Perlukah Seorang Financial Planner, dan Bagaimana Memilihnya?

Banyak mungkin Anda yang berpikir, untuk apa saya menyewa seorang financial Planner? saya dapat melakukannya sendiri!. Benar, Anda mungkin dapat melakukannnya sendiri. Tapi berapa banyak dan berapa lama  waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya. Sama  seperti ketika kondisi tubuh Anda memburuk Anda akan pergi kedokter dan ketika kendaraan Anda rusak anda akan membawanya ke bengkel, dengan alasan mereka adalah para ahli dibidangnya. Namun pertanyaannya sekarang adalah Bagaimana jika keuangan Anda yang tidak sehat? Apa yang anda lakukan?

Kenapa Anda Membutuhkan Financial Planner?

Seperti layaknya dokter yang anda butuhkan ketika sakit. Anda membutuhkan financial Planner sebagai dokter saat keadaan keuangan Anda sedang memburuk. Namun sayangnya, masih banyak yang enggan bertemu financial planner dengan alasan jumlah simpanan masih kecil, sehingga belum butuh saran mereka, apalagi dengan harus membayar. Padahal, jika keuangan ingin sehat, Anda butuh perencana keuangan.

Perencana keuangan pada dasarnya adalah ahli yang membantu kliennya mencapai tujuan keuangan, misalnya dana pendidikan, pensiun, beli rumah, dan seterusnya. Pengelolaan dan perencanaan keuangan harus dilakukan sejak awal untuk bisa mencapai tujuan dan impian Anda. Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan ketika kita menyewa financial planner. Apa saja? Ini dia.

1. Memberikan Potret Objektif Kondisi Keuangan

Gambaran kondisi keuangan Via cermati.com

Bersikap objektif adalah salah satu yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan. Namun lain cerita jika yang kita kelola adalah keuangan kita sendiri. Rasanya sulit sekali untuk tetap bersikap objektif. Dalam masalah lain, kita mungkin bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan yang rasional. Tetapi seringnya tidak, ketika menyangkut keuangan keluarga. Banyak yang denial, misalnya keuangan tidak mendukung tetapi tetap mengirim anak ke sekolah internasional yang biayanya selangit. Itu makanya, banyak kelas menengah yang berpenghasilan lebih dari cukup, tetapi punya hutang kartu kredit yang tidak terkendali.

Berbeda dengan Anda, karena tidak  mempunyai hubungan emosional dengan kekayaan Anda, perencana keuangan dapat memberikan analisa yang objektif, terang benderang. Misalnya, perencana akan melakukan diagnostik (financial check-up). Semua data keuangan diminta, diinput dan dikalkulasi, kemudian mereka menganalisa apakah Anda keuangan sehat atau tidak. Dimana masalahnya akan terpampang dengan gamblang. Semuanya objektif, berdasarkan angka serta hitung-hitungan

2. Seorang Ahli Dibidangnya

Saran dari ahli Via forbes.com

Keuntungan lain Anda menyewa seorang perencana keuangan adalah, Anda memiliki seorang ahli dibidangnnya untuk memberikan saran bagaimana menata keuangan keluarga.

Perencana keuangan memiliki pendidikan dan pengalaman dalam menangani masalah keuangan. Misalnya, bagaimana mempersiapkan dana pendidikan anak, mereka tahu cara yang paling efisien dan efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Bukankah bisa belajar sendiri? Bisa saja, namun tantangannya adalah waktu dan kemampuan untuk belajar.

 

3. Membantu Merealisasikan Rencana Keuangan Anda

Realisasi Rencana Keuangan Via finansialku.com

Rencana tanpa realisasi akan percuma, sia -sia. Perencana hadir menuangkan rencana ke dalam langkah konkrit implementasi. Mereka berupaya Anda patuh dan displin mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan dalam rencana tersebut.

Perencana keuangan memiliki orang-orang yang tugasnya mengingatkan Anda setiap bulan untuk melakukan investasi sesuai rencana. Mereka juga memantau secara rutin antara hasil dan tujuan di dalam rencana. Jika terjadi ketidak sesuaian, segera dilakukan kajian dan, jika perlu, rencana direvisi.

4. Mencarikan Produk Keuangan yang Cocok

Mencari Produk Keuangan Via dailysocial.net

Ada banyak produk keuangan dijual di pasar. Jumlahnya yang banyak saja sudah membuat pusing, apalagi produk dijual lewat berbagai strategi promosi yang agresif. Mau pilih yang mana? Akhirnya sering terjadi, karena bingung, kita memilih produk yang paling menarik promosinya atau yang dijual oleh kerabat dekat yang diambil karena rasa tidak enak, sementara sangat mungkin itu bukan pilihan yang tepat.

