Merdeka! Sudahkah Merdeka Finansial? Inilah Tandanya

Bulan Agustus, bulan kemerdekaan. Lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka. Kilas balik yang sudah terjadi, banyak pencapaian yang dirasakan walaupun beberapa masih jauh dari harapan. Setidaknya, sampai saat ini, di negara merdeka ini, kita punya hak yang diakui dan dihargai.

Punya hak untuk tinggal di rumah sendiri sekalipun pakai KPR, punya hak berkendara dengan mobil sendiri sekalipun masih kredit. Punya hak mendirikan usaha walaupun dimodali dengan berutang. Dan masih banyak hak lainnya. Sejauh tidak melanggar hukum, pasti diperbolehkan dan dijamin kok.

Bicara soal merdeka, sudahkah Anda merasa merdeka secara finansial? Apabila tujuan keuangan yang diidam-idamkan sudah terwujud, itu artinya Anda sudah merdeka finansial. Tapi, jangan diartikan merdeka finansial (financial freedom) punya banyak uang. Makna dari merdeka finansial lebih dari sekadar banyak uang. Inilah tandanya Anda sudah merdeka finansial.

Baca Juga: Untuk Para Generasi Millenial, Lakukan Tips Ini Agar Tak Salah Mengatur Uang

1. Dari Kesehatan sampai Jiwa Di-Cover Asuransi

Terlindungi Asuransi
Proteksi Bukan Hanya untuk  Diri, Melainkan Keluarga dan Aset 

Tanda pertama yang wajib dimiliki orang yang merdeka secara finansial adalah proteksi diri. Jangan sampai salah. Bukan proteksi dengan bawa senjata atau pasang jimat ya, melainkan proteksi dari asuransi.

Mengapa asuransi perlu dan wajib? Sebab proteksi asuransi membantu untuk meminimalkan akibat yang ditimbulkan risiko yang terjadi. Tanpa proteksi asuransi, akibat dari risiko tersebut bisa berdampak besar bagi keuangan Anda nantinya.

Belum punya asuransi? Inilah saat yang tepat mengambil asuransi. Dari diri, keluarga, rumah, sampai kendaraan lindungilah dengan asuransi. Beragam asuransi bisa Anda ambil sesuai dengan kebutuhan.

Ingin bayar biaya rumah sakit tanpa memberatkan keuangan, pakailah asuransi kesehatan. Ingin keluarga tetap bisa mencukupi kebutuhannya jika terjadi kemungkinan terburuk, milikilah asuransi jiwa. Mau ongkos untuk kerusakan mobil tak keluar banyak, pilihlah asuransi mobil. Ayo dapatkan segera asuransi pilihan Anda!

2. Siap Memasuki Masa Pensiun dengan Dana Pensiun

  Dana Pensiun
Selagi Sempat, Persiapkan Dana Pensiun demi Kepastian Hari Tua Nanti

Tak sedikit yang khawatir bagaimana nasibnya setelah pensiun. Wajar saja, biasanya setiap menjelang akhir bulan dapat gaji, tapi setelah pensiun sudah tidak lagi. Biasanya bisa-bisa saja memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi sesudah pensiun kewalahan bagaimana memenuhinya. Rata-rata kecemasan tersebut melanda mereka-mereka yang tidak punya dana pensiun.

 

Karena dulu enggan atau menunda-nunda, mereka yang akan pensiun merasa belum siap untuk pensiun. Mumpung masih produktif dan mendapat gaji mulailah membuat pos untuk dana pensiun.

Pilihan mempersiapkan dana pensiun cukup banyak. Mulai dari Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil 5,7% dari penghasilan sampai Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Selain dua itu, reksa dana dengan return hingga 10% boleh jadi pilihan dana pensiun.

3. Tidak Cemas Akan Hari Esok Berkat Investasi

  Investasi Terpopuler
Dengan Berinvestasi, Itu Berarti Memberi Jaminan pada Hari Esok

Mendiamkan uang begitu saja tak ada untungnya. Menabungkan uang tiap bulannya terpotong biaya administrasi. Belum lagi inflasi yang lebih sering naik ketimbang turun. Nah, di sinilah investasi mengamankan uang yang Anda punya tak menguap tandas tak tahu ke mana perginya.

