Raup Sukses Finansialmu di Tahun Babi Tanah, Ini Beberapa Tipsnya

babi tanah

Menurut kepercayaan ramalan China, tahun 2019 merupakan tahun babi tanah. Beberapa ramalan menyatakan bahwa di tahun ini kesulitan akan menghampiri kamu yang lahir dengan Shio Kambing, Kerbau, Ular, Ayam, Anjing, dan Babi.

Bahkan seorang Master Feng Shui dunia, Raymond Lo, memprediksi bahwa kesulitan di tahun babi tanah ini mencakup kesulitan finansial, kesulitan menjalin relationship termasuk untuk berkeluarga, bisnis yang agak macet di tengah jalan, maupun kesehatan yang kurang prima.

Kalau dari filosofi China sendiri, babi tanah terdiri dari babi yang mempunyai basis elemen air, yang disinyalir memiliki sifat kontras dengan elemen tanah. Makanya, tahun babi tanah disebut tahun yang mungkin saja bermuara pada ketidak harmonisan dan sedikit konflik.   

Percayakah Kamu?

Bagaimanapun, itu hanyalah sebuah ramalan. Tuhanlah yang menentukan nasib baik atau buruknya manusia. Namun, kamu bisa mengambil sisi positif dari ramalan itu, yaitu mempersiapkan yang terbaik saat yang terburuk belum menghampiri. Ini dia tips meraup sukses finansial di tahun babi tanah ini:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Langsung Sisihkan Gajimu untuk “Dana Tak Terduga”

dana darurat

Seringkali sebagian besar dari kamu pasti lebih akrab dengan metode menabung kalau ada sisa dari gaji bulanan. Nah, cara tersebut sudah membuktikan ketidak efektifannya. Terbukti, uang akan selalu habis lebih dulu sebelum sempat menabung. Jadi, mulai sekarang, ubah cara menabungmu. Begitu terima gaji bulanan, langsung sisihkan pos tersendiri untuk menabung, terutama untuk dana tak terduga. Namanya saja tak terduga, kamu tak akan bisa memprediksi kapan masa sulit itu tiba.

Dana tak terduga bisa saja disebut pos darurat. Berjanjilah bahwa kamu akan memakainya saat benar-benar berada dalam kesulitan. Misalnya saja, saat terpaksa harus kehilangan pekerjaan karena keadaan, saat ada keluarga yang mengalami musibah, atau kejadian lain diluar nalarmu sebagai manusia biasa. Percayalah, ini akan sangat membantumu sehingga tidak perlu merepotkan orang lain.

2. Sisihkan Pula Gajimu untuk “Investasi” 

investasi

Soal investasi juga terdapat salah kaprah di kalangan masyarakat pada umumnya. Harus kelebihan uang dulu, baru bisa berinvestasi, ini anggapan umumnya. Tapi, kenyataannya tak sepelik itu kok. Kamu bisa mulai menyisihkan untuk berinvestasi masa depan dengan menyisihkan sebagian uangmu dan mencoba hidup lebih hemat berikutnya. Investasi dari hal sederhana misalnya dengan membeli emas, atau logam mulia ketika uangnya terkumpul. Itu alternatif yang paling mudah untuk dicoba.

Dengan adanya keinginan kuat untuk menyisihkan gajimu dalam pos investasi, kamu harus komitmen pada diri sendiri untuk membiayai hidup secukupnya, bukan sebaliknya. Membedakan kebutuhan dan keinginan sejak dini harus kamu biasakan, sehingga cukup untuk membiayai hidupmu. Bukan membiayai gaya hidupmu.

Yang juga perlu dicamkan adalah hindari pola suka membeli barang kredit yang akan membuat kamu mencicil tagihan untuk waktu yang panjang. Terlebih, untuk barang yang sifatnya tidak produktif atau tidak bisa dianggap sebagai aset. Lebih baik, kamu menabung sampai uangnya terkumpul daripada harus mencicil barang yang sebenarnya masih bisa ditunda untuk kamu miliki.

