Niat Awal Menolong Teman, Ini Kisah Sukses Tora Sudiro di Dunia Hiburan sebagai Aktor Profesional

Kiprah aktor tampan Tora Sudiro sebagai aktor sudah tidak diragukan lagi. Berbagai peran telah dilakukannya. Tak hanya berhasil memerankan beraneka macam karakter, sosoknya juga ikut diperhitungkan sebagai komedian.

Mulai dari memerankan pria penyuka sesama jenis hingga berakting sebagai bandit mafia, semua sudah pernah dijajal oleh Tora. Bahkan, aktingnya sebagai seorang gay di film Arisan! (2003) telah membuatnya menyabet penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia tahun 2004.

Pria bernama lengkap Taura Danang Sudiro ini juga berhasil memboyong piala Aktor Terfavorit Piala Panasonic Award (2005), Aktor Terfavorit Piala Panasonic Award (2006) dan Pemeran Utama Pria Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2007.

Suami dari Mieke Amalia ini juga sempat beradu akting bersama aktor senior Deddy Mizwar dalam film Nagabonar Jadi 2. Ia juga dipercaya memerankan Indro DKI dalam dua film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss!. Mendulang sukses, film bagian pertamanya berhasil menembus jumlah penonton terbanyak di sepanjang masa perfilman tanah air.

Film bagian duanya pun kembali mencapai puncak. Ditayangkan setahun kemudian setelah part 1, film Warkop DKI Reborn Part 2 berhasil meraup keuntungan mencapai Rp 112 miliar!

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Dulunya Pekerja Kantoran

Sebelum sukses bergelut sebagai aktor, musisi, produser dan pelawak seperti sekarang, pria kelahiran 10 Mei 1973 (46 tahun) memulai karirnya di tahun 2000. Tak banyak yang tahu bahwa dulunya pria bertubuh kekar, tinggi dan bertato ini dulunya merupakan pekerja kantoran.

Ia juga pernah menekuni bidang asuransi, periklanan, hingga dunia sound engineering. Dan demi mendalami profesinya sebagai engineer ini, Tora bahkan pernah menuntut ilmu hingga ke Selandia Baru.

Bisa dibilang, saudara kandung dari Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto ini lebih tertarik ke dunia musik ketimbang sinema dan akting. Putra dari Tanto Sudiro dan Pinky Mardikusno ini pun bahkan tak punya latar belakang pendidikan film.

Keterlibatannya di dunia perfilman justru karena niat ingin membantu teman. Namun tak disangka dari sinilah jalan mencapai kesuksesan tertingginya didapatkan.

Main Film karena Ingin Bantu Teman

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tora Sudiro (@t_orasudi_ro) pada

Film berjudul Tragedi (2000) ini digarap oleh sutradara kawakan Rudi Sudjarwo. Saat itu, Rudi Sudjarwo kekurangan pemain film. Dan secara dadakan, Tora yang ingin membantu temannya lantas ikut terlibat sebagai peran pengganti.

Namun siapa sangka, ayah dari tiga putri bernama Azzahra Nabila Sudiro, Nayara Kanahaya Sudiro dan Jenaka Mahila Sudiro ini malah sanggup berakting dengan baik.

Sambutan baik tak hanya sampai di situ saja. Tahun 2003, Tora kembali mendapat tawaran untuk berperan sebagai Sakti dalam film Arisan!. Sejak saat itulah karirnya di industri hiburan makin terbuka lebar.

Aksi Kocak di Acara Extravaganza

Lawakan Tora yang jenaka dan khas juga berhasil memikat hati pemirsa layar kaca lewat program acara Extravaganza di Trans TV. Bersama Aming, Virnie Ismail, Indra Birowo, Tike Priatnakusumah, Rony Dozer, Ronal Surapradja, Ence Bagus dan lainnya, Tora menciptakan kolaborasi kocak yang menghibur masyarakat.

