Profil Wishnutama, Pendiri Net TV yang Bikin Pembukaan Asian Games 2018 Memukau

Masih segar dalam ingatan kemeriahan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Di balik menganggumkannya acara pembukaan dan penutupan olahraga terbesar se-Asia Pasifik itu, ada peran besar dari Wishnutama yang ditunjuk sebagai Direktur Kreatif Asian Games 2018.

Melongok lebih jauh, Wishnutama merupakan Pendiri sekaligus CEO NET TV (PT Net Mediatama Televisi). Saluran televisi ini diresmikan pada Mei 2013 dan memiliki jargon “Televisi Masa Kini.” Sukses menyajikan tayangan berkualitas di televisi, Wishnutama dipercaya menjadi salah satu penanggungjawab rangkaian acara Asian Games 2018.

Upacara pembukaan dan penutupan Asian Games yang begitu memukau dan viral semakin melejitkan nama Wishnutama. Kemampuan dan kreativitasnya dalam menyuguhkan tontonan menarik serta menghibur tak perlu diragukan lagi. Mau tahu lebih banyak mengenai sosok Wishnutama, simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Chairul Tanjung, Si Anak Singkong yang Sukses Jadi Bos CT Corp

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Lama di Luar Negeri dan Memulai Karier dari Bawah

Wishnutama via Instagramnya
Wishnutama via Instagramnya

Pemilik nama lengkap Wishnutama Kusubandio ini lahir pada 4 Mei 1976 di Jayapura, Papua. Pria pernah mengecap pendidikan di SMP Tarakanita 5, Jakarta ini melanjutkan SMA di Kooralbyn International School di Queensland, Australia dan Sekolah Internasional Singapura.

Suami dari artis Gista Putri itu sangat akrab dengan pendidikan. Setelah menamatkan sekolahnya, Tama begitu panggilan akrabnya hijrah ke Amerika Serikat (AS) dan tercatat sebagai mahasiswa di tiga universitas, yakni Norwich University-The Military College of Vermont, Navy ROTC, AS; Mount Ida College jurusan Liberal Arts, Boston; serta Emerson College mengambil jurusan Komunikasi di Boston, AS.

Selesai lulus kuliah, Tama yang kini berusia 42 tahun ini memulai karier dari bawah dengan jabatan Asisten Produksi di New England Cable News pada tahun 1993 dan Asisten Direktur Promosi On Air di WHDH-TV, yang berafiliasi dengan CBS sekitar tahun 1993 sampai 1994.

Pulang ke Tanah Air

Meski bertahun-tahun tinggal di luar negeri, Tama tak lupa dengan tanah kelahirannya. Akhirnya ia mantap meninggalkan pekerjaannya di AS dan pulang ke Indonesia pada tahun 1994. Saat itu usianya menginjak 28 tahun. Di Indonesia, Tama bekerja di Indosiar, stasiun TV milik salah satu orang terkaya di Tanah Air, Eddy Kusnadi Sariaatmadja sebagai Supervisor On Air Promotion.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman di AS, Ayah dari empat orang anak ini selanjutnya dipercaya menduduki jabatan Executive Producer News and Production Division, lalu meningkat menjadi Manajer Produksi yang menaungi beberapa program acara, salah satunya Gebyar BCA.

Karier Menanjak

Tama memutuskan hengkang setelah kurang lebih 8 tahun berkarier di Indosiar. Ia kemudian  mulai bergabung dengan Trans TV milik konglomerat Chairul Tanjung di 2001. Ia langsung diserahi posisi penting sebagai Kepala Divisi Produksi. Kalau dilihat-lihat perjalanan karier Tama tampak mulus, hingga kemudian ia menduduki jabatan Wakil Direktur Utama Trans TV pada 2006. Pada tahun yang sama, Tama diangkat menjadi Direktur Utama Trans 7, stasiun televisi lain di bawah bendera Trans Corp.

Selama bekerja di Trans Corp, Tama melahirkan berbagai program populer, seperti tayangan komedi Extravaganza dan Opera Van Java, Dunia lain, Termehek-mehek, serta Indonesia Mencari Bakat. Karena tangan dinginnya itu, Tama menyabet predikat CEO Terbaik di Indonesia versi Majalah SWA. Kariernya di Trans Corp bertahan 11 tahun, tepatnya hingga tahun 2012. Posisinya digantikan sang pemilik, Chairul Tanjung.

Baca Juga: Sarita Sutedja Blakblakan Resep Sukses Warunk UpNormal Cs

Bikin Stasiun NET TV

Tama sudah sukses di usia muda, sekitar 36 tahun. Ia ingin mencari tantangan baru di dunia penyiaran televisi. Selepas mengundurkan diri tanpa persiapan apapun, Tama sempat membuka restoran Parc 19 di wilayah Kemang. Restoran yang dilengkapi dengan bar ini cukup terkenal karena menyajikan makanan khas Asia, Italia, Meksiko, dan Prancis. Restoran yang menyasar konsumen kelas menengah ke atas itu pun menjual berbagai jenis minuman beralkohol.

