Rahasia Untung Investasi Apartemen di Jakarta

Apartemen

Investasi Apartemen Menguntungkan

 

Jakarta menjadi kota impian untuk dapat hidup dan menetap di dalamnya. Meskipun sudah terlalu sesak dan kemacetan kian parah, buktinya ibukota masih saja menjadi tujuan utama dalam meraih jenjang karir yang baik. Lambat laun, kebutuhan permukiman kian mendesak sehingga jenis properti residensial pun kini beralih kepada hunian vertikal. Layaknya New York dengan pencakar langitnya, hunian bagi kaum urban Jakarta sama-sama sarat akan efesiensi lahan. Tingginya peminat hunian vertikal pun dijawab oleh pengembang dengan pembangunan apartemen di Jakarta yang pesat. Bagi Anda yang memiliki budget investasi yang cukup besar, cek rahasia untung investasi apartemen di Jakarta berikut ini:

1. Proyek di Lokasi Strategis

Menurut data dari Colliers, pertumbuhan suplai apartemen di Jakarta ialah 3% per kuartal dan 12,3% per tahunnya. Jika menelusuri jumlah pasokan yang tersedia, pada tahun 2017 diperkirakan penyelesaian proyek mencapai 28.014 unit. Sejumlah lokasi yang menjadi titik konsentrasi pembangunan masih berkutat di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, dengan masing-masing persentase mencapai 20-22%. Jakarta Selatan dekat dengan pusat bisnis dan komersial premium serta akses tol yang menghubungkan ke dalam dan luar kota. Salah satu alasan mengapa kaum urban memilih tinggal di apartemen ialah lokasinya yang prima dekat dari titik keramaian seperti perkantoran ataupun kampus serta pusat perbelanjaan.

2. Transit Oriented Development

Kemacetan di Jakarta menjadi salah satu yang paling menyiksa bagi warganya akibat volume kendaraan pribadi yang tak terkendali. Ini masih juga ditambah lagi dengan lalu lalang kaum penglaju saat jam sibuk. Transportasi umum massal yang telah tersedia seperti kereta dan Trans Jakarta nyatanya belum sanggup menampung dan memberikan kenyamanan terhadap penumpang. Saat ini pemerintah berupaya mengurai kemacetan dengan membangun MRT dan LRT. Sistem pembangunan permukiman juga menggunakan prinsip Transit Oriented Development (TOD) untuk menstimulus masyarakat menggunakan kendaraan umum.

Selain pembangunan Rusunami untuk golongan MBR di dekat stasiun KRL Tanjung Barat, Pondok Cina, dan Palmerah, terdapat Apartemen Signature Park di Cawang dekat dari stasiun KRL dan LRT.  Selain itu, ada juga Samara Suites di Synthesis Square, Gatot Subroto dekat dari Trans Jakarta dan stasiun LRT. Berjarak sejengkalan kaki dari transportasi umum, akses tol, serta kawasan bisnis, tentu unit ideal bagi para profesional ini menjanjikan return investment yang besar. Terbukti sejak dirilis pertama kali pada Juni 2016 silam, harga apartemen TOD ini telah mengalami kenaikan yang signifikan.

3. Fasilitas Prima dari Pengembang Terpercaya

Pengembang dengan proyek yang terpercaya tentunya dapat lebih mudah menggaet konsumen, demikian halnya dengan Anda yang berniat investasi. Perhatikan fasilitas yang tersedia dan dirasa sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban seperti kolam renang, gym dan sport club, cafe, minimarket, dan lahan parkir memadai. Jadi, meraih keuntungan investasi dari harga sewa apartemen maupun harga jual kembali di masa yang akan datang dapat diawali dengan memperhatikan kredibelitas pengembang.

4. Bisnis Sewa Apartemen

Survei di salah satu portal properti menunjukkan bahwa sekitar 75% pengunjung page apartemen nyatanya mencari apartemen disewakan, sedangkan hanya sekitar 25 % pengunjung yang mencari apartemen dijual. Ini artinya pangsa pasar sewa apartemen di Jakarta cukup besar sehingga dapat mendatangkan pendapatan pasif bagi Anda bertahun-tahun sembari menunggu kenaikan harga untuk menjual kembali. Tak hanya menjaring pasar sewa bagi eksekutif pendatang dari luar Jakarta, ekspatriat juga merupakan target pemasaran unit rental utama di Jakarta. Harga sewa apartemen sekitar CBD dibanderol rata-rata Rp.4.000.000 per meter persegi, sedangkan lokasi non CBD menawarkan harga rata-rata Rp. 2.000.000 per meter persegi.

5. Jual Kembali di Saat Tepat

Meskipun kenaikan harga rental diklaim mengalami perlambatan pada tahun 2016 silam, harga jual apartemen terlebih dalam jaringan TOD tentu akan terus meroket. Untuk menyiasatinya, Anda juga harus jeli melihat waktu yang tepat untuk menjual unit kembali. Situasi politik dan ekonomi yang baik akan menciptakan sektor properti yang baik pula sehingga dirasa tepat untuk melakukan transaksi dengan memberikan keuntungan maksimal.