Pendanaan P2P Lending, Modal Rp 100 Ribu Bisa Untung Gede

Punya uang berlebih atau sisa gaji bulanan? Jangan buat foya-foya. Mending mulai investasi online alias pendanaan di finteh peer to peer (p2p) lending. Tanam modal mulai dari Rp100 ribu, kamu sudah bisa terdaftar sebagai pemberi pinjaman (lender) dan mengantongi keuntungan yang menggiurkan hingga dua digit per tahun.

Tawaran pendanaan online dewasa ini kian marak seiring menjamurnya fintech p2p lending. Masing-masing perusahaan teknologi keuangan bukan hanya saling berebut pasar atau nasabah, tapi juga menjaring lender. Duit yang disetor lender melalui platform p2p lending, akan disalurkan dalam bentuk pinjaman ke para peminjam (borrower). 

Namanya juga investor, si lender mendapatkan keuntungan dari imbal hasil (bunga) pinjaman yang dibayarkan si peminjam. Fulus yang diterima dalam bentuk tunai, dihitung berdasarkan persentase bunga yang telah disepakati.

Baca Juga: Ketahui Tips Aman Pinjam Uang di Fintech P2P Lending

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Pendanaan P2P Lending Beri Untung Maksimal

Pendanaan P2P Lending
Pendanaan P2P Lending Beri Untung Maksimal

Soal keuntungan ini bukan isapan jempol. Salah seorang lender pendanaan p2p lending, Dani (31) sudah membuktikannya. Berawal dari coba-coba dan sudah merasakan hasilnya, Wanita yang bekerja di sebuah media berjaringan internasional ini jadi ketagihan menanamkan cuan di salah satu platform p2p lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Awalnya iseng coba-coba. Nah karena return-nya cukup tinggi dan pasti, saya melakukan pendanaan lagi,” kata Dani saat berbincang santai dengan Cermati.com, baru-baru ini.

Dani mengungkapkan, tak ada anggaran khusus untuk melakukan pendanaan online setiap bulannya. Ada uang, langsung setor. Yang penting komitmen membenamkan uang, maka kamu tinggal menunggu aliran cuan masuk ke rekening. Lumayan kan buat tambah-tambah penghasilan.

Yang enggak kalah penting, saran Dani, jangan asal pilih fintech p2p lending. Pasalnya marak fintech bodong tak berizin berseliweran. Jadi sebelum masuk melakukan pendanaan, pilah pilih fintech p2p lending yang mengantongi izin dari OJK. “Lihat izinnya dulu di OJK. Kemudian lihat juga latar belakang fintech p2p lending-nya,” tegasnya.

Pilihan Pertama Pendanaan P2P Lending

Indodana
Pilihan Pertama Pendanaan P2P Lending

Buat yang bingung ingin memulai pendanaan online, kamu bisa melirik Indodana. Salah satu platform fintech p2p lending yang menawarkan keuntungan pendanaan maksimal, namun minim risiko. Asyik kan? Kalau kamu kepo apa saja kelebihan menanam uang di Indodana dibanding pendanaan online lain, ini nih penjelasannya.

1. Proses aman: Indodana telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

2. Modal awal kecil: Kamu bisa mulai menjadi pemberi pinjaman di Indodana dengan modal Rp100 ribu. Sedangkan pendanaan online lain masih memerlukan setoran awal yang cukup besar untuk mulai menjadi lender.

3. Keuntungan hingga 16% per tahun: Dapatkan imbal hasil atraktif hingga 16% per tahun yang akan disetor ke rekening virtual account kamu dan dapat ditarik dengan mudah. Sedangkan pendanaan online lain belum tentu bisa menawarkan imbal hasil dengan jumlah yang sama setiap tahun. Contoh perhitungannya: kamu menyetor uang Rp10 juta ke Indodana dengan imbal hasil 16% per tahun, berarti kamu akan menerima sebesar Rp1,6 juta dalam 1 tahun.

4. Dukungan teknologi mutakhir: Dilengkapi dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) dan Machine Learning, Indodana akan mencocokkan dengan banyak peminjam yang sudah memenuhi syarat (diversifikasi), sehingga mampu memaksimalkan keuntungan pendanaan kamu.