Bukan cuma merambah bisnis kuliner, Tama tetap pada passion-nya. Ia menjajal peruntungan dengan mendirikan sebuah rumah produksi (production house/PH). Dari sinilah, kemudian Tama mendapatkan kesempatan untuk membangun stasiun televisi NET TV, bagian dari kelompok usaha Indika Group. Dalam hal ini, NET TV mengakuisisi stasiun TV anak-anak, Spacetoon. Walaupun sempat diwarnai kontroversi, akhirnya stasiun televisi yang memiliki kepanjangan News and Entertainment Television tersebut mengudara dengan menggunakan saluran Spacetoon.

Selanjutnya di tanggal 18 Mei 2013, NEt TV melakukan siaran percobaan selama satu minggu tanpa diselingi dengan iklan komersial. Peluncuran dan peresmian stasiun televisi ini sendiri berlangsung pada 26 Mei 2013 secara megah dengan mengundang berbagai artis dan musisi dalam maupun luar negeri.

Banjir Penghargaan

Sukses menempati posisi top manajemen dan kepiawaiannya membuat program acara yang menghibur, Tama diganjar banyak penghargaan. Penghargaan perdana, The Best CEO dari Majalah SWA pada 2010. Di tahun yang sama, namanya masuk Indonesia Youngster Inc.

Disusul dua penghargaan saat menjabat Direktur Utama Net TV. Pertama, Marketeer of The Year tahun 2015 dalam Indonesia Marketing Champion untuk kategori Penyiaran, Media, dan Televisi. Kedua, masuk dalam jajaran 500 CEO paling berpengaruh di dunia versi Richtopia. Selang satu tahun kemudian, Tama dianugerahi The Best Chief Strategy Execution Officer Across All Industries oleh Tempo Media Group dan The Winner of 2016 Strategy-Into-Performance Execution Excellence (SPEX2) Awards.

Tak sampai di situ, ia pun menyabet penghargaan Best Digital Talent sebagai Pemimpin Bisnis Digital Terbaik yang diselenggarakan Indosat Ooredoo IDByte, serta salah satu orang paling berpengaruh di dunia bisnis bidang kreatif Indonesia dalam ajang penghargaan IdeaFest 2017. Tama juga menjadi CEO di bidang pertelevisian yang paling dikagumi di Indonesia versi Warta Ekonomi. Dan di tahun 2018, ia dinobatkan sebagai tokoh pemberdayaan oleh Rumah Zakat Indonesia.

Sosok di Balik Kesuksesan Pembukaan Asian Games 2018

Pembukaan Asian Games 2018
Pembukaan Asian Games 2018

Kesuksesan dan berbagai penghargaan yang diraih Tama di industri penyiaran membuat pemerintah menunjuknya sebagai Direktur Kreatif pada event penting Asian Games 2018. Ia bertanggung jawab untuk upacara pembukaan dan penutupan pesta olahraga tersebut. Semua mata dunia saat itu tertuju pada Indonesia.

Pembukaan Asian Games yang melibatkan sekitar 10 ribu orang sukses membuat penonton merinding dan berdecak kagum. Tama dan tim bekerja keras untuk acara tersebut dengan masa persiapan satu setengah tahun. Semua dipersiapkan dengan matang karena ingin menonjolkan kekayaan budaya Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Opening ceremony ini juga viral lewat aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerankan tokoh Ethan Hunt dalam film Mission Impossible, serta tari ratoh jaroe Aceh yang melibatkan ribuan siswa siswi SMA dari sejumlah sekolah. Selain Wishnutama, sosok lain yang berjasa menyukseskan upacara pembukaan Asian Games 2018, antara lain Addie MS, Denny Malik, Ronald Steven, Eko Supriyanto, Dyanand Fariz, dan Rynaldy Yunardi.

Raih Sukses dengan Miliki Sikap Ini

Dari Wishnutama, kamu para generasi milenial bisa belajar mengenai kegigihan untuk mewujudkan mimpi dan kesuksesan. Menekuni passion, mencintai pekerjaan, bekerja keras, profesional, berani mengambil keputusan, dan pantang menyerah. Dengan sikap tersebut, maka kamu akan menjadi orang sukses di bidangnya masing-masing. Jadi tunggu apalagi, mulai bergerak dari sekarang untuk hidup lebih baik.

Baca Juga: Kisah Sukses CEO Berrybenka Jason Lamuda: Jualan Dari Garasi Rumah hingga Melawan Tren