Berkat investasi, uang Anda membawa untung. Berkat investasi, perkara hari esok bukan pikiran hari ini. Mau berinvestasi, tapi bingung? Tempatkan saja uang Anda di deposito, saham, tabungan emas, obligasi, atau reksa dana. Pilihlah sesuai tujuan dan masuk kriteria Anda.

Mau yang aman dan terjamin, tapi return paling tinggi sekitar 6%, tempatkan di deposito. Ingin cari return besar walaupun risikonya juga besar, kelola uang Anda di saham. Ogah pusing belajar saham, ambil saja reksa dana. Mudah bukan?

4. Anak Siap Menyambut Masa Depan karena Ada Dana Pendidikan

  Dana Pendidikan
Dana Pendidikan Naik 6-20% Per Tahun. Karena Itu, Persiapkan Mulai Sekarang

Orang tua yang baik selalu memberikan yang baik-baik untuk anaknya. Seberat apa pun, sesulit apa pun, mereka akan melakoninya asal demi anak. Karenanya urusan pendidikan selalu dinomorsatukan supaya anak siap menyambut masa depan.

Dilemanya, soal biaya pendidikan menyebabkan kebanyakan orang tua pusing memikirkannya. Kalau sudah begini, uang tabungan terpaksa dipakai untuk biaya pendidikan. Situasi ini dapat dihindari seandainya telah mempersiapkan jauh-jauh hari dana pendidikan yang kenaikannya 6-20% per tahun.

Banyak instrumen yang dapat digunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan. Dari asuransi pendidikan, tabungan pendidikan, deposito, reksa dana, ataupun saham. Anda tinggal memilih mana instrumen yang memberi untung.

5. Berutang, tapi Menghasilkan

Utang Produktif
Hindari Utang Cuma untuk Keperluan Konsumtif 

Orang berutang karena kekurangan uang. Entah kurang karena buat beli gadget terbaru atau untuk bayar utang sebelumnya. Yang terakhir ini sebaiknya dijauhi. Berutang buat bayar utang pertanda ada yang salah dengan kondisi finansial. Yang nantinya bila dibiarkan akan membuat keuangan kolaps.

Idealnya, agar secara finansial Anda merdeka, gunakan utang untuk keperluan produktif bukan konsumtif. Di balik utang produktif, ada hasil yang bisa Anda nikmati semisal aset properti atau bisnis. Karena itu, daripada pakai Kredit Tanpa Agunan (KTA) buat belanja, lebih baik untuk modal usaha.

Bayangkan jika usaha yang Anda bangun dari modal KTA berhasil. Tidak cuma cicilan KTA yang lancar, tapi tiap bulannya ada untung yang Anda nikmati. Begitu juga dengan KPR. Rumah yang Anda impikan dapat dimiliki segera tanpa perlu menunggu lagi tahun depan yang pastinya harganya bakal naik. Jadi, jangan mempersepsikan utang buat keperluan konsumtif saja ya!

Baca Juga: Pahami Pentingnya Melek Keuangan dengan Cara Ini

Merdeka atau Kere? Tentukan Pilihan Sekarang

Dulu para pejuang memekikkan “merdeka atau mati” sebagai daya dorong juang mereka. Kini kalau masih berada di jalan menuju merdeka finansial, mulailah memekikkan di sanubari “merdeka atau kere” sebagai motivasi untuk mandiri secara finansial.

Selagi masih ada waktu, kenakan asuransi sebagai langkah proteksi. Buat hari tua indah dan bahagia dengan dana pensiun. Luputkan kecemasan dalam diri dengan investasi. Lapangkan jalan anak-anak Anda menuju masa depan lewat persiapan dana pendidikan. Dan ciptakan utang jadi ladang uang. Merdeka atau kere? Tentukan pilihan sekarang.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Menurut Zodiak Anda