Milenial, ini 4 Manfaat Investasi Sejak Muda dengan Pilihan Jenis Investasi yang Tepat

Investasi bukanlah menjadi hal yang asing lagi bagi setiap orang. Pada dasarnya investasi merupakan kegiatan menanamkan modal pada suatu perusahaan atau aset dengan nilai yang tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat di kemudian hari.

Dengan begitu, investasi sering dikaitkan dengan hanya orang yang sudah bekerja dan berpenghasilan tinggi saja yang bisa melakukan investasi. Ya, mungkin itu zaman dulu yang jelas berbeda dengan zaman sekarang. Kini, generasi milenial pun sudah bisa melakukan investasi sejak dini.

Memang pada kenyataannya, milenial masih belum banyak yang akrab dengan investasi karena diantara mereka masih berat meninggalkan gaya hidup yang tinggi seperti belanja-belanja hingga nongkrong di kafe-kafe. Padahal investasi sekarang ini tidak butuh modal yang besar, cukup dengan Rp100 ribu saja, milenial sudah bisa investasi.

Meski modal investasi kecil tapi jika sudah dimulai sejak muda, Anda bisa merasakan banyak manfaat di kemudian hari. Namun, hal ini tentunya dengan jenis investasi yang tepat.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Manfaat Investasi

1. Nilai Aset dan Kekayaan akan Semakin Meningkat

Investasi secara otomatis dapat meningkatkan nilai aset serta kekayaan yang dimiliki. Aset yang dimaksud disini tidak terbatas pada gedung ataupun properti lainnya, tetapi uang yang dimiliki atau tersimpan sebagai dana investasi juga dapat digolongkan sebagai aset. Aset berupa ini jika disisihkan untuk investasi tentunya akan berkembang semakin banyak. Berkembangnya aset tentunya berbanding lurus dengan berkembangnya kekayaan yang dimiliki.

Baca Juga: Punya Uang Rp 1 Juta? Begini Cara Investasi Menguntungkan di Sukuk Tabungan 002

2. Merdeka dalam Hal Keuangan

Merdeka identik dengan kebebasan. Merdeka secara finansial berarti bebas dalam hal keuangan. Dikatakan bebas karena dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari dengan kekayaan yang telah dimiliki tanpa harus bekerja keras.

Aset yang dimiliki jika diinvestasikan bisa mendatangkan uang yang dapat mengisi pundi-pundi rekening semakin banyak. Dari keuntungan inilah bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanpa perlu merasa khawatir dengan kondisi keuangan yang dimiliki.

3. Terhindar dari Inflasi

Inflasi dapat dikatakan hal yang wajar terjadi pada setiap negara. Setiap negara pasti mengalami inflasi meskipun dengan tingkatan yang berbeda. Indonesia sendiri dapat dikatakan sebagai negara dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi. Inflasi hampir memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian, terutama dalam hal jual beli, karena dapat melemahkan daya beli masyarakat. Untuk itu, investasi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk terhindar dari inflasi.

4. Menyiapkan Masa Depan yang Cerah

Memasuki usia senja, meskipun keinginan untuk bekerja masih ada dan ingin terpenuhi, tapi fisik sudah tidak mampu memenuhi lagi. Di usia senja otomatis penghasilan yang didapat pun akan berkurang dibandingkan dengan masa-masa usia produktif.

Maka berinvestasi sejak muda merupakan cara untuk membantu mempersiapkan masa tua yang lebih cerah. Investasi yang direncanakan dan dimulai sejak sekarang tentunya akan membantu mencukupi kebutuhan di kemudian hari.

Baca Juga: Tips Investasi Pemula Sesuai dengan Usia

Jenis-jenis Investasi yang bisa Dicoba

Untuk memulai berinvestasi, tentunya harus paham terlebih dahulu jenis-jenis dari investasi. Hal ini dilakukan untuk menentukan investasi yang cocok dan sesuai dengan generasi milenial. Ada beberapa jenis investasi yang ada di Indonesia:

1. Emas

emas
Emas

Emas dapat dikatakan sebagai investasi termudah dan hal yang paling klasik.  Investasi emas dapat berupa logam mulia, emas perhiasan, emas batangan dan voucher emas (emas digital). Namun, kekurangan dari investasi ini terletak dari penyimpanannya.

