Nasionalis-Religius: Akankah Antarkan Jokowi Kembali Jadi RI-1?

“Kerja, kerja, dan kerja.” Itulah slogan yang melekat pada sosok Joko Widodo selama memimpin Indonesia sejak 2014 lalu, didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kali ini, ia kembali mencalonkan diri sebagai Presiden RI dengan menggandeng Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden.

Dengan motto baru ‘Nasionalis-Religius’, Jokowi berharap bisa kembali menduduki RI-1 untuk kedua kalinya, periode 2019-2024. Diakuinya, silang kombinasi ideologi ini diharapkan bisa mewakili suara semua kalangan masyarakat Indonesia.

Untuk itulah Jokowi mantab dan optimistis bisa memenangkan pertarungan pada pemilu 2019 melawan pasangan Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Pesta demokrasi 5 tahunan ini akan digelar pada 17 April 2019, secara serentak mencakup Pemilihan Presiden (Pipres 2019) dan Pemilihan Legislatif (Pileg 2019).

Terlepas dari siapa yang bakal memenangkan dan menduduki kursi pemerintahan RI-1 (presiden) dan RI-2 (wakil presiden) periode lima tahun ke depan pasca pemilu 2019, seperti apa sebenarnya sosok Jokowi ini?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

Anak Sang Pedagang Kayu: Jadi Karyawan dan Pengusaha

Jokowi Pengusaha Mebel
Jokowi saat jadi pengusaha mebel via detikfinance.com

Tentu tak asing lagi bagaimana sosok pria yang lahir di Surakarta, 57 tahun lalu ini. Lahir dari orangtua yang berkecimpung di dunia perkayuan, tak heran bila Jokowi, yang lahir pada 21 Juni 1961 ini juga mengikuti jejak keduanya.

Ayah Jokowi, almarhum Wijiatno Noto Mihardjo dan sang Ibu, Sudjiatmi, dikenal sebagai pengusaha jual-beli kayu di Solo. Tak heran bila Jokowi juga mencicipi manisnya bisnis mebel yang sudah dia geluti sejak tahun 1990an

Namun sebelum dirinya terjun di dunia permebelan yang melambungkan citranya sebagai pebisnis, ia sempat meniti karier sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan BUMN, PT Kertas Kraft Aceh di Sumatera tahun 1986. Di bawah bendera PT Rakabu Sejahtera, bisnis Jokowi pun makin berkibar dan mengekspor furnitur ke beberapa negara Eropa dan Asia.

Baca Juga: Belajar Berwirausaha dari Presiden Jokowi, Apa Saja Kiat Suksesnya?

Perjalanan Karier Negarawan Jokowi: ‘Humble’ dan Cinta Produk Lokal

Joko Widodo
Joko Widodo

Mengawali karier sebagai seorang pekerja, hingga kemudian menjadi pengusaha sukses, dan pejabat negara nomor satu di negeri ini, Jokowi dikenal sebagai orang yang tekun dan bersahaja. Penampilannya yang sederhana mencitrakan Jokowi adalah sosok yang rendah hati (humble) dan mencintai produk lokal.

Bahkan kecintaannya dengan produk dalam negeri itulah yang membawa Jokowi tahap demi tahap mencapai posisi nomor wahid di Republik ini. Tak heran bila sosok Presiden RI ke-7 ini dinilai paling dekat dengan rakyat alias merakyat.

Walikota Solo

Jika Anda masih ingat beberapa tahun silam, bagaimana mobil Esemka yang diklaim sebagai produk anak negeri, telah melambungkan namanya yang kala itu masih sebagai Walikota Solo selama 2 periode yakni dari 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012.

Gubernur DKI Jakarta

Dari sepak terjangnya itu, pada akhirnya mampu menarik perhatian partai politik PDI-P yang memboyongkan untuk diperkenalkan pada warga Jakarta. Hingga akhirnya sosoknya mencuri perhatian warga DKI Jakarta dan mengusungnya menjadi seorang Gubernur di Ibukota, didampingi Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada 15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014.

Presiden RI ke-7

Setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama 2 tahun, ia pun terpilih menjadi Presiden RI menggantikan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengalahkan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilu 2014 silam.

Bahkan, selama Jokowi menjabat sebagai presiden, kecintaannya terhadap produk lokal tak berkurang sedikit pun. Ini terbukti dari upayanya mendorong pengusaha muda untuk terus berkarya dan bangga akan produk-produk ciptaan anak bangsa.

Apa yang dilakukan Jokowi? Sederhana saja, upayanya mendorong produk lokal ini pun diaplikasikan melalui penampilan kesehariannya, seperti menggunakan kaos atau kemeja, jaket, sepatu, sepeda, serta sepeda motor buatan anak negeri, dan masih banyak lagi.

Jadi, dukungan seorang nomor wahid di Indonesia dengan ciri khas penampilannya -sepatu sneaker dan kemeja putih digulung- ini terhadap produk karya anak negeri tidaklah hanya sebatas omongan semata, tapi juga benar-benar nyata.

