Pidi Baiq, Bintang Sesungguhnya Film Dilan yang Fenomenal Abis

Nama Herdi Pidi Baiq melambung saat film “Dilan 1990” meledak dan sukses memukau penonton. Sebelum diangkat ke layar lebar, Pidi Baiq merupakan sang penulis novel Dilan 1990 dan seri Dilan lain sejak tahun 2004

Setelah novel trilogi Dilan laku keras bak “kacang goreng” di pasaran, kisah tersebut lantas diproduksi. Hingga berhasil menjadi film terlaris tahun 2018. Saat tayangnya pada Januari 2018, film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini mendapat apresiasi dan ditonton oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengalahkan film “Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, Habibie dan Ainun, hingga Pengabdi Setan,” dan lainnya, film “Dilan 1990” menjadi film terlaris kedua sepanjang masa di Indonesia, setelah “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1”.

Kesuksesan film “Dilan 1990” yang tembus di angka lebih dari 6 juta penonton, tak terlepas dari sosok Pidi baiq. Sebagai seniman multitalenta, Pria yang lahir di Bandung ini begitu dicintai para penggemar buku dan film. 

Inilah perjalanan karier Pidi Baiq dalam melahirkan karya-karya memukau, seperti dirangkum Cermati.com dari berbagai sumber.

Baca Juga: Umur Belum 10 Tahun, Influencer Cilik ini Kekayaannya Miliaran!

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Siapa Pidi Baiq?

Pidi tak hanya berprofesi sebagai penulis buku dan novel. Ia juga seorang musisi, pencipta lagu, komikus, serta dosen dan ilustrator. Pria yang akrab disapa Ayah Surayah ini tergabung dalam grup band “The Panasdalam.” Grup musik ini berdiri sejak tahun 1995.

Pidi menulis naskah film “Barisan Anti Cinta dan Asmara (Baracas)” yang diangkat dari salah satu novelnya. Kepiawaiannya dalam meramu kata, merangkai kalimat menjadi cerita menarik yang membuat pembaca tersentuh berhasil mengantarkannya menjadi pemenang penghargaan kategori Writer of The Year dari IKAPI Award tahun 2017.

Darah seni begitu kuat dalam diri seorang Pidi. Bagaimana tidak? Sejak kuliah, ia sudah menekuni seni. Ia juga merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seniman Selera Humor Tinggi

Pidi dikenal masyarakat, khususnya para penggemarnya sebagai seniman yang jujur. Mengalir apa adanya, tapi ada sisi romantis dan humor yang ngocol abis. Itulah ciri khas dari Pria kelahiran 8 Agustus 1972 ini.

Pantas saja, ia banyak melahirkan karya yang kental dengan nuansa homor. Begitupun Pidi tumpahkan dalam novel trilogi Dilan. Antara lain, Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 diterbitkan pada 2014, Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991 dipublikasikan pada 2015, serta Milea: Suara dari Dilan meluncur di tahun 2016.  

Bukan hanya menggarap ketiga novel best seller ini saja. Sebelumnya Pidi sempat berpetualang, serta belajar ilmu filsafat dan seni di Amsterdam, Belanda, kemudian melahirkan segudang karya.

Tahun 2008, Pidi menulis Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan dan Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan. Setahun berlalu, Pidi kembali menelurkan buku Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan dan Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan di tahun 2019.

Memasuki periode 2010, Ayah dari dua putra bernama Timur Langit Hali dan Bebe Bibe Utara ini menulis dan menerbitkan buku berjudul Al-Asbun Manfaatulngawur. Selanjutnya dua buah buku At-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya dan S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun dipublikasikan pada tahun 2012.

Dari Novel hingga Jadi Film Fenomenal

View this post on Instagram

Merchendise berbau Dilan, berbau The Panasdalam, berbau perangko, berbau tandatangan si ayah, berbau gelas yang pegangannya di dalam (sisa dua set), berbau army (Sisa satu, sedang diproduksi lagi. Itu jaket yg sama seperti punya Dilan masa geng motor, yang dipake Milea jaman SMA - dibikin ulang sepersis mungkin), berbau DVD lagu Voor Dilan, berbau murah dan lain-lain. Untuk yang haus, silakan mulai berhubungan dengan akun @pandal_otpd melalui Kang Ucup, yang sampe sekarang masih juga belum punya pacar (sedangkan target 2019 tunangan) di 081350113997 atau bisa melalui si Mardi, tapi harus lisan katanya, karena nomor hapenya sudah diblokir sama si Mimih (Ibunya) - Untuk kamu yang tinggal di Bandung bisa datang langsung ke toko @pandal_otpd Di RTPD (Rumah The Panasdalam) jalan Ambon 8A. Buka praktek dari jam 11:00 sampai Merauke. Sedangkan untuk kamu yang tinggal di Kepulauan Fiji, kayaknya jauh deh. Kasian, harus naik perahu bocor 🙁

