Pilih Investasi Reksa Dana atau Unit Link? Pahami Dulu Perbedaannya

Tak sedikit, orang beranggapan bahwa antara Unit Link dan Reksa Dana adalah instrumen investasi yang sama. Selain itu banyak pula yang menilai bahwa investasi Unit Link cukup ribet dan berbelit-belit.

Nah, tanpa banyak beranggapan yang belum tentu benar, sebaiknya Anda pahami lebih dulu perbedaan antara Reksa Dana dan Unit Link. Sehingga Anda bisa memutuskan dan memilih yang terbaik untuk berinvestasi sesuai kebutuhan.

Lalu, apa saja perbedaan antara Reksa Dana dan Unit Link? Simak ulasan berikut ini sebagai bahan pertimbangan Anda:

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

1. Proses Penempatan Dana

  Manager Investasi
Ilustrasi Manager Investasi

Dalam kegiatan investasi Unit Link, investor akan membayarkan sejumlah dana (premi) kepada pihak perusahaan asuransi. Sebagian dana inilah yang kemudian akan ditempatkan sebagai dana investasi pada berbagai instrumen investasi yang dipilih, di mana kegiatan investasi tersebut akan dikelola oleh seorang manager investasi.

Sedangkan di dalam Reksa Dana, seorang investor dapat langsung menempatkan dananya pada instrumen investasi tertentu yang kemudian akan dikelola oleh seorang manager investasi. Dan proses ini dilakukan tanpa melalui perantaraan sebuah perusahaan asuransi.

2. Kebebasan dalam Berinvestasi

Jangka Waktu Investasi
Bebas menentukan jumlah dan jangka waktu investasi

Terkait dengan jumlah dan waktu berinvestasi, Unit Link memiliki kebijakan tersendiri yang mengikat pesertanya, di mana  jumlah dana / premi yang wajib dibayarkan setiap bulannya telah ditentukan sejak awal, bahkan waktu pembayarannya juga telah ditetapkan.

Dengan adanya aturan tersebut, maka keterlambatan pembayaran premi ini akan dikenai konsekuensi tersendiri yang telah disepakati sejak awal. Sedangkan di dalam Reksa Dana, investor dapat menentukan sendiri jumlah dan juga waktu yang dipilih untuk berinvestasi.

3. Kebebesan Berganti Manager Investasi

Pilih Investasi
Tentukan pilihan sendiri

Pada umumnya, Unit Link diatur dalam perjanjian tetap dan sulit untuk diubah. Hal ini juga berlaku di dalam pemilihan manager investasi yang biasanya akan ditetapkan oleh perusahaan asuransi dan tidak bisa diganti-ganti.

Hal sebaliknya justru terjadi di dalam Reksa Dana, di mana investor dapat memilih dan mengganti manager investasinya dengan bebas dan sesuka hati. Hal ini bahkan bisa dilakukan hingga berkali-kali, jika investor merasa perlu untuk melakukan penggantian manager investasinya.

 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mewariskan Reksa Dana kepada Ahli Waris ?

4. Biaya Beli dan Jual

Biaya
Perhatikan biaya yang dibutuhkan

Di dalam Unit Link, peserta akan dikenakan biaya sebesar 5% untuk setiap kegiatan top up yang dilakukannya. Artinya, dana investasi yang disetorkan akan selalu terpotong sebesar 5% oleh perusahaan asuransi.

Ini tentu jumlah yang sangat besar dan memberatkan. Bukan hanya itu saja, hampir semua perusahaan asuransi juga membuat perbedaan harga jual dan harga beli pada investasi Unit Link yang mereka miliki, di mana selisih tersebut akan dipotong sebagai fee bagi perusahaan asuransi tersebut.

