Penipuan E-Cash Marak Terjadi, Hindari dengan Cara Ini

Penggunaan uang elektronik tentu bukan lagi sebuah hal yang baru di dalam dunia perbankan, sebab selama beberapa tahun belakangan ini beberapa bank telah menggalakkan penggunaan fitur yang satu ini di dalam layanan mereka. Namun meskipun demikian, hal ini tetap dirasa kurang maksimal, hal ini terlihat dari jumlah penggunanya yang terbilang masih cukup rendah. Bahkan, sebagian besar masyarakat mengaku belum mengenal dan mengetahui fitur perbankan ini, sehingga tak jarang sejumlah oknum kejahatan justru memanfaatkannya untuk melakukan berbagai tindak kejahatan.

Hal ini tentu patut dijadikan sebagai koreksi, mengingat rawannya tingkat kejahatan perbankan yang bisa saja terjadi melalui fitur canggih yang baru dimiliki oleh beberapa bank besar tersebut. Berbeda dengan fitur lainnya yang membutuhkan pengaktifan langsung di bank, E-Cash justru dibekali dengan kemudahan di dalam pengaktifan dan juga penggunaannya. Bahkan hal ini bisa dilakukan tanpa mendatangi bank atau bahkan meski pengguna tidak memiliki rekening bank sekalipun. Sangat menarik, bukan?

Mengenal E-Cash Lebih Dekat

E-Cash merupakan produk perbankan modern yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri, di mana produk ini dapat diakses dengan mudah dengan menggunakan aplikasi yang dapat diunduh melalui handphone atau dengan menggunakan USSD. Penggunaannya yang berbasis handphone membuat produk ini juga akrab disebut dengan uang tunai di handphone, di mana penggunanya dapat melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus melakukan pembukaan rekening Bank Mandiri ke cabang terdekat.

Hal ini tentu sangat menarik dan begitu sederhana, di mana berbagai kegiatan transaksi keuangan dapat berlangsung dengan mudah dan cepat. Berbagai transaksi keuangan bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan E-Cash, antara lain: membeli pulsa telepon atau token PLN, membayar belanjaan langsung di toko konvensional, belanja secara online, atau bahkan untuk transaksi penarikan tunai dan juga transfer (khusus bagi pengguna yang sudah melakukan registrasi pada cabang Bank Mandiri secara langsung).

Berbagai kemudahan di dalam penggunaan E-Cash tersebut di atas, tentu hanya bisa diakses jika pengguna telah menjadi pemegang fasilitas tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengunduh aplikasi Mandiri E-Cash di App Store dan juga Google Play, atau dengan cara mengakses *141*6# bagi pengguna basic phone lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan pengisian dana di dalam E-Cash, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, seperti: menggunakan layanan Mandiri ATM, menggunakan Mandiri SMS Banking, menggunakan Mandiri internet Banking, menggunakan Mandiri klikpay, melakukan transfer dari bank lain, atau melakukan pengisian saldo secara langsung pada toko / supermarket yang bekerjasama dengan Bank Mandiri.

Modus Penipuan E-Cash

Jumlah pengguna yang terbilang masih cukup rendah, menjadi salah satu hal yang mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman masyarakat luas akan produk perbankan yang satu ini. Hal ini justru menjadi sebuah peluang yang cukup menjanjikan bagi para pelaku kejahatan, di mana mereka dapat memanfaatkan kondisi ketidaktahuan masyarakat tersebut untuk melakukan berbagai modus kejahatan dengan menggunakan E-Cash.

Hal ini sebenarnya patut menjadi perhatian khusus bagi pihak perbankan, agar lebih gencar untuk melakukan pengenalan dan juga promosi terhadap produk E-Cash itu sendiri, sehingga masyarakat luas dapat mengerti dan lebih memahami tentang apa dan bagaimana sebenarnya penggunaan produk tersebut. Jika masyarakat memiliki pemahaman yang cukup, maka berbagai modus kejahatan yang marak terjadi di tengah-tengah masyarakat terkait dengan penggunaan E-Cash tersebut dapat dihindari.

Setidaknya terdapat beberapa modus kejahatan yang paling sering terjadi dan dialami oleh masyarakat, berikut ini adalah beberapa contohnya:

1. Menang Undian

Ini menjadi modus andalan bagi para pelaku kejahatan, bahkan hingga saat ini masih sering terjadi di tengah-tengah masyarakat luas. Biasanya pelaku akan menelepon korbannya dan mengabarkan jika yang bersangkutan baru saja memenangkan undian, baik itu berupa pulsa ataupun sejumlah uang tunai yang biasanya jumlahnya terbilang cukup besar. Dalam modus ini pelaku umumnya akan mengatasnamakan dirinya sebagai perwakilan dari sebuah bank atau bahkan operator seluler.

Selanjutnya pelaku akan meminta korban untuk melakukan pengecekan saldo rekening korban dan melihat secara langsung sejumlah dana yang baru saja ditambahkan ke rekening tersebut. Hal ini bahkan akan lebih meyakinkan korban lagi, dengan munculnya sebuah Pop-Up atas pengisian pulsa yang baru saja diterima handphone si korban.

 Dalam hal ini ini, biasanya pelaku akan sedikit memaksa agar korban segera ke mesin ATM dan melakukan pengecekan secara langsung di sana, tentunya dengan tidak menutup percakapan di telepon tersebut, agar korban tidak memiliki kesempatan untuk melakukan pengecekan pulsa yang tentu saja tidak pernah bertambah tersebut, termasuk mengantisipasi jika korban melakukan pengecekan ke layanan bank atau operator seluler yang mengatasnamakan oleh pelaku kepada korban.