Penyimpanan investasi emas disarankan menggunakan Safe Deposit Box yang disediakan oleh bank-bank tertentu. Jika tidak menggunakan jasa tersebut, penyimpanan juga dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan brankas pribadi untuk menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Deposito

deposito
Deposito

Jika memiliki uang namun ingin menyimpannya dengan jangka waktu yang cukup panjang, bisa menggunakan deposito. Deposito sebenarnya tergolong tabungan namun memiliki jangka waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan nasabah. Biasanya jangka waktu deposito antara 3,6 sampai 12 bulan. Deposito memiliki tiga jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan generasi milennials, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call.

3. Saham

saham
Saham

Saham merupakan tanda kepemilikan dalam suatu perusahaan. Saham sendiri hanya berbentuk lembaran kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda keikutsertaan modal dan presentase kepemilikan perusahaan. Risiko dan keuntungan dari saham memiliki sifat berbanding lurus, yaitu high risk dan high return.

Semakin tinggi risiko suatu saham, maka semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan. Untuk itu, jika ingin mencoba berinvestasi disini, maka harus memiliki kemampuan untuk menganalisa jenis saham dan analisa ketepatan mengenai penempatan modal yang dimiliki untuk investasi.

4. Properti

rumah
Properti

Tanah dan properti lainnya dapat dikategorikan sebagai investasi yang bersifat klasik, karena keberadaannya sudah ada sejak dahulu. Investasi di bidang ini cukuplah mudah, karena hanya dilakukan dengan sistem yang sederhana. Jika ingin berinvestasi di bidang ini tentunya dibutuhkan modal yang cukup besar pula, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa keuntungan yang didapat juga lumayan besar.

5. Reksadana

reksadana
Reksadana

Reksadana salah satu investasi yang cukup terkenal dengan risiko yang paling kecil dan mudah dilakukan. Reksadana merupakan tempat untuk menghimpun dana melalui pihak lain yang akan diwujudkan ke dalam surat berharga, bisa berwujud saham, obligasi maupun sekuritas lainnya. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini tergolong murah sesuai bank yang menerbitkan reksadana. Minimal dana yang diinvestasikan antara Rp, 50.000-500.000.

6. Obligasi

obligasi
Obligasi

Obligasi atau surat hutang secara sederhana dapat dikatakan sebagai investasi pinjaman. Berinvestasi di obligasi sama artinya dengan kita memberikan pinjaman kepada pemillik obligasi. Penerbit obligasi bisa pemerintah maupun perusahaan.

Wujud obligasi hampir sama dengan saham, yaitu berupa lembaran kertas perjanjian yang berisi nominal jumlah dan ketentuan presentase bunga. Obligasi ini memiliki jangka waktu tertentu. Di akhir periode perjanjian, perusahaan/negara yang menerbitkan obligasi akan mengembalikan modal yang dipinjamkan beserta bunga sebagai keuntungan pembeli obligasi.

7. Forex Trading

forex
Forex trading

Forex trading merupakan konsep investasi dengan berdagang mata uang asing. Forex trading ini memang masih asing didengar dan dilakukan oleh kebanyakan orang, karena investasi dalam bidang ini memiliki risiko yang sangat tinggi. Walaupun dengan keuntungan yang didapatkan sama tingginya. Keuntungan lain dari forex trading ini adalah adanya jangka waktu yang dapat dikategorikan pendek.

8. Valuta Asing

valas
Valuta asing

Valuta asing (valas) sudah sering kali terdengar di dunia perekonomian dan keuangan. Valuta asing sebenarnya mata uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional, seperti dollar, euro dan poundsterling.

Prinsip investasi di bidang ini sebenarnya hampir sama dengan forex trading, hanya saja yang diperdagangkan hanya mata uang yang diakui sebagai alat bayar perdagangan internasional. Valuta asing dapat dibeli ketika harga sedang turun dan dijual ketika harga sedang naik, dan selisihnya dapat menjadi keuntungan bagi investor.

Kelemahan dari investasi jenis ini adalah tidak stabilnya nilai tukar mata uang yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misal kondisi politik ataupun sosial suatu negara.

Jadi Investor yang Cerdas

Hal penting yang perlu milenial ketahui dalam investasi adalah jadilah investor yang cerdas dan jangan hanya ikut-ikutan orang lain saja. Tentukan tujuan berinvestasi terlebih dahulu, kemudian barulah pilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, agar terhindar dari kerugian tetaplah mengontrol investasi yang dilakukan.

Baca Juga: Kesalahan dalam Melakukan Investasi dan Cara Memilih Investasi yang Tepat