Mitos-Mitos di Pasar Modal yang Perlu Anda Ketahui

Pasar modal menjadi salah satu tempat yang banyak diserbu investor untuk menanamkan modal ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan sebagainya. Pertimbangan mereka tentu beragam, misalnya saja karena return yang cukup besar dibanding instrumen investasi di bank.

Tapi jangan salah, pasar modal penuh dengan mitos-mitos yang berkembang di dalamnya. Bahkan mitos ini seringkali menjadi dasar pertimbangan investor dalam mengambil keputusan terkait investasi mereka. Era sudah canggih, investor biasanya merupakan orang cerdas, tapi masih saja ada yang percaya dengan mitos atau takhayul. Begitulah realitanya.

Hal ini tentu cukup menarik untuk dipahami, terutama bagi Anda yang berniat investasi di pasar modal. Berikut beberapa mitos yang populer dan banyak berkembang di pasar modal Indonesia maupun di luar negeri:

Baca Juga: Mengenal Pasar Modal di Indonesia, Seperti Apa Sejarahnya?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Mitos di Pasar Modal Indonesia

Mitos di Pasar Modal Indonesia
Mitos di Pasar Modal Indonesia

Di Indonesia, mitos mengenai angka keberuntungan dan kesialan tidak banyak yang meyakininya. Pengambilan keputusan investor lebih didasari pada sentimen-sentimen domestik maupun global yang akan berpengaruh pada investasi mereka.

Akan tetapi, ada fenomena-fenomena yang dikenal para investor pasar modal Indonesia, contohnya:

1. January Effect

Kondisi ini merupakan fenomena yang terjadi sejak tahun 1995 hingga 2017, khusus pada bulan Januari saja. Setiap periode tersebut, IHSG mengalami kenaikan 16 kali dan turun sebanyak 7 kali karena January Effect.

2. Window Dressing December

Fenomena ini juga dilihat berdasarkan data yang terjadi selama tahun 1995 hingga 2017, di setiap bulan Desember, IHSG hanya mengalami kinerja negatif 1 kali.

Baca Juga: Mengenal Instrumen Pasar Modal dan Cara Investasinya

Mitos di Pasar Modal Luar Negeri

Mitos di Pasar Modal Luar Negeri
Mitos di Pasar Modal Luar Negeri

1. Friday The 13th Effect

Bagaimana dengan mitos di pasar modal luar negeri? Masyarakat Amerika mempercayai angka 13 membawa kesialan. Keyakinan ini bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga di pasar modal Negara Paman Sam itu. Angka sial ini dianggap dapat mempengaruhi kondisi pasar modal, terutama jika jatuhnya tanggal 13 tepat di hari Jumat. Disebutnya hari sial.

Keuntungan yang diperoleh pasar modal cenderung jauh lebih rendah di hari Friday 13th. Hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Kolb and Rodriguez di tahun 1987. Dalam penelitiannya yang diambil berdasarkan data dari tahun 1928 hingga 2017, keduanya menyimpulkan bahwa keuntungan harian untuk Friday 13th hanya sebesar 0,05% saja, sedangkan untuk hari Jumat umumnya bisa mencapai 4,467%. Ini tentu perbedaan yang cukup signifikan.

2. Chinese Numerology Effect

Sejak lama masyarakat Tiongkok begitu dekat dengan berbagai ramalan hari baik dan angka keberuntungan. Beberapa angka dianggap sebagai angka yang membawa hoki dan bisa mempengaruhi investasi mereka di pasar modal. Beberapa angka yang dianggap membawa keberuntungan, yaitu:

  • Angka 9 yang berarti panjang umur
  • Angka 6 yang memiliki arti bisnis atau urusan yang lancar, dan
  • Angka 8 yang berarti kemakmuran. Banyak dipilih ketika mengambil keputusan penting. Olimpiade Beijing contohnya serba angka 8, dibuka tepat pukul 8, tanggal 8, bulan 8, tahun 2008.

Terkait dengan pasar modal di Tiongkok, minat investor sangat tinggi untuk mendapat saham dengan ticker code angka 8. Percaya atau tidak, angka 8 pada ticker code ini diyakini dapat membuat harga saham meroket dan mendatangkan keuntungan besar.

Tetap Bijak Dalam Mengambil Keputusan

Berbagai mitos selalu menghantui kehidupan masyarakat, bahkan di zaman modern seperti sekarang ini, termasuk di pasar modal. Mau percaya atau tidak, itu semua tergantung Anda. Jika ingin belajar memahami mitos-mitos tersebut, tidak ada salahnya. Akan tetapi, mengambil keputusan dalam berinvestasi tetap harus mempertimbangkan logika dan analisa yang tepat. Hal tersebut justru akan mendatangkan keuntungan maksimal di dalam investasi Anda.

Baca Juga: Mengenal Pasar Modal dan Manfaat-Manfaatnya