Persiapan Pernikahan dan Cara Mendapatkan Modal Nikah yang Tepat

Pernikahan merupakan impian setiap orang untuk membentuk keluarga yang bahagia dan meneruskan garis keturunannya. Namun demikian, pernikahan tidak akan terlaksana tanpa ada biaya yang cukup. Bahkan pernikahan yang sederhana-pun sudah pasti membutuhkan biaya setidaknya untuk biaya administrasi dan penghulu. Besaran modal menikah jumlahnya relatif, tergantung konsep pernikahan yang digunakan. Banyak pasangan yang menganggap dana pernikahan sebagai pengeluaran mendadak, sehingga seringkali rasa panik melanda ketika momen pernikahan sudah semakin dekat. Untuk menghindari perasaan panik dalam menyiapkan biaya pernikahan, sebaiknya biaya pernikahan dipikirkan sejak dini. Paling tidak, disarankan untuk menyiapkan biaya pernikahan 3 tahun sebelumnya dengan cara menyisihkan sebagian penghasilan yang kita miliki.

Menyiapkan biaya pernikahan jauh-jauh hari tentu akan membuat pasangan baru terhindar dari terlibat utang dengan pihak lain, misalnya keluarga atau bank. Jangan sampai merasakan kebahagiaan sesaat, bahagia di pelaminan tetapi sengsara kemudian karena memikirkan hutang.

menyiapkan biaya pernikahan

Menyiapkan Biaya Pernikahan via sharingdisini.com

 

Dalam hal mempersiapkan biaya pernikahan, sebaiknya melakukan diskusi bersama pasangan Anda beberapa hal berikut sebelum melangkah ke pernikahan:

  • Diskusikan besaran penghasilan masing-masing, berapa banyak yang bisa disisihkan, kemudian baru menyusun rencana keuangan bersama dari jumlah yang disisihkan.
  • Diskusikan apakah ada utang yang menjadi tanggungan. Misalnya kartu kredit, kredit kendaraan, KTA (kredit tanpa agunan), dan sebagainya. Membicarakan hutang penting agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari yang dapat memberatkan pasangan.
  • Kenali pasangan Anda apakah berjiwa hemat atau boros. Bila ternyata boros, sebaiknya carilah solusinya.

Baca Juga: Budget Pernikahan Tidak Sampai 50 Juta? Ini Cara Mengaturnya

Untuk selanjutnya, jadikan besaran biaya pernikahan sebagai tujuan perencanaan keuangan. Hitunglah kebutuhan dana untuk melangsungkan pernikahan. Untuk memudahkan menentukan besaran dana pernikahan, sebaiknya kumpulkan informasi tentang segala sesuatu yang dibutuhkan serta perkiraan biaya saat ini. Tanyakan ke teman yang sudah melangsungkan pernikahan, serta perhatikan beberapa hal berikut:

Jumlah tamu yang hadir

Tamu yang hadir sangat menentukan kapasitas tempat, proporsi catering, jumlah undangan yang dicetak, souvenir yang diperlukan, dan sebagainya. Rumus menentukan jumlah tamu yang hadir adalah 2X jumlah undangan. Karena biasanya tamu undangan membawa pasangannya masing-masing.

Biaya sewa gedung

Menyewa gedung biasanya dipilih karena tidak memungkinkan menyelenggarakan pernikahan di rumah. Bisa karena faktor lokasi yang sulit dicapai, rumahnya sempit, dan sebagainya. Bila memutuskan sewa gedung, segeralah mencari informasi kisaran sewa gedung.

Biaya paket pernikahan

Yang termasuk paket pernikahan antara lain: dekorasi, make up, baju penganten dan pengiring, hiburan, fotografi, souvenir, dan sebagainya. Pilihlah paket pernikahan yang sesuai anggaran yang dimiliki.

Biaya pernikahan

Biaya pernikahan - Sumber: thebridedept.com

Biaya tak terduga

Biaya ini untuk kebutuhan yang tak terduga, seperti: transport penghulu, kehadiran sanak saudara dari jauh yang butuh penginapan, dan sebagainya.

Supaya dana tidak membengkak gunakan beberapa strategi berikut ini:

  • Gelar pesta pernikahan di rumah atau manfaatkan tanah lapang tak jauh dari rumah,
  • Meminta bantuan keluarga dan tetangga untuk gotong-royong memasak dan menyediakan hidangan untuk tamu undangan
  • Satukan acara prosesi akad nikah dengan resepsi, sehingga waktu menjadi ringkas dan dapat menekan biaya catering serta tata rias
  • Sebarkan kartu undangan untuk orang-orang khusus saja, sementara untuk teman-teman dapat lewat SMS atau lewat aplikasi chatting smartphone
  • Cukup sekali menggelar resepsi, tidak perlu memaksakan unduh mantu.

