Pernah Manggung Gak Dibayar, Dipha Barus Kini Jadi DJ Syariah yang Mendunia

Dipha Barus

Foto: Instagram @diphabarus

Genre EDM (Electronic Dance Music) belakangan ini semakin digemari kalangan anak muda internasional. Seperti Martin Garrix, Zedd, Gryffin, Illenium, The Chainsmoker, Calvin Harris, David Guetta hingga Skrillex dan masih banyak lainnya. 

Di belantika musik Indonesia, genre ini kembali booming dan disukai generasi milenial dan generasi Z. Salah satu nama musisi EDM yang tengah disorot saat ini adalah Dipha Kresna Aditya Barus atau lebih populer dengan nama Dipha Barus

Pria berdarah Batak ini dikenal sebagai Disc Jockey atau DJ, produser, dan komposer musik berprestasi. Dipha sangat lihai meramu musik aneka genre, dari EDM, hip hop, R&B, dan house dengan ciamik.

Mulai berkarya sejak tahun 2010, Pria berusia 33 tahun itu telah menyabet banyak penghargaan bergengsi. Namanya kian melejit, bukan hanya di dalam negeri tapi juga penggemar musik EDM internasional.

Bagaimana sepak terjang Dipha Barus berkarier di industri musik Indonesia dari nol sampai bisa sukses seperti sekarang? Simak ceritanya yang dirangkum Cermati.com dari berbagai sumber.

Baca Juga: Demi Berkiprah Menjadi Artis, Nabila Putri Rela Hidup Melarat Merintis Karir

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Awal Berkenalan dengan Musik EDM

View this post on Instagram

100 % SURE THAT MY NEXT SINGLE WILL BE OUT NEXT MONTH! WHO’S READY TO MOVE ?

A post shared by Dipha Barus (@diphabarus) on

Momen perkenalan Dipha dengan musik yang membawanya pada kesuksesan rupanya terjadi tanpa sengaja. Saat itu, Pria kelahiran Jakarta, 4 Januari 1986 ini tengah menemani sang ayah untuk berobat ke Singapura. Di situlah Dipha pertama kali berkenalan dengan dunia DJ.

Momen tersebut ternyata berdampak besar dan berhasil mengubah hidup seorang Dipha. Putra dari pasangan Johan Barus dan Susilawati Sembiring kini kemudian bertemu sosok yang mengenalkannya pada drum dan bass.

Dipha juga diundang ke sebuah klub musik. Sejak itulah, ketertarikan Dipha mulai tumbuh terhadap musik elektronik, seperti Aphex Twin. Sepulangnya dari Singapura, ia pun memutuskan untuk mengkaji lebih dalam musik tersebut.

Yang terjadi selanjutnya, Dipha mulai belajar untuk menjadi DJ di Jakarta. Tak sambutan masyarakat begitu positif. Ia makin mencintai genre musik EDM. Sayang disayang, demi mengikuti kemauan orangtua, Dipha mengurungkan niat untuk menekuni musik tersebut dan memilih melanjutkan studi kuliah di Limkokwing University, Malaysia jurusan desain grafis.

Setelah lulus kuliah, Dipha sempat bekerja menjadi graphic designer di Negeri Jiran. Namun tak berlangsung lama karena pekerjaan tersebut tidak sesuai passion-nya. Kemudian, ia kembali ke Jakarta dan menggeluti karier yang berhubungan dengan musik.

Mencetak Segudang Karya

Dipha meluncurkan Move Your Bomboclat di tahun 2015, yang disusul dengan No One Can Stop Us di tahun 2016 bersama Kallula. Ia juga merilis Lemme Get That bersama Rinni Wulandari dan Teza Sumendra. 

Di tahun 2017, Dipha kembali menelurkan All Good bersama Nadin serta Decide bersama A. Nayaka, Matter Mos & Ramengvrl. Memasuki tahun 2018, Dipha merilis Money Honey (Count Me In) dengan Monica Karina. 

Ia juga berkolaborasi dengan Raisa dalam lagu My Kind of Crazy dan Mine. Tak hanya itu saja, Dipha ikut mendukung lagu Aku Wanita yang dinyanyikan kembali oleh Bunga Citra Lestari di tahun 2017.

Masih di tahun yang sama, Dipha melepas Made in Jakarta bersama Adrian Khalif. Kemudian disusul dengan Skin to Skin bersama Monica Karina di tahun 2018. 

Dipha juga menghasilkan sejumlah remix lagu yang populer, di antaranya Love Song dari Bayu Risa (2013), Right Here With You dari Sova (2015), Oh Baby besutan Rinni Wulandari (2015), I Want You, Love oleh Teza Sumendra (2017), hingga Easy Love milik Lauv (2017). 

Sering Dikira Lagu Luar Negeri

View this post on Instagram

samporasun #BANDUNG, kumahaaa damaaang sadayanaaa??? diantos engke wengi di Eldorado, nuhun sadayana...

A post shared by Dipha Barus (@diphabarus) on

Sejak karyanya hilir mudik dan menjadi hits di sejumlah radio terkemuka Tanah Air, nama Dipha semakin dikenal luas penikmat musik. Menariknya, lagu-lagu Dipha sering dikira lagu internasional. Bukan karya musisi lokal.

Lagunya yang bertajuk No One Can Stop Us yang dibawakan bersama Kallula telah menarik perhatian banyak orang. Lagu ini juga menempati tangga lagu paling terkenal di radio. Bahkan single ini telah diputar lebih dari 8,3 juta kali.

