Pertimbangan dan Cara Pengajuan Kredit Rumah Susun

Padatnya penduduk Jakarta dan juga sempitnya lahan yang dapat dijadikan sebagai area perumahan membuat pemerintah dan juga para pebisnis yang bergerak di bidang properti mengembangkan strategi dalam memenuhi kebutuhan perumahan di ibukota. Bukan hanya sempitnya lahan yang menjadi persoalan, namun harga lahan perumahan yang selangit di Jakarta juga menjadi salah satu permasalahan panjang dalam memenuhi hal tersebut. Sulit mendapatkan tanah di Jakarta, artinya sulit juga untuk membangun sebuah landed house bagi seluruh penduduk Jakarta yang semakin hari semakin padat saja.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah berusaha untuk mengembangkan program Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebagai solusi bagi permasalahan tersebut. Pengadaan hunian ini dianggap sebagai jalan tengah yang bisa mempermudah penduduk ibukota untuk mendapatkan sebuah rumah dengan cara yang lebih mudah. Rusunami dibangun dengan konsep apartemen sederhana, di mana hunian ini dibuat bertingkat dan berada pada wilayah-wilayah yang strategis, sehingga penggunaannya bisa mempermudah banyak orang dalam menjangkau tempat kerja dan beraktivitas mereka.

Pengadaan rusunami diperuntukkan bagi mereka yang memiliki penghasilan yang tidak terlalu besar, hal ini akan membantu para pekerja dengan penghasilan pas-pasan bisa memiliki sebuah rumah yang layak dan juga dekat dengan tempat kerja mereka. Melihat ketentuan tersebut, maka sudah bisa dipastikan bahwa pengajuan pemilikan rusunami akan membutuhkan berbagai persyaratan. Pertimbangkan beberapa ketentuan di bawah ini, jika anda berniat untuk memiliki sebuah unit rusunami.

Baca Juga: Program Nasional Sejuta Rumah, Apa Keunggulannya?

1. Memiliki KTP DKI Jakarta

KTP DKI Jakarta

KTP DKI Jakarta via rmoljakarta.com

 

Rusunami secara khusus memang diperuntukkan bagi penduduk DKI Jakarta, dengan begitu maka calon pembelinya diwajibkan memiliki KTP DKI Jakarta. Hal ini juga menjadi sebuah syarat utama dalam pengajuan pembelian rusunami.

2. Belum Pernah Memiliki Rumah Sebelumnya

Ini merupakan syarat utama dalam pengajuan rusunami, di mana calon pembeli adalah orang yang belum pernah memiliki rumah sebelumnya. Artinya, jika seseorang telah memiliki sebuah rumah, maka orang tersebut tidak berhak untuk mendapatkan sebuah rusunami. Lalu, bagaimana cara membuktikannya?

Hal ini harus disertai dengan sebuah surat pernyataan belum pernah memiliki rumah, surat ini akan dikeluarkan oleh kantor kelurahan. Selain kepemilikan rumah, calon pembeli juga tidak pernah menerima subsidi perumahan (termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumaan (FLPP)).

Selain kedua hal tersebut di atas, calon pembeli yang bisa mengajukan kepemilikan rusunami adalah mereka yang tinggal di tanah-tanah Perumnas, terutama di wilayah-wilayah yang dekat dengan lokasi rusunami yang akan dibeli.

3. Penghasilan Memenuhi Kriteria di Bawah Rp4,5 juta

Penghasilan Tidak Melebih Rp4,5 Juta

Penghasilan Tidak Melebih Rp4,5 Juta via gocpabc.ca

 

Secara khusus pemerintah menetapkan besaran maksimum penghasilan bagi mereka yang berniat untuk membeli rusunami, yakni maksimal sebesar Rp4,5 juta per bulan. Artinya, mereka yang memiliki penghasilan lebih besar dari jumlah tersebut tidak berhak untuk mendapatkan rusunami. Hal ini memang penting dilakukan, agar target yang disasar dalam program pengadaan rusunami bisa dicapai dengan baik. Ketentuan mengenai hal ini telah diatur di dalam Permenpera Nomor 7 Tahun 2007.

