Praktis, Begini Cara Beli Rumah Lelang via Online!

Lelang Rumah

Beli Rumah Lelang Bisa Dilakukan Secara Online

 

Segmen properti yang diincar para property hunter berbeda-beda mulai dari properti untuk digunakan sendiri atau investasi, properti baru atau second. Lalu apakah Anda pernah terpikir untuk membeli properti hasil lelang bank? Faktanya, ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan properti impian dengan harga miring.

Sebagai contoh rumah dijual di Gandaria, Kebayoran Baru dengan luas 293 meter persegi dilelang mulai dari Rp3,7 M atau sekitar Rp12,500,000 per meter persegi. Sedangkan untuk harga rumah Kebayoran Baru rata-rata dijual Rp31,914,000 per meter persegi. Tak dapat dipungkiri jika banyak masyarakat awam yang takut membeli rumah lelang karena rumah tersebut merupakan hasil sitaan bank akibat terjadinya kredit macet. Dahulu untuk mengikuti lelang, Anda harus mendatangi lokasi lelang. Namun sekarang beli rumah lelang bisa secara online melalui website Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN). Berikut langkah-langkahnya:

1. Mendaftar ke Situs

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengunjungi situs Lelang DJKN. Di sini Anda bisa langsung mengecek properti yang akan dilelang oleh Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN). Properti yang akan dilelang tak hanya berbentuk Jika ada properti yang menarik untuk dimiliki, Anda dapat mengikuti lelang untuk mendapatkan properti impian. Kemudian klik tombol sign up untuk mendaftarkan akun Anda. Terdapat beberapa isian yang harus diisi, serta alamat email yang valid untuk memverifikasi akun. Anda akan mendapatkan email kode aktivasi untuk mengaktifkan username Anda.

2. Pilih Objek yang dilelang

Setelah akun aktif, Anda bisa langsung sign in dan mengikuti cara beli rumah lelang via online. Pilihlah properti yang Anda inginkan melalui daftar properti yang dilelang berdasarkan kantor wilayah yang mencakup seluruh Indonesia.

3. Daftar dan Bayar

Setelah memilih objek lelang yang diinginkan, Anda akan diwajibkan untuk mendaftarkan nomer identitas KTP dan NPWP serta menggugahnya dalam bentuk softcopy. Selanjutnya Anda harus mendaftarkan rekening atas nama Anda sendiri untuk kemudian mendapatkan nomor Virtual Account (VA) untuk menyetorkan uang jaminan.

4. Mulai Proses Lelang atau Bid

Setelah dana disetorkan ke VA dan diterima oleh Kantor Pelayanan dan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Anda akan mendapatkan nomer token yang kemudian menjadi kunci pembuka untuk melakukan lelang atau bid. Sebelum memulai, Anda diharuskan terlebih dahulu menyetujui pernyataan syarat dan ketentuan yang berlaku. Setelah itu, Anda dapat melakukan proses penawaran berulang kali hingga waktu lelang ditutup.

5. Pengumuman Pemenang Lelang

Pada saat tanggal lelang ditutup, akan ada sistem yang otomatis merekapitulasi penawaran harga yang dapat dilihat melalui aplikasi maupun email masing-masing peserta lelang. Email pemberitahuan akan diberikan kepada pemenang dan juga seluruh peserta lelang beserta hak dan kewajibannya. Bagi Anda yang kalah dalam lelang berhak untuk mendapatkan pengembalian uang jaminan, sedangkan pemenang lelang diminta untuk melunasi objek yang dimenangkan minimal 5 hari kerja setelah lelang yang ditujukan ke Virtual Account. Pemenang lelang dikenakan biaya lelang sebesar 2%-5% dan wajib membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Mudah dan praktis, bukan?