Mengenal Bob Hasan, Pengusaha Tajir yang Dijuluki Si Raja Hutan Indonesia

Bicara soal pengusaha tajir melintir di Indonesia, pasti Anda mengenal deretan nama seperti Chairul Tanjung, Dato’ Sri Tahir, Mochtar Riady, Robert Budi Hartono, hingga Almarhum Bob Sadino yang terkenal dengan gayanya yang nyentrik. Tapi tahukah kamu dengan sosok Bob Hasan? Pengusaha kaya di balik keberhasilan Lalu Muhammad Zohri, atlet muda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat viral di media sosial.

Masih segar di ingatan soal kemenangan Zohri yang berhasil meraih juara dunia U-20 dalam olahraga lari 100 meter di Finlandia, beberapa waktu lalu dengan catatan waktu 10,18 detik. Atlet asal Lombok Utara itu sempat menjadi buah bibir karena polemik soal bendera merah putih.

Apapun yang terjadi, Zohri telah mengharumkan nama Indonesia. Akan tetapi, Zohri tidak akan berhasil tanpa dukungan dari Mohammad Bob Hasan. Dialah penyokong dana Zohri. Kalau mau tahu, pengusaha kayu itu membiayai seluruh kebutuhan Zohri untuk mengikuti lomba lari dunia di Finlandia, Juli lalu. Mulai dari biaya latihan, persiapan, akomodasi, dan kebutuhan lainnya. Semua dari kocek pribadi Bob Hasan.

Siapa sih Bob Hasan?

Baca Juga: Belajar Sukses Bisnis Online dari Presiden Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Ketua Umum PASI Selama 40 Tahun

ketua umum PASI
Ketua Umum PASI Selama 40 Tahun via metrotvnews.com

Meski sudah berusia 87 tahun, Bob Hasan tak pernah kehilangan semangat untuk membawa cabang olahraga atletik Indonesia mendunia. Dia saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Untuk diketahui, Bob Hasan sudah menjadi Ketua Umum PASI sejak masa pemerintahan Soeharto. Tepatnya sejak berusia 47 tahun. Itu berarti sudah 40 tahun lamanya.  

Dan selama itu pula, Bob Hasan seringkali secara mandiri membiayai kebutuhan asosiasi termasuk para atlet karena minimnya dukungan dari pemerintah, seperti kasus Zohri. Setiap tahunnya, pebisnis ini merogoh hingga Rp10 miliar dari kantongnya untuk membiayai asosiasi.

Biaya tersebut digunakan untuk melakukan scouting atau pencarian bakat ke seluruh Indonesia, sampai ke pelosok negeri. Talenta-talenta berbakat ini akan diberi pelatihan, biaya akomodasi, dan biaya hidup untuk pelatihan khusus di Jakarta. Hingga akhirnya menemukan Zohri yang sukses bikin bangga Indonesia.

2. Dekat dengan Soeharto

Bob Hasan merupakan pria keturunan Tionghoa yang lahir di Semarang, Jawa tengah pada Februari 1931 silam. Terlahir pada masa penjajahan, Bob Hasan sejak kecil diasuh oleh Jenderal Gatot Subroto. Menjadi anak angkat petinggi kemiliteran Republik Indonesia membuat Bob Hasan begitu dekat dengan Soeharto.

3. Memulai Bisnis di Bidang Kayu

Bob Hasan dan Soeharto menjadi mitra bisnis di segala bidang, termasuk di industri kayu. Begitu Soeharto menjadi Presiden pada 1966, Bob Hasan memulai ekspansi besar-besaran untuk bisnis penerbangan komersial di Indonesia, terutama di luar Jawa. Kemudian pada 1970, Bob Hasan bertindak sebagai mitra Indonesia bagi perusahaan asing yang ingin berbisnis kayu di Tanah Air.

Bob Hasan merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan Georgia Pacifik, Amerika Serikat. Namun ketika hengkang dari Indonesia, perusahaan peninggalan tersebut sepenuhnya menjadi milik Bob Hasan. Sejak saat itu, selain kayu, lewat perusahaan induk Kalimanis Group, dia merambah bisnis lain di industri keuangan, asuransi, otomotif, dan lainnya.

