Pertimbangkan Ini Dulu Sebelum Lunasi Utang Kartu Kredit dengan KTA

Pada zaman sekarang ini, sudah banyak orang yang memiliki kartu kredit yang memberikan banyak kemudahan bagi pemegangnya. Namun yang harus diingat adalah kartu kredit merupakan utang yang harus dibayar juga pada akhirnya.

Sepertinya memang enak, tidak perlu membawa uang tunai, membeli barang yang diinginkan hanya dengan gesek saja. Sehingga banyak orang yang lupa harus membayar tagihan utang kartu kredit yang menumpuk di akhir bulan.

Satu hal yang perlu Anda ingat sebelum menggesek kartu adalah “Gesek kartu berarti komitmen bayar utang” Jika tidak, maka tagihan Anda akan menumpuk dan kian tak terbayar. Jika hal ini terjadi, maka agar Anda dapat melunasi utang kartu kredit yang menumpuk, diperlukan strategi dan komitmen berikut ini.

Pertama, menghitung saldo yang dimiliki dan membuat daftar utang kartu kredit. Untuk memudahkan, buatlah kolom dengan urutan: saldo utang, bunga pinjaman, bunga tarik tunai dan biaya administrasi.

Kedua, hentikan penggunaan kartu kredit sampai semua utang kartu kredit dibayar lunas. Jika memungkinkan, hubungi bank penerbit dan mintalah permohonan stop bunga untuk melunasi utang kartu kredit.

Ketiga, atur ulang anggaran bulanan. Demi tertib administrasi, atur ulang anggaran pengeluaran bulanan untuk beberapa bulan kedepan. Lakukan pola hidup hemat agar dapat menyisihkan uang untuk mencicil utang kartu kredit. Apabila memiliki kartu kredit lebih dari 1, sebaiknya bayarlah utang mulai dari kartu kredit dengan bunga dan utang tertinggi.

Hindari pembayaran sistem minimum payment. Setelah lunas baru bayarlah kartu kredit dengan utang di bawahnya, lakukan terus sampai lunas semua utang kartu kredit.

Keempat, hanya gunakan kartu kredit dengan fitur menguntungkan. Sebaiknya gunakan 1 kartu kredit saja untuk keperluan darurat, dengan limit penggunaan maksimal senilai 1 bulan penghasilan. Pilihlah kartu kredit dengan fitur yang paling menguntungkan, seperti: bebas iuran tahunan seumur hidup.

Baca Juga: Kondisi Keuangan Anda Sehat? Begini Cara Mengetahuinya

Risiko Pelunasan Tagihan Kartu Kredit dengan KTA

Risiko Melunasi Utang dengan Utang Lain

Risiko Melunasi Utang dengan Utang Lain via media.npr.org

Untuk melunasi utang kartu kredit sebaiknya gunakan dana dari tabungan yang dimiliki. Apabila jumlah tabungan tidak mencukupi untuk melunasi utang kartu kredit, maka Anda dapat mencoba memanfaatkan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Jika mengambil KTA untuk melunasi utang kartu kredit, sebaiknya hentikan penggunaan kartu kredit agar keuangan dapat difokuskan untuk mencicil pembayaran KTA. Ambilah pinjaman KTA sebesar jumlah utang kartu kredit dan pilihlah cicilan pembayaran maksimal sebesar 30% dari penghasilan setiap bulannya.

Setelah mendapat pinjaman KTA berarti Anda mempunyai tanggung jawab untuk melunasinya, namun terkadang ada masalah di tengah jalan yang membuat Anda kewalahan melunasi utang. Kegagalan membayar KTA dapat memberikan masalah yang lebih besar lagi, karena produk KTA dari bank memiliki bunga yang tinggi.

Bunga yang dibebankan tinggi disebabkan bank mengambil risiko gagal bayar dari nasabahnya, karena dalam mencairkan kredit hanya berpatokan pada reputasi peminjam saja, tanpa perlu jaminan.

Meskipun tanpa jaminan, namun bank tetap dapat menyita aset nasabah jika terjadi kredit macet, dengan cara membawa kasus tersebut ke pengadilan untuk membuat pailit dan menyita aset.

Dalam menyita aset, berbeda dengan kredit yang menggunakan jaminan, di mana dalam perjanjian kredit disebutkan secara khusus aset yang dijaminkan, sehingga jika terjadi gagal bayar maka bank hanya dapat menyita sebatas aset yang dijadikan jaminan tersebut.

Mediasi Penyelesaian Sengketa Nasabah dengan Bank

Melakukan Mediasi dengan Pihak Bank

Melakukan Mediasi dengan Pihak Bank via bhcbank.com 

Jika terjadi gagal bayar KTA atau utang kartu kredit, maka nasabah dapat memanfaatkan Mediasi Perbankan untuk menyelesaikan sengketa, jika dialog dengan pihak internal bank sudah buntu, maka manfaatkan Mediasi Perbankan melalui bank Indonesia atau OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau lembaga yang ditunjuk sebagai penengah yang berada pada posisi netral antara nasabah dan bank.

