Mengenal KTA Syariah untuk Memenuhi Kebutuhan Anda

Produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) kini semakin populer dan menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat. Ditambah lagi dengan semakin konsumtifnya pola hidup masyarakat, maka KTA seperti menjadi magnet bagi orang yang membutuhkan dana tunai. Penggunaan KTA sendiri kini juga semakin variatif, mulai dari memenuhi kebutuhan produktif seperti modal usaha, sampai dengan untuk tujuan konsumtif demi memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut survey, ternyata banyak orang yang mengambil KTA untuk membayar uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Selain itu, kenaikan permintaan KTA juga sering terjadi ketika menjelang Bulan Ramadhan.

Ada 2 alasan utama orang memutuskan mengambil KTA, khususnya terkait kemudahan yang ditawarkan yaitu: tanpa jaminan dan prosesnya pun cepat. Namun jika nasabah sampai gagal melunasi atau terjadi kredit macet, tetap saja dikenakan bunga atau sanksi yang justru lebih besar dibandingkan produk pinjaman dengan jaminan.

Seperti pada kartu kredit, bunga KTA dihitung berjalan sejak hari pencairan dana dari bank. Jadi semakin banyak orang yang mengambil KTA, maka akan semakin banyak juga bunga yang dipanen oleh bank.

Karena makin booming produk KTA, kini Perbankan Syariah juga mulai menggarap produk KTA berbasis Syariah. Berikut ini uraiannya.

Baca Juga: Investasi Saham Syariah: Pengetahuan Umum dan Cara Investasinya

Mengenal Lebih Jauh Produk KTA Syariah

Mengenal KTA Syariah

Mengenal KTA Syariah via beritadaerah.co.id

Melihat tingginya minat masyarakat pada produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) membuat Lembaga Keuangan Syariah atau Bank Syariah juga ikut mengeluarkan produk KTA Syariah.

Syarat pengajuan KTA Syariah di Bank Syariah hampir sama dengan KTA di Bank Konvensional, sehingga banyak umat muslim yang lebih memilih KTA Syariah yang sesuai syariat Islam. Namun sebaiknya, bandingkan terlebih dahulu antara KTA Syariah dengan KTA di Bank Konvensional untuk mengetahui secara pasti perbedaannya.

KTA di Bank Konvensional memberikan beban bunga pinjaman sebagai imbalan karena telah meminjamkan sejumlah dana tunai dari bank dengan kurun waktu pelunasan yang telah disepakati sebelumnya. Beban bunga pinjaman dihitung berdasarkan persentase yang besarnya sesuai dengan nominal pinjaman dan kurun waktu pelunasan pinjaman.

Berbeda dengan KTA Syariah di Lembaga Keuangan Syariah atau Bank Syariah yang tidak membebankan bunga pinjaman. KTA Syariah menerapkan metode bagi hasil dengan sistem kemitraan.

Selain itu, masih ada syarat tambahan lainnya yang harus dipenuhi peminjam, yaitu dana KTA Syariah yang dicairkan tersebut harus ditujukan untuk hal-hal yang halal. Sehingga calon peminjam wajib membuat surat pernyataan mengenai tujuan penggunaan KTA dan pemakaiannya tidak boleh melenceng dari pernyataan tersebut. Contohnya: pergi umroh/naik haji, membeli rumah, tanah dan logam mulia, serta dapat dimanfaatkan untuk menambah modal usaha/investasi.

Keuntungan Menggunakan KTA Syariah

KTA Syariah Menguntungkan

KTA Syariah Menguntungkan via amazonaws.com

Saat ini sudah banyak Lembaga Keuangan Syariah dan Bank Syariah menawarkan produk KTA Syariah. Besaran plafonnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan, bahkan ada yang memberikan pinjaman diatas Rp100 juta.

Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil tawaran produk KTA Syariah, Anda harus selektif agar dapat memaksimalkan keuntungan produk tersebut, serta bandingkan antara 1 Bank Syariah dengan lainnya. Berikut ini keuntungan dari KTA Syariah:

  • Halal
    KTA Syariah dijamin kehalalannya, sehingga dapat menjadi pilihan bagi umat muslim yang tidak mau meminjam dana di Bank Konvensional, karena membebankan bunga pinjaman merupakan tindakan yang diharamkan dalam Islam. 
  • Fasilitasnya Sama dengan Bank Konvensional
    KTA Syariah mempunyai fasilitas dan kelengkapan yang sama seperti dalam Bank Konvensional, sehingga memudahkan nasabah dalam bertransaksi, seperti: kemudahan pembayaran cicilan, internet banking, dan sebagainya.
  • Zakat
    Menggunakan KTA Syariah sama dengan berpartisipasi aktif membayar zakat. Karena setiap keuntungan yang diperoleh, sekitar 2,5% diantaranya disalurkan untuk membayar zakat, sehingga dapat dikatakan meminjam sambil beribadah.

Besaran plafon produk KTA Syariah juga relatif besar, mulai dari Rp5 juta sampai dengan Rp200 juta, dengan kurun waktu pelunasan mulai dari setahun sampai 4 tahun. Syarat masing-masing Bank Syariah berbeda-beda. Contohnya: untuk pembelian kulkas, maka peminjam membeli kulkas dengan harga pokok ditambah margin untuk keuntungan bank.

Baca Juga: Asuransi Syariah: Jenis Produk dan Ketentuan Menggunakannya

Ketentuan dan Prinsip Dasar KTA Syariah

  Dasar KTA Syariah

 Dasar KTA Syariah via online.com

Demi kenyamanan dan kelancaran, walaupun tidak membutuhkan jaminan, namun tetap ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan KTA Syariah, misalnya: KTA Syariah dapat dicairkan jika besarannya dibawah Rp30 juta serta kurun waktu pelunasannya kurang dari 3 tahun. Jika melebihi jumlah yang ditetapkan, maka bank akan meminta jaminan, seperti: kendaraan, rumah, atau logam mulia.

Namun sayang fatwa KTA Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) sendiri belum ada. Ketika mengajukan KTA Syariah harus menyatakan tujuan penggunaannya, seperti: membeli rumah, mobil atau menambah modal usaha. Tujuan penggunaan tersebut yang kemudian menghasilkan jaminan, yaitu: mobil atau rumah tersebut.

Jika tidak ada pernyataan tujuan penggunaanya dikhawatirkan peminjam akan menggunakan dana KTA Syariah tersebut secara sembarangan, seperti: membayar uang muka kredit mobil atau rumah. Tentu ini mempunyai risiko bagi peminjam, sebab dia harus membayar cicilan KTA Syariah sekaligus cicilan KPR atau mobilnya. Risiko tersebut dapat terjadi kapan saja, karena lamanya kurun waktu pelunasan.

KTA Syariah bukanlah sesuatu yang mustahil karena prinsip dalam fikih muamalah berbunyi: “apapun dalam muamalah diperbolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya”. Sehingga Bank Syariah Indonesia terus berinovasi untuk melengkapi produk keuangan syariah, supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk cakupan yang lebih luas.

Beragamnya akad atau skema keuangan syariah membantu produk keuangan syariah untuk berinovasi, termasuk KTA Syariah. Produk yang mirip dengan KTA Syariah adalah Kredit Multiguna Bank Syariah. Bedanya adalah Kredit Multiguna Syariah memerlukan jaminan.

Pinjam Dana Sesuai dengan Kebutuhan

Dalam prinsip syariah, sebelum Anda mengambil produk KTA Syariah, Anda harus secara jujur menyebutkan penggunaan dana.

Hal ini akan membantu Anda untuk selalu hati-hati dan menggunakan produk KTA Syariah hanya sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak dan bukan untuk tujuan konsumtif. Jika Anda memahami prinsip ini, maka KTA Syariah bisa menjadi solusi keuangan Anda.

Baca Juga: Kelebihan Kartu Kredit Syariah dan Perhitungan Tagihannya