Dipha banjir tawaran manggung di berbagai event EDM, baik nasional maupun internasional. Sebagai musisi, Dipha menguasai beberapa instrumen musik. Ia menguasai alat musik piano, bass, gitar, cello, dan drum sedari kecil. Wawasan musiknya begitu luas, referensi musik sangat banyak, sehingga karya-karya yang dilahirkan berkualitas.

Baca Juga: Sering Diterpa Berita Miring, Begini Cara Celine Evangelista untuk Tetap Bertahan dalam Kesuksesannya

Pernah Manggung Tak Dibayar hingga Julukan "DJ Syariah"

Meski sudah mendunia, siapa sangka Dipha barus dulu pernah merasakan pengalaman pahit. Manggung tanpa bayaran. Ini dialami saat manggung perdana di sebuah klub di Malaysia.

Saat itu, Dipha mendapat kesempatan untuk unjuk gigi memutar turntable dan kemampuannya mengontrol massa. Namanya tidak masuk dalam daftar talent yang perform di malam itu. 

Namun semangat Do it Yourself membuatnya tak kehilangan akal. Ia pun merilis flyer sendiri dan menyebarkan ke anak muda Indonesia yang ada di Kuala Lumpur. 

Meski tak diberi honor, secara mengejutkan Dipha Barus berhasil menjadi sorotan. Saking banyaknya pengunjung yang datang, pemilik klub jadi keheranan melihat keramaian yang ada.

Kisah lain, Dipha dijuluki DJ Syariah. Saat orang lain memberikan daftar panjang permintaan kala manggung, Dipha justru hanya minta disediakan pisang dan air mineral. Jadi Dipha membuktikan bahwa meski DJ identik dengan kehidupan malam, tapi tidak semua berperilaku negatif.

Dhipa menerapkan gaya hidup sehat. Baginya makan pisang dapat meningkatkan mood sebelum atau saat perform. Rencananya malah ia mau menjadi vegetarian dan hanya mengonsumsi daging sepekan sekali. Itulah alasan sehingga Dipha mendapat predikat DJ syariah.

Menyabet Banyak Penghargaan

View this post on Instagram

" Your love takes me higher. " Still couldn't believe that this is real! 6 awards from 3 categories at @amiawards 2018! . Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas proses yang sangat menakjubkan, terima kasih kepada para orang tua dan keluarga kami, terima kasih juga kepada @amiawards atas apresiasi perjuangan kami! Countless nights at the studio, ngerjain lagu pas tur, sosial media saya di hack dan hackernya menghapus semua karya di youtube saya hingga kami mendapatkan beberapa karya kami kembali, sungguh proses yang sangat berarti di hidup saya. Sekali lagi, ini bukan persoalan tentang menang atau kalah tapi saling membagi inspirasi dan energi baik. . . Terima kasih kepada @ponyourtone, #blessingsteam, @heartfelt_soundsystem, @juni_records, #believeteam @_monicakarina , @nikizefanya, @mattermos , @ramengvrl, @arielnayaka, @insideout_singers, @kayman.kv, @wronggarden, @jonathanpardede_, @triwardoyo dan @lvxkowalski (yang sudah sama-sama secara damai menjalankan visi kita), @michaelkillian, @resboresta, @agritaw, @ainuno, @baracahya, @mosesmmms, @ashadinnur, @rubenzoh, @luciaquincy, @permatabank family, dan @abevikra .. dan seluruh musisi , label dan pelaku industri musik INDONESIA yang telah menginspirasi . . "Team work makes the dream work." . . Dan yang paling penting; seluruh FAMILIA yang telah mendukung dan telah mendengarkan seluruh karya saya. Semoga selalu damai. MAJU TERUS MUSIK INDONESIA! SATU MUSIK UNTUK INDONESIA! THIS IS JUST THE BEGINNING, MORE BLESSINGS AND MORE MUSIC COMING REAL SOON :) . . Photo by: @mosesmmms . . #grateful #struggle #spreadGOODvibes

A post shared by Dipha Barus (@diphabarus) on

Dipha Barus bukan hanya laris manis manggung di sana sini. Ia juga meraih seabreg penghargaan. Tahun 2016, memenangkan kategori Karya Produksi Dance/EDC Terbaik untuk lagu No One Can Stop Us di Angerah Musik Indonesia (AMI).

Kembali menyabet piala AMI di tahun 2017, untuk karya produksi kolaborasi terbaik di lagu All Good. Dan tahun 2018, menggondol lagi penghargaan AMI untuk kategori karya porudksi Rap/Hip Hop terbaik dalam lagu Decide.

Dipha juga dinobatkan menjadi DJ of The Year 2018 di ajang penghargaan Paranoia Awards 2018.

Bekerja dengan Cinta dan Passion

Dalam berkarier atau bekerja, bukan hanya diperlukan sikap pantang menyerah. Paling penting juga bekerja dengan cinta dan sesuai passion. Dengan begitu, kamu akan melahirkan karya-karya terbaik dari hati. Melakukan pekerjaan dengan tulus ikhlas akan memberikan hasil yang positif.

Karya terbaik, akan diterima masyarakat luas. Karier meningkat, kamu bisa menggapai kesuksesan, baik dari nama maupun pendapatan atau penghasilan. Jadi, ikuti kata hati dalam bekerja.

Baca JUga: Kisah Kejayaan Koes Plus, Pernah Masuk Bui hingga Jadi Band Legendaris Indonesia