Jika dituruti, maka biasanya pelaku akan menggiring korban ke mesin ATM dan akan menanyakan jumlah saldo korban yang terdapat di dalam rekening tersebut, hal ini untuk mempermudah pelaku dalam menentukan jumlah uang yang akan dikuras dari rekening korbannya. Dengan lihai pelaku akan memandu korban dengan urutan seperti di bawah ini:

  • Masuk ke menu utama
  • Dilanjutkan dengan menu “Transaksi lainnya”
  • Lalu “Pilih uang elektronik”
  • Kemudian dilanjutkan dengan “Mandiri E-Cash”
  • Lalu klik “Isi ulang”

Setelah beberapa langkah di atas, korban akan dipandu untuk mengetikkan sederet nomor PIN hadiah, yang tentu saja itu adalah nomor telepon yang akan digunakan untuk menampung sejumlah uang yang ditransfer tersebut (Cth. 081223xxxxxx).

Lalu dilanjutkan dengan sederet angka yang jumlahnya berada di bawah jumlah saldo korban, ini adalah sejumlah dana yang akan dipindahkan (Contoh: 2200100). Jika saldo mencukupi, maka secara langsung sejumlah uang tersebut akan langsung hilang dan berpindah ke tangan pelaku, sedangkan korban hanya bisa gigit jari saja setelah semua kejadian tersebut.

2. Belanja Online

Hampir sama dengan modus pertama, yang ini juga akan memperdaya korbannya dengan cara menggiringnya ke mesin ATM dan meminta untuk melakukan transaksi seperti di atas. Hanya saja dalam modus ini biasanya pelaku akan berpura-pura menjadi seorang pembeli dan biasanya yang menjadi korban adalah para pemilik online shop dan yang lainnya, di mana pelaku mengaku telah mengirimkan sejumlah dana ke rekening korban dan meminta korban untuk melakukan pengecekan ke mesin ATM.

Hindari Penipuan E-Cash dengan Cerdas

Maraknya penipuan yang terjadi melalui layanan E-Cash tentu akan membuat sebagian orang merasa khawatir, sebab tindakan ini bisa saja menimbulkan sejumlah kerugian yang cukup besar bagi para korbannya. Lakukan beberapa cara di bawah ini untuk menghindari hal tersebut:

1. Melek Teknologi dan Informasi

melek teknologi

Melek Teknologi dan Informasi via sensorstechforum.com

 

Hal yang paling aman dan tepat untuk mengantisipasi berbagai modus kejahatan perbankan tentu saja dengan mengetahui berbagai perkembangan dan juga fitur yang terdapat di dalam layanan perbankan tersebut, terutama untuk yang terbaru dan paling canggih. Ada banyak isu yang perlu diketahui terkait dengan hal tersebut melalui layanan internet, sehingga berbagai modus kejahatan yang mungkin terjadi bisa dihindari dengan tepat.

2. Jangan Mudah Tergoda

ignoring

Tidak Tergoda via counselinglongbeach.com

 

Pelaku kejahatan akan mengiming-imingi korbannya dengan sejumlah uang dan juga hadiah yang cukup besar, dan hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kejahatan di bidang perbankan. Hindari dan jangan mudah tergoda dengan berbagai hadiah tersebut, terutama jika ternyata pelaku berupaya dengan keras untuk mempengaruhi dan melakukan tindakan penipuan tersebut.

3. Jangan Pernah ke Mesin ATM dengan Panduan Orang Lain

Atm machine.jpg

ATM Machine via goodwillfinancial.com

 

Kegiatan perbankan adalah hal yang sangat rahasia, dan tidak membutuhkan panduan atau arahan seseorang untuk melakukannya, termasuk ketika bertransaksi di mesin ATM. Hindari hal ini, apalagi jika dipandu oleh seseorang yang tidak dikenal melalui sambungan telepon semata.

Baca Juga : Awas! Ini 5 Modus Penipuan yang Sering Terjadi di ATM

4. Jangan Ladeni Percakapan Telepon dengan Orang yang Tidak Dikenal

voice phising

Voice Phising via 1.bbci.co.uk

 

Hal yang paling mudah untuk mengantisipasi berbagai tindak penipuan adalah dengan memutuskan sambungan telepon yang berasal dari seseorang yang tidak dikenal dan tidak berkepentingan apapun dengan Anda. Tindakan ini sangat penting untuk dilakukan, terutama jika seseorang yang menelepon tersebut mencoba untuk mempengaruhi atau memandu Anda untuk melakukan berbagai tindakan yang dapat merugikan.

Baca Juga : Waspada Tindakan Phishing yang Mengincar Uang di Rekening Anda

Kenali Sejak Awal, Agar Terhindar dari Tindak Kejahatan

Beragam fasilitas perbankan tentu akan mempermudah berbagai macam transaksi keuangan yang dibutuhkan oleh setiap orang. Namun jika tidak kenal dan paham sejak awal, maka bisa saja hal tersebut justru menjadi petaka yang menimbulkan sejumlah kerugian. Kenali dan pahami penggunaan berbagai layanan perbankan dengan baik, meskipun tidak ikut menggunakannya secara langsung. Hal ini akan berguna untuk menghindari berbagi modus kejahatan yang selalu berkembang di luar sana.

 Baca Juga : Kenali Modus Penipuan ATM dan Kartu Kredit