Mengenal Asuransi Pertanian, Manfaat dan Mekanisme yang Wajib Diketahui

Bekerja dengan hal yang bersangkutan dengan alam sudah menjadi kultur dan karaktersitik awal dari masyarakat Indonesia. Pekerjaan yang bersangkutan dengan alam ini adalah petani. Petani yang memiliki sebidang lahan akan menghadapi ancaman risiko kerugian besar jika alam tidak mendukung.

Banyak kejadian seperti musim hujan, banjir, tanah longsor, bahkan hingga datangnya hama yang tidak terduga sehingga menyebabkan pertanian gagal total. Petani modern harus memahami dan bisa mengantisipasi ancaman risiko pertanian di era sekarang tersebut.

Jika gangguan tak terduga (force major) tersebut terjadi, seringkali petani mengambil jalan pintas dengan mendatangi tengkulak untuk meminjam uang guna membangun kembali pertanian yang gagal. Setelah hasil pertanian keluar, maka tengkulak akan membeli hasil pertanian dengan harga yang sangat rendah sebagai ganti bayar petani yang sudah meminjam uang.

Manfaat Asuransi untuk Petani 

manfaat asuransi untuk petani

Manfaat Asuransi untuk Petani via shutterstock.com

 

Mengatasi hal ini maka pemerintah Indonesia membuat sebuah perlindungan bagi para petani agar dapat bercocok tanam tanpa harus meminjam tengkulak lagi yang sebetulnya justru merugikan para petani. Peraturan yang dibuat adalah Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 40/Permentan/SR.230/7/201 yang menjadi dasar untuk melaksanakan Asuransi Pertanian. Asuransi Pertanian sendiri memiliki beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan. Fasilitas tersebut ialah :

1. Mudahnya Mendaftar Menjadi Member Asuransi

Petani bisa mendaftar dengan sangat mudah untuk mendapatkan asuransi pertanian ini. Petani dapat memulainya melalui berbagai pendataan yang akan dilakukan oleh Dinas Kabupaten atau kota. Setelah data sudah disimpan dalam database Pemerintah Kabupaten maka akan dilanjutkan ke Pemerintah Provinsi yang akan dikirim kepada Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jendral.

Setelah berbagai proses diatas sudah selesai dan disetujui maka petani dapat mengisi formulir pendaftaran sebagai calon pengguna asuransi. Tenang saja jika takut dalam mengalami kesulitan dalam pengisian karena petani akan di dampingi oleh petugas dari Dinas Kabupaten/Kota. Data yang sudah tersedia akan diverifikasi oleh berbagai tingkatan dalam pemerintah mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat.

2. Mudahnya Akses Terhadap Perusahaan Asuransi

Jika data sudah tersedia dan sudah diverifikasi oleh pemerintah maka petani dapat memulainya dengan melakukan pertemuan dengan perusahaan asuransi. Mulai dari pertemuan ini petani sudah mulai memiliki keterikatan dengan perusahaan asuransi.

Tidak perlu khawatir, sebagai petani semua data akan aman dan dilindungi oleh perusahaan asuransi dan pemerintah. Semua data yang Anda miliki akan aman dan dilindungi. Pendataan juga dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) yang dimulai secara bertahap dari usulan Bupati hingga nantinya akan disampaikan kepada Menteri oleh Gubernur.

3. Sosialisasi Mengenai Program Asuransi Pertanian

Sosialisasi ini memiliki beberapa tahap yang akan dilewati seperti  melalui permohonan menjadi calon member asuransi pertanian kemudian akan dilanjutkan dengan penentuan dan pemilihan berbagai risiko asuransi beserta pembayaran preminya. Penerbitan polis asuransi  akan dilakukan setelah pendaftaran dan pembayaran premi diterima pihak asuransi dari petani. Semua tahap selesai dan pengajuan klaim dapat dilakukan petani setelah petani melaporkan kerusakan beserta kerugiannya dan mendapatkan persetujuan dari pihak asuransi.

4. Bantuan Pembayaran Premi

Layaknya seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, dalam asuransi pertanian pembayaran premi juga dapat dilakukan secara individu atau berkelompok.Dalam pembayaran premi ini akan melibatkan Direktorat Jendral, Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota. Kini sebagai petani Anda dapat tenang karena peraturan yang sudah disahkan oleh pemerintah ini akan memberikan kemudahan bagi petani jika mengalami suatu kerugian akibat kejadian alam.