Baca Juga: Kisah Para Tokoh-Tokoh Bangsa Modern yang Rela Melepas Gaji Tinggi Demi Membangun Bangsa

Harta Jokowi Naik Rp20an Miliar dalam 4 Tahun

  Kekayaan Rupiah
Mata uang rupiah

Sedikit demi sedikit, jerih payahnya mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari bisnis mebelnya terus membuahkan hasil. Hingga dirinya terjun sebagai pejabat negara, kekayaannya tidak serta merta bertambah secara drastis yang menimbulkan kecurigaan adanya indikasi korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Hal ini terlihat dari bagaimana peningkatan kekayaan Jokowi dalam kurun waktu menjabat sebagai presiden. Dalam 4 tahun terakhir, harta kekayaan Jokowi naik sekitar Rp20 miliar.

Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan, kekayaan Jokowi yang dilaporkan di tahun 2017 mencapai Rp50,2 miliar yang terdiri dari:

  • Tanah dan bangunan mencapai Rp43,8 miliar
  • Kendaraan atau transportasi Rp1,08 miliar
  • Harta bergerak lainnya sebesar Rp360 juta
  • Kas setara kas sebesar Rp6,1 miliar

Jumlah tersebut naik dari pelaporan harta kekayaan Jokowi per 31 Desember 2014 yang sebesar Rp29,4 miliar dan US$30.000, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tanah dan bangunan di Boyolali, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen dan Jakarta dengan nilai Rp29,4 miliar
  • Harta bergerak berupa 12 kendaraan pribadi yang dibeli dalam jangka waktu 1997 hingga 2014 dengan nilai total Rp954 juta
  • Harta lainnya berupa toko mebel senilai Rp572 juta dan pinjaman uang senilai Rp1,9 miliar
  • Simpanan valuta asing (valas) US$30.000

Menjaring Semua ‘Umat’

Bhinneka Tunggal Ika
Ilustrasi bhinneka tunggal ika via cakrawarta.com

Pertaruangan di kancah perpolitikan yang diwarnai dengan adu kekuatan dan menggunakan berbagai cara untuk menarik perhatian dan simpati masyarakat memang sudah bukan hal asing lagi. Tak hanya Indonesia, di berbagai negara juga demikian.

Namun yang terlihat nyata iklim politik di Nusantara ini masih sarat akan sulitnya menerima perbedaan. Tak heran bila isu SARA (suku, agama, dan ras) cukup mudah dihembuskan dan menciptakan pergolakan antar sesama warga negara di Tanah Air. Dan parahnya lagi, hal-hal semacam ini masih merupakan alat politik yang cukup tajam untuk mencapai sasaran.

Gejolak SARA Masih Jadi Cara Mujarab Berpolitik

Seperti yang terlihat di berbagai pemberitaan, memasuki tahun politik, berbagai macam rumor dilontarkan untuk menarik simpati atau justru menjatuhkan lawan politik di mata masyarakat. Tentu masih segar diingatan, bagaimana masyarakat seolah terpecah dan saling menyalahkan atas apa yang terjadi.

Semua merasa diri paling benar hingga ada dogma 'salah-benar', yang beda adalah salah dan sebaliknya. Hingga ketegangan begitu terasa di urat nadi Republik ini.

Merangkul Tokoh Agama dan Mengusung ‘Nasionalis-Religius’

Namun, Jokowi ternyata menangkap baik sinyal ini, hingga ia memutuskan merangkul Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya maju kembali di Pilpres tahun 2019 untuk periode lima tahun medatang. Tentu saja, masyarakat sempat dibuat terkejut akan hal itu, mengingat keputusan ini diambil menjelang detik-detik akhir deklarasi capres-cawapres yang sebelumnya digadang-gadang bakal didampingi Mahfud MD sebagai cawapresnya di pilpres mendatang.

Ia berdalih, keputusan memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya ini karena dinilai sebagai sosok agamawan yang bijaksana, sekaligus pernah memiliki rekam jejak sebagai politikus. Dengan demikian, diharapkan kolaborasi ini bisa mewakili seluruh umat dan masyarakat pada umumnya, yakni ‘Nasionalis-Religius’.

Lalu, akankah Jokowi bakal kembali memenangkan Pilpres tahun depan ? Tentu semua itu tergantung dari bagaimana seluruh warga negara Indonesia dalam menyampaikan aspirasi dan memberikan suaranya kepada Jokowi untuk kedua kalinya.

Cerdas Memilih untuk Masa Depan Bangsa

Begitulah perjalanan hidup sosok Joko Widodo, dari rakyat biasa dan mengenyam dunia pengusaha hingga mengemban tugas negara, yang dikenal memegang teguh prinsip kerja nyata, merombak dan menjadikan birokrasi bersih serta melayani. Sebagai warga negara Indonesia yang cerdas, tentu kita bisa melihat dan memahami segala sesuatunya di sekitar. Sehingga menelurkan pilihan dan menggunakan hak pilih dengan baik demi kemajuan dan masa depan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Selamat! Gaji PNS 2019 Bakal Naik