Punya Masalah Utang? Bank Indonesia Siap Memberi Solusi

Pesatnya perkembangan teknologi dan mudahnya mengakses informasi telah membuat banyak perbaikan dalam sistem pelayanan publik, hal ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pihak perbankan yang seolah tak henti-hentinya melakukan terobosan di dalam pelayanan mereka.

Hal ini dapat dilihat dengan beragam fasilitas perbankan yang menggunakan kemampuan teknologi canggih seperti fasilitas internet banking, fasilitas setor tunai melalui mesin tanpa perlu mendatangi teller bank, bahkan fasilitas pengajuan kredit secara online yang hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja dalam pemrosesannya. Berbagai macam fasilitas tersebut pada dasarnya ditujukan untuk kemudahan para nasabah dalam mengakses layanan perbankan yang mereka butuhkan selama 24 jam penuh setiap harinya.

Coba bayangkan bagaimana repotnya saat Anda harus mengantre dan menghabiskan banyak waktu di perjalanan hanya untuk mengurus berbagai keperluan perbankan di hari kerja saat bank buka. Hal ini tentu saja akan mengganggu jam kerja anda di kantor dan menghambat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah menjadi kewajiban anda bukan Mendatangi bank tentu saja akan menyita banyak waktu anda dan mengganggu aktivitas kerja karena sudah tentu bank hanya akan beroperasi di saat jam kantor sedang berlangsung.

Untuk mengatasi hal-hal seperti inilah bank melakukan banyak inovasi di dalam layanan mereka, agar nasabah dapat melakukan aktivitas perbankan mereka selama 24 jam penuh setiap harinya. Namun tak dapat dipungkiri bahwa segala kemudahan yang diberikan oleh pihak perbankan seringkali justru menjadi sebuah bumerang bagi para nasabahnya.

Beragam fasilitas kredit yang dapat diakses dengan mudah dan proses yang sangat cepat juga menjadi penyebab sebagian orang menjadi sangat mudah dan cepat mengambil keputusan pengajuan kredit tanpa sebuah pertimbangan yang matang di dalam penggunaannya.

Kebanyakan dari pengguna kredit menjadi tidak memahami dengan jelas tujuan pengajuan kredit yang dilakukan olehnya, sehingga saat dana tersebut dicairkan oleh pihak bank dan masuk ke dalam rekening nasabah, dana tersebut justru digunakan untuk berbagai hal yang tidak menghasilkan apa-apa kecuali utang. Dengan mudah mereka akan membelanjakan uang tersebut kepada hal-hal yang tidak begitu penting, hingga akhirnya uang tersebut akan ludes hanya dalam waktu sekejap.

Bukan hanya penggunaan kredit yang tidak terencana yang selalu menjadi permasalahan bagi sebagian orang, namun mereka juga pada umumnya tidak mempertimbangkan dan merencanakan bagaimana cara mengembalikan pinjaman tersebut kepada pihak bank. Hal ini tentu saja akan membuat mereka terlilit utang dalam jangka waktu yang panjang.

Lalu, apa solusi bagi mereka yang telah terlanjur terlilit utang bank dan tidak memiliki langkah penyelesaian dalam permasalahan ini?

Baca Juga: Kredit Macet: Tips Menghindari dan Mengatasinya

Memanfaatkan Fasilitas Gratis Dari Bank Indonesia

Bank Indonesia Memberikan Bantuan Secara Gratis

Bank Indonesia Memberikan Bantuan Secara Gratis via blogspot.com

 

Ketika mengalami kesulitan dalam pelunasan hutang bank, ada baiknya kita mendatangi pihak bank dan melakukan negosiasi dalam penyelesaian hutang yang kita miliki. Namun bila hal tersebut tidak membuahkan hasil, maka salah satu langkah cerdas yang bisa kita pilih adalah dengan memanfaatkan fasilitas bantuan gratis dari Bank Indonesia (BI).

Dalam hal ini Bank Indonesia akan membantu kita mencari solusi dengan mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor: 8/5/PBI/2006 tentang mediasi perbankan. Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa Bank Indonesia dapat membantu kita dalam melakukan mediasi kepada pihak perbankan dengan 3 kemudahan berikut ini:

  • Fasilitas ini bebas dari biaya apapun.
  • Periode mediasi yang diberikan adalah maksimal 60 hari kerja, terhitung sejak penandatanganan perjanjian mediasi.
  • Proses mediasi akan dilakukan secara fleksibel dan informal.

Dalam fasilitas yang diberikan oleh Bank Indonesia, terdapat beberapa syarat seperti di bawah ini:

  • Nilai kredit yang bermasalah adalah di bawah Rp500 juta.
  • Permasalahan ini belum pernah melewati jalur mediasi Bank Indonesia atau lembaga mediasi lainnya, seperti: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau Pusat Mediasi Nasional (PMN)
  • Umur sengketa yang akan dimediasikan adalah maksimal 60 hari terhitung sejak sengketa tersebut disampaikan oleh pihak bank kepada nasabah yang bersangkutan.

Pastikan untuk memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia dan jangan ragu-ragu untuk menghubungi (021) 500131 untuk mendapat informasi mediasi ini.

Baca Juga: 2 Peran Bank Indonesia yang Jarang Diketahui