Pernikahan pastilah membutuh dana yang cukup besar. Sehingga sudah menjadi rahasia umum berutang jadi pilihan praktis mengatasi biaya pernikahan yang cukup besar. Berutang tidak masalah sepanjang dapat melunasinya dan tidak memberatkan.

Baca Juga: Biaya Nikah, 12 Cara Unik Untuk Menghematnya

Sebaiknya carilah pinjaman ke keluarga, jika masih kurang maka opsi meminjam ke bank menjadi jalan keluar. Sebelum mengajukan pinjaman ke bank bicarakan rencana ini dengan pasangan, karena ketika sudah menikah maka hutang menjadi beban berdua. Pastikan dulu kondisi keuangan berdua memungkinkan membayar cicilan tiap bulan. Serta, pastikan hutang hanya bersifat menambal kekurangan, bukan sumber utama biaya pernikahan.

Sebelum berhutang, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Budget

Berhati-hati menghitung budget pernikahan. Hitung dengan seksama dana yang tersedia sebelum mencari kebutuhan pernikahan. Tetap upayakan menggelar pernikahan dengan uang sendiri daripada berhutang.

Masalah keuangan dapat memperburuk hubungan dengan pasangan

Sebagian besar perceraian di Indonesia berawal dari masalah ekonomi atau keuangan yang dialami keluarga muda (dibawah 5 tahun). Sehingga kondisi finansial rumah tangga yang sehat sudah menghilangkan 70 % masalah rumah tangga.

Hati-hati masuk daftar hitam Bank Indonesia

Mereka yang gagal melunasi kewajibannya pada bank pasti masuk daftar hitam BI. Sekali masuk daftar maka akan kesulitan mengajukan kredit pemilikan rumah maupun kredit kendaraan bermotor.

Kenali batasan berutang

Batasan maksimal hutang yang aman adalah 30% dari pendapatan bersih berdua. Makin kecil batasan utang tentu makin baik. Misal total pendapatan bersama pasangan Rp 6 juta, maka beban hutang sebaiknya tidak lebih dari Rp 1,5 juta.

Setelah tahu batasan berutang, pilihlah produk pinjaman yang sesuai kondisi keuangan, berikut alternatif pinjaman bank untuk menikah:

Kredit Multiguna

Rata-rata bank punya produk kredit multiguna yang besarannya bervariasi tergantung dari kebijakan bank. Ada yang menawarkan kredit mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 3 miliar. Jangka waktu pengembaliannya bisa disesuaikan dengan kemampuan nasabah, paling lama 10 tahun.

Untuk biaya pernikahan, sebaiknya mengambil pinjaman yang tidak terlalu besar dengan jangka waktu yang pendek. Produk ini mensyaratkan agunan berupa mobil atau properti. Sebisa mungkin pinjaman diambil jauh-jauh hari dan lunas saat pernikahan berlangsung. Dengan demikian tidak ada tanggungan hutang saat resmi menjadi suami istri.

Persiapan Biaya Pernikahan

Persiapan Biaya Pernikahan via dompetsehat.com

Kredit tanpa Agunan (KTA)

Produk ini paling praktis karena tidak mensyaratkan agunan. Batas pinjamannya lebih sedikit dari kredit multiguna tetapi bunganya lebih tinggi. Bank membatasi besaran pinjaman 3-5X penghasilan.

Jenis pinjaman ini sebaiknya digunakan untuk keperluan yang mendadak karena proses pencairannya relatif cepat, seperti membayar uang muka sewa gedung. Sebaiknya pilihlah jangka waktu kredit yang singkat karena makin lama jangka kredit makin besar pula beban bunganya.

Baca Juga: Biaya Untuk Menikah, Mau Secara Tunai Atau Kredit?

Semuanya Tergantu Anda

Jadi konsep pernikahan tergantung dari anggaran yang ada, bukan sebaliknya. Melangsungkan pernikahan bukan berarti harus kaya dulu atau dapat jodoh orang kaya. Berhutang untuk menikah sah-sah saja asalkan jangan abaikan perhitungan keluarga setelah menikah. Tanyakan kepada teman-teman yang sudah menikah dan mempunyai anak, berapa kebutuhan hidup setelah menikah. Dengan begitu akan ada gambaran untuk merencanakan keuangan setelah nikah.