan yang melampaui kemampuan tentu akan menjadi lebih minim. Memberikan porsi yang cukup pada anak dalam ikut memberikan pendapat saat membuat keputusan keuangan juga dapat memberikan mereka pemahaman perihal kondisi keuangan serta kemampuan dalam mengatur finansial dengan lebih bijaksana.

Baca Juga: Inilah Alasan Perlunya Melaksanakan Financial Check Up