Penyelesaian sengketa melalui Mediasi Perbankan mempunyai beberapa keunggulan sebagai berikut:

  1. Gratis
  2. Jangka waktu mediasi maksimal 60 hari kerja sejak penandatangan mediasi
  3. Dilakukan secara informal dan fleksibel

Berikut ini kriteria sengketa yang dapat diselesaikan melalui Mediasi Perbankan:

  1. Nasabah tidak puas dengan solusi dari bank atas pengaduannya
  2. Nilainya sengketa dibawah Rp500 juta
  3. Sebelumnya belum pernah dimediasi oleh BI atau lembaga mediasi lainnya
  4. Tidak dalam proses atau telah diputus oleh lembaga arbitrasi maupun pengadilan, serta belum ada kesepakatan yang dimediasi lembaga lainnya, seperti: Pusat Mediasi Nasional (PMN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) dan lainnya
  5. Masa pengaduan masalah belum melewati 60 hari kerja

Bank Indonesia atau OJK akan menjadi mediator yang mempertemukan nasabah dan bank untuk mencari penyelesaian sengketa. Sehingga BI atau OJK berposisi netral, memotivasi, mendorong, dan mengarahkan untuk mencari penyelesaian sengketa.

Pada posisi ini, BI atau OJK tidak memberikan rekomendasi atau keputusan, karena kesepakatan harus dari pihak yang bersengketa.

Berikut ini beberapa alternatif cara penyelamatan kredit bermasalah yang biasa ditempuh oleh mediator, nasabah dan bank:

  • Resechedulling
    Yaitu melakukan perubahan beberapa syarat perjanjian kredit, meliputi: penjadwalan ulang pembayaran dan atau jangka waktu pelunasan.
  • Reconditioning
    Yaitu perubahan sebagian atau seluruh syarat kredit, meliputi: perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu dan persyaratan lainnya, namun tidak boleh melakukan perubahan maksimal saldo kredit.
  • Restructuring
    Yaitu penyelamatan kredit yang terpaksa dilakukan bank dengan cara mengubah komposisi pembiayaan yang menjadi dasar pemberian kredit.

Baca Juga: Kredit Macet: Tips Menghindari dan Mengatasinya

Langkah Pengajuan Sengketa Perbankan dan Poin Penting saat Menerima Dana dari Bank

Jika Anda mengalami sengketa dengan pihak bank, maka Anda bisa menempuh beberapa langkah pengajuan sengketa ke Mediasi Perbankan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Sengketa sudah memenuhi persyaratan
  2. Mengajukan permohonan secara tertulis sesuai format yang dibuat BI ke Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan
  3. Menyertakan dokumen pendukung, seperti: fotokopi surat penyelesaian pengaduan yang diberikan bank kepada nasabah, fotokopi KTP, pernyataan diatas materai bahwa sengketa belum pernah diproses di lembaga arbitrasi maupun pengadilan
  4. Mengikuti proses mediasi
  5. Mematuhi hasil mediasi

Selain itu, ketika Anda mendapat pinjaman dari bank, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Maksimal pinjaman artinya jangan mempunyai utang yang melebihi 30% dari penghasilan tiap bulan.
  2. Perhatikan waktu pinjaman. Makin cepat jangka waktu kredit, maka makin kecil beban bunga yang harus ditanggung.
  3. Cek Nilai pinjaman dan nilai potongan, seperti biaya administrasi atau provisi yang mengurangi besaran pinjaman.
  4. Perhatikan Waktu pembayaran, tanggal jatuh tempo dan besaran denda jika terlambat membayar.
  5. Ikuti Program Asuransi. Sebaiknya pakailah asuransi untuk mengantisipasi resiko meninggal dunia. Namun asuransi tidak diperlukan selama ada aset yang nilainya cukup untuk melunasi utang.

Selain itu, agar Anda tidak terlilit utang dikemudian hari, maka sebaiknya hindari beberapa hal berikut ini saat pinjaman cair:

  • Mempunyai keinginan mengambil kredit lain
    Sebaiknya lunasi dahulu utang KTA tersebut sebelum mengambil kredit baru.
  • Melunasi pinjaman terlalu cepat
    Tindakan ini akan merugikan, karena bank akan memberikan denda yang cukup besar.
  • Melunasi dengan cara mengambil kredit baru
    Melunasi utang dengan mengambil utang baru tidak akan menyelesaikan masalah utang.

Melunasi Kartu Kredit dengan KTA bukan Solusi Baik

Menutup utang dengan utang baru bukanlah pilihan solusi yang tepat. Jika Anda ingin menutup tagihan kartu kredit dengan KTA, maka itu sama halnya dengan menutup risiko dengan membuka risiko baru yang justru lebih besar.

Langkah tepat untuk menutup utang jika memang Anda terjebak hutang menumpuk adalah dengan rescheduling, reconditioning dan restructuring yang bisa Anda sampaikan ke pihak bank.

Baca Juga: Apa Saja Biaya KTA Selain Bunga? Ini Dia Rinciannya!