A post shared by Pidi Baiq (@pidibaiq) on

Pidi Baiq boleh bangga atas kerja kerasnya. Karena selain Dilan 1990 dan Dilan 1991 diangkat ke layar lebar, kemudian menjadi film fenomenal, novel lainnya yang berjudul Baracas (Barisan Anti Cinta Asmara) juga dijadikan film keren.

Disutradai langsung oleh Pidi Baiq, film Baracas yang ber-genre drama komedi ini sukses rilis di pasaran pada 2017. Ia juga menulis skenario dari film yang dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Edi Brokoli, Cut Mini, Stella Cornelia dan Tika Bravani tersebut. 

Menurut penggemar Kung Fu ini, tak perlu melawak untuk membuat orang tertawa. Guyonan segar bisa disajikan melalui cara yang berbeda. Film Koboy Kampus menjadi debut Pidi selanjutnya. Film yang dimainkan Jason Ranti ini diangkat dari kisah nyata keseharian Pidi semasa kuliah.

Alurnya, ada cerita mengenai The Panasdalam Bank, grup besutannya. Kata-kata bank tersebut sengaja digunakan untuk mengganti kata band. Jadi dipilih bank agar tampak seperti banyak uang.

Baca Juga: Inspiratif! Berkenalan dengan MiawAug, Gamer YouTube yang Penghasilannya Setara Mobil Mewah

Pendapatan Fantastis Dilan 1990

Film Dilan 1990 meraup keuntungan besar. Sejak Januari 2018 diputar, film garapan Fajar Bustomi dan Pidi Baiq tersebut telah ditonton lebih dari 6 juta orang. Menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa, pendapatan dari film Dilan 1990 mencapai sekitar Rp231,02 miliar.

Pendapatan tersebut sungguh fantastis lantaran Max Pictures selaku rumah produksi Dilan 1990 merogoh dana sebesar Rp15 miliar untuk pembuatan film tersebut. Film ini menjadi film terlaris dari seluruh film yang pernah diproduksi Max Pictures maupun Ody Mulya Hidayat sebagai produser dengan keuntungan fantastis.  

Dilan 1991 Kalahkan Avengers: The Infinity War

Setelah film Dilan 1990, menyusul film Dilan 1991 dan melanjutkan kesuksesan film sebelumnya. Film Dilan 1991 yang tayang 2019 ini berhasil memecahkan rekor sepanjang masa yang sebelumnya hanya dipegang oleh film Hollywood, Avengers: Infinity War.

Avengers: Infinity War meraup pemasukan sebesar USD 1,79 juta atau sekitar Rp23,3 miliar. Sedangkan menurut Deadline.com, Dilan 1991 berhasil mencapai USD 2,05 atau Rp26,6 miliar dalam beberapa hari pemutarannya.

Selain itu, Dilan 1991 juga mendapat dua rekor dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Pertama untuk kategori Film Pertama yang Ditonton di Bioskop hingga 80.000 Orang. Sedangkan kategori keduanya, yakni Film Pertama di Bioskop yang Ditonton Sampai 720.000 Orang di Hari Pertama Pemutaran di Bioskop.

Kutipan Pidi Baiq Diabadikan di Jalan Asia-Afrika

Sebagai penulis dan seniman asal Bandung, salah satu quote dari Pidi Baiq dipajang di bawah terowongan yang berada di Jalan Asia-Afrika oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” Kata-kata Pidi Baiq tersebut ikut diabadikan bersama kutipan dari M.A.W. Brouwer, “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum.”

Jadi Diri Sendiri dan Tonjolkan Ciri Khasmu

Tak perlu mengekor orang lain untuk meraih sukses. Kalau kamu konsisten menjadi diri sendiri, dan menonjolkan keunikan, kamu akan dikenal orang lain karena ciri khasmu. Bukan meniru gaya orang lain. Semangat untuk menggapai cita-cita.

Baca Juga: Investasi Tas Mewah dan Rintis Bisnis Jadi Cara Mikha Tambayong Gandakan Uang