Baca Juga : Memahami Premi Asuransi dan Cara Memilih Sesuai Kebutuhan

Sedangkan skema  membayar asuransi ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

Skema Premi Swadaya

1. Mandiri

Jika petani memilih pembayaran asuransi melalui tipe ini, maka petani harus membayar iuran penuh dan tidak dibantu oleh pihak lain. Karena tipe ini dilakukan secara mandiri tentu segala pembayaran juga dilakukan secara pribadi.

2. Kemitraan

Berbeda dengan tipe di atas, pada tipe ini petani tidak membayar penuh sendirian. Namun pada tipe ini petani akan dibantu perusahaan kemitraan. Jika memilih tipe ini maka pembayaran akan dilakukan sesuai dengan perjanjian yang sudah di tentukan dan disepakati oleh kedua belah pihak.

3. Kredit

Tipe ini akan disesuaikan dengan jumlah kredit yang dilakukan oleh petani. Sehingga petani hanya akan membayar sesuai jumlah kreditnya saja.

Baca Juga : Mengenal Jenis Asuransi Berdasarkan Aspek Dasarnya

Skema Premi dengan Subsidi Dana dari APBN

Pembayaran premi melalui tipe ini memiliki berbagai kesulitan yang lebih tinggi dibanding yang lainnya karena pada tipe ini petani harus melalui berbagai rangkaian aturan yang ada. Pada pembayaran premi ini, pemerintah memiliki beban 80% pembayaran dan 20% adalah tugas petani untuk membayar.

Sistem yang dimiliki cukup sederhana karena pendaftarannya dilakukan melalui kelompok tani yang ada sehingga memudahkan bagi para petani untuk melakukan pendaftaran. Namun dalam melakukan berbagai rangkaian di atas petani harus memenuhi beberapa syarat yang sudah disediakan.

  • Jika petani merupakan petani penggarap maka petani tidak memiliki lahan usaha pertanian pribadi. Lahan yang digarap juga tidak boleh lebih dari dua hektare.
  • Jika petani memiliki lahan pribadi maka lahan pengerjaan tidak lebih dari dua hektare
  • Merupakan petani hortikultura, kebun, atau peternak dalam skala kecil.
  • Petani yang ingin bergabung dengan asuransi harus sudah tergabung ke dalam kelompok tani dan merupakan anggota yang aktif dalam kelompok tersebut.
  • Penerimaan ini akan mengutamakan petani yang termasuk ke dalam pertanian pangan  berkelanjutan
  • Jika petani menerima bantuan premi, maka petani harus melaksanakan pertanian atau peternakan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Jenis Pertanian yang Masuk dalam Kategori Asuransi Petani

jenis pertanian

Jenis Pertanian via shutterstock.com

 

Dalam perkembangannya, asuransi pertanian ini memiliki 2 jenis, yaitu :

1. Asuransi untuk Tanaman

Tanaman yang bisa masuk ke dalam asuransi tanaman hanya tanaman yang merupakan tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan saja.

2. Asuransi untuk Ternak

Usaha ternak yang bisa masuk ke dalam asuransi ternak hanya ternak yang merupakan ternak nonruminansia, dan monogastrik/pseudoruminant.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Asuransi Pertanian, Solusi Tepat untuk Melindungi Petani di Indonesia

Melalui asuransi pertanian ini maka petani tidak perlu pusing mengenai lahan karena pemerintah akan mengembalikan modal kepada petani agar dapat melanjutkan pertaniannya. Petani juga tidak perlu lagi merasakan kerugian akibat ulah tengkulak yang memanfaatkan kondisi petani yang sedang susah dan justru dibuat semakin susah.

Melewati berbagai proses dan aturan yang ada, maka setiap data yang Anda miliki akan dijaga dan dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu petani tidak perlu ragu dan bimbang lagi untuk memulai asuransi pertanian ini. Segala kerugian yang selama ini petani dapatkan jika meminjam uang tengkulak tidak akan dirasakan lagi jika petani bergabung bersama di asuransi pertanian ini.

Baca Juga : 5 Kesalahan Pengguna Asuransi yang Harus Anda Ketahui