Pinjam Uang Di Pegadaian vs KTA, Mana yang Lebih Oke?

Pinjam uang menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat. Kebutuhan dadakan yang datang mendesak jadi alasan kenapa sejumlah orang mengambil pinjaman. Apalagi kebutuhan tersebut hadir saat waktu gajian masih lama atau penghasilan dari bisnis belum mencapai target.

Sangat sulit kiranya menghindari kebutuhan-kebutuhan mendesak ini. Sebab kepentingannya perlu mendapat prioritas. Tentunya tidak mungkin bukan menghindari belanja kebutuhan sekolah anak-anak saat tahun ajaran baru mulai tiba? Atau menunda pernikahan karena kurang modal yang jumlahnya tidak begitu banyak?

Dalam situasi seperti itulah, pinjaman datang menyelamatkan. Bentuk dan caranya bermacam-macam. Ada yang dalam bentuk pinjaman KTA atau Kredit Tanpa Agunan, ada juga pinjaman dengan syarat jaminan atau yang disebut gadai. Lalu, manakah yang menguntungkan, pinjam uang lewat Pegadaian atau KTA?

Baca Juga: KTA atau P2P Lending, Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Dari Pegadaian sampai Pusat Gadai, Pinjam Uang Bisa Dilakukan

  Pinjaman Gadai Pegadaian Pusat Gadai
Nilai Pinjaman Gadai Bergantung pada Nilai Jaminannya

Pernah mendengar Pegadaian? Atau pernah melihat plakat yang bertuliskan Pusat Gadai? Ya, keduanya sama-sama lembaga keuangan nonbank yang memberi pinjaman bersyarat alias gadai. Sekalipun banyak bank yang menawarkan KTA, gadai barang tetap jadi andalan.

Untuk pinjam uang lewat Pegadaian, orang yang mengajukan harus datang ke tempat dengan membawa barang yang dijaminkan. Meskipun berbagai inovasi teknologi telah dipakai dalam urusan finansial, mekanisme gadai barang yang boleh dikatakan masih konvensional tersebut masih diterapkan hingga kini.

Bisa dibayangkan bukan sedikit merepotkan rasanya membawa barang-barang, kecuali kendaraan karena cukup dengan BPKB, sebagai syarat untuk dapat pinjaman? Namun, buat sebagian orang, hal tersebut bukanlah persoalan. Yang penting pinjaman cepat cair dan segera bisa digunakan.

Muncul sebagai Pemberi Gadai Pertama, Inilah Alasan Kenapa Pegadaian Ada

Pegadaian ternyata telah hadir sejak 1746. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Tujuannya jelas untuk melayani kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pinjaman. Karena saat itu masih dalam masa penjajahan, Pegadaian yang bernama Bank Van Leening berada dalam pengawasan VOC Belanda.

Ada tiga alasan kenapa Pegadaian didirikan. Pertama, mencegah praktik ijon, rentenir, dan pemberian pinjaman dengan pengembalian yang tidak wajar. Kedua, meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil. Ketiga, mendukung program ekonomi dan pembangunan nasional Pemerintah.

Untuk pinjam uang lewat Pegadaian, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Selain menyediakan emas, kendaraan, dan barang elektronik sebagai jaminan, pengambil pinjaman harus menunjukkan identitasnya berupa KTP/SIM. Setelah itu, pengajuan aplikasi akan diproses kurang lebih 30 menit.

Pegadaian akan memberikan bunga 0,05% per hari atau 1,5% per bulan untuk setiap nilai pinjaman yang diberikan ditambah biaya administrasi 1% dari nilai pinjaman. Lamanya atau tenor pengembalian pinjaman mulai dari 4-36 bulan.

Bagi yang telat membayar cicilan pinjaman Pegadaian, siap-siap menanggung denda sebesar 0,05% per hari dari nilai pinjaman. Jika tidak dibayarkan, barang yang dijadikan jaminan akan dilelang 7 hari dari jatuh tempo.

Beda dengan Pegadaian, Inilah yang Ditawarkan Pusat Gadai

Pegadaian dan Pusat Gadai memang sama-sama menawarkan solusi pinjam uang lewat cara gadai dengan cara konvensional, tapi ada perbedaan antara Pegadaian dan Pusat Gadai. Jika Pegadaian adalah badan milik Pemerintah atau BUMN, Pusat Gadai adalah perusahaan gadai swasta Indonesia yang berdiri pada 1996 dan sudah mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Di website-nya, Pusat Gadai mengklaim punya lebih dari 100 cabang yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk dapat pinjam uang lewat Pusat Gadai, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan. Hal berikut ini pula sekaligus jadi perbedaan dengan Pegadaian.

Pertama, barang-barang yang dijaminkan ke Pusat Gadai baru sebatas kendaraan dan barang elektronik. Kedua, mesti menunjukkan identitas remsi KTP/SIM. Ketiga, proses pengajuan aplikasi kurang lebih 30 menit.

