Pembayaran Premi yang Singkat Menguntungkan Nasabah Unit Link? Baca Ini Dulu

Asuransi unit link sering kali terlihat begitu menarik dan menguntungkan untuk dimiliki. Nasabah bisa mendapatkan manfaat proteksi sekaligus investasi di dalamnya.

Bukan hanya itu saja, unit link juga menawarkan keuntungan cuti premi yang bisa dilakukan setelah asuransi berjalan selama kurun waktu tertentu (pada umumnya setelah 10 tahun) sehingga asuransi ini dianggap lebih hemat dan bisa memberi perlindungan hingga masa tua bagi nasabahnya.

Begitu banyak keuntungan yang ditawarkan unit link sehingga tidak mengherankan kalau produk ini diminati ketimbang produk asuransi lainnya. Lalu, benarkah unit link memberikan keuntungan bagi nasabah penggunanya dari premi singkat yang mereka janjikan?

Baca Juga: Sebelum Membeli Asuransi Unit Link, Cermati Ini Dahulu

Cuti Premi dalam Unit Link

  Asuransi Unit Link

Ilustrasi Asuransi via shutterstock.com

 

Salah satu keuntungan yang bisa dimanfaatkan nasabah dari unit link adalah adanya sistem cuti premi yang bisa dinikmati nasabah. Pernah mendengar membayar premi cukup 10 tahun? Penawaran tersebut sebenarnya memanfaatkan cuti premi dengan tujuan menggaet nasabah baru.

Apa yang dimaksud dengan cuti premi? Sebagaimana namanya, cuti premi merupakan fitur dalam asuransi yang boleh digunakan nasabah apabila ingin berhenti membayar premi untuk sementara waktu.

Ada beberapa ketentuan dan persyaratan yang harus diperhatikan kalau berniat mengambil cuti premi. Pertama, polis harus berusia lebih dari 2 tahun. Kedua, selama lebih dari 2 tahun, selalu membayar premi secara teratur dan konsisten. Ketiga, ketersediaan dana dalam polis untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Pada dasarnya, cuti premi tidaklah sama dengan premi gratis. Sebab kedua hal ini jelas sangat berbeda. Selain itu, setiap manfaat asuransi yang didapat nasabah sudah pasti akan berbayar dan dikenakan sejumlah biaya.

Apa Dampaknya jika Mengambil Cuti Premi?

  Dampak Cuti Premi

Ingat, Selama Cuti Berlangsung, Biaya Asuransi dan Administrasi via shutterstock.com

 

Ingat, saat mengambil cuti premi, itu bukan berarti pembayaran biaya asuransi dan administrasi juga berhenti. Berhentinya pembayaran biaya asuransi sama saja memberhentikan pemberian manfaat asuransi. Jadi, jauhkan pikiran bahwa memanfaatkan cuti premi sama dengan gratisnya biaya asuransi.

Pertanyaannya, darimana dana untuk membayar biaya asuransi dan administrasi selama cuti premi? Premi yang dibayarkan tiap bulan dalam unit link ditujukan untuk proteksi dan investasi. Hasil dari investasi inilah yang kemudian dipotong untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Dengan kata lain, keuntungan investasi yang didapat nasabah tidak lagi utuh nilainya karena digunakan untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Semakin lama waktu cuti yang diambil, semakin berkurang nilai investasi dalam unit link.

Bahayanya, kinerja investasi yang buruk ditambah biaya asuransi yang meningkat dan ternyata cuti premi berlangsung dalam waktu lama bisa-bisa polis asuransi masuk kategori polis asuransi lapse. Siap-siap menerima kabar dari perusahaan asuransi yang meminta Anda untuk membayar premi atau top-up agar polis tidak lapse.

Baca Juga: Mengenal Unit Link: Asuransi dengan Fitur Investasi

Pahami Aturannya Sejak Awal

Tidak ada salahnya untuk membeli asuransi unit link selama memahami berbagai ketentuan yang diterapkan di dalamnya sejak awal. Bukan hanya itu saja, berbagai risiko yang mungkin saja terjadi juga harus dipahami dengan baik agar nasabah mendapatkan manfaat maksimal atas produk tersebut. Kenali unit link dan sesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan keuangan sehingga bisa meraih manfaat maksimal nantinya.

Baca Juga: Reksa Dana vs Unit Link: Sama-Sama Sarana Investasi, tapi Ini Perbedaannya