Mitos Tentang Karier yang Tidak Boleh Anda Percayai

Ada banyak mitos yang sering Anda jumpai dalam hidup. Salah satunya adalah mitos tentang karier. Sadar atau tidak, ketika seseorang mempercayai mitos, mereka tiba-tiba menjadi lemas atau merasa badmood. Padahal, keberadaan mitos ini belum tentu terbukti kebenarannya.

Seiring berjalannya waktu, mitos sudah jarang didengar. Kini mitos tak ubahnya seperti dongeng yang mulai diabaikan banyak orang. Ada beberapa mitos yang konon katanya sangat berpengaruh ke jenjang karier. Mitos seperti apakah itu?

Baca Juga: Sebelum Berganti Karier, Jawab dan Pertimbangkan 5 Pertanyaan Ini

1. Jangan Menyerah, Masih Ada Banyak Pekerjaan di Luar Sana

  Jangan Menyerah Karier
Selalu Semangat Apa Pun yang Terjadi

“Ketika melamar kerja, lalu gagal?” Inilah kata-kata yang sering diungkapkan seseorang sebagai penyemangat. Perkataan “Masih ada banyak pekerjaan yang menunggu di luar sana” tidak boleh terlalu dipercaya. Sebab banyak orang yang telah tertipu dengan perkataan tersebut.

Banyak atau tidaknya pekerjaan yang menanti tergantung pada passion dan skill yang dimiliki. Sebagus apa pun pekerjaan yang ditekuni saat ini, pekerjaan tersebut bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Karier bukanlah sesuatu yang sifatnya kekal. Akan tetapi, karier hanyalah sebuah pembelajaran dan aliran minat yang dapat membuat siapa pun yang menjalaninya lebih baik lagi ke depannya.

2. Andaikan Saya Punya Koneksi, Pasti Saya Akan Diterima

  Koneksi Kerja Karier
Pendapat yang Melekat di Masyarakat, "Ada Koneksi, Semuanya Beres"

Jeleknya, budaya kolusi atau nepotisme masih saja ada. Hal ini juga berlaku di tempat kerja. Banyak pelamar kerja sengaja menggunakan pengaruh keluarganya agar dirinya bisa diterima di perusahaan yang bersangkutan. Banyak yang berhasil, banyak juga yang gagal.

Jika dulunya Anda sering memanfaatkan pengaruh keluarga, jangan lakukan itu di era sekarang ini. Proses seleksi pekerjaan sudah dilakukan dengan sangat ketat. Seleksi demi seleksi dilakukan untuk mendapatkan karyawan yang benar-benar mampu bersaing di pasar global.  

3. Kesuksesan Diraih Jika Mengikuti Jejak Karier

  Jejak Karier
Boleh Berpandangan Berkarier sesuai Jurusan Akan Sukses, tapi Lihat Realitanya

Mengikuti jejak karier mampu membawa seseorang meraih kesuksesan. Namun, mitos tentang jejak karier tidak selamanya benar. Misalnya, Sarjana Akuntansi akan sukses jika menjadi seorang akuntan atau auditor.

Sukses atau tidaknya karier Anda bergantung pada passion dan kecintaan terhadap pekerjaan tertentu. Ketika Anda tidak suka pada satu pekerjaan, tidak ada salahnya untuk beralih ke pekerjaan yang lain. Asalkan, peralihan ini dimanfaatkan sebagai pembelajaran untuk mengembangkan diri.

4. Semakin Lama Bekerja, Semakin Naik Pula Gaji dan Jabatan

  Naik Gaji Karier
Ada Juga yang Berpandangan Makin Lama Kerja, Gaji Akan Naik Begitu Juga dengan Jabatan

Mitos ini hanya berlaku pada perusahaan-perusahaan yang masih konservatif di mana senioritas masih sangat dijunjung tinggi. Seorang yang bekerja bertahun-tahun dianggap loyal sehingga pantas mendapatkan gaji tambahan dan kenaikan pangkat.

Pada era sekarang, lamanya seseorang bekerja tidak lagi menentukan jumlah upah dan jabatan yang didudukinya. Malahan stagnan di satu perusahaan saja menjadi sesuatu yang jarang ditemukan. Persaingan global saat ini lebih mengedepankan pembuktian kualitas atau kemampuan. Pada era sekarang ini, seseorang yang membuktikan integritasnya layak dapat kenaikan gaji dan promosi jabatan.

5. Ajukan Resign Ketika Tidak Nyaman

  Resign Kerja Karier
Pastikan Diri Jika Benar-Benar Mau Resign

Resign memang bagus dilakukan ketika seseorang sudah tidak nyaman di perusahaan tempat kerjanya sekarang. Namun, proses resign harus dulu diteliti lebih dalam lagi. Ketahui apa yang menyebabkan diri tidak betah kerja di perusahaan sekarang.

Jika Anda belum menemukan jawaban yang tepat, jangan pernah ajukan resign. Ini akan menjadi batu sandungan ketika ingin melamar kerja di tempat lain. Terlebih jika Anda belum pasti mau bekerja di mana nanti.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

6. Kesempatan Berkarier di Usia Tua Tidaklah Mungkin

Pekerja Tua Karier
Ingat, Usia Itu Bukan Penghalang untuk Terus Maju

Usia muda memang waktu di mana seseorang dapat berkarier lebih cemerlang. Namun, bukan berarti bertambahnya usia menghalangi proses meniti karier, bukan? Usia bukanlah penghalang untuk berkarya. Selagi masih bisa, lakukan yang terbaik. Dengan begitu, hasilnya juga lebih maksimal.

7. Perkembangan Karier adalah yang Paling Utama

Perkembangan Karier
Jangan Melulu Memikirkan Pekerjaan, apalagi sampai Lupa dengan Keluarga

Memiliki karier yang cemerlang sudah menjadi impian banyak orang. Sukses tidaknya karier juga tergantung kerja keras. Namun, karier bukanlah yang utama. Anda juga butuh refleksi dan liburan saat menapak dunia kerja. Tidak bagus terlalu memaksakan diri karena akan memicu terjadinya stres.

Baca Juga: Kuasai 5 Hal Ini agar Karier Cemerlang di Usia 30 Tahun

Siapa Saja Boleh Berkarier

Mitos-mitos karier di atas jangan terlalu dipercaya. Sukses atau tidaknya seseorang dalam berkarier tergantung skill, keuletan, kegigihan, dan kemauan dalam dirinya. Sukses juga bisa diraih siapa saja tanpa terkecuali. Asalkan ia mau bekerja keras untuk meraih kesuksesan tersebut.

Baca Juga: 10 Langkah Perencanaan Karir Agar Masa Depan Sukses