Punya Kartu Kredit Lebih Dari Satu? Ini Cara mengaturnya

Kartu kredit sampai kapan pun tetap saja menarik. Banyak alasan kenapa orang sangat tertarik dengan hal ini. Salah satunya adanya manfaat yang ditawarkan. Selain itu, dengan membawa kartu kredit, Anda tidak perlu membawa uang tunai ke mana-mana. Oleh sebab itu, tidak heran bila banyak pemegang kartu kredit yang malah jatuh dalam lubang utang.

Sebenarnya, apabila Anda cermat melihatnya, kartu kredit memiliki keuntungan lebih. Namun, semuanya bisa menjadi musibah bila Anda lupa dan sembarangan menggunakannya, karena dengan menggunakan kartu kredit itu artinya Anda siap menanggung tagihan.

Lalu bagiamana jika Anda tidak hanya memiliki satu kartu kredit, tapi juga dua kartu kredit atau bahkan lebih. Menguntungkan atau merugikan?

Bila Anda seorang yang pandai mengelola keuangan, maka memiliki dua kartu kredit merupakan hal yang bagus. Anda pun bisa mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya:

Sayangnya, manfaat itu semua harus dibarengi dengan pengelolaan keuangan secara disiplin. Terutama dalam hal penggunaan dan pembayaran tagihan. Mungkin Anda pernah mendengar hal ini. Memiliki kartu kredit lebih dari satu memiliki risiko gagal bayar yang tinggi. Oleh sebab itu, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan No.14/2/PBI/2012. Isinya, memperingatkan pihak bank agar tidak menerbitkan kartu kredit melebihi batas. Mereka yang bergaji Rp3 – 10 juta per bulan, maksimal memiliki dua kartu kredit dari penerbit yang berbeda.

Namun bagi Anda yang telah memiliki kartu kredit lebih dari satu, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Tujuan Memiliki Kartu Kredit 

Tujuan dibuatnya Kartu Kredit

Tujuan Anda Membuat Kartu Kredit via carikredit.com

 

Karena kebanyakan tidak mengetahui apa fungsi kartu kredit, tidak heran banyak orang yang malah "memanjakan" hawa nafsunya. Hasilnya, tagihan membengkak. Oleh sebab itu, menetukan tujuan merupakan hal yang wajib. Misalnya, kartu kredit A khusus untuk belanja bulanan dan membayar tagihan (listrik, telepon, internet, dan lainnya). Hal ini karena kartu kredit A memberikan point rewards dan cash back. Sedangkan kartu kredit B, hanya sebagai cadangan saja.

Baca Juga: Butuh Kartu Kredit Tambahan? Pertimbangkan Dulu Hal-Hal Ini

2. Tentukan Budget dan Pos Pengeluaran

Tentukan Pos Pengeluaran

Tentukan Budget dan Pos Pengeluaran  via marketing-mojo.com

 

Sebelum  menggunakan kartu kredit Anda, hitung kembali gaji bulanan Anda. Serta tentukan pos-pos pengeluaran Anda. Misalnya:

  • Gaji bulanan: Rp7 juta
  • Cicilan motor: Rp900 ribu
  • Bayar Kost: Rp700 ribu
  • Makan: Rp2 juta
  • Dana Cadangan: Rp1,5 juta
  • Total Rp5,1 juta

Masih ada sisa, Rp1,9 juta. Setelah itu, barulah kartu kredit Anda yang mendapatkan bagian ini. Pastikan jangan sampai kartu kredit melebihi sisa gaji sebesar Rp1,9 juta.

3. Jangan Mudah Tergoda Point Rewards

Jangan Mudah Tergoda Rewards

Rewards via musiklugue.com

 

Meski tampaknya menguntungkan, Anda tidak boleh asal menggesek kartu kredit. Bukannya point reward yang Anda dapatkan, malah tunggakan cicilan yang Anda terima. Mendapatkan point rewards bukanlah tujuan Anda memiliki kartu kredit. Dia hanya sebagai ‘bonus’ dari transaksi saja.

4. Waspada Besar Pasak Daripada Tiang

Besar pasak daripada tiang

Lebih Banyk Pengeluaran Daripada Pemasukan via luwuraya.net

 

Selalu ingat pepatah ini, besar pasak dari pada tiang. Bila Anda membeli barang yang harganya jauh dibanding gaji Anda, alangkah lebih baik bila Anda tidak menggesek. Meski limit kartu kredit mencukupi, namun itu sangat tidak rasional. Bila Anda sudah yakin ingin membeli barang dengan harga yang melebihi gaji Anda, maka pastikan kapan Anda bisa melunasi tunggakan itu?

Bila Anda asal dan tidak memperkirakan sebelumnya, maka kabar buruk bisa datang kapan saja. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk membeli, pasang target kapan Anda bisa melunasinya. Lalu, hindari pula menggesek kartu kredit selama cicilan barang masih berjalan. Ini agar Anda tidak memiliki utang yang menumpuk.

5. Berhati-Hatilah dengan Over Limit

Over Limit

Over Limit via blogcdn.com

 

Biasanya, besaran limit kartu kredit tiga kali gaji sebulan. Misalnya, gaji Anda saat ini Rp5 juta sebulan, maka Anda memiliki limit kartu kredit Rp15 juta. Bila Anda menggunakan dua kartu mencapai batas kredit, maka Anda akan memiliki utang sejumlah Rp30 juta. Utang atau cicilan tidak boleh melebihi 30 persen gaji sebulan. Artinya, dari perhitungan di atas, Anda hanya memiliki alokasi dana bayar cicilan sebesar Rp1,5 juta. Bila  Anda  membayar minimum tiap kartu kredit, maka Anda membutuhkan waktu 20 bulan untuk melunasinya. Untuk menghindari over limit pastikan Anda tidak menggunakannya selama jangka waktu tersebut.

Baca Juga: Kartu Kredit Over Limit, Apa yang Mesti Dilakukan?

Tepat Guna 

Penetapan limit yang dilakukan oleh bank adalah bukti kepercayaan bank akan kemampuan Anda membayar. Namun bukan berarti Anda harus sembarang menggunakannya, cermatlah menggunakan kartu kredit yang Anda miliki, untuk menghindari penumpukan tagihan yang nantinya malah tidak dapat Anda lunasi. Gunakanlah kartu kredit sebagai media yang mempermudah dalam bertransaksi serta pemasukan baru bagi Anda. Untuk itu gunakanlah kartu kredit Anda secara tepat guna. 

Baca Juga: Cara Mencegah Kartu Kredit dan Debit Dibajak Orang