Orang Tua Wajib Cermati Hal Berikut Agar Kelak Anaknya Bisa Kuliah

Mengenyam dunia pendidikan memang penting untuk menyongsong masa depan yang cerah. Berbagai ilmu pengetahuan didapati dari bangku sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini membuat semua orang tua ingin anaknya dapat menjajaki pendidikan sampai ke perguruan tinggi karena lulusannya dinilai lebih mudah untuk mencari pekerjaan.

Berbagai hal dilakukan orang tua untuk anaknya agar bisa bersekolah hingga kuliah, mulai dari bekerja banting tulang sampai mencari pinjaman kesana kemari. Sayangnya, tidak semua orang tua mampu untuk menguliahkan anaknya karena semakin mahalnya biaya pendidikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan persiapkan mental dan materi yang matang sejak dini bagi orang tua agar anaknya bisa kuliah kelak.

Berikut hal-hal penting yang bisa Anda praktikkan guna mempersiapkan modal pendidikan untuk anak Anda di bangku kuliah.

1. Yakinkan Anak bahwa Kuliah itu Penting

kuliah itu penting

kuliah itu penting via shutterstock.com

 

Hal pertama yang bisa dilakukan orang tua agar anaknya dapat kuliah adalah meyakinkan si anak bahwa pendidikan perguruan tinggi itu sangatlah penting. Sejak dini diharapkan orang tua menyemangati anaknya agar tidak memandang sebelah mata tentang sekolah. Kuliah adalah tempat menimba ilmu lanjutan yang bisa memberikan manfaat positif saat lulus kelak.

Selain itu, di era serba maju dan teknologi saat ini dibutuhkan pekerjaan dengan syarat lulusan dari perguruan tinggi, minimal lulusan sarjana. Lebih baik, arahkan anak ke disiplin ilmu yang diminatinya sejak dini sebelum memasuki perkuliahan. Misalnya jika anak Anda memiliki bakat menggambar, dukunglah bakat tersebut dan ceritakan dengan berkuliah di jurusan seni rupa yang nantinya akan mempertajam bakatnya, menyalurkan hobi dan beragam peluang pekerjaan sukses dengan latar belakang jurusan seni.

Baca Juag: Biaya Kuliah Mahal? Ini 7 Cara Mencari Dananya

2. Perhatikan Inflasi

Menyiapkan dana untuk pendidikan anak sejak dini memang gampang-gampang susah. Kenyataannya, biaya pendidikan naik setiap tahunnya, makin mahal plus ditambah adanya inflasi pada dana pendidikan.

Tahukah Anda jika inflasi di Indonesia cukup besar dampaknya terhadap biaya pendidikan? Inflasi yang terjadi hanya berkisar sekitar 3,75 persen per tahun, akan tetapi kenaikan biaya sekolah bisa mencapai 15%. Contohnya, pada tahun 2017 untuk masuk perguruan tinggi di universitas A diperlukan dana sebesar Rp10 juta, sepuluh tahun mendatang diprediksi biaya masuk tersebut akan naik menjadi sekitar Rp55 juta, belum lagi uang per semester yang juga tidak kalah tinggi dan segala biaya keperluan untuk kuliah.

3. Miliki Tabungan Pendidikan

tabungan pendidikan

menabung untuk biaya pendidikan via shutterstock.com

 

Salah satu cara untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk anak adalah dengan memiliki tabungan pendidikan. Artinya, Anda dapat menyisihkan sebagian uang yang diperoleh guna ditabung untuk biaya sekolah anak nantinya.

Tabungan pendidikan atau yang juga dikenal sebagai tabungan rencana merupakan salah satu fasilitas tabungan yang dikeluarkan oleh bank. Oleh sebab itu dana yang tersimpan terbilang aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, dengan memiliki tabungan pendidikan, Anda juga mendapatkan manfaat dari asuransi jiwa. Tabungan pendidikan termasuk tabungan jangka pendek yaitu sekitar 2-5 tahun. Karena ini termasuk produk tabungan, jadi tidak terdapat bunga yang besar, akan tetapi biaya administrasi tetap dikenakan. Bunga yang diberikan pada umumnya sebesar 3% hingga 6%.

Cara memiliki tabungan pendidikan adalah dengan mendaftarkan diri ke bank yang menyediakan fasilitas tersebut. Besaran dana untuk disetorkan sesuai dengan kesepakatan dengan bank. Ada juga bank yang memotong dana dengan besaran tertentu setiap bulannnya dari tabungan pokok Anda untuk dimasukan ke dalam tabungan pendidikan. Biasanya dana otomatis yang terpotong untuk tabungan pendidikan adalah sebesar Rp.100.000, namun jika hendak menyetorkan lebih juga diperbolehkan.

4. Miliki Asuransi Pendidikan

Selain tabungan pendidikan, Anda juga bisa membeli asuransi. Asuransi pendidikan ialah produk asuransi yang dikeluarkan oleh lembaga non-bank guna memberikan jaminan biaya pendidikan bagi peserta ke depannya. Tentunya, Anda diharuskan membayar premi dalam jumlah tertentu setiap bulannya kepada perusahaan asuransi sesuai dengan regulasi dari perusahaan tersebut.