Sebagai langkah untuk memastikan kebenaran mengenai penghasilan tersebut, maka calon pembeli diwajibkan untuk menyertakan slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP) yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat orang tersebut bekerja. Selain itu, calon pembeli juga wajib melampirkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh). SPT inilah yang akan membenarkan/memperkuat slip gaji (SKP) yang diajukan oleh calon pembeli.

Baca Juga: Rumah Subsidi Tidak Dikenakan PPN, Yuk Ambil Sekarang!

4. Siap Menjadi Penghuni Tetap

Saat mengajukan pembelian rusunami, maka diwajibkan harus telah memiliki KTP DKI Jakarta. Setelah pembelian tersebut disetujui, maka pemilik harus mengganti KTP nya dengan KTP yang baru. KTP yang baru tersebut akan dibuat sesuai dengan alamat unit rusunami yang dibeli, hal ini menjadi sebuah jaminan bahwa pemilik memang akan menjadi penghuni di dalam rusunami yang dibelinya.

5. Terikat Kepemilikan Selama 20 Tahun

Kepemilikan 20 Tahun

Kepemilikan 20 Tahun via wordpress.com

 

Selain KTP, pemilik juga akan terikat kepemilikan unit rusunami yang dibelinya, di mana unit tersebut tidak bisa dipindahtangankan kepada orang lain selama 20 tahun pertama setelah dibeli. Selama 20 tahun setelah pembelian tersebut terjadi, pemilik tidak bisa menjual ataupun memindahtangankan kepemilikan unit rusunami yang telah dibelinya tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya bisnis terselubung di balik kepemilikan rusunami dan untuk memastikan bahwa orang yang membeli rusunami tersebut adalah orang yang memang benar-benar membutuhkan sebuah rumah sebagai hunian tetap selama bertahun-tahun ke depan.

6. Lengkapi Persyaratan dan Ajukan

Jika telah memikirkan dengan matang mengenai berbagai ketentuan di atas, maka tidak ada salahnya untuk mengajukan kepemilikan rusunami, terutama jika memiliki sebuah rumah telah benar-benar menjadi sebuah kebutuhan wajib untuk saat ini. Simak beberapa poin di bawah ini yang wajib dipenuhi saat melakukan pengajuan kepemilikan rusunami:

  • Dokumen dan data diri
    Saat akan mengajukan kepemilikan rusunami, maka akan dibutuhkan beberapa dokumen pendukung, pastikan semua persyaratan tersebut terpenuhi dengan baik, sehingga proses pengajuan pemilikan rusunami bisa berjalan dengan lancar dan cepat. Dokumen tersebut antara lain:
    1. Fotokopi KTP DKI Jakarta
    2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah (bagi yang telah berumah tangga)
    3. Pas foto berwarna dengan ukuran 3 x 4 (3 lembar)
    4. Pas foto berwarna dengan ukuran 4 x 6 (1 lembar)
    5. Surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan
    6. Slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP)
    7. Surat Pajak Tahunan (SPT)
    8. Materai Rp 6 ribu (4 lembar)
  • Uang muka
    Selain berbagai persyaratan di atas, maka akan dibutuhkan sejumlah uang muka dalam proses pengajuan ini. Besaran uang muka yang ditetapkan oleh bank adalah 30% dari harga unit yang akan dibeli, karena itu pastikan telah memiliki sejumlah dana tersebut pada saat akan melakukan pengajuan pembelian rusunami.

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Ajukan dan Sesuaikan dengan Kemampuan

Ketika akan melakukan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), maka akan sangat baik jika hal tersebut telah dipertimbangkan dengan sangat matang, sebab hal ini akan menimbulkan sejumlah cicilan tetap dalam waktu yang sangat panjang di dalam pos pengeluaran. Lakukan simulasi awal untuk bisa mengetahui kemampuan bayar dan sesuaikan cicilan  dengan kemampuan keuangan. Pertimbangkan semua ketentuan dan juga persyaratan wajib dalam kepemilikan rusunami, agar pembelian tersebut memiliki manfaat maksimal dan tidak dilakukan dengan sia-sia.

Baca Juga: Ingin Beli Apartemen? Coba Fasilitas KPA