Kalimanis Group dikabarkan menguasai lebih dari 2 juta hektare (ha) lahan hutan di Kalimantan. Bob Hasan adalah pengusaha ulung di industri kayu sehingga pernah dijuluki Raja Hutan Indonesia.

4. “Raja Hutan” Ditunjuk Jadi Ketua APKINDO

Bob Hasan menjadi pebisnis besar di industri kayu. Dirinya ditunjuk sebagai Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) yang diberikan kebebasan oleh Soeharto untuk melakukan ekspor, penebangan, pemasaran, dan penetapan harga. Dari situlah, Bob Hasan kemudian menjadi salah satu pengusaha tajir di Indonesia. Walaupun pada akhirnya, asosiasi ini harus disetop karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997. Selanjutnya APKINDO resmi dibubarkan pada 1998.

Baca Juga: Nurhayati Subakat Siap Bawa Wardah Masuk Jajaran 5 Besar Merek Dunia

5. Mendirikan Majalah Gatra

Selain bisnis kayu, Bob Hasan juga menaruh minat di industri media. Dia mulai mendirikan Gatra pada tahun 1994. Karena afiliasinya dengan Presiden Soeharto, majalah tersebut disulap menjadi majalah yang pro pemerintah dengan tampilan format sampul yang meniru sampul majalah TIME.

6. Mantan Menteri dan Pernah Dipenjara

Melongok perjalanan kariernya, Bob Hasan merupakan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Soeharto (Maret-Mei 1998). Dia adalah menteri pertama berdarah Tionghoa di kabinet Soeharto. Sayangnya pada tahun 2001, Bob Hasan menjadi tersangka korupsi penyalahgunaan kekuasaan, serta dianggap menjadi dalang pembakaran jutaan hektar lahan di pulau Sumatera. Bob Hasan di penjara di LP Cipinang, dan kemudian dipindahkan ke Nusa Kambangan. Kemudian dia dinyatakan bebas bersyarat pada Februari 2004.

7. Sosok yang Peduli Sesama

Bob Hasan adalah pribadi yang suka menolong. Pria ini aktif di berbagai kegiatan sosial, seperti membantu Soeharto dalam mendirikan Yayasan Damandiri (Dana Sejahtera Mandiri) pada tahun 1966. Kegiatan lainnya, menciptakan program pembangunan untuk daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2016. Ada juga pelatihan komputer kewirausahaan bagi para penyandang tunanetra oleh Persatuan Tunanetra Indonesia. Organisasi ini diketuai oleh Bob Hasan.

8. Pahlawan Atlet Cabang Atletik

Bob Hasan pernah mengutarakan kekecewaannya kepada media dan pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan saat wawancaranya dengan Republika. Dia kecewa karena olahraga cabang atletik yang sudah dibinanya selama hampir setengah abad dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Bob Hasan bahkan harus terus merogoh koceknya untuk membiayai keberlangsungan cabang atletik di Tanah Air. Kritikan juga dilemparkan bagi media yang dinilai kurang memberitakan cabang atletik. Tidak seperti bulutangkis atau sepakbola yang selalu menjadi sorotan.

Bob Hasan berpendapat paling penting dari sebuah cabang olahraga adalah pembinaan yang matang dengan struktur yang jelas. Sedangkan hasil atau prestasi akan datang dengan sendirinya. Itulah sebabnya olahraga Indonesia, termasuk atletik membutuhkan dukungan dari pemerintah, media, dan seluruh rakyat Indonesia.

Saatnya Ulurkan Tangan dan Beri Dukungan

Dari kisah Bob Hasan membesarkan cabang olahraga atletik di Indonesia, kamu bisa belajar untuk menghargai perjuangan dan pengorbanan para atlet untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Bagi para pengusaha, jangan tutup mata dengan sekitar karena begitu banyak anak muda Indonesia yang berbakat, namun memiliki keterbatasan dalam hal finansial. Saatnya mengulurkan tangan dan jangan pernah lelah membantu sesama.

Baca Juga: Mengintip Gebrakan Bos JNE Hadapi Arus Digitalisasi Lewat Transformasi Bisnis