Dengan memiliki asuransi pendidikan, tidak perlu khawatir akan risiko yang akan terjadi di masa mendatang karena biaya pendidikan dijamin oleh perusahaan asuransi. Selain itu, dengan mengikuti asuransi pendidikan, Anda akan mendapatkan manfaat dari asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Wajib diingat, dalam asuransi pendidikan, sebaiknya yang menjadi tertanggung adalah orang tua bukan anak. Hal ini dilakukan untuk melindungi orang tua sebagai pemilik ekonomis. Artinya, jika terjadi risiko pada orang tua yang menyebabkannya tidak bisa mencari nafkah, si anak tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

5. Mencari Beasiswa

beasiswa pendidikan

beasiswa pendidikan via shutterstock.com

 

Beasiswa memang menjadi solusi andalan yang memudahkan orang untuk berkuliah secara finansial. Dengan mendapatkan beasiswa, maka peserta akan diberikan bantuan berupa uang yang akan digunakan untuk membiayai kelanjutan pendidikannya. Adapun pihak yang memberikan beasiswa bisa datang dari pemerintah atau swasta.

Ada banyak lembaga yang menawarkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bentuk bantuan dari lembaga tersebut bervariasi, ada yang memfasilitasi semua biaya pendidikan dan kehidupan selama masa pendidikan, ada juga yang hanya memberikan biaya pendidikan saja.

Untuk mendapatkan beasiswa tentunya tidaklah mudah, dibutuhkan beberapa tes dan persyaratan untuk mendaftar. Pada umumnya, lembaga yang memberikan beasiswa melihat prestasi dari orang yang mendaftar. Artinya, tolak ukur seseorang untuk mendapatkan beasiswa adalah prestasi. Jadi, persiapkan anak untuk mengambil jalur beasiswa nantinya.

6. Melakukan Investasi

Hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan agar anak dapat kuliah nanti adalah dengan berinvestasi. Tidak seperti menabung, dengan berinvestasi dana yang dimiliki akan bertambah nantinya sesuai dengan keuntungan dari jenis investasi yang dipilih.

Ada beberapa jenis investasi yang menjanjikan untuk mendulang keuntungan besar di antaranya, investasi saham, reksadana, emas, hingga unit-link.

Perlu diperhatikan, investasi tidak memerlukan modal besar, hanya Anda harus disiplin dan sabar untuk bisa mencapai untung yang maksimal. Hasil investasi membutuhkan waktu untuk berproses mencapai untung.

Yang terpenting, pahami dahulu produk investasi yang Anda pilih. Jangan terjebak dengan investasi bodong dengan iming-iming untung cepat dalam waktu singkat. Tipe investasi yakni investasi jangka panjang dan jangka pendek. Pilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan dana pendidikan anak. Pahami produk investasinya, lakukan investasi secara rutin lalu nikmati hasilnya.

Baca Juga: Manfaat Investasi Meski Dalam Skala Kecil

7. Melakukan Pinjaman

pinjaman pendidikan

pinjaman untuk pendidikan via shutterstock.com

 

Jika sudah terdesak dan tidak mempunyai dana yang cukup untuk biaya masuk kuliah anak sedangkan masa pendaftaran kuliah sudah di depan mata. Solusinya, Anda dapat melakukan pinjaman. Pinjaman bermanfaat positif apabila digunakan untuk hal positif pula seperti biaya pendidikan. Jenis pinjaman yang bisa Anda pilih adalah KTA atau KMG. Pilih jenis pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda agar pinjaman yang dilakukan tidak memberatkan kondisi keuangan selanjutnya.

Berikut Beda KTA dan KMG :

KTA

KTA ialah produk pinjaman yang tidak memerlukan aset untuk diagunkan. Umumnya, enor yang ditawarkan di bawah 5 tahun, dengan limit pinjaman Rp300 juta dan suku bunga flat. Proses pengajuan KTA terbilang mudah, Anda hanya perlu memenuhi kelengkapan dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, KK, Surat Keterangan Penghasilan, SIUP (bagi wiraswasta) dan rekening koran, maka dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari dana pinjaman Anda bisa cair.

KMG

Berbeda dengan KTA, pinjaman melalui KMG memerlukan aset untuk dijaminkan, seperti BPKB kendaraan bermotor sertifikat rumah dan SK Kepegawaian. Kelebihannya, Masa tenor KMG lebih panjang, umumnya lebih dari 5 tahun dengan limit pinjaman yang tinggi hingga miliaran. Besaran pinjaman bergantung dengan aset yang diagunkan. KMG juga memberikan suku bunga flat dan lebih rendah dibanding KTA.

Baca Juga: Kenali Manfaat KMG Dan KTA Agar Tidak Salah Pilih

Biaya Kuliah: Lakukan yang Terbaik

Biaya pendidikan yang tidak murah mengharuskan Anda sebagai orang tua untuk mempersiapkannya dengan matang. Sejak dini, lakukan perhitungan biaya yang akan dibutuhkan untuk anak masuk sekolah hingga kuliah nanti, sekaligus biaya keperluan kuliah seperti uang jajan, beli buku, perlengkapan kuliah dan uang kos (bagi anak yang akan kuliah jauh dari rumah). Sebagai orang tua sudah sewajarnya kita melakukan yang terbaik untuk anak. Tidak hanya secara materi saja yang perlu dipersiapkan, tetapi juga dukungan moral untuk meraih cita-cita anak agar sukses di masa depan.