Baca Juga: Pengeluaran Membengkak? Terapkan 7 Tips Hidup Hemat Berikut

3. Kemudian Gunakan Gajimu untuk “Kebutuhan Sehari-hari” 

kebutuhan sehari-hari

Kebutuhan sehari-hari ini termasuk dalam kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan. Bagi yang anak kos, kamu harus menyisihkan uang kos bulanan sesegera mungkin. Bagi yang tinggal di rumah, kamu bisa menghitung estimasi biaya transportasi dari dan ke tempat kerja selama sebulan.

Setelah itu, perkirakan juga pos untuk kebutuhan memenuhi urusan perut sehari-hari. Ingat untuk selalu prioritas pada kebutuhan inti. Kurangi acara nongkrong di kafe atau foya-foya yang tak penting. Lebih baik membawa bekal dari rumah secukupnya.

Kalau pun terpaksa harus makan di kafe atau restoran, mungkin ada baiknya menunggu suatu undangan acara tertentu dari rekan kerja atau kerabatmu yang lain. Atau memang sedang ada kebutuhan khusus di ruang publik, seperti janjian dengan klien bagi yang berprofesi sebagai freelancer. Hindari kalau tanpa kebutuhan yang urgent.

Selanjutnya, kalau sedang tak ada kebutuhan yang juga mendesak untuk memperbaiki penampilan dengan membelanjakan sejumlah uang untuk outfit, lebih baik gunakan jurus mix n’ match. Lebih urgent untuk mempersiapkan dana komunikasi untuk pulsa atau koneksi internet yang memungkinkanmu menjalin hubungan dengan klien daripada memenuhi kebutuhan sandang.

Nah, kebutuhan akan koneksi internet dan teknologi informasi boleh jadi sekarang masuk dalam kebutuhan primer ya.

4. Jangan Lupa Sisihkan Pula Gajimu untuk "Dana Investasi Akhirat"

donasi

Investasi akhirat disini boleh dengan berkegiatan sosial yang bertujuan membantu anak-anak yang kurang mampu atau yatim piatu, gizi buruk, atau beasiswa pendidikan. Dengan menginvestasikan yang sedikit darimu, akan sangat berarti buat mereka. Apalagi jika diniatkan dengan lapang dada dan ikhlas.

Selain itu, investasi akhirat juga bisa menjadi semacam tabungan rencana perjalanan ke tanah suci. Misalnya naik haji ke Mekkah bagi umat muslim. Karena tentu saja biaya perjalanannya tidak sedikit dan harus diupayakan jika ingin lebih menunaikan kewajiban secara sempurna.

5 Last but Not Least, Sisihkan "Dana Investasi yang Tak Tampak"

belajar

Investasi yang tak tampak ini maksudnya adalah untuk upgrading diri. Kamu tentu tak mau puas hanya dengan pengetahuan atau pengembangan skill yang itu-itu saja. Sekarang sudah banyak sekali kanal untuk pembelajaran, baik online maupun offline, Kamu bisa ikut workshop pada kemampuan yang ingin dikembangkan.

Membeli buku-buku yang sesuai dengan genre passion mu juga bisa membantumu untuk belajar mengembangkan diri secara otodidak. Ingat ya, investasi pada hal yang tak tampak ini sudah tentu hasilnya tidak bisa instand. Butuh upaya ekstra agar ilmu yang kamu dapatkan bisa berdampak pada kemampuanmu.

Baca Juga: Trik Mengatur Kredit Agar Tetap Lancar dan Bebas Dari Masalah

Hasil Tak akan Mengkhianati Usaha

Nah, nyatanya untuk meraup sukses finansial di tahun babi tanah memang butuh perjuangan. Tapi percayalah bahwa tak ada hasil yang mengkhianati usahamu. Lakukan yang terbaik sebelum hal buruk menimpamu. Ramalan boleh saja, tapi bagaimana sikap kita terhadap ramalan itulah yang akan menentukan semuanya.

Baca Juga: Ibu Hamil, Simak Hitungan Biaya Caesar dan Tips Mempersiapkan Biayanya