Selain itu, teknologi ini dapat menurunkan risiko kredit, mencegah kecurangan, serta mengalokasikan danamu kepada para peminjam secara otomatis. Sedangkan banyak pendanaan online lain yang belum menggunakan teknologi ini untuk menurunkan risiko pendanaan mereka.

5. Risiko rugi kecil: Dana kamu terlindungi oleh Asuransi Simasnet tanpa biaya tambahan, sehingga mampu meminimalisir risiko dari peminjam yang gagal bayar. Sebab apabila peminjam tidak membayar cicilan selama 90 hari alias gagal bayar, Asuransi Simasnet akan menyalurkan dana proteksi ke Indodana. Selanjutnya Indodana akan mencairkan dana proteksi ke lender. Dana kamu tetap dikembalikan sebesar 95%. 

Contohnya: Kamu menjadi lender dan menyetor uang Rp10 juta selama 1 bulan dengan imbal hasil 10% per tahun. Data historical menunjukkan jumlah pinjaman gagal bayar sebesar 1%, sehingga dari dana Rp10 juta yang disalurkan, dana gagal bayarnya Rp100 ribu. Perhitungan dana yang akan diterima kamu kembali: [(Rp10.000.000 - Rp100.000)] + [(Rp10.000.000 - Rp100.000) x 10%/12] + [Rp100.000 x 95%) = Rp9.900.000 + Rp82.500 + Rp95.000 = Rp10.077.500.

6. Proses pendaftaran cepat dan mudah: Hanya butuh waktu kurang dari 15 menit, kamu sudah langsung memiliki pendanaan. Pendaftaran bisa dilihat di https://www.indodana.com/.

7. Dashboard transparan: Kamu dapat terus memantau secara realtime perkembangan dana kapanpun dan di manapun.

8. Membantu meningkatkan inklusi keuangan: Pinjaman yang kamu berikan lewat fintech Indodana akan membantu membangun riwayat kredit bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh bank.

Baca Juga: Salah Langkah Bikin Rugi, Simak Tips Investasi di Fintech Bagi Millenial

Hati-hati Fintech Lending Bodong

Fintech
Hati-hati Fintech Lending Bodong

Fintech pinjam meminjam atau p2p lending yang beredar dan ilegal mencapai ratusan perusahaan. Sementara yang resmi terdaftar dan diawasi OJK jumlahnya sebanyak 99 perusahaan (tautan: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Penyelenggara-Fintech-Terdaftar-di-OJK-per-Februari-2019.aspx). Salah memilih, boro-boro untung, yang ada duit kamu bisa raib.

Pengamat Fintech, Hasnil Fajri meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan atau imbal hasil fantastis dari pendanaan p2p lending. “Kalau menyimpan duit di fintech p2p lending, keuntungannya 5-10% per bulan, itu sudah tidak masuk akal. Orang kan suka teriming-iming tuh, akhirnya kena kasus investasi bodong,” tegasnya.

Hitung saja kalau imbal hasil ditawarkan 5% per bulan, berarti setahunnya 60%. Jelas saja Hasnil menyebut angka itu tidak rasional. Sebab suku bunga p2p lending resmi sekitar 1,5-2,5% per bulan. Selain itu, ia menyarankan agar masyarakat selalu membaca detail kontrak sebelum melakukan pendanaan online. “Jadi kalau ditawarkan imbal hasil ketinggian, harus curiga. Jangan lupa juga, dibaca term and condition-nya,” kata Hasnil.

Rencanakan Masa Depanmu dengan Pendanaan P2P Lending

Daripada duit cuma mengendap di tabungan dengan risiko tergerus inflasi dan biaya tetek bengek, lebih baik diputar melalui pendanaan online p2p lending. Hasil keuntungannya lumayan buat menambah penghasilan. Dengan berinvestasi, berarti kamu sudah belajar mengelola keuangan demi masa depan yang cemerlang.

Baca Juga: Waspada Fintech Bodong, OJK Rilis 5 Ciri Fintech Lending Ilegal