Nah, hal seperti itu tidak akan ditemui di dalam investasi Reksa Dana. Sebab Reksa Dana online bahkan membebaskan biaya jual beli bagi investornya. Semua kegiatan jual beli yang terjadi, tidak akan dikenai biaya apapun. Sedangkan untuk reksadana yang dijual secara tidak online, hanya dikenakan fee sekitar 1-2% saja, dan tetap bebas fee ketika melakukan kegiatan penjualan.

5. Kemudahan Pencairan

Pencairan Dana
Perhatikan kemudahan pencairan dana investasi Anda

Mencairkan sebagian atau keseluruhan dana di dalam Unit Link adalah hal yang terbilang rumit untuk dilakukan, mengingat investasi ini akan terikat dan menjadi sumber dana premi asuransi. Jika penarikan dilakukan, maka hal ini seringkali akan memengaruhi manfaat asuransi yang digunakan.

Sebab, bisa saja dana yang ada tidak lagi mencukupi untuk membayar premi bulanannya, sehingga asuransi menjadi terhenti. Hal seperti inilah yang membuat rata-rata Unit Link tidak bisa dicairkan secara penuh, agar sejumlah dana yang tertinggal tersebut dapat menutupi premi asuransi.

Nah, dalam Reksa Dana hal seperti ini tidak akan terjadi, sebab investor dapat bebas melakukan penarikan sebagian atau bahkan keseluruhan dana investasinya dengan mudah. Investor bisa datang ke agen penjual dan melakukan penjualan Reksa Dananya di sana, atau jika membelinya secara online, maka penjualan juga dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, yakni dengan mengisi formulir penjualan saja.

6. Jumlah Dana Investasi Minimum

Uang
Sesuikan dengan keuangan Anda dalam memilih investasi

Premi yang dikenakan oleh Unit Link terbilang cukup besar, yakni antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu. Jumlah ini tentu cukup besar untuk sebagian orang yang hanya memiliki pendapatan pas-pasan saja. Sehingga sulit bagi sebagian orang untuk bisa berinvestasi dalam Unit Link.

Sedangkan Reksa Dana, memberikan pilihan jumlah dana investasi yang jauh lebih beragam, bahkan bisa dimulai dari jumlah minimal saja, yakni Rp100 ribu per bulannya.

Baca Juga: Tips Jitu Investasi Reksa Dana bagi Para Pemula

7. Proses dan Hasil yang Didapatkan

Reksa Dana
Bandingkan hasil dari Reksa Dana dan Unit Link

Sebagiamana kita ketahui, Unit Link memiliki manfaat asuransi di dalamnya. Hal ini juga berimbas pada manfaat investasi yang tidak maksimal, terutama di 5 tahun pertama. Pada tahun pertama, semua premi yang dibayarkan oleh nasabah akan ditempatkan sebagai biaya akuisisi oleh perusahaan asuransi, sehingga tidak ada kegiatan investasi di tahun pertama ini.

Secara otimatis hal itu tentu membuat hasil investasi yang nol pada tahun pertama. Sedangkan di dalam Reksa Dana, investor dapat menikmati hasil investasinya sejak dananya ditanamkan di sana, tidak ada jeda untuk menunda hal ini.

8. Perlindungan yang Didapatkan

Proteksi Investasi
Kenali perlindungan investasi

Sesuai dengan manfaatnya, Unit Link memiliki manfaat asuransi di dalamnya, sehingga nasabah akan terlindungi dengan manfaat asuransi yang dipilihnya sejak awal. Hal seperti ini tidak terdapat di dalam reksadana, mengingat instrumen ini merupakan bentuk investasi murni tanpa manfaat lain di dalamnya.

Pahami Perbedaannya Sebelum Membeli

Baik Unit Link maupun Reksa Dana, keduanya tentu memiliki keunggulan masing-masing di dalamnya. Namun penting diketahui dengan tepat, bahwa kedua investasi ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Kenali dan pahami perbedaan ini sejak awal, agar Anda bisa memilih investasi yang paling tepat dan maksimal di dalam keuangan Anda.

Baca Juga: Mengenal Reksa Dana dan Profil Risikonya