Pengendara Bermotor, Perhatikan 5 Tips Memilih Helm yang Benar

Helm adalah instrumen kelengkapan yang harus dimiliki oleh seorang yang mengendarai sepeda motor. Tidak hanya untuk pengendaranya saja, penumpang sepeda bermotor juga wajib memakai helm ketika di jalan. Hal ini sudah diatur oleh peraturan hukum dalam UU No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Tak hanya untuk menunaikan kewajiban dan menghindari sanksi saat berkendara saja, sekarang ini menggunakan helm sudah menjadi bagian dari fashion dari para pengendara motor. Bagaimana tidak, terkadang bentuknya, warna, gambar dari helm tersebut sangat unik dan bagus.

Tapi tidak hanya dari style saja yang harus diperhatikan dalam memilih helm. Ada hal-hal lain yang harus diperhatikan juga agar tetap aman dan nyaman saat digunakan untuk berkendara. Simak ulasannya berikut ini:

Anda Bingung Cari Kredit Motor Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Motor Terbaik! 

1. Pilih Helm SNI

Salah satu syarat agar tidak ditilang oleh polisi saat berkendara dengan sepeda motor adalah menggunakan helm. Tapi perhatikan juga helmnya. Helm yang standar sesuai dengan peraturan pemerintah adalah helm yang memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI). Biasanya, label ini ada di sisi belakang helm baik stiker ataupun emblem.

Selain SNI, adapula helm yang berlabel DOT (Department of Transportation) yang merupakan label standar yang digunakan luar negeri, Amerika Serikat. Helm ini sama amannya dengan yang berlabel SNI. Label ini terdapat di beberapa helm produksi luar negeri. Jadi, jangan lupa memeriksa label pada helm sebelum membeli.

Baca Juga: Kredit Motor Anda Ditolak? Ini Alasannya!

2. Pilih Helm sesuai Ukuran Kepala

helm
Pilih helm sesuai ukuran kepala

Selain label, hal yang wajib diperhatikan ketika memilih helm adalah ukuran. Sesuaikan ukuran helm dengan ukuran kepala Anda. Jangan sampai kekecilan atau bahkan kebesaran. Karena ini akan mengurangi kenyamanan saat berkendara menggunakan helm. Jika tidak nyaman menggunakan helm, konsentrasi pun akan terganggu dan ini berbahaya bagi keselamatan pengendara.

Di pasaran ada beberapa ukuran helm yang dapat dipilih. Layaknya ukuran baju, ukuran helm dimulai dari S, M, L, dan XL. Usahakan untuk mencoba helm tersebut terlebih dahulu sebelum membeli ketika di toko. Jangan takut, karena ini sangat wajar ketika membeli helm.

3. Sesuaikan dengan Kebutuhan

Umumnya, helm yang beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu helm full face dan helm half face. Sebelum membeli helm, tentukan terlebih dahulu jenis helm sesuai dengan kebutuhan. Helm full face cocok untuk perjalanan jauh dan touring. Selain itu, jenis helm ini cocok dipadupadankan dengan motor sport 150cc ke atas dan motor trail.

Bagi Anda yang sehari-hari beraktivitas di dalam kota. Misalnya, hanya dipakai untuk rumah-kantor atau rumah-kampus, pilihlah jenis helm half face. Ini karena jenis helm ini lebih mudah untuk dibuka tutup kacanya. Desainnya juga simpel. Jenis helm ini cocok untuk segala jenis motor bebek maupun matic.

Baca Juga: Panduan Mengajukan Kredit Motor Melalui Cermati.com

4. Pilih Helm yang Memiliki Strap

strap
Pilih helm yang memiliki tali pengikat atau strap yang kuat

Selain ukuran helm, tingkat kenyamanan helm juga dipengaruhi oleh strap atau tali pengikat pada helm. Carilah strap helm yang tidak terlalu mencekik dan longgar. Di helm yang sudah SNI kelonggaran strap bisa diatur.

Selain itu, pilih juga helm yang memiliki pengait di strap yang kuat. Tujuannya, agar strap tidak mudah putus atau rusak. Ini berpengaruh pada keamanan saat menggunakan helm.

5. Pilih Helm yang Memiliki Perlindungan Ekstra

Di beberapa merk helm yang sudah memiliki nama, ada perlindungan ekstra yang diselipkan. Salah satunya adalah gembok atau tali pengaman helm. Alat-alat ini berguna untuk menjaga keamanan helm selama di parkiran. Anda bisa mengikat helm di sepeda motor agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berkendaralah dengan Hati-hati

Setelah mendapatkan helm yang sesuai dengan kebutuhan, standar peraturan yang ada, dan nyaman digunakan, bukan berarti bisa dipastikan tetap aman dalam berkendara. Keamanan tentunya ada ditangan Anda sendiri, maka berkendaralah dengan hati-hati mulai dari tidak kebut-kebutan atau ugal-ugalan hingga mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Baca Juga: Perbedaan Motor Matic, Motor Bebek, dan Motor Sport