Pembiayaan Piutang dan Anjak Piutang, Apa Bedanya?

Bagi Anda yang memiliki usaha sendiri, sudah pasti Anda akan begitu leluasa melakukan berbagai tindakan yang dianggap penting bagi perkembangan perusahaan. Inilah bedanya pengusaha dengan pekerja. Sebagai pengusaha, Anda akan memegang kendali penuh atas perusahaan, termasuk atas berbagai risiko yang terdapat di dalam usaha.

Dalam perkembangannya, berbagai kendala dan risiko selalu datang silih berganti. Mulai dari masalah kecil hingga masalah besar memaksa Anda untuk mengambil keputusan dalam waktu yang singkat. Hal seperti ini bahkan bisa memberi dampak terhadap keuangan perusahaan. Terlebih jika perusahaan tidak memiliki ketersediaan kas yang mencukupi untuk mendukung berbagai kegiatan operasional. Ini tentu menjadi masalah yang besar. Sebab mustahil menjalankan perusahaan tanpa dukungan sejumlah kas yang memadai.

Sejumlah upaya harus dikerahkan agar perusahaan tetap berjalan dengan normal. Salah satunya adalah mencari pembiayaan dari luar. Pembiayaan piutang dan anjak piutang boleh dijadikan dua opsi yang bisa dipertimbangkan. Kedua hal tersebut sama-sama dapat diandalkan untuk mengatasi masalah lambatnya arus kas dalam perusahaan. Lalu, apa sebenarnya pembiayaan piutang dan anjak piutang tersebut?

Baca Juga: Alternatif Cara Melunasi Utang, Apa Saja...?

Pembiayaan Piutang

Pembiayaan Piutang

Ilustrasi Penghitungan Piutang via nerdwallet.com

 

Pembiayaan piutang atau accounts receivable financing merupakan tindakan meminjamkan uang terhadap sejumlah piutang yang sedang berjalan di sebuah perusahaan. Tindakan ini tentu akan segera mendatangkan sejumlah dana segar bagi perusahaan sehingga bisa dengan segera digunakan untuk mengatasi lambatnya arus kas dan kurangnya ketersediaan kas di perusahaan.

Pihak yang menyediakan dana pinjaman ini disebut sebagai investor, sedangkan Anda selaku penerima dana disebut dengan borrower. Dalam hal ini, investor akan meminjamkan dananya kepada Anda selama masa piutang masih berjalan dan belum tertagihkan. Sejumlah pinjaman ini tentu akan dikenai bunga pinjaman.

Pihak yang memiliki utang kepada Anda disebut dengan payor. Anda tetap memiliki kewajiban untuk melakukan penagihan atas sejumlah piutang yang wajib dibayarkan payor. Setelah piutang dibayarkan, Anda wajib mengembalikan pinjaman tersebut kepada investor berikut dengan bunga pinjaman yang telah disepakati sebelumnya. Pembiayaan seperti ini akan sangat efektif jika ternyata Anda membutuhkan dana dengan cepat. Apalagi Anda juga memiliki keyakinan atas kemampuan dalam menagih piutang tersebut kepada payor.

Manfaat Pembiayaan Piutang

Sebagaimana pembiayaan lainnya, kegiatan ini juga akan memberi manfaat bagi perusahaan Anda, antara lain:

  • Memperlancar arus kas dalam waktu yang singkat dan cepat.
  • Lebih mudah dalam mendapatkan sejumlah dana pinjaman karena investor akan melihat sejumlah piutang Anda sebagai jaminan pinjaman. Hal ini tentu akan sangat berbeda kalau Anda meminjam ke bank atau lembaga pembiayaan lainnya. Sebab bank akan menjadikan “kesehatan” perusahaan secara keseluruhan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.
  • Dapat segera membayar sejumlah tagihan dan utang perusahaan sehingga berbagai macam kegiatan perusahaan tetap dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga: 10 Cara Cepat Terbebas Dari Utang

Anjak Piutang

Anjak Piutang

Ilustrasi Invoice via mysbcapital.com

 

Anjak piutang atau invoice factoring merupakan tindakan pembiayaan dengan melakukan pembelian piutang perusahaan. Dalam prosesnya, penyedia pinjaman atau investor akan “membeli” sejumlah piutang Anda yang dalam hal ini selaku borrower. Semua proses penagihan terhadap payor (pemilik utang) akan berpindah tangan dan menjadi kewajiban dari investor.

Dalam anjak piutang, investor akan membayarkan sekian persen dari total piutang tersebut kepada Anda. Lalu melanjutkan sendiri proses penagihan tersebut terhadap payor. Ketika investor berhasil melakukan penagihan terhadap keseluruhan piutang tersebut, mereka akan menetapkan sendiri jumlah persentase yang dibebankan sebagai biaya layanan penagihan tersebut. Dalam hal ini, payor akan berurusan secara langsung dengan investor dan menyusun skenario pembayarannya bersama tanpa melalui Anda lagi.

Anjak piutang ini sangat tepat bagi perusahaan yang memiliki piutang berjalan dengan jangka waktu 60-90 hari, bahkan lebih. Sistem ini juga sangat cocok untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu dalam mengurus penagihan piutang kepada klien. Atau tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan hal tersebut. Dalam kegiatan ini, Anda akan menerima jumlah pembayaran yang lebih kecil dari investor jika dibandingkan dengan jumlah piutang di payor.

Manfaat Anjak Piutang

Pembiayaan ini juga bisa memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan Anda, seperti:

  • Memperlancar arus kas dengan cepat.
  • Menjadi sumber pinjaman yang lebih mudah untuk didapatkan sebab investor akan lebih mudah percaya pada sejumlah piutang Anda.
  • Mempermudah proses penagihan sebab semua hal ini akan dilakukan investor. Anda tidak akan repot untuk menghubungi pihak payor agar melunasi utangnya.
  • Menunjukkan eksistensi dan keseriusan perusahaan dalam mengurus masalah piutang tersebut sehingga payor lebih tanggap dan memberi respons yang baik atas kewajibannya tersebut.

Perbedaan Pembiayaan Piutang dengan Anjak Piutang

Sama-sama menjadi sumber dana dan memperlancar arus kas dalam perusahaan, tetapi pembiayaan piutang dan anjak piutang memiliki beberapa perbedaan mendasar, antara lain:

  • Proses Penagihan

Anjak piutang tentu lebih praktis karena semua proses penagihan kepada payor akan dilakukan investor.

  • Biaya

Pembiayaan piutang akan jauh lebih mahal karena sejumlah bunga dan fee lainnya akan dikenakan kepada Anda.

  • Dampak ke Payor

Anjak piutang akan membuat penagihan menjadi terlihat lebih serius. Sebab Anda memang menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengatasinya. Hal ini akan membuat payor memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi terhadap sejumlah utang yang dimiliki.

Pilih yang Paling Tepat bagi Perusahaan

Baik pembiayaan piutang maupun anjak piutang tentu memiliki kelebihan masing-masing. Bagi Anda selaku pemilik perusahaan, tentu paham dan mengerti dengan baik mana yang lebih tepat untuk perusahaan. Pilih yang paling sesuai agar arus kas segera tertolong dan berbagai masalah di dalam perusahaan dapat teratasi dengan baik dan tepat.

Baca Juga: 5 Cara Kendalikan Keuangan Agar Tetap Sehat