Mengelola Kebutuhan dan Keinginan, Terdengar Mudah Tapi Sulit

Ada dua hal berbeda dalam menjalani kehidupan yang sering tidak bisa dibedakan, terutama saat berbelanja. Apa itu? Kebutuhan dan keinginan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kita akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan kita secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Memang, kebutuhan dan keinginan seseorang itu pada dasarnya bisa berbeda-beda sesuai dengan profesi dan situasi. Sebagai contoh, seorang pelajar mau memiliki produk laptop terbaru buatan Apple hanya untuk membuatnya terlihat keren. Itu bisa kita sebut sebagai keinginan, karena pada dasarnya manfaatnya tidak terlalu banyak bagi dia. Namun, ketika produk yang sama itu dibeli oleh para programmer, desainer, disc jockey, dan profesi lain yang membutuhkan produk laptop berkempuan mumpuni, tentu itu bisa disebut sebagai kebutuhan.

Keinginan dan Kebutuhan

Apa Sih Sebenarnya Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Itu?

Secara bahasa, kebutuhan adalah segala hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Barang yang termasuk dalam kelompok kebutuhan juga memberikan aspek psikologis yang menjadi dasar atau alasan makhluk hidup dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. Sebab, pada dasarnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.

Apa saja barang yang masuk dalam kelompok kebutuhan? Mungkin kamu pernah mendengar istilah “sandang, pangan, dan papan” atau pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Apa hanya itu saja? Tidak, masih banyak lagi, seperti kesehatan, pendidikan, pendapatan, dan lainnya yang bisa mempengaruhi kehidupan kita.

Bertolak belakang dengan kebutuhan, keinginan adalah segala hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi tidak mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Keinginan sebenarnya juga harus dipenuhi, agar manusia merasa lebih puas guna meningkatkan kesejahteraan. Tapi kalaupun tidak terpenuhi, maka kesejahteraan manusia tersebut tidak akan berkurang dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidupnya.

Apa saja produk yang termasuk dalam keinginan? Banyak sekali! Bahkan pakaian pun bisa berubah menjadi produk yang termasuk keinginan. Hal ini disebabkan karena tujuan pembeliannya hanya untuk memenuhi hasrat akan kesukaannya pada produk itu, bukan karena dia sudah tidak punya baju lagi atau butuh.

Baca Juga: 6 Anggaran Keperluan Rumah Tangga Yang Perlu Dihemat

Bagaimana Cara Mengelola Kebutuhan dan Keinginan?

Ada beberapa cara yang mesti dilakukan untuk membantu mengelola kebutuhan dan keinginan. Apa saja? Ini dia ulasannya.

1. Jangan Lihat Produk Dari Brand atau Merek Saja

Belanja Brand Mahal

Tadi sudah disebutkan kalau pakaian yang sebenarnya termasuk barang yang dibutuhkan bisa berubah menjadi diinginkan. Salah satu penyebabnya adalah karena dalam hal berpakaian, kamu termasuk impulsive shopper atau pengejar brand ternama. Mulailah mengubah kebiasaan tersebut, awali kebiasaan baru yang bisa menyelamatkan finansial kamu dengan berpikir bahwa merek bukanlah segalanya. Ubah dengan anggapan bahwa kita bukanlah apa yang kita kenakan, tetapi lebih kepada bagaimana cara mengenakannya. Pakaian bekas pun bisa terlihat indah kalau dipakai dengan benar dan kamu pede mengenakannya.

2. Jangan Terlalu Sering Nongkrong di Kafe dan Sejenisnya

Nongkrong Di Kafe

Dalam hal ini, cobalah kurangi rasa penasaran kamu pada sebuah menu baru yang ditawarkan banyak tempat makan. Memang, mungkin saja rasa makanan itu enak, namun bagaimana akibat hal itu hidupmu yang menjadi tidak enak? Karena itu, cobalah mengurangi waktu nongkrong dalam aktivitas sehari-hari seperti makan atau minum di restoran atau kafe. Tak hanya saat libur saja, tetapi juga setiap hari. Bawa bekal ke tempat kerja atau sekolah untuk menghemat pengeluaran.

Baca Juga: 8 Cara Menghemat Paket Internet

3. Jangan Terlalu Sering Cuci Mata di Mal

Mall

Salah satu tempat yang mesti dihindari ketika mencoba berhemat adalah mal. Karena di sana adalah tempat berkumpulnya brand-brand ternama menjajakan produknya. Berbagai macam barang keren dan lucu berharga mahal yang bisa memancing kita berbelanja tanpa rencana tersedia di sana. Karena itu, hindarilah pusat belanja seperti ini, atau setidaknya kurangi frekuensi mendatanginya.

4. Buat Agenda Rutin Setiap Minggu

Agenda Rutin

Salah satu cara kita menghindari kunjungan ke tempat-tempat yang tidak perlu seperti mal atau kafe adalah dengan membuat jadwal kegiatan rutin. Nantinya, hal ini tidak hanya akan membantu kita menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu dan target, tapi juga mengontrol apa yang dibutuhkan setiap harinya. Bahkan termasuk untuk mengontrol pengeluaran setiap hari yang lebih mengacu pada kebutuhan, dan bukan keinginan.

Baca Juga: 4 Aplikasi Transportasi Publik Yang Menghemat Uang dan Waktu

Cintai Hidup Kamu, Penuhi Kebutuhan Lebih Dulu

Bagi kamu yang terbiasa untuk menghabiskan uang dengan cara belanja, makan, minum, dan sebagainya. Cobalah untuk mulai belajar membedakan kebutuhan dan keinginan. Memang, tidak mudah memulai sesuatu yang tadinya tidak dipikirkan. Namun, kalau tidak dicoba, bagaimana bisa tahu. Karena itu, yuk mulai mengelola kebutuhan dan keinginan kamu dengan lebih bijak lagi.