Karena berkutat di dunia keuangan, perencana keuangan paham segala produk serta melakukan riset dan mengumpulkan informasi secara rutin. Mereka paham produk yang paling cocok dengan kebutuhan klien. Misalnya, ketika butuh Reksadana

Baca juga : Mengenal Reksa dana untuk Investor Pemula

Mereka tahu mana yang paling cocok dengan profil risiko klien. Ketika klien mempersiapkan dana pendidikan, mereka sudah paham berapa kenaikkan biaya pendidikan setiap tahun. Anda bisa menilai bahwa besar kecilnya kekayaan tidak ada hubungannya dengan perlu tidaknya perencana keuangan. Sedang menghadapi masalah keuangan atau ingin mengelola keuangan keluarga secara sehat, itulah saat Anda membutuhkan jasa perencana keuangan. 

5. Bagaimana Memilih Perencana Keuangan

Pilih yang Tepat

Memilih yang Tepat via employee-performance.com

 

Tiap orang bisa punya kriteria sendiri. Namun pastikan beberapa kriteria dibawah ini masuk dalam kriteria Anda.

  • Bisa Dipercaya, Adanya rasa kepercayaan Yang Kuat

Kenapa rasa kepercayaan menjadi yang utama? Dalam proses analisa dan konsultasi, Anda harus buka-bukaan, atau bahkan telanjang, mengenai kondisi keuangan Anda. Tidak boleh ada yang disembunyikan. Informasi yang tidak terbuka akan membuat analisa tidak akurat, yang ujungnya tindakan yang diambil salah.  Keterbukaan hanya bisa dicapai dengan level trust yang tinggi. Kalau diawal sudah tidak percaya, atau curiga, akan sangat  sulit membuka diri, apalagi soal informasi keuangan keluarga yang sensitif.

  • Didukung riset yang kuat

Dalam menyusun rencana keuangan dibutuhkan dukungan pengetahuan dan informasi pasar yang memadai. Misalnya, saat menyusun dana pendidikan, update mengenai berapa rata-rata kenaikkan biaya sekolah per tahun menurut jenis sekolah. Tahu bagaimana kinerja reksadana, termasuk risikonya, sehingga bisa menyarankan yang paling cocok buat klien.

  • Punya Jasa Yang Bervariasi

Kebutuhan klien bisa bermacam – macam. Ada yang butuh pembuatan rencana keuangan komprehensif, lengkap dari A to Z sampai implementasinya. Namun, ada yang tidak butuh pembuatan rencana, hanya butuh konsultasi saja. Ada pula yang tidak butuh semuanya itu, lebih memilih pelatihan karena, selain ingin belajar sendiri, tidak ingin informasi keuangan dibuka ke orang lain. Perencana keuangan sebaiknya memiliki berbagai penawaran produk atau jasa. Banyak pilihan bagi calon klien untuk memilih sesuai kebutuhan.

  • Independen

Independen artinya saran yang diberikan semata – mata bertujuan untuk kepentingan klien. Bukan menjual produk atau jasa dari perusahaan atau lembaga tertentu. Analisanya harus objektif sesuai kebutuhan klien. Dalam konsultasi, perencana akan memberikan saran mengenai produk yang sebaiknya diambil oleh klien, misalnya asuransi, reksadana dan seterusnya. Nah, perencana harus fokus pada kepentingan klien, bukan menjual produk.  Sederhananya, mereka tidak mewakili atau bekerja pada perusahaan keuangan tertentu, seperti asuransi atau reksadana,  tetapi independen.

  • Memiliki Sertifikasi

Pastikan Perencana keuangan yang Anda pilih memiliki sertifikasi yang teakreditasi. Mudahnya bisa dilihat apakah memiliki gelar Certified financial Planner (CFP), yang merupakan salah satu sertifikasi perencana keuangan.

Sertifikasi adalah proses memastikan bahwa perencana memiliki tingkat pengetahuan dan keahlian untuk melaksanakan suatu fungsi atau disiplin ilmu di bidang Perencanaan Keuangan di Indonesia. Ini bukti bahwa keahlian mereka sudah diakui setelah melalui serangkain ujian oleh suatu lembaga yang sudah terpercaya. Program sertifikasi memastikan kepada anggota masyarakat bahwa praktisi perencana keuangan tersebut telah memenuhi standar kompetensi, standar etika dan standar praktik yang layak dalam memberikan jasa perencanaan keuangan yang khusus, dalam satu atau beberapa area saja dalam suatu kapasitas yang mandiri (unsupervised) dan mereka telah setuju  tunduk pada prinsip-prinsip integritas, obyektifitas, kompetensi, keadilan, kerahasiaan, profesionalisme dan ketekunan ketika berhadapan dengan klien.

Baca juga: 6 Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Baru

Pastikan Anda Memilih Financial Planner Yang Tepat

Beberapa pertimbangan diatas dapat Anda gunakan sebelum akhirnya memutuskan memilih Perencanaan keuangan yang sesuai dengan kriteria Anda. Pastikan financial planner yang  Anda pilih menyatakan setiap potensi konflik kepentingan. Tidak hanya itu pastikan financial Planner Anda mencantumkan intitusi mana saja yang bekerja sama dengannya secaa tertulis. Apabila terbukti melanggar etika bisnis, Anda bisa melaporkannya ke FPSB, organisasi yang punya kuasa untuk mencabut lisensi CFP atau RFP yang dimilikinya.