Keempat, bunga yang dikenakan 10% per bulan dan 5% untuk pelunasan kurang dari 2 minggu. Tenor pelunasannya sendiri selama 2 tahun untuk jaminan BPKB dan kurang lebih 3 bulan untuk barang elektronik.

Kelima, ada denda yang dikenakan untuk keterlambatan bayar, yaitu 5% untuk elektronik dan 2% untuk BPKB. Waktu lelang Pusat Gadai lebih lama dari Pegadaian, yaitu selama 14 hari dari jatuh tempo.

Baca Juga: Tips Aman Gadai BPKB Mobil di Pegadaian

Beda Pinjam Uang Lewat Pegadaian dan KTA, Untung Mana?

KTA Online Dana Cepat Pinjaman Kilat
Beda dengan Pinjaman Gadai, Ambil Pinjaman KTA Dapat Dilakukan secara Online

Sama-sama pinjaman, tapi ada perbedaan mendasar antara pinjamh uang lewat Pegadaian dan KTA. Bedanya, pinjam uang lewat Pegadaian mewajibkan jaminan sebagai syarat ambil pinjaman, sedangkan KTA tidak membutuhkan jaminan apa pun.

Lalu, bagaimana pemberi pinjaman atau bank pemberi KTA yakin memberikan sejumlah uang sebagai pinjaman kepada debitur? Dalam menganalisis aplikasi pinjaman yang diajukan, bank akan melihat riwayat kredit calon debitur atau Informasi Debitur Individual (IDI) Historis melalui SLIK OJK.

Dari IDI Historis yang terdapat di SLIK OJK, bank dapat mengetahui baik atau buruknya riwayat kredit calon debitur. jika IDI Historis calon debitur bagus, bank akan memberikan KTA. Sebaliknya, jika buruk, bank tentu saja menolak pengajuan aplikasi pinjaman KTA si calon debitur.

Selain perbedaan tersebut, ada beberapa perbedaan lainnya antara pinjaman gadai dan KTA. Apa saja itu?

 

KTA

Pinjaman Gadai

Bunga Pinjaman

Mulai dari 0,96% per bulan

Mulai 1,5-10% per bulan

Limit Pinjaman

Hingga Rp300 juta

Tergantung taksiran harga

Lama Pinjaman (Tenor)

Hingga 60 bulan

Mulai 4-36 bulan

Proses hingga Dana Cair

Dapat diajukan secara Online ataupun Offline

Pengajuan

  • 3-5 hari kerja (cepat)
  • 14-21 hari kerja (lama)

Hanya Bisa diajukan secara Offline dengan mendatangi tempat gadai dengan membawa syarat yang diminta.

Kurang lebih 30 menit

Biaya-Biaya*

  • Biaya Provisi: 1-3,5% dari kredit
  • Biaya di muka: 1,5-5% dari kredit
  • Biaya Penalti: 5-6% dari sisa tagihan
  • Biaya Materai: ketentuan bank
  • Biaya Asuransi: ketentuan bank

Biaya administrasi: 1% nilai pinjaman.

Syarat-Syarat

  • Identitas pribadi: KTP/KITAS
  • Dokumen: NPWP, Kartu Keluarga, Akta Nikah, Surat Keterangan Penghasilan, Surat Izin Praktik, ataupun SIUP/TDP
  • Catatan kartu kredit*
  • Status profesi: karyawan, wiraswasta, profesional
  • Bukti penghasilan
  • Fotokopi tabungan (3 bulan terakhir)
  • Rasio utang: tidak >30%
  • Nomor telepon yang valid

Menunjukkan identitas resmi KTP/SIM

* Catatan: tidak semua diberlakukan

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Pilih Cara Pinjam Uang yang Mudah Dilakukan

Sekalipun sudah mempersiapkan dan memenuhi syarat yang diminta, kadang-kadang apa yang diinginkan jauh dari harapan. Entah itu karena nilai pinjamannya tak sesuai harapan, riwayat kredit yang kurang bagus, ataupun waktu pencairan pinjaman yang lama.

Memang dibandingkan dengan KTA, proses pinjam uang lewat Pegadaian lebih cepat, hanya butuh 30 menit. Namun, dari nilai pinjaman, bisa saja karena barang yang digadaikan usianya sudah tidak baru, nilai pinjaman gadai tidak sebesar nilai KTA.

Karena itulah, ada baiknya dipertimbangkan benar-benar apakah adakah kekurangan dalam mempersiapkan syarat-syarat diminta? Adakah catatan buruk selama ambil pinjaman dulu? Atau sebandingkah nilai pinjaman yang diminta dengan nilai barang yang digadaikan?

Jika semuanya sudah diperiksa dan didapat hasilnya, tentu saja pilihlah fasilitas pinjaman yang syaratnya paling mendekati untuk mudah dipenuhi. Dengan begitu, pinjaman yang diminta dapat cair sesuai harapan.

Baca Juga: SLIK OJK: Layanan Pengganti BI Checking. Bagaimanakah Cara Ceknya?