Tora tak hanya sukses mengocok perut para penonton televisi, di acara yang tayang sejak 2004 ini jugalah ia dipertemukan dengan Mieke Amalia. Tora resmi menikahi Mieke di tahun 2009, setelah sebelumnya cerai dari Anggraini Kadiman.

Baca Juga: Gagal di 'Indonesian Idol', Kini Anji Manji Malah Jadi Penyanyi Berpendapatan Tertinggi

Sukses Tekuni Layar Lebar

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tora Sudiro (@t_orasudi_ro) pada

Selama sepak terjangnya di layar kaca dan layar lebar, Tora sudah membintangi banyak judul film. Debutnya dimulai dengan film Tragedi (2000), kemudian berlanjut ke Arisan! (2003), Banyu Biru (2004), Janji Joni (2005), dan Ekspedisi Madewa (2006).

Di tahun 2007, Tora kembali ikut serta dalam film Nagabonar Jadi 2. Aktingnya di film ini membuat namanya menjadi Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2007.

Di tahun yang sama, Tora juga melakoni film Quickie Express dan D’Bijis. Karena film D’Bijis, Tora berhasil menyabet penghargaan Pemenang Pemeran Utama Pria Terfavorit dalam Indonesian Movie Awards 2007.

Tahun 2008, Tora beradu bersama Marsha Timothy dalam film bergenre romantic comedy berjudul Otomatis Romantis. Ia juga terlibat dalam judul film lainnya seperti Laskar Pelangi, Tri Mas Getir, Namaku Dick dan Cinlok.

Di tahun 2009, ia membintangi Krazy Crazy Krezy, Wakil Rakyat, Preman in Love hingga Benci Disko. Berikutnya tahun 2010, Tora melakoni Mafia Insyaf, Roman Picisan dan The God Babe.

Hingga kemudian memasuki 2011, ia kembali berperan sebagai Sakti dalam film Arisan! 2. Di tahun ini, Tora juga bermain dalam film Perempuan-Perempuan Liar dan Kita Versus Korupsi.

Totalitas Tora tidak main-main. Di tahun 2012, nama Tora kembali meramaikan dunia sinema lewat film Test Pack serta Rumah dan Musim Hujan. Menyusul di tahun 2013, Tora membintangi film Get Married, Setelah 15 Tahun, Malam Seribu Bulan dan Slank Nggak Ada Matinya.

Di tahun 2014, film Princess, Bajak Laut dan Alien, ia lakoni. Berlanjut dengan Kacaunya Dunia Persilatan, The Wedding & Bebek Betutu, 3 Dara dan Lamaran di tahun 2015.

Menapaki 2016, Tora bermain dalam film Juara, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, Ada Cinta di SMA hingga Cek Toko Sebelah.

Sedangkan di tahun 2017, Tora kembali memerankan Indro dalam Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2. Film berjudul Hoax dan Reuni Z juga dilakoninya pada tahun 2018 dengan film lainnya yang jika ditotal tentu sudah puluhan.

Menghibur Pemirsa di Layar Kaca

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tora Sudiro (@t_orasudi_ro) pada

Tak hanya film layar lebar saja yang diramaikannya. Sosok Tora juga didapati menghibur para pemirsa layar kaca Indonesia. Sejumlah judul film televisi dan sinetron telah ia bintangi.

Debutnya bermula saat berakting dalam FTV berjudul Test Case tahun 2005. Tahun 2006, ia terus menjajal seni peran dalam sinetron/ mini seri berjudul Juni di Bulan Juli. Ia juga membintangi sinetron religi Para Pencari Tuhan di Bulan Ramadhan tahun itu.

Aktingnya yang apik juga dapat ditonton dalam sejumlah judul seperti Malam Pertama, Bunda, Dunia D, Lajang, Udin Bui di tahun 2010, Laki-Laki Lasut (2011), Tendangan Si Madun Season 2, Babe Gue Rojali, Nyonya Nunung, Tukang Ojek Pengkolan dan lainnya.

Mengantongi Sejumlah Apresiasi dan Penghargaan

Tak hanya mendapat sambutan baik dari masyarakat dan industri hiburan, totalitas dan ketekunan Tora membuatnya sukses mengantongi sejumlah penghargaan.

Tahun 2004, ia mendapat penghargaan Aktor Terbaik (Piala Citra) dari Festival Film Indonesia untuk aktingnya di film Arisan!.

Demikian juga di tahun 2007, Tora berhasil masuk sebagai nominasi di FFI dalam merebutkan penghargaan Aktor Terbaik (Piala Citra) dan meraih Aktor Terpuji (Piala Citra) untuk aktingnya di film Nagabonar Jadi 2. 

Di tahun ini, Tora juga berhasil meraih apresiasi Pemeran Utama Pria Terfavorit (Piala Layar Emas) dalam film D’Bijis.

Film Arisan! 2 di tahun 2012 telah membuat namanya tercantum sebagai Nominasi untuk Pemeran Utama Pria Terbaik (Piala Citra) dan Pemeran Utama Pria Terfavorit (Piala Layar Emas).

Dan untuk film Kita Versus Korupsi, nama Tora termasuk dalam Nominasi untuk merebutkan Piala Maya Aktor Omnibus Terbaik.

Baca Juga: Meski Cantik dan Multitalenta, Ternyata Aurelie Moeremans Pernah Ditolak Saat Casting

Termasuk Entertainer dengan Kekayaan Terbanyak

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tora Sudiro (@t_orasudi_ro) pada

Kesuksesan Tora tentu berimbas signifikan terhadap finansialnya. Seiring berjalannya waktu, pundi-pundi uang terus bertambah. Konon, kekayaan Tora yang pernah bermusik bersama Desta dan Vincent Clubeighties dalam The Cash (2009) ini telah mengantongi kekayaan lebih dari Rp3,66 miliar.

Dengan demikian namanya termasuk ke dalam deretan aktor dan entertainer dengan kekayaan terbanyak di Tanah Air. Selain dari akting, ia juga mendapat penghasilan dari bintang iklan dan model video klip. Seperti dalam lagu Cinta Sudah Lewat milik Kahitna hingga Waktu Takkan Mampu oleh Shanty.

Seperti banyak artis lainnya saat ini Tora pun mendapat tambahan pundi uang melalui endorsement. Tora yang sempat membuka bisnis refleksi, jual beli motor dan production house ini bisa mengantongi Rp 10 juta untuk sekali endorsement di akun Instagram pribadinya.

Niat Baik yang Berbuah Manis

Sepak terjang Tora di industri hiburan dimulai dari niat baiknya menolong teman. Siapa sangka jika ia yang saat itu hanya menjadi peran pengganti dadakan bisa mendapat jalan untuk berkarir menjadi aktor profesional.

Niat baiknya berbuah manis bahkan mengubah hidupnya. Karena seperti diketahui, kekayaan dan prestasi yang diraihnya dari bekerja sebagai aktor tidak dilatarbelakangi oleh pendidikan perfilman. Semua itu merupakan hasil kerja keras dan kemampuannya yang terus diasah.

Sosoknya yang mau belajar dan berani mengeksplor potensi diri telah membuatnya sukses seperti sekarang. Meski tak selalu menjumpai kesuksesan dan mengalami pasang surut kehidupan, namun hingga kini ia tak berhenti berupaya dan terus berkarya. 

Kita juga bisa meraih kesuksesan dengan terus belajar, berani eksplorasi hal baru, tekun bekerja keras serta menyelipkan niat baik di setiap tindakan. Cepatlah bangkit kembali saat menjumpai kegagalan.

Jika sudah begitu, jalan menuju kesuksesan yang lebih besar akan terbuka lebih lebar. Siapa tahu niat baik yang dipadukan dengan kerja kerasmu hari ini, bisa berbuah manis di kemudian hari. Bahkan menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk mencapai keberhasilan mereka sendiri seperti kisah Tora Sudiro. Tetap semangat!

Baca Juga: Berjiwa Politik di Usia Muda! Ini